Bab 15

Keinginan Yudha kali ini tidak muluk-muluk. Meski telah bercerai hubungan harus di jaga dengan baik demi anak.

"Aku pulang dulu, dan aku juga sekaligus ingin memberi tahu jika mungkin aku belum bisa kesini lagi karena ada masalah dengan istriku."

Itu tidak masalah bagi Nilam dan juga Mylea, Nilam sendiri tahu Mylea tak benar-benar nyaman dekat dengan Yudha.

Memang benar mereka ayah dan anak. Tapi Mylea mengerti posisi dan selalu mengutamakan perasaan Nilam.

Setelah Yudha pergi Nilam masuk ke kamar putrinya, dia ingin melihat apa yang sedang dikerjakan Mylea.

"Dia sudah pulang Ma?"

"Sudah." Nilam memperhatikan anaknya yang kini sudah tumbuh menjadi gadis kecil yang sangat cantik.

Ada rasa asing di hati Nilam ketika mendengar putrinya menyebut mantan suaminya 'dia' sesulit itukah Mylea menerima Yudha, padahal dihadapan pria itu Mylea sangat fasih menyebutnya Ayah.

Nilam mencium kedua pipi Mylea dengan gemas, senyum anaknya selalu membuatnya kuat menjalani hidup.

Mylea lah sumber kekuatan Nilam.

Berpisah bukan keinginannya memiliki pasangan baru juga tidak terpikirkan semua dibiarkan mengalir begitu saja. Hubungannya dengan Yudha memang telah selesai, berhubungan dengannya kembali murni karena Mylea adalah darah daging pria itu. Tidak menutup kemungkinan putrinya kelak membutuhkan sosok ayahnya.

********

"Kamu kesambet apa? Tiap hari pulang kerumah ibu?"

"Bu, Yudha capek ingin istirahat."

Berdebat dengan ibu hanya akan menjadikannya anak durhaka karena setiap perkataan Ibunya akan dijawab kebohongan jadi Yudha memilih masuk ke kamar.

Ditinggal begitu saja oleh putranya Maulida hanya bisa berdecak kesal. Salahnya juga terlalu memanjakan Yudha. Seandainya dulu ia bisa mencegah perceraian putranya mungkin kehidupan cucunya tidak seperti sekarang ini. Secara materi memang terpenuhi, tapi tidak bisa merasakan kasih sayang lengkap dari kedua orang tuanya seperti kebanyakan anak-anak lain.

******

"Ada ayah, mau menyapa?"

"Tidak."

Saat mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan Nilam tidak sengaja melihat sosok mantan suaminya berjalan dengan seorang wanita yang diketahui jika itu adalah istri Yudha.

Berbeda dengan wajah Yudha yang tenang wajah wanita di samping mantan suaminya itu tampak tidak bersahabat.

"Jadi, kita langsung pulang?"

"Yes, Ma."

"Bagaimana jika ayah melihat Mylea dan tahu jika kamu melihat ayah disini?" tanya Nilam.

"I don't care."

Nilam melihat berapa acuhnya Mylea.

"Mama melihat ketulusan dari mata ayahmu."

"Selamanya barang yang sudah dibuang dan dibiarkan terlalu lama meski di pungut warnanya akan tetap pudar, karena hujan dan panas membuat kecantikan benda tersebut berkurang, begitu juga hati Ma. Mylea sudah terbiasa dicintai mama dan dipenuhi segala kebutuhan Mylea, kedatangan dia tidak merubah apapun, hati Mylea hanya merasa hangat dengan mama, karena sejak awal mama menerimaku, sedangkan dia? bahkan menganggap kehadiranku adalah sebuah kesalahan."

Nilam tidak percaya jika putrinya yang baru menginjak usia tujuh tahun bisa begitu pandai mengutarakan perasaannya lewat istilah.

Yudha meninggalkan Ruliana saat melihat seseorang yang mirip dengan Nilam dan putrinya saat didekati ternyata pandangannya tak salah.

Gegas Yudha ingin menghampiri sang putri tetapi tubuhnya mematung saat mendengar kata-kata yang diucapkan Mylea dengan satu tarikan napas.

Yudha pernah mendengar bahwa anak-anak lebih mudah menyampaikan isi hatinya pada ibu, hari ini dia mendengar sendiri semua ucapan putrinya.

Yudha tidak bisa bergerak. Dia hancur mendengar luahan hati putrinya tapi dia yakin Nilam lebih hancur lagi. Dia tidak bisa menutup mata pada kejadian yang baru dilihat dan didengarnya.

