Bab 15. Kengerian Situasi Di Dungeon & Kota El Dorado

Bab 15

Armando melemparkan botol bahan bakar lalu menembak pistol api ke arah singa. Gaby juga melakukan hal yang sama. Kini makhluk itu terbakar dengan api yang sangat besar. Terlihat tumbuhan yang merambat dekat singa itu ikut mengering, layu, dan mati.

Lewis pun langsung mengambil pisau dan mengambil sedikit untuk dijadikan sampel. Tanpa sengaja dia melihat ada beberapa hewan mengelilingi sebuah bunga yang sangat besar sekali mirip bunga rafflesia di dunia mereka. Anehnya, hewan-hewan itu terlihat baik-baik saja. Udara di sekitar tumbuhan itu juga terlihat bersih. Hal ini karena dia bisa melihat dengan jelas apa saja yang ada di dekat bunga itu.

"Aku akan ambil sampel bunga yang besar itu dulu!" teriak Lewis sambil berlari ke arah bunga rafflesia.

Ketiga temannya ingin mencegah Lewis, tetapi pemuda itu terlanjur berlari cepat dan pergi. Mereka pun akhirnya ikut mencari beberapa sampel hewan atau jenis tumbuhan yang sekiranya bisa dibawa pulang untuk diteliti. 

Lagi-lagi ada hewan yang berubah menjadi buas setelah mendekat pada bunga dari tumbuhan yang merambat itu. Warna merah dari bunga itu membuat para hewan tertarik dan mendekat. 

Armando, Hilda, dan Gaby yang melihat itu menjadi yakin kalau tumbuhan ini memang berbahaya. Mereka pun langsung menutup hidung dan mulut mereka dengan masker agar semburan bunga itu tidak terhirup oleh mereka.

Seekor kelinci menyerang ketiga remaja itu dalam satu lompatan membuat mereka langsung menghindar. Meski seekor kelinci, tetapi ukurannya sebesar panda di dunia mereka.

"Apa kalian masih mempunyai bahan bakar khusus?" tanya Armando kepada Hilda dan Gaby.

"Aku punya satu," jawab Gaby.

"Aku punya dua," jawab Hilda. 

"Jaga baik-baik jangan sampai hilang atau rusak. Hilda coba kamu serang kelinci itu! Apa dengan satu kali serangan bisa musnah atau tidak?" Armando memberikan perintah kepada kekasih Lewis.

Hilda pun melemparkan botol bahan bakar khusus lalu menembakan api dengan pistol. Kelinci itu pun langsung terbakar, tetapi tidak cukup kalau satu botol saja. Maka Armando melemparkan botol bahan bakar khusus miliknya ke arah kelinci itu agar tubuhnya diselimuti oleh Api. Terbukti dengan dua botol bisa membuat hewan itu musnah. 

"Apa karena ukuran mereka begitu besar jadi harus menggunakan banyak bahan bakar khusus agar bisa memusnahkannya?" Gaby memeriksa bekas abu kelinci tadi dan memasukan ke dalam wadah untuk diperiksa nanti di laboratorium.

Lewis mengambil sampel bunga raksasa berwarna hitam kemerahan. Dia juga mengambil bagian putik dan benang sarinya, meski kesusahan. Pemuda itu juga merasa udara di sekitar bunga ini terasa segar dan bersih. 

Saat mendengar suara dentuman keras, Lewis buru-buru kembali kepada teman-temannya. Dia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada mereka. Terutama kepada Hilda, sang kekasih.

Begitu dia sampai ke tempat temannya tadi, terlihat ada seekor Beruang yang berukuran sangat besar sekali. Tinggi Lewis hanya sampai ujung kuku kaki hewan itu.

"Hati-hati Lewis! Dia tidak mempan di bakar oleh bahan bakar khusus meski sudah dua kali diserang," ucap Armando mengingatkan temannya ini.

Lewis naik ke atas pohon agar sejajar dengan kepala beruang itu. Lalu dia menembakkan bahan bakar khusus ke arah kepalanya lalu menembakan peluru api di kepala. Kepala hewan itu terpanggang oleh api yang sangat besar. Akhirnya, kepala hewan itu hancur menjadi abu.

