Bab 18
Di luar gedung pembangkit listrik banyak zombie yang mendekat mereka datang dengan bergerombol. Pagar besi mereka dobrak dengan kuat. Keadaan zombie belakangan ini menjadi kuat dan suka menyerang dengan cara barbar. Apalagi yang tadinya saat masih menjadi manusia pernah diberi vaksin SS13 dan berubah menjadi zombie. Mereka jauh lebih kuat saat menyerang dan bisa menghindari serangan. Sangat berbeda dengan zombie generasi terdahulu yang bisa mudah dimusnahkan dengan api dan sinar matahari.
Armando terkejut mendengar ada suara zombie di lantai bawah. Dia pun berjalan sambil memegang pistol api dan botol bahan bakar khusus. Pemuda itu menuruni anak tangga menuju lantai satu. Matanya langsung terbelalak saat melihat ada enam zombie sedang berlari menaiki anak tangga.
"Gawat!"
Armando berlari ke lantai dua karena di sana banyak warga yang sedang tidur. Dia membangunkan salah seorang dari mereka untuk mengunci pintu dan jangan sampai ada zombie yang berhasil masuk ke ruangan itu.
"Ada apa?" tanya Gaby saat berpapasan dengan Armando.
"Ada zombie di lantai bawah sedang naik ke sini. Suruh mereka mengunci semua pintu dan jendela!" perintah Armando.
Grrrrr! Grrrrr! Grrrrr!
Zombie sudah sampai di lantai dua. Armando dan Gaby sangat terkejut saat para zombie itu langsung melompat ke arah mereka.
"Cepat beri tahu mereka biara aku yang tahan di sini!" titah Armando dan Gaby yang masih dalam keadaan terkejut mengangguk.
Setelah Gaby pergi, Armando melemparkan botol dan melontarkan peluru api ke arah zombie. Dia mengulang serangannya sebanyak tiga kali karena zombi paling depan ada tiga.
Graaaaw! Graaaaw! Graaaaw!
Mereka terlihat kesakitan dan berusaha memadamkan api yang sedang membakar tubuhnya. Para makhluk itu masih bisa bertahan dan melawan Armando balik.
"Mana mungkin mereka bisa seperti ini?" Armando begitu terkejut saat para zombie yang bisa menahan serangannya.
Gaby meminta warga untuk mengunci pintu dan jendela. Lalu, menyuruh mereka untuk tidak keluar meski apa pun yang terjadi di luar sana.
"Gedung sudah dikepung oleh para zombie," bisik Hilda dengan napas ngos-ngosan karena di tadi berada di lantai paling atas.
"Apa?"
Gaby rasanya ingin menyerah saat ini. Dia lelah sudah hampir tiga bulan lebih menjalani dalam tekanan dan ketakutan. Istirahat tidak cukup, kelaparan, dan kelelahan melawan zombie yang sering membuat nyawanya berada di ujung tanduk.
"Di lantai dua juga ada zombie. Entah bagaimana cerita bisa ada zombie di gedung ini," lanjut Gaby dan ini membuat Hilda sama terkejut.
Saat kedua gadis itu menyuruh semua warga untuk mengunci pintu dan jendela semua ruangan tempat mereka bersembunyi. Berbeda dengan Armando yang saat ini sedang diserang oleh keenam zombie secara bersamaan.
'Aku tidak boleh kalah sama mereka!' batin Armando.
***
Lewis tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya saat ini. Banyak sekali zombie yang sedang berusaha melompati pagar gedung pembangkit listrik. Selama ini tidak ada zombie yang melakukan hal itu. Biasanya mereka hanya akan berjalan, berlari, atau melompat saat menyerang. Tidak pernah ada zombie yang berusaha untuk naik pagar, biasanya mereka akan berusaha merobohkan.
"Apa mereka juga bermutasi menjadi lebih berakal dan kuat?" gumam Lewis.
Setelah mendekat ke arah para zombie itu, Lewis melemparkan bom api. Banyak zombie terkena serangan itu, beberapa hancur menjadi abu, tetapi ada zombie yang memekik kesakitan. Hal yang bikin pemuda itu tercengang tidak percaya adalah saat ada zombie terlihat berusaha memadamkan api yang sedang membakar tubuhnya.
"Wow … wow! Mereka tahu bagaimana agar tidak hancur," ucap Lewis tidak percaya saat beberapa zombie berguling-guling di tanah mencoba memadamkan api. Kalau dahulu mereka hanya pasrah saat tubuhnya terbakar dan berakhir menjadi abu.
Lewis pun mengeluarkan kapsul yang tadi dibuat oleh keluarganya. Dia memasukan sebanyak delapan kapsul ke pistol khusus. Lalu, dia menembakkan ke arah zombie dan makhluk itu berubah menjadi abu.
"Hebat!" pekiknya ketika melihat kehebatan cairan yang baru dari hasil ramuan ibu dan ayahnya.
"Ini akan menjadi senjata ampuh untuk memusnahkan zombie nanti," lanjut Lewis.
