Sementara Alexander berendam, Yoana membersihkan walk in closet yang berantakan.
Merapikan pakaian Alexander sesuai dengan jenisnya, menyedot debu di setiap sudut sampai bersih.
Lalu Yoana mengambil sepasang pakaian yang akan dipakai Alexander, beserta pakaian dalamnya.
Meletakkan pakaian tersebut diatas tempat tidur, lalu keluar dari kamar Alexander kembali ke kamarnya untuk mengganti seragamnya dengan pakaian biasa.
Yoana memakai pakaian terusan sampai batas lutut, dengan lengan baju diatas siku lengan.
Terlihat begitu cocok dengan tubuh rampingnya, dan warna baju yang cerah membuat Yoana semakin cantik.
Setelah itu dia pergi ke ruang makan untuk memastikan makan malam untuk Alexander, apakah sudah siap disajikan dimeja makan.
Yoana sedikit bingung melihat setiap bagian Mansion, ruang-ruang yang dia lewati begitu banyak, sehingga dia bingung untuk sampai ke ruang makan.
Ternyata dimeja makan belum disajikan makan malam Alexander, Yoana langsung bergegas masuk kedalam dapur.
"Bibi..makan malam Tuan Alexander, apakah sudah siap?" tanya Yoana memasuki ruang dapur yang tidak begitu jauh dari ruang makan.
Bibi Koki dan Lili menoleh kearah pintu dapur, melihat Yoana memasuki dapur.
"Anda tidak memakai seragam Nona?" tanya Lili memandang Yoana dengan kening berkerut.
Kenapa dia tahu aku tadi diberikan seragam oleh Pelayan? pikir Yoana memandang Lili penuh curiga, apakah dia yang memberikan seragam itu? Jangan-jangan ada orang dalam yang bekerja sama dengannya!
"Tuan Alexander melarang saya memakai seragam, dia tidak suka melihat pembantu pribadinya memakai seragam!" kata Yoana.
Yoana melihat ada perubahan pada mimik wajah Lili, sepertinya dia tidak senang.
"Mengenai makan malam Tuna Alexander, Lili berinisiatif untuk memasak makan malam Tuan, dia ingin membuat menu makan yang lezat yang belum pernah dimakan Tuan Alexander!" sahut Bibi Koki menjawab pertanyaan Yoana.
Apa? Lili mau memasak makan malam Alexander? tidak! tidak bisa, aku tidak akan memperbolehkan dia menyentuh makanan Alexander, sedikitpun!
Yoana langsung panik begitu mendengar Lili yang memasak, bukankah dia hanya seorang asisten koki saja, lancang sekali dia! bisik hati Yoana marah.
Yoana ingat plot novel yang dibacanya, Lili selalu menaruh racun didalam makanan Alexander.
Dosisnya sedikit, tidak akan langsung terasa efeknya, tapi kalau setiap hari diberikan akan membuat tubuh yang mengkonsumsinya akan melemah.
"Oh..kalau begitu, biar saya saja yang memasak, karena saya pembantu pribadi Tuan Alexander, jadi saya yang akan memasak untuk makan malam Tuan Alexander!" sahut Yoana bergegas mengambil alih apa yang akan dimasak Lili.
"Tapi, saya yang bertanggung jawab di bagian memasak, biarkan saja saya yang melakukannya!" ujar Lili.
"Anda adalah asisten koki, jadi bantu Bibi koki saja, makanan Tuan Alexander, biarkan aku yang urus!" Yoana mengambil sayur dan daging yang akan dimasak.
Kau tidak boleh menyentuh makanan kesayangan ku, kau pikir...aku tidak tahu siapa kau? bisik hati Yoana.
Lili tampak begitu kesal melihat Yoana mengambil alih tugasnya untuk memasak makan malam Alexander.
Yoana melirik ke arah Lili yang tampak menghela nafasnya, senyuman tipis tersungging disudut bibir Yoana.
Dia sepertinya kesal denganku karena menggagalkan rencananya, heh! mencoba bersikap bersabar? kedepannya juga kau tidak akan pernah menyentuh, bahkan memberikan makanan apa pun pada kesayanganku! bisik hati Yoana penuh dendam.
Dalam plot novel yang dibacanya, Lili pertama kali masuk kedalam Mansion Alexander sudah mulai menjalankan aksinya untuk menarik simpati Alexander.
Membuat Alexander begitu mempercayainya, sampai akhirnya mereka menikah dan sampai tragedi itu datang, Alexander dibunuh Lili bersama kekasihnya.
Sebelum Alexander meninggal, Lili memaksa Alexander menandatangani surat-surat penting untuk mengalihkan semua aset kekayaan Alexander atas nama Lili.
Yoana dengan cekatan memasak beberapa menu makan malam untuk dirinya dan Alexander.
Lima hidangan hasil masakannya terhidang dimeja makan, tiga macam masakan sayur, dan dua macam lauk.
Tidak lama kemudian Alexander turun dan masuk kedalam ruang makan.
Yoana menarik kursi untuk Alexander, kursi utama sebagai Tuan rumah, lalu meletakkan piring didepan Alexander.
"Apakah kau yang telah membersihkan kamarku?" tanya Alexander pelan.
"Iya Tuan, kamar anda sangat berantakan, dan suasana kamar jadi kusam karena jarang dibersihkan, apakah tidak ada Pelayan yang datang membersihkannya Tuan?" tanya Yoana menyendok nasi ke piring Alexander.
"Aku yang tidak mengijinkan siapapun masuk kedalam kamarku!" jawab Alexander.
"Oh!" Yoana jadi tertegun mendengar penjelasan Alexander tersebut.
Ternyata Alexander tidak ingin siapapun yang masuk kedalam kamarnya.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
2024-10-11
0
Susila Ratih
baru chap ke 6 udah seseru ini ngak asabar baca sampai habiss. semangat thorr saya suka smua ceritamu thor.🤩
2024-01-28
0
sweet❤️
Wah makin seruh ceritanya
2023-07-08
0