Bab 8
Kini dihadapan Lewis ada sebuah portal yang diduga merupakan penghubung dua dunia. Bagaimana bisa muncul Dungeon di sini masih belum dapat dijawab. Hanya saja di ruangan itu kekuatan medan magnet dan arus listrik sangat kuat. Suhu udara pun terasa dingin.
Pemuda itu merasa takut tetapi penasaran apa benar itu merupakan sebuah pintu yang menghubungkan dunianya dengan dunia lain. Sekali lagi Lewis menjulurkan tangannya ke arah bayangan fatamorgana dan dia merasa ada kekuatan yang menarik dirinya dari dalam sana.
"Dad, apa aku masuk ke dalam Dungeon ini untuk mencari tahu?" tanya Lewis sambil kembali melihat ke arah ayahnya.
"Bagaimana jika di sana adalah sarangnya makhluk itu?" Aron merasa takut kalau nanti putra satu-satunya itu akan menjadi korban.
Lewis tertawa terkekeh, karena tujuan mereka datang ke sini untuk mencari tahu tentang dari mana asalnya bisa muncul virus yang bisa mengubah manusia menjadi zombie. Lalu, mereka harus bisa memutus rantai penyebaran virus itu. Takutnya hal ini akan terus terjadi jika yang menjadi sumber utama penyebab tidak dihancurkan.
Sementara itu, Aron merasa persiapan mereka belum sempurna. Baik dari senjata dan juga kemampuan bertarung Lewis. Meski pemuda itu sudah banyak kemajuan jika dibandingkan dahulu. Setidaknya sekarang dia sudah bisa lari satu jam non stop dengan cepat. Kekuatan pukulan dan tendangannya pun jauh lebih kuat. Namun, dengan minimnya pengetahuan akan dunia di balik Dungeon itu, dia takut menjadi hal yang sia-sia. Hanya mengantarkan nyawa.
"Ayolah, Dad! Aku sekarang bukan anakmu yang lemah dan tidak bisa apa-apa. Otak aku juga tergolong jenius dan mampu berpikir cepat. Sekarang aku masuk ke sana hanya untuk melihat ada apa di balik Dungeon ini, lalu kembali lagi. Siapa tahu aku bisa tahu apa penyebab orang itu berubah menjadi zombie," kata Lewis kepada Aron untuk meyakinkannya.
Aron seperti bukan dirinya sekarang ini. Biasanya dia selalu serba ingin tahu dan akan bersemangat akan mencari tahu sesuatu yang baru. Namun, begitu melihat adanya Dungeon ini mendadak semuanya berubah. Dia tidak mau menjadikan Lewis sebagai uji coba karena dirinya tahu sang anak bukan orang hebat yang memiliki kekuatan besar. Akan tetapi, kewajiban dia untuk mencari sumber utama masalah untuk saat ini juga harus dilakukan.
"Baiklah, kali ini kamu hanya masuk ke sana untuk melihat ada apa di balik Dungeon ini. Jangan melakukan hal yang berbahaya dahulu. Kita harus memikirkan langkah kedepannya bersama-sama setelah tahu ada apa di balik sana," kata Aron dan Lewis pun setuju.
Aron memasangkan tali pengikat di perut Lewis. Panjang tali itu sekitar 1000 meter. Jika habis maka pemuda itu harus kembali mengikuti tali itu agar bisa kembali ke dunianya.
"Apa kamu sudah siap?" tanya Aron.
"Siap, Dad!" jawab Lewis.
Lewis memejamkan matanya lalu menarik napas dalam-dalam sebelum melangkah. Dia mulai memasuki Dungeon itu dengan perasaan campur aduk. Takut, penasaran, dan gugup. Jantung pemuda itu berdetak sangat kencang dan napas mulai terasa berat saat masuk lebih dalam. Cahaya terang menyelimuti sekitar dirinya. Lalu, dia melihat ada sebuah hutan lebat dengan pohon-pohon raksasa menjulang tinggi.
'Apa ini?'
Lewis melihat sekelilingnya merupakan tumbuhan raksasa. Bahkan daun yang tumbuh juga ukurannya bisa mencapai 100 kali lipat dari ukuran daun di dunianya.
Barang-barang pohon juga sangat besar. Akar yang menyembul keluar pun ukurannya sangat besar seperti batang pohon di dunia dia.
Ada hal yang baru disadari oleh Lewis setelah berjalan agak jauh, yaitu suhu di sana sangat dingin jika dibandingkan dengan di dunianya. Selain itu suasana di sana sama seperti musim salju di dunia dia. Tidak ada panas cahaya matahari, tetapi tetumbuhan bisa tumbuh sampai berukuran besar.
