13. Wajah yang merona.

Yoana merasakan tidurnya begitu nyaman, jemarinya menyentuh tempat berbaringnya terasa begitu luas.

Perlahan Yoana membalikkan tubuhnya, untuk membuat tubuhnya semakin terasa nyaman.

Tapi, tiba-tiba Yoana merasa ada yang aneh, perlahan matanya terbuka, dan melihat kalau dia ternyata tidak di sofa lagi.

Ini dimana? pikir Yoana melihat sekelilingnya, dia diatas tempat tidur.

Dan, matanya terpaku melihat tidak jauh dari tempat dia berbaring, di sofa panjang tampak Alexander berbaring menutup matanya.

Yoana mengedipkan matanya melihat Alexander tertidur di sofa, tampaknya kesayangannya itu tertidur dengan pulas.

Sejak kapan Alexander selesai meeting, dan apa yang telah terjadi, kenapa aku dan Alexander bisa tidur sama dalam satu kamar?

Dan, kenapa aku ada di tempat tidur? bukankah tadi aku diruang kerja Alexander membaca buku? siapa yang membawaku ketempat tidur? berbagai pertanyaan berkecamuk dipikiran Yoana.

Yoana bingung melihat sekelilingnya, ini kamar siapa? pikir Yoana lagi kebingungan.

Matanya memandang Alexander yang tidur di sofa, perlahan Yoana bangkit dari tempat tidur.

Lalu berjalan mengitari kamar, memperhatikan setiap sudut kamar, melihat foto yang terpajang di lemari buku di sudut kamar.

Yoana meraih bingkai foto, dan menatap foto yang ada didalam bingkai.

Foto seorang anak lelaki dan kedua orang tuanya.

Yoana melihat orang tua anak lelaki didalam foto itu sangat mirip dengan Alexander, berarti anak kecil itu adalah Alexander kecil.

Ternyata ini kamar Alexander, yang ada di ruang kantornya. Yoana merasa tadi tidak ada melihat pintu lain diruang kantor Alexander.

Yoana tersenyum melihat foto masa kecil Alexander, terlihat sangat lucu dan imut.

Perlahan Yoana meletakkan foto itu kembali ke tempat semula, lalu berbalik dan melihat Alexander yang masih tertidur.

Yoana dengan pelan melangkah mendekati Alexander yang terbaring di sofa, berdiri tidak jauh dari sofa.

Wajah Alexander terlihat begitu tenang, wajahnya begitu tampan walau ada bekas luka diwajahnya.

Perlahan tanpa sadar Yoana membungkuk untuk melihat lebih jelas wajah Alexander, melihat luka yang membekas di pipi Alexander.

Alexander selalu melepaskan topengnya kalau beristirahat, Yoana melihat topeng Alexander diletakkan pria itu di atas meja sofa.

Yoana ingat plot cerita aslinya, sedikitpun tidak dijelaskan bagaimana Alexander mendapat luka itu.

Tanpa sadar jemari Yoana terulur ingin menyentuh luka di pipi Alexander, ini pasti sakit sekali! pikir Yoana, membayangkan saat Alexander mendapat luka itu.

Kesakitan dan menjerit, dengan darah yang mengalir begitu banyak. Yoana membayangkan saat Alexander meregang menahan rasa sakit saat terkena benda yang merobek wajahnya.

Wajah Yoana tampak begitu sedih menatap bekas luka yang memanjang itu, tanpa bisa di tahannya, perlahan jemarinya menyentuh bekas luka itu.

Jemarinya menelusuri dengan lembut, kulit yang tertutup terasa menonjol disentuhnya.

Yoana tidak menyadari mata Alexander perlahan terbuka, dan menatapnya tidak berkedip.

Alexander merasakan jemari Yoana menyentuh kulit bekas luka diwajahnya dengan hati-hati.

Wajah mereka begitu dekat, sehingga nafas Yoana terasa berhembus menerpa wajah Alexander.

"Ini pasti sakit sekali!" gumam Yoana lirih mengelus bekas luka Alexander, dan tanpa sadar Yoana menangkup pipi Alexander dengan lembut dan hati-hati.

Mata Alexander berkedip merasakan Yoana begitu sedih dengan luka yang didapatnya, wajahnya memerah merasakan jemari Yoana yang menangkup pipinya.

