Bab 13. Perkumpulan

Bab 13

Tidak ada pilihan lain selain mendatangi beberapa desa yang sudah mati atau bagian pinggiran kota El Dorado. Lewis dan ketiga temannya memutuskan untuk mencari bahan pangan di supermarket atau toko-toko yang sudah ditinggalkan. Mereka juga membawa banyak senjata untuk memusnahkan zombie jika makhluk itu datang menyerang.

Toko pertama yang mereka datangi hanya mendapatkan sedikit bahan makanan karena banyak yang rusak dan kedaluwarsa. Mereka pun melanjutkan ke toko kedua. Untungnya di sana mereka mendapatkan banyak sekali bahan makanan.

"Kita tandai dulu toko mana saja yang sudah kita ambil barangnya. Biar besok kita tidak salah masuk ke tempat yang sama," ucap Armando saat memasukkan barang-barang ke dalam truk.

"Benar. Kita bisa memasuki satu toko lagi, hari masih siang. Semoga saja di toko selanjutnya juga banyak makan yang tersedia," ucap Gaby dan Lewis pun setuju.

Setelah dua toko sebelumnya tidak ada zombie, di toko ke tiga mereka mendapatkan banyak zombie berkumpul di sana. Mereka berempat saat terkejut saat melihat begitu banyak makhluk itu.

Grrrrrr! Grrrrr!

"Gawat, sebaiknya kita akhiri pencarian makanan sampai di sini!" teriak Lewis sambil menarik tangan Hilda.

Armando menarik tangan Gaby dan sebelah tangannya memegang bom api. Dia pun melemparkan bom api itu bersamaan dengan Lewis. 

Booom! Booom!

Graaaaw!! Graaaaw!

Keempat pemuda itu berlari menuruni anak tangga. Sementara di lantai satu para zombie bermunculan di balik bayang-bayang gelap karena banyak cahaya matahari masuk di bagian depan toko.

"Apa bom api masih ada?" tanya Armando lari paling terdepan bersama Gaby.

"Aku punya satu," jawab Hilda yang berlari di belakang bersama Lewis.

"Aku ada dua," jawab Gaby.

"Bagus. Sekarang lempar satu dulu," ucap Armando.

Gaby memberikan bom api kepada Lewis. Hal ini dikarenakan pemuda itu bisa melempar dengan kuat dan bisa memperkirakan titik mana yang bisa menghasilkan ledakan besar, serta membunuh banyak zombie.

Booom!

Graaaaw! Graaaaw!

Bom meledak di pertengahan bagian berkumpulnya makhluk itu, sehingga banyak zombie yang mati perpanggang api besar. Keempatnya terus berlari menuju pintu masuk.

"Apa sekarang mereka berkeloni, ya? Kalau dulu mereka berpencar tak beraturan di mana saja. Namun, sekarang mereka berkumpul di suatu tempat dalam jumlah yang banyak," ucap Lewis dengan napas terputus-putus.

"Bisa jadi. Sebaiknya kita beri tahu orang-orang akan hal ini nanti," ujar Gaby.

Kini keempat remaja itu sudah naik ke dalam truk. Meski tidak penuh, tetapi banyak makanan yang mereka dapatkan hari ini. Armando yang mengendarai truk itu dan ditemani Gaby duduk di depan. Sementara itu, Lewis dan Hilda duduk di bagian belakang.

Desa mati yang sepi dan gersang menjadi pemandangan mereka saat ini. Namun, jika malam hari akan ramai oleh para zombie. Untungnya tempat ini sangat jauh dari tempat tinggal mereka saat ini. 

***

Warga menyambut kedatangan Lewis dan kawan-kawannya dengan suka cita. Ternyata Walikota Adams Smith pun memerintahkan beberapa orang dari militer untuk mencari bahan makanan di desa yang sudah ditinggalkan. Mereka datang dengan tiga truk dari berbagai penjuru. Warga Kota El Dorado setidaknya masih ada harapan untuk mereka bisa bertahan hidup beberapa hari ke depan.

