Alexander mencicipi kopi buatan Yoana, dan tampak wajahnya terkejut begitu mencicipi kopi tersebut.
Ini kopi yang sangat enak, pikir Alexander tidak percaya, dia kembali menyeruput kopi buatan Yoana.
"Apakah rasanya pas Tuan?" tanya Yoana memandang Alexander dengan tatapan kurang yakin dengan kopi buatannya sendiri, melihat wajah Alexander yang biasa-biasa saja.
"Rasanya pas, dan enak!" kata Alexander.
Yoana tersenyum senang mendengar apa yang dikatakan Alexander, ternyata rasanya sesuai dengan lidah Alexander.
Pagi ini setelah selesai memeriksa email yang masuk, Alexander mengadakan rapat.
Karena Yoana hanya seorang pembantu, dia tidak ikut masuk ke ruang meeting.
Karena tidak ada lagi yang Yoana kerjakan, dia akan bersantai menunggu Alexander selesai meeting didalam ruang kantor Alexander.
Yoana duduk santai di sofa sambil menopang kan kakinya pada kaki satu lagi, lalu mulai membaca buku yang dia bawa dari Mansion Alexander.
Baru saja Yoana membaca dua baris kalimat dalam buku yang dipegangnya, tiba-tiba dia menutup buku tersebut dengan sekali sentak.
Yoana ingat kalau Alexander akan mengalami halusinasi dalam ruang rapat, karena ada seseorang yang menaruh semacam obat Psikedelik kedalam minuman Alexander.
Obat bekerja selama rapat dan saat tiba Alexander berbicara, dia akan berbicara tidak sesuai dengan apa yang mereka diskusikan, dan itu membuat para direksi pemegang saham berencana akan mengeluarkan Alexander dari pemegang utama perusahaan.
Dengan cepat Yoana berlari keluar dari ruang kantor Alexander, mengejar Alexander yang baru saja pergi bersama Nick.
Yoana melihat Alexander berjalan bersama Nick, ternyata belum sampai ke ruang meeting.
Otak Yoana dengan cepat berputar untuk bisa masuk kedalam ruang meeting, untuk menggagalkan Alexander meminum air yang telah disediakan dimeja meeting.
Dan, Yoana akhirnya mendapat ide, dia berlari ke pantry. Dengan cepat dia menyeduh kopi untuk dibawa ke ruang meeting.
Tangan Yoana sampai gemetar membawa kopi diatas nampan menuju ruang meeting.
Pintu ruang meeting sudah ditutup, Yoana menghela nafasnya dengan panjang untuk menenangkan nafasnya yang memburu.
Dengan tenang tangannya mengetuk pintu ruang meeting, lalu perlahan membuka pintu ruang meeting.
Semua mata memandang kearahnya saat pintu dia buka semakin lebar, dan itu membuat Yoana semakin gugup.
"Maaf, saya mengantarkan kopi untuk Tuan Alexander!" sahut Yoana hati-hati, tangannya terasa gemetaran memegang nampan.
"Dia Pembantu pribadiku, mengurus segala sesuatu untukku, masuklah!" sahut Alexander dengan suara yang berwibawa.
"Baik Tuan!"
Yoana meletakkan cangkir kopi didepan Alexander, dan kemudian meraih air mineral yang ada didepan Alexander.
"Kalau begitu, saya permisi, silahkan dilanjutkan lagi meeting nya!" sahut Yoana dengan sopan seraya menundukkan sedikit tubuhnya.
Yoana keluar dari ruang meeting membawa air mineral yang telah diberi obat Psikedelik, dia menggenggam erat botol air minum tersebut.
Membawanya masuk kedalam ruang kantor Alexander, lalu bergegas menuju kamar toilet.
Membuka tutup toilet, dan menuangkan semua air mineral tersebut kedalam toilet dan menyisakannya sedikit saja.
Setelah itu membungkus botol air mineral tersebut kedalam plastik kresek.
Dia akan memeriksa sidik jari yang ada di botol itu, dan obat yang ada didalam air mineral tersebut.
Siapa kira-kira di kantor Alexander yang ikut bekerja sama dengan Lili untuk mencelakai Alexander.
Yoana merasa tenang karena telah berhasil menggagalkan lagi rencana jahat Lili.
Dengan santai Yoana kembali membaca buku yang tadi tidak sempat dia baca, sampai tanpa terasa matanya menjadi lelah membaca beberapa halaman buku.
Dan, dengan perlahan kepalanya terkulai di sandaran sofa, buku yang dia pegang terjatuh di pangkuannya.
Yoana pun tertidur dengan posisi duduk dengan kepala jatuh di sandaran sofa.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Dewi Sri
wow
2024-01-27
0
pigeon
next next next next next 😘❤️
2023-07-11
0