Terdengar suara burung, Lewis pun menengadahkan kepala dan terlihat ada burung berukuran raksasa sedang bertengger pada dahan pohon. Mata dia sampai terbelalak melihat makhluk itu seperti monster. Baru kali ini dia melihat burung berukuran sebesar itu.
Lalu, dengan langkah hati-hati Lewis kembali berjalan untuk menelusuri hutan. Banyak bunga yang bentuknya aneh dan baru pertama kali dia melihatnya. Untuk ukuran juga begitu besar, bahkan dia bisa tiduran di atasnya saking besarnya.
'Kenapa ukurannya bisa besar-besar seperti ini? Apa ada manusia juga di sini?' tanya Lewis dalam hatinya.
Saat dia kembali berjalan terdengar suara desisan seperti ular. Ternyata benda yang dia kira batang pohon yang tumbang itu adalah seekor ular. Entah seberapa panjangnya ukuran hewan itu, karena sejak tadi Lewis tidak menemukan ujung ekor atau kepala ular itu sampai hewan itu bergerak cepat membelit seekor rusa.
Mata Lewis membulat dengan mulut menganga saat melihat betapa besar kepala dan mulut ular itu dan menelan rusa yang ukurannya juga jauh lebih besar dari rusa di dunianya.
Merasakan keadaan di sana bahaya, maka Lewis pun memutuskan untuk kembali ke dunianya. Dia pun berlari mengikuti tali yang jadi penghubung dunia itu dengan dunianya.
Dia sempat melihat dari kejauhan ada sebuah bunga yang menyemburkan sesuatu dari putiknya. Bunga berukuran raksasa berwarna hitam.
Aron lihat tali bergerak-gerak tidak wajar. Dia takut terjadi sesuatu kepada anaknya. Maka dia pun berusaha menarik tali itu. Setelah berapa lama, Lewis bisa kembali dengan keadaan basah dan mukanya pucat.
"Apa kamu kedinginan?" tanya Aron.
Tubuh Lewis mengigil, dia pun duduk di lantai. Dia merasa dadanya sesak karena sudah berlari sekuat tenaga tadi.
Setelah beberapa saat keadaan Lewis sudah kembali normal. Lalu, dia menceritakan apa yang dia lihat di dunia itu. Meski hampir mirip dengan ada yang di sini, bentuk hewan dan tumbuhan di sana lebih terlihat keras dan tentunya berukuran besar. Daun saja strukturnya terasa berbeda. Kulit ular pun keras makanya tadi dia mengira itu batang pohon karena sempat menyentuhnya.
Aron mendengar semua penuturan sang anak. Dia menjadi penasaran dengan apa yang ada di sana.
"Apa Daddy juga masuk ke sana untuk melihat secara langsung?" Aron yang berjongkok di depan Lewis menatap sang anak dengan sorot meminta pertimbangan.
"Sebaiknya jangan, Dad. Seharusnya kita menghilangkan Dungeon ini. Makhluk di sana terlihat berbahaya. Aku juga belum melihat manusia di sana itu seperti apa. Burung saja ukurannya sudah sebesar itu," balas Lewis sambil menggelengkan kepala.
"Lalu, apa yang menyebabkan orang itu berubah menjadi zombie?" tanya Aron penasaran.
***
Keadaan laboratorium Biokimia kini kembali tenang setelah dua zombie itu diikat di brankar untuk melakukan eksperimen. Profesor Enzo mengambil sedikit kulit atau bagian tubuh zombie untuk dia periksa.
Maria dan Aiden melanjutkan kembali pembuatan vaksin SS13. Mereka tidak punya waktu banyak, takut ada zombie yang berhasil masuk ke sana. Kawasan laboratorium Biokimia atau laboratorium Geofisika merupakan area yang sudah rawan karena serangan zombie sudah menguasai wilayah itu beberapa hari yang lalu.
"Apa sudah selesai semua?" tanya Maria.
"Ya, semoga ini bisa memberikan efek yang bagus sama seperti pada tubuh Lewis," jawab Aiden sambil merapikan beberapa kotak berisi tabung kecil berisi cairan vaksin SS13.
"Hari sudah mulai sore. Kita harus bergegas meninggalkan tempat ini," ucap Maria kepada semua teman-temannya.
Lalu, menarik brankar zombie itu keluar area laboratorium dan makhluk itu terpanggang oleh panasnya sinar matahari. Dalam beberapa menit sudah berubah menjadi abu. Mereka pun bergegas mengunci area itu kembali kemudian dengan kecepatan penuh meninggalkan area itu. Mereka berpacu dengan waktu matahari tenggelam.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Muhamad Bardi
alhamdulilaah pulangnya ga nyasar tapi dunia apa yang dilihat lewis apa mungkin dunia raksasa🤔🤔🤔
2023-06-16
5