Tubuh hewan raksasa itu langsung tumbang dan jatuh ke arah sungai. Terlihat bangkai hewan itu melepuh dan membusuk. Tentu saja ini membuat mereka berempat tercengang. Untuk memastikan lagi mereka mencari hewan yang tiba-tiba berubah menjadi buas lalu menyerang dan menjebaknya sampai masuk ke sungai. Hewan itu pun terlihat menjauh dari sungai. Lewis kembali mengambil air dan berbagai tumbuhan untuk sampel yang diminta oleh ayahnya.

***

Lewis dan yang lainnya menceritakan semua yang mereka lihat dan alami di dalam Dungeon tadi. Aron dan beberapa orang militer terdiam setelah mendengar cerita mereka. Semua berpikir kalau keadaan semakin kritis. 

"Apa sebaiknya kita hilangkan Dungeon ini dahulu?" tanya Armando sambil menunjuk ke arah bayang-bayang fatamorgana.

"Bagaimana caranya?" tanya Gaby dan Armando menggeleng.

"Apa kita bisa masuk ke dalam sana?" tanya salah seorang prajurit militer.

"Itu akan sulit jika bukan orang yang memiliki kekuatan khusus seperti mereka berempat. Tubuh mereka sudah kebal terhadap virus, karena sudah sejak dahulu sudah diberi vaksin oleh orang tuanya sehingga imun tubuhnya menjadi kuat. Jika orang-orang yang biasa ini masuk ke Dungeon akan mengalami kesulitan," jawab Aron.

***

Malam hari serangan zombie menjadi brutal. Mereka bergerombol menyerang pusat kota El Dorado. Beberapa pasukan militer berubah zombie setelah diserang bersamaan oleh zombie dalam jumlah banyak.

"Lari ke pinggiran kota El Dorado sisi Barat!" teriak Lewis memberi komando para warga sebelum terjebak para zombie.

Saat ini Armando, Hilda, dan Gaby membantu pihak militer menyerang para zombie. Serang mereka malam ini terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya.

"Kenapa para zombie bisa menyerang secara bersamaan seperti ini?" tanya Gaby sambil melemparkan botol berisi bahan bakar khusus. Bukannya mengenai zombie, malah ke tempat kosong.

"Kamu jangan menyia-nyiakan senjata, sudah tahu kalau sekarang sulit untuk mendapatkan senjata," ujar Armando dengan kesal.

Gaby meminta maaf dan mereka pun ikut mengungsi ke sisi barat pinggiran kota El Dorado. Terlihat banyak warga yang berlarian menyelamatkan diri dari zombie. Mereka tidak menyangkan kalau malam ini semua terjadi seperti ini. Mereka begitu panik dan takut.

"Masuk ke dalam gedung pusat pembangkit listrik yang ada di Pulau Artac!" teriak walikota.

Semua orang masuk ke gedung itu. Di sana masih aman karena memang jarang ada orang sehari-harinya. Lewis dan teman-temannya harus menahan para zombie agar jangan sampai ke pinggiran kota. Mereka sudah kelelahan melawan para makhluk itu. 

Booom! Booom!

Bom api dilemparkan ke arah kerumunan zombie dan banyak yang terbakar dan berubah menjadi abu. Senjata milik mereka tinggal sedikit lagi. Sementara itu, waktu menuju pagi masih lama.

"Kalian lindungi warga, aku akan ambil lagi beberapa senjata yang sedang dibuat oleh orang tuaku," ujar Lewis.

"Hati-hatilah, para zombie sedang bergerak kemari!" ucap Armando memberi peringatan.

***

Apakah zombie-zombie itu akan berhasil menguasai pulau Artac, terutama kota El Dorado? Ikuti terus kisah mereka, ya!

Terpopuler

Comments

Muhamad Bardi

Muhamad Bardi

kalau para zombie sampai menguasai pulau artac bakal ganti donk namanya bukan pulau artac lagi tapi pulau zombie😅😅😅😅

2023-06-20

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!