***
Alina mengangguk, lalu segera beranjak menuju ke dalam kamar mandi untuk menyiapkan air hangat yang akan digunakan oleh Pras mandi.
Setelah itu, seperti biasa. Alina akan membantu Pras membuka semua pakaian yang menempel ditubuhnya.
Wanita muda itu kini sudah semakin terbiasa saja saat melihat tubuh kekar Pras yang polos tanpa penutup sehelai benang pun.
Setelah membantu Pras membuka semua pakaiannya dan membantu pria itu masuk kedalam bathtub yang sudah dipenuhi oleh busa.
Alina pun segera bersiap untuk keluar dari sana, seperti biasa. Itu yang akan Alina lakukan, menunggu Pras selesai berendam di luar lalu kembali saat pria itu sudah selesai berendam dan hendak membilas tubuhnya.
Namun baru saja Alina membalik tubuhnya, Pras langsung saja menghentikan gadis itu dengan mencekal tangan gadis itu.
"Mau kemana? Ayo buka pakaian mu dan kita mandi bersama?"
"Apa?"
Tubuh Alina membeku ditempat saat Pras mencekal tangan nya dan menyuruhnya membuka baju lalu meminta nya untuk mandi bersama dengan nya.
"Kenapa diam? Ayo, buka baju mu dan masuklah kemari," titah lalu menunjuk ke arah bathtub dengan ujung matanya.
Tubuh Alina semakin menegang saat Pras menatap nya dengan sangat lekat. Melihat sorot matanya saja, ALina tahu betul jika pria itu serius dengan ucapan nya saat ini.
"Kenapa? Kita ini sudah menikah Alina, dan hal ini tentu saja sudah biasa dilakukan oleh suami istri. Atau, apa perlu aku menghubungi Mama Tari untuk membantu menjelaskan nya semua kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang istri pada suaminya?"
Deg...
Alina langsung mendongakan kepalanya saat mendengar nama mama Tari disebut sebut oleh pria itu.
Alina mengepalkan kedua tangan nya demi menekan rasa marah dan juga kesalnya pada Pras.
Dengan tangan yang bergetar Alina mulai melepas satu persatu pakaian yang dia kenakan dan hanya meninggalkan baju dalam nya saja.
Alina pun langsung masuk kedalam bathtub tanpa membuka baju dalam yang dia pakai saat ini. Dengan jantung yang berdetak dengan cepat, Alina pun mendudukkan dirinya didepan Pras.
Deg...
Detak jantung Alina semakin menggila saat Pras menyentuh kulit punggungnya lalu membuka pengait bra yang tengah dia pakai.
"Mas," lirih Alina.
Refleks, Alina pun langsung mengangkat tangannya lalu menyilangkan tangan itu di bagian dada nya, demi menutupi bukit kembar yang hampir saja terekspos karena kacamata pengaman nya sudah terlepas karena Pras membuka pengait nya.
Tubuh Alina semakin dibuat meremang saat tangan kekar Pras mulai menjelajahi tubuhnya dan memberikan sentuhan sentuhan lembut diseluruh permukaan kulit yang putih dan mulus itu.
"Mas," lirih Alina lagi.
"Hhmm, apa?" jawab Pras dengan sedikit berbisik tepat ditelinga Alina yang semakin membuat tubuh Alina meremang sempurna.
"Ja_jangan seperti ini," lirih Alina lagi saat tangan Pras terus menyentuh tubuhnya.
"Kenapa, hhmm? Apa hanya dia yang kamu beri ijin untuk menyentuh tubuhmu, iya?"
"Ma_maksud Mas apa?" tanya Alina bingung dan tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Pras saat ini.
Greeeppp
Deg...
Tubuh Alina semakin dibuat membeku dengan mata yang membulat sempurna saat Pras menyusupkan tangannya ke sela antara lengan dan ketiak Alina lalu menyentuh bukit kembar milik ALina yang begitu pas di tangan lebar miliknya.
Tubuh Alina semakin dibuat meremang kembali saat tangan Pras mulai bergerak meremas benda kenyal itu.
Alina yang sudah tidak kuat menahan semua tekanan dan perlakuan dari Pras pun akhirnya menumpahkan cairan bening yang sejak tadi dia tahan.
Tangis Alina pun akhirnya pecah dalam dekapan Pras. Sementara Pras sendiri hanya bisa terdiam saat melihat reaksi tubuh Alina yang terlihat begitu sensitif.
Pras sempat dibuat tertegun saat tahu jika ini adalah pertama kalinya tubuh Alina disentuh oleh seorang pria. Meski Alina tidak menjelaskan nya.
Namun, dari pengalaman hidup nya. Tentu saja Pras tahu jika ini adalah pertama kalinya untuk Alina bersentuhan secara intim dengan seorang pria dan semua itu bisa Pras ketahui dari reaksi tubuh Alina.
Melihat Alina yang menangis tergugu seperti itu, Pras pun mulai merasa bersalah. Emosi telah membutakan dirinya hingga berbuat diluar batas.
Meski mereka sudah resmi menikah dan hal itu halal untuk keduanya. Namun tetap saja, Pras sama sekali tidak pernah menganggap Alina sebagai istrinya.
Dan tentu saja hal itu menjadi hal yang cukup membuat Alina merasa berat untuk membiar kan pria itu menyentuh tubuhnya.
Melihat Alina yang terus saja menangis, Pras pun akhirnya melepaskan tangan nya dari bukit kembar milik Alina lalu beralih dengan merengkuh tubuh mungil yang tengah menangis tersedu itu.
Pras memeluk erat tubuh Alina dari arah belakang, lalu menggumam kan kata maaf pada wanita yang masih belum menghentikan tangisnya itu.
"Maaf, aku benar benar tidak tahu jika ini adalah pertama untukmu," bisik Pras tepat ditelinga Alina.
Mendengar ucapan maaf dari Pras, tangis Alina pun bukannya berhenti. Malah semakin pecah, tembok pertahanan dari gadis itu pun akhirnya runtuh juga saat mendengar ucapan maaf dari Pras.
Rasa sesak yang selama ini menghimpit hatinya seolah pecah sudah. Alina terus saja menangis tersedu didalam pelukan Pras.
Pras sendiri membiarkan gadis itu melepaskan semua yang dirasakan nya. Serapuh inikah gadis yang selama ini terlihat kuat itu? Gumam Pras dalam hatinya saat melihat Alina tidak bisa menghentikan tangisnya.
Hingga akhirnya Pras pun membiarkan Alina menumpahkan semua sesak yang selama ini dia pendam dan dia tahan sendiri.
Cukup lama Alina menghabiskan waktu didalam kamar mandi untuk menangis hingga tanpa sadar Alina pun sampai tertidur didalam pelukan Pras disaat keduanya masih berada didalam bathtub, karena kelelahan setelah menangis dalam waktu yang sangat lama.
*
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Wanti Suswanti
kasihan Alina..sadar donk Pras jangan egois terus...
2023-11-23
5
Yusria Mumba
kasiang alina,
2023-09-06
2
Alanna Th
untunglh tdk trjadi prkaosan 😄👍😂
2023-07-08
1