Kini beberapa orang berkumpul baik dari pihak pemerintah Kota El Dorado, militer, dan beberapa ilmuan. Mereka membicarakan perkembangan yang sedang terjadi saat ini.

"Jumlah penduduk semakin sedikit. Dan aktivitas juga sangat terbatas di wilayah tertentu," ucap Walikota Adams Smith.

Tentu saja hal ini terjadi karena setiap hari selalu saja ada yang berubah menjadi zombie meski sedikit. Jumlah penduduk Pulau Artac dulu sekitar 2 juta orang kini sekitar 600 ribu orang yang terpencar di sekitar 7 titik wilayah yang masih aman.

"Sebenarnya bukan hanya bahan pangan yang menjadi masalah saat ini. Senjata juga sudah habis. Bahan bakar sudah sangat menipis. Bom api juga sudah tidak bisa dibuat lagi, karena tidak tersedianya bahan baku. Kayu bakar juga sudah tidak memungkinkan kita menebang lebih banyak lagi pohon yang masih berusia muda," ucap Jendral militer.

Semua orang yang mendengarkan laporan itu semakin merasa cemas. Sebab mereka tidak tahu harus bagaimana lagi memusnahkan para zombie nanti.

"Apakah ada solusi untuk hal ini?" tanya Walikota Adams Smith kepada semua orang yang hadir di sana.

Wakil dari pihak militer pun memberi tahu satu-satunya cara adalah dengan menangkap atau menjebak para zombie di malam di tempat terbuka. Lalu, mereka akan hancur oleh panasnya sinar matahari saat pagi atau siang hari. Hanya itu yang bisa mereka pikirkan saat ini.

"Sebenarnya aku mau memberi tahu hasil penelitian yang aku lakukan belakangan ini bersama dengan Maria. Aku meminta Lewis untuk mengambil sampel beberapa tumbuhan dari dalam Dungeon. Ternyata ada banyak zat tidak ada di dunia kita. Aku menemukan salah satu zat yang bisa membuat hewan berubah menjadi layaknya zombie. Namun, aku belum bisa menemukan penetralisir zat ini," jelas Aron dan membuat semua orang yang hadir tercengang.

"Oleh karena itu, aku akan meminta Lewis untuk masuk ke sana kembali untuk mencari beberapa tanaman yang berbeda. Mungkin saja ada zat yang aku maksud," lanjut Aron.

Maria sebenarnya tidak setuju kalau putranya masuk ke tempat berbahaya itu. Namun, saat ini hanya dia yang bisa bertahan dalam waktu yang lama di dunia itu. Berbeda dengan orang lain yang kembali dari sana, kekebalan tubuh mereka menurun sehingga harus diberi kembali vaksin SS13 agar tetap terjaga dari virus zombie.

Sebenarnya pihak militer juga sudah mengajukan beberapa orang untuk masuk ke Dungeon itu, tetapi Aron mengatakan tidak bisa semua orang masuk ke sana bisa kuat. Bisa saja mereka akan berubah menjadi zombie seperti orang yang pertama masuk ke Dungeon, dahulu.

Lewis dan teman-temannya saling melirik. Semua orang mengira mereka semua baik-baik saja. Padahal keempat remaja itu harus sering melakukan cek tubuh mereka jangan sampai mereka bisa berubah menjadi zombie tanpa mereka sadari.

"Kalau begitu secepatnya Anda cari cara untuk menetralisir zat itu!" perintah Walikota Adams Smith.

***

Apakah Lewis dan yang lainnya kali ini akan bisa selamat saat menjalankan misinya? Ikuti terus kisah mereka, ya!

Terpopuler

Comments

Muhamad Bardi

Muhamad Bardi

aduh kasihan juga ya lewis semoga kekebalan tubuh lewis dan temannya tetap terjaga, kalian lah harapan para warga el semoga kalian bisa membasmi para zombie..

2023-06-18

5

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!