***
Dengan tangan gemetar, Alina mulai membuka satu persatu kancing kemeja yang tengah dikenakan oleh Pras saat ini.
Sungguh, jantungnya terasa lepas dari tempatnya saat perlahan lahan dada bidang pria itu mulai terlihat.
Kulit putih mulut serta otot otot kekar tampak menyempurnakan penampilan pria itu. Benar benar menguji ketahanan iman yang ada didalam diri Aina.
Meski Alina belum pernah berpacaran dan berinteraksi dengan pria secara intim. Tapi Alian wanita yang normal, berinteraksi dengan lawan jenis secara intim seperti saat ini tentu saja membuat dirinya sedikit berhasrat.
Namun Alina tentu harus tahu diri akan siapa dirinya saat ini. Dia bak seorang pembantu sekarang, status istri yang dia sandang hanya sekedar status saja di atas kertas saja.
Alina menghentikan gerak tangan nya saat baju yang dikenakan oleh Pras hanya tertinggal celana saja, karena kemeja yang di pakai Pras sudah berhasil di buka oleh Alina meski dengan susah payah menahan gejolak aneh didalam dirinya
"Kenapa berhenti? Ayo lanjutkan," titah Pras dengan nada yang mengintimidasi hingga membuat Alina semakin gugup dan takut.
"Ta_tapi Kak, a_apa tidak masalah jika aku melihat Kakak dalam keadaan yang po_polos?"
Akhirnya, Alina pun memberanikan diri untuk bertanya pada Pras. Padahal pertanyaan itu tentu saja lebih cocok di ajukan padanya, bukan pada Pras.
Karena ini pertama kalinya Alina akan melihat tubuh pria tanpa baju yang menutupi tubuh itu.
"Tidak, ayo cepatlah. Aku butuh istirahat cepat, kamu mau kalau kondisi ku kembali menurun hanya karena terlalu lama dikamar mandi? Kenapa malah mengajak aku ngobrol disini?"
Dengan mengumpulkan semua keberanian yang dia miliki, akhirnya Alina pun mulai memberanikan diri membuka satu persatu celana yang di pakai oleh Pras.
Alina memalingkan wajah nya ke samping saat tangan nya yang gemetar hebat itu mulai menurunkan celana boxer yang dipakai oleh Pras.
Pras sendiri hanya bisa melihat dan menyeringai licik saat melihat bet,apa gugup dan takutnya Alina saat ini.
Setelah tubuh Pras polos, Alina pun segera mendorong kursi roda yang diduduki oleh Pras menuju ke arah shower.
Dengan telaten dan dengan sangat hati hati Alina pun memandikan tubuh Pras hingga tubuh pria itu bersih dan wangi.
Alina pun akhirnya bisa bernafas dengan lega saat tubuh polos Pras kini sudah berbalut bathrobe yang pria itu miliki.
Setelah selesai memandikan pria itu Alina pun segera membawa keluar Pras dari dalam kamar mandi untuk membantu pria itu memakai pakaian nya.
Alina mendorong kursi roda Pras hingga ke samping ranjang, lalu setelah nya berjalan menuju ke arah lemari pakaian untuk mengambilkan baju yang akan dikenakan oleh Pras malam ini untuk beristirahat.
"Kakak mau pakai kaos bisa apa piyama?" tanya Alina tanpa mengalihkan pandangan nya dari tumpukan baju yang tersusun rapih di lemari milik Pras.
"Piyama," jawab Pras begitu singkat dan ketus tentunya.
"Baiklah,"
Alina pun mengambil satu set piyama lengkap dengan baju dalam pria itu. Jantung Alina kembali dipaksa berolah raga, saat gadis itu kembali harus melihat tubuh polos milik Pras.
Setelah membantu membuka bathrobe yang dipakai oleh Pras Alian pun mulai membantu memakaikan ****** ***** pada Pras.
Saat netra itu hampir sampai di inti tubuh Pras, ALina kembali memalingkan wajahnya, namun tangan nya masih bergerak untuk memakaikan ****** ***** pada pria itu.
Seketika Alina tersentak kaget saat tangan nya dicekal oleh tangan kekar Pras. Dengan takut takut, ALina pun mencoba menatap pria itu dengan maksud untuk menanyakan prihal tangan nya yang dicekal oleh pria itu.
"Ke_kenpa Kak?" tanya Alina dengan nada yang bergetar.
"Lakukan dengan benar, kamu tahu. Alisa selalu melakukan ini padaku, dan tentu saja kamu juga harus melakukan hal yang sama dengan ALisa. Ingat kamu harus melakukan apa yang aku perintahkan jika ingin menebus semua kesalahan yang kamu lakukan malam itu. Tatap aku dan jangan palingkan wajahmu saat kamu memandikan dan memakaikan pakaian pada tubuhku, mengerti?"
"Ba_baiklah,"
Alina memejam kan matanya sejenak sebelum akhirnya dia menatap tubuh polos Pras dengan perasaan yang sudah tidak bisa digambarkan lagi dengan kata kata.
Akhirnya setelah berperang dengan akal sehat dan juga logika yang ada didalam benaknya. Alina pun berhasil memakaikan piyama pada Pras dengan tatapan Alina tertuju pada tubuh Pria itu.
Alina pun kini sudah lebih pada titik dimana dia pasrah dengan ke adaan. Jika ini yang bisa dia lakukan untuk menebus semua kesalahan nya dimalam naas itu.
Maka Alina akan melakukan nya, toh selama ini dia juga hidup dalam rasa bersalah terus menerus. Dan semoga setelah melakukan apa yang di inginkan oleh Pras, hati Alina pun bisa sedikit membaik dari rasa bersalah yang dia rasakan selama ini.
"Sudah Kak, apa masih ada yang bisa aku bantu?"
"Ambilkan obat yang ada didalam laci itu dan juga air minum nya," jawab Pras sembari menunjuk sebuah nakas kecil yang ada disamping ranjang nya.
"Baik,"
Tanpa ada bantahan atau penolakan sedikit pun, Alina terus melakukan apa yang diperintahkan oleh Pras padanya.
"Pergilah, aku ingin istirahat,"
Akhirnya, Alina pun bisa bernafas lega saat Pras meminta nya untuk kembali ke kamar yang akan di tempati oleh nya selama tinggal di sana.
"Baik,"
Alina pun kembali kedalam kamar nya setelah tugas nya di dalam kamar Pras selesai. Alina pun membaringkan tubuh lelah nya disamping Alesya yang selalu saja lelap saat bersama dengan nya.
Berbeda dengan saat gadis itu berpisah dengan Alina, maka Alesya pun akan rewel bahkan tidak akan berhenti menangis sebelum dipertemukan dengan Alina.
*
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Hilmiya Kasinji
hmm...biasa aza Alina. anggap aza mandiin bayi
2024-07-08
0
Meli Pahliani
ya bnar kcuali Alina gadis 28 thn yg sudah berpacaran
2024-05-27
1
Hera Puspita
godaan terberat ya alina 🤣🤣🤣🤣
2024-05-21
1