"Kesayanganku..kau pasti sangat menderita dengan keadaanmu yang membuat orang banyak tidak nyaman dekat-dekat denganmu, mulai sekarang jangan jadi penyendiri lagi, aku ada untukmu disini, aku akan pastikan kau akan hidup bahagia selamanya!" gumam Yoana pelan dengan nada yang penuh perhatian dan begitu lembut.

Wajah Alexander semakin merona mendengar gumaman Yoana yang begitu jelas didengarnya.

Jantung Alexander berdegup kencang, seumur hidupnya belum ada seseorang yang mengatakan hal seperti itu pada dirinya.

Dan perhatian akan keadaannya yang menurut banyak orang sangat menyedihkan, yang sebenarnya dia yang tidak ingin dikasihani oleh siapapun.

Kesayanganku? mata Alexander berkedip mengingat kata-kata Yoana barusan, a..apa maksudnya? pikir Alexander semakin berdebar.

Mata Yoana menoleh menatap mata Alexander yang dari tadi tanpa Yoana sadari telah terbuka, mereka saling menatap satu sama lain dengan lekat.

Yoana sontak tersadar, reflek dia menarik tangannya yang menangkup pipi Alexander.

Dan dengan cepat berdiri, dengan wajah bersalah Yoana membungkukkan tubuhnya dengan sopan.

"Ma..maf Tuan, sa..saya tidak bermaksud lancang menyentuh wajah anda...maafkan saya!" sahut Yoana begitu gugupnya, dia telah lancang menyentuh bekas luka Alexander.

Dan sangat bodohnya tidak memperhatikan kalau Alexander telah bangun, apakah dia tadi mendengar gumaman ku? bisik hati Yoana merasa sangat malu.

Dirinya benar-benar sangat bodoh sekali, terlalu terbawa suasana, jadi tidak menyadari Alexander sudah bangun.

Perlahan Alexander bangkit dari duduknya, tangannya perlahan meraih topengnya, tapi tangan itu tiba-tiba berhenti.

Alexander tidak jadi meraih topengnya, tangannya kembali dia tarik.

Yoana jadi tegang ditempatnya melihat Alexander yang tidak jadi meraih topengnya, apakah dia marah? pikir Yoana waspada, dia jadi semakin gugup.

"Apakah aku begitu menakutkan dengan luka diwajahku ini?" tanya Alexander tiba-tiba, dan itu diluar dugaan Yoana.

"Ti..tidak Tuan, anda sangat tampan!" sahut Yoana dengan cepat, kata-katanya begitu lancar keluar dari bibirnya tanpa ada keraguan sedikitpun.

Dan, itu membuat Alexander merasakan wajahnya merona lagi.

Alexander memalingkan wajahnya agar tidak dilihat oleh Yoana merona, Alexander merasa tersanjung mendengar pujian Yoana itu.

"Apakah anda merasa tidak enak badan Tuan?" tanya Yoana memandang wajah Alexander yang memerah.

"Tidak!" jawab Alexander datar, dia harus menenangkan perasaannya yang terasa aneh.

Yoana terdiam dengan mendengar perkataan Alexander, sepertinya kesayanganku merasa tidak nyaman dengan pertanyaanku! pikir Yoana melihat sikap Alexander yang membuang muka.

Bersambung......

Terpopuler

Comments

nacho

nacho

😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘

2024-10-11

0

Susila Ratih

Susila Ratih

gue pembaca baru di aplikasi ini dan baru x ini baca cerita sambil komen🤩 suka bgt sama alurnya

2024-01-28

0

FtlH24

FtlH24

aduhh,,☺☺☺ aku berdebar² juga membacanya,,,🥰🥰🥰🥰 sinyal² rasa suka mulai muncul 😘😘😘