Mylea terlihat seperti anak penurut tapi hanya Nilam yang tahu bagaimana anaknya.

Yudha tidak mencegah kepergian mereka dia terpengkur ditempat.

"Dia benar-benar picik lihatlah bagaimana dia menanamkan kebencian pada putrinya untuk Mas."

Bagaikan jailangkung Ruliana datang dengan tiba-tiba.

Kalimat Ruliana tidak enak di dengar.

"Nilam tidak mengatakan apapun, itu murni dari hati Mylea."

"Sepertinya mas belum menepatkan Bu Nilam di posisi mantan."

"Aku hanya ingin kamu diam dan jangan ikut campur, mungkin menurutmu Nilam bukan ibu yang baik tapi aku lebih tahu seperti apa ibu putriku."

Ruliana benar-benar kesal dengan mantan istri suaminya. "Mas ingat ya, mulai saat ini mas tidak boleh lagi berkunjung ke rumah mantan istri mas, jika mau bertemu dengan Mylea harus dengan persetujuanku." gertak Ruliana.

Inilah kesepakatan bersama antara keduanya, Yudha memilih mempertahankan Istrinya, tapi setelah apa yang didengarnya hari ini keinginan yang lebih besar adalah meraih hati putrinya Mylea.

Yudha ingin peka, setidaknya untuk putrinya, yang masih punya ikatan dengannya, sedangkan peka untuk di mantan sepertinya tidak berlaku lagi.

Dulu dia baru mulai nyaman, awal perasaan itu nyaman, harus membuat sebuah keputusan besar. Dan, disaat yang sama pula harus bertemu dengan cinta pertamanya.

Tidak menutup mata Yudha pernah memperhatikan Nilam ketika bertandang ke rumah sang mantan, wajah polos tanpa make up rambut di kuncir asal namun begitu terlihat cantik. Yudha lupa apa pernah dulu dia memandang Nilam selagi masih menjadi istri? Tapi melihat kecantikan alami mantan istrinya itu tak khayal membuat dadanya bergetar.

*********

"Sibuk banget ya akhir-akhir ini?"

Alfaaro tersenyum simpul, sangat jarang Nilam bertanya lebih dulu.

"Ada acara keluarga."

Acara tahunan yang akan membuat Alfaaro mengurung diri di kamar. Hari dimana ibunya kembali ke pangkuan Tuhan.

Terlahir dari keluarga bahagia ibunya seorang wanita karir yang sukses sedang ayahnya pun seorang pengusaha.

Tapi Alfaaro tumbuh besar tanpa kedua orang tuanya, ayahnya meninggal karena komplikasi sedangkan ibunya karena sebuah kecelakaan.

Udgam pria yang dipanggil ayah itu adalah sepupu papa kandungnya, laki-laki yang juga pernah menikah dengan ibunya.

Karena cinta yang terlalu besar pada sang ibu, bahkan pamannya itupun memutuskan untuk tidak menikah.

Demi lelaki itu Alfaaro melakukan apapun, Udgam tidak pernah membandingkan kasih sayang padanya maupun pada anak kandungnya.

Ibunya sangat mencintai Papanya, sehingga pinangan Udgam tidak pernah di terima oleh sang ibu hingga wafat.

Tapi cinta pria itu pada Ibunya dibuktikan dengan kasih sayang merawat dirinya, kebahagiaannya adalah kebahagiaan Udgam.

Pria itu terlalu menyayanginya, tidak ada ruang di hati Alfaaro untuk menganggap Udgam ayah tiri. Udgam ayahnya sampai kapanpun dan Sean Papanya seumur hidup.

######

Kira-kira apakah Yudha akan kembali pada Nilam atau justru Alfaaro yang akan menjadi cinta sejati Nilam.

Oh ya ..

Untuk kisah cinta orang tua Alfaaro bisa dibaca di novel author dengan judul.

"Akulah sang pelakor"

Tentunya sudah tamat dan episodenya juga tidak terlalu banyak, biar reader tidak bingung dengan ayah dan Papa Alfaaro.

Jangan lupa jejak cinta untuk author ya...

happy reading ❤️❤️❤️

Terpopuler

Comments

Mrs. Labil

Mrs. Labil

aku dukung Alfaro aja, krn Yudha Pecundang dr awal gak ada powernya 👎👎👎

2024-04-17

2

Mrs. Labil

Mrs. Labil

tu lah, klo sdh jdi mantan br sadar

2024-04-17

1

Mrs. Labil

Mrs. Labil

bnr sihh, memang bgt kenyataan nya

2024-04-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!