Anak dari pasangan Aron dan Maria terus menembaki zombie yang masih bertahan ketika terkena bom api. Dia pun berhasil masuk ke dalam area halaman gedung pembangkit listrik.
Zombie di luar sudah tidak bersisa. Bom api miliknya juga tinggal dua buah lagi. Dengan cepat Lewis berlari ke dalam gedung.
"Si_al, kenapa pintu malah dikunci!" pekik Lewis.
Setelah menghancurkan handle pintu masuk, Lewis bisa melanjutkan perjalanan. Dia melihat lantai satu dalam keadaan lengang dan sepi.
Booom!
Lewis terkejut mendengar suara bom api. Bergegas dia menaiki anak tangga. Saat sampai lantai dia dia melihat Armando sedang dikerubungi oleh enam zombie. Lalu, Lewis pun menembaki keenamnya dengan cairan hitam hasil penemuan tadi.
Tubuh zombie itu langsung ambruk dan diam tidak berkutik. Armando langsung berdiri dan melihat banyak gigitan di lengan lalu perlahan menghilang meski prosesnya lama berbeda dengan biasanya.
Lewis langsung memeriksa keenam zombie itu. Tubuh mereka bisa kembali ke bentuk semula. Tentu saja ini merupakan harapan dia dan keluarganya tadi. Ada zombie yang bisa kembali ke wujud manusia.
"Apa yang kamu lakukan kepada mereka?" tanya Armando saat melihat Lewis sedang memeriksa tubuh para zombie.
"Hei, tubuh mereka kenapa bisa kembali ke semula?" Armando baru menyadari adanya perubahan kepada enam orang yang sedang diperiksa satu persatu oleh Lewis sambil melihat jam di tangannya.
Melihat temannya sedang tidak bisa diganggu, Armando pun diam memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Lewis. Dia ikut membaca tulisan yang dicatat di sebuah buku kecil.
Perubahan tubuh yang belum sempurna menjadi zombie bisa dipulihkan kembali dalam waktu 15 detik. Sementara itu, tubuh yang sudah sempurna menjadi zombie tidak bisa kembali jadi manusia. Tubuh zombie akan hancur menjadi abu dalam waktu lima detik.
Armando tercengang membaca catatan yang dibuat Lewis. Dia tidak percaya ada cara mengembalikan manusia yang sudah berubah menjadi zombie akan menjadi manusia kembali. Sesuatu hal yang menurutnya mustahil, tetapi dengan kepala sendiri menyaksikan sebuah keajaiban ini.
Hilda dan Gaby datang untuk menolong Armando. Kedua gadis itu pun dibuat terkejut dengan kedatangan Lewis. Mereka ikut memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Lewis.
"Bagaimana mereka bisa berubah menjadi zombie?" tanya Gaby kepada Armando.
"Aku tidak tahu. Padahal tidak ada zombie tadi di gedung ini. Bahkan aku berpatroli sebanyak tiga kali mengelilingi bangunan ini," jawab Armando.
Lewis kini mengalihkan perhatian kepada Armando dan Gaby. Dia mengira ada zombie yang berhasil masuk ke sini, tadi. Namun, saat mendengar ucapan kedua temannya ini membuat dia jadi penasaran juga.
"Lalu, bagaimana bisa mereka berubah menjadi zombie?" tanya Gaby.
Gadis itu tahu salah seorang dari mereka tadi masih dalam keadaan baik saat masuk ke gedung. Namun, tadi sudah berubah menjadi zombie. Dia menduga kalau ada zombie yang sudah menggigit mereka.
"Tidak ada bekas gigitan pada tubuh mereka. Apa bekasnya bisa menghilang seperti milik kita? Tapi, kenapa mereka tadi sempat bisa berubah menjadi zombie?" tanya Hilda yang ikut berjongkok di samping Lewis dan ikut memeriksa tubuh orang yang berbaring di depannya.
"Aku beri tahu kalian. Tadi aku menembak mereka dengan kapsul ini. Ini diambil dari bunga bangkai yang ada di dalam Dungeon kemarin," kata Lewis sambil menunjukan beberapa kapsul kepada ketiga temannya.
Armando, Hilda, dan Gaby mengambil masing-masing satu kapsul lalu memeriksanya. Kapsul itu berbentuk kecil kira-kira sebesar peluru pistol revolver. Terlihat isinya hitam pekat seperti mutiara hitam yang bersinar.
"Aku menembak mereka dengan itu," lanjut Lewis, lalu dia pun menceritakan hasil uji coba ke beberapa hewan.
"Jadi, sekarang masih ada kesempatan untuk mereka yang sudah berubah menjadi zombie untuk kembali menjadi manusia?" tanya Armando.
***
Apakah penemuan ini akan menjadi titik terang harapan warga Kota El Dorado? Ikuti terus kisah mereka, ya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Muhamad Bardi
alhamdulilah dengan adanya penemuan baru, setidaknya bisa mengurangi beban mereka dan yang tadinya tidak semangat sekarang menjadi semangaaat lagi..
2023-06-21
5