2023-07-12

0

lihat semua
Episodes
1 1. Dunia Novel.
2 2. Bertemu dengannya.
3 3. Bertemu dengan pemeran utama wanita.
4 4. Mulai tinggal bersama.
5 5. Mulai bekerja, dan mendapat kepercayaan.
6 6. Menggagalkan rencana pemeran utama wanita.
7 7. Tidak boleh menyebutnya.
8 8. Jack.
9 9. Ketahuan.
10 10. Plotnya berubah.
11 11. Berdebar.
12 12. Air mineral.
13 13. Wajah yang merona.
14 14. Pangsit.
15 15. Sikap asli Lili mulai keluar.
16 16. Lebih keras lagi kalau menegur...
17 17. Mencari dalangnya.
18 18. Air raksa.
19 19. Aku pria yang tidak berharga.
20 20. Tanpa sadar mengungkapkan...
21 21. Aku akan mengubah cerita aslinya.
22 22. Alexander yang berbeda.
23 23. Ternyata memang Lili.
24 24. Alexander merasa tidak nyaman.
25 25. Ini sakit sekali.
26 26. Normal kembali.
27 27. Siapa kau sebenarnya...
28 28. Aku mau dia.
29 29. Barang bukti.
30 30. Rumah kaca.
31 31. Sepupu yang tidak tahu diri.
32 32. Wanita yang kucintai.
33 33. Aku hanya menginginkannya.
34 34. Luka di balik topeng Alexander.
35 35. Yoana super woman.
36 36. Jangan tinggalkan aku.
37 37. Aku punya bukti.
38 38. Bukti yang membuat panik.
39 39. Akhirnya Ibu Alexander percaya.
40 40. Tidak bisa tidur.
41 41. Sikap Ibu Alexander.
42 42. Wanita lain lagi.
43 43. Ibuku menjadi musuhku.
44 44. Tidak tergantikan.
45 45. Ke Salah pahaman yang berbuah manis.
46 46. Aku juga mencintaimu.
47 47. Tidak adil! Aku tidak terima!
48 48. Kembali ke rumah.
49 49. Merindukan Alexander.
50 50. Alexander.
51 51. Tempat yang sama dan familiar.
52 52. Bersikap biasa saja.
53 53. Aku tidak kenal.
54 54. Yoana yang berani.
55 55. Menyelamatkannya.
56 56. Akhirnya berhasil.
57 57. Kekasih dalam mimpiku.
58 58. Kerinduan yang terbayarkan.
59 59. Mengurus Alexander.
60 60. Aku juga mengalami hal yang sama.
61 61. Kenalkan kak....
62 62. Bagaikan pilot dan copilot.
63 63. Aku tahu siapa dia, melebihi dirinya sendiri.
64 64. Tiga kali lipat.
65 65. Tidak bisa berhenti.
66 66. Pemeran yang sama dalam dunia novel.
67 67. Untung saja...
68 68. Mansion yang sama.
69 69. Sama-sama baru pertama kali.
70 70. Menyelidiki pelakunya.
71 71. Bagaimana caranya dia membeli...
72 72. Novel yang sama tapi berbeda cerita.
73 73. Ruang musik.
74 74. Perjalanan ke pulau.
75 75. Villa di atas bukit.
76 76. Shock.
77 77. Yoana merasakan sesuatu.
78 78. Wanita dalam kamar penyekapan.
79 79. Ibu kandung Alexander.
80 80. Masa lalu yang mulai terkuak.
81 81. Ternyata benar....
82 82. Rencana penjelasan.
83 83. Sahabat masa kecil.
84 84. Ingatan di masa kecil.
85 85. Sudah menjadi milikku sedari dulu.
86 86. Kau bukan Mamaku...
87 87. Sudah waktunya berhenti...
88 88. Ingatan Alexander.
89 89. Hanya ingatan masa kecil saja.
90 90. Kembali ke rumah.
91 91. Seharian di Cafe.
92 92. Tidak ada respon.
93 93. Maaf.
94 94. Jangan pendam sendirian.
95 95. Aku selalu mencintaimu.
96 96. Akhirnya terbongkar.
97 97. Rencana mengeluarkan Riuna.
98 98. Di kembalikan ke tempat semula.
99 99. Ingin membantu.
100 100. Sudah bertunangan.
101 101. Perubahan total.
102 102. Diana yang cantik.
103 103. Rasa yang lain.
104 104. Sepasang mata.
105 105. Jadi suatu kebiasaan.
106 106. Masih sendiri.
107 107. Dalam toilet.
108 108. Terlalu sempurna, sehingga aku merasa tidak nyaman...
109 109. Apartemen Diana.
110 110. Aku juga menyukaimu!
Episodes

Updated 110 Episodes

1
1. Dunia Novel.
2
2. Bertemu dengannya.
3
3. Bertemu dengan pemeran utama wanita.
4
4. Mulai tinggal bersama.
5
5. Mulai bekerja, dan mendapat kepercayaan.
6
6. Menggagalkan rencana pemeran utama wanita.
7
7. Tidak boleh menyebutnya.
8
8. Jack.
9
9. Ketahuan.
10
10. Plotnya berubah.
11
11. Berdebar.
12
12. Air mineral.
13
13. Wajah yang merona.
14
14. Pangsit.
15
15. Sikap asli Lili mulai keluar.
16
16. Lebih keras lagi kalau menegur...
17
17. Mencari dalangnya.
18
18. Air raksa.
19
19. Aku pria yang tidak berharga.
20
20. Tanpa sadar mengungkapkan...
21
21. Aku akan mengubah cerita aslinya.
22
22. Alexander yang berbeda.
23
23. Ternyata memang Lili.
24
24. Alexander merasa tidak nyaman.
25
25. Ini sakit sekali.
26
26. Normal kembali.
27
27. Siapa kau sebenarnya...
28
28. Aku mau dia.
29
29. Barang bukti.
30
30. Rumah kaca.
31
31. Sepupu yang tidak tahu diri.
32
32. Wanita yang kucintai.
33
33. Aku hanya menginginkannya.
34
34. Luka di balik topeng Alexander.
35
35. Yoana super woman.
36
36. Jangan tinggalkan aku.
37
37. Aku punya bukti.
38
38. Bukti yang membuat panik.
39
39. Akhirnya Ibu Alexander percaya.
40
40. Tidak bisa tidur.
41
41. Sikap Ibu Alexander.
42
42. Wanita lain lagi.
43
43. Ibuku menjadi musuhku.
44
44. Tidak tergantikan.
45
45. Ke Salah pahaman yang berbuah manis.
46
46. Aku juga mencintaimu.
47
47. Tidak adil! Aku tidak terima!
48
48. Kembali ke rumah.
49
49. Merindukan Alexander.
50
50. Alexander.
51
51. Tempat yang sama dan familiar.
52
52. Bersikap biasa saja.
53
53. Aku tidak kenal.
54
54. Yoana yang berani.
55
55. Menyelamatkannya.
56
56. Akhirnya berhasil.
57
57. Kekasih dalam mimpiku.
58
58. Kerinduan yang terbayarkan.
59
59. Mengurus Alexander.
60
60. Aku juga mengalami hal yang sama.
61
61. Kenalkan kak....
62
62. Bagaikan pilot dan copilot.
63
63. Aku tahu siapa dia, melebihi dirinya sendiri.
64
64. Tiga kali lipat.
65
65. Tidak bisa berhenti.
66
66. Pemeran yang sama dalam dunia novel.
67
67. Untung saja...
68
68. Mansion yang sama.
69
69. Sama-sama baru pertama kali.
70
70. Menyelidiki pelakunya.
71
71. Bagaimana caranya dia membeli...
72
72. Novel yang sama tapi berbeda cerita.
73
73. Ruang musik.
74
74. Perjalanan ke pulau.
75
75. Villa di atas bukit.
76
76. Shock.
77
77. Yoana merasakan sesuatu.
78
78. Wanita dalam kamar penyekapan.
79
79. Ibu kandung Alexander.
80
80. Masa lalu yang mulai terkuak.
81
81. Ternyata benar....
82
82. Rencana penjelasan.
83
83. Sahabat masa kecil.
84
84. Ingatan di masa kecil.
85
85. Sudah menjadi milikku sedari dulu.
86
86. Kau bukan Mamaku...
87
87. Sudah waktunya berhenti...
88
88. Ingatan Alexander.
89
89. Hanya ingatan masa kecil saja.
90
90. Kembali ke rumah.
91
91. Seharian di Cafe.
92
92. Tidak ada respon.
93
93. Maaf.
94
94. Jangan pendam sendirian.
95
95. Aku selalu mencintaimu.
96
96. Akhirnya terbongkar.
97
97. Rencana mengeluarkan Riuna.
98
98. Di kembalikan ke tempat semula.
99
99. Ingin membantu.
100
100. Sudah bertunangan.
101
101. Perubahan total.
102
102. Diana yang cantik.
103
103. Rasa yang lain.
104
104. Sepasang mata.
105
105. Jadi suatu kebiasaan.
106
106. Masih sendiri.
107
107. Dalam toilet.
108
108. Terlalu sempurna, sehingga aku merasa tidak nyaman...
109
109. Apartemen Diana.
110
110. Aku juga menyukaimu!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!