Bab 10
Lewis tidak tahu bagaimana caranya mengalahkan hewan buas ini. Dia hanya menghindar agar tidak terkena cakarannya. Dia teringat ada pisau di dalam tas yang dibawa. Cuma itu satu-satunya senjata yang dia punya. Lalu, dengan keberaniannya pemuda itu menyerang balik saat si macan mengayunkan kaki depan kepadanya.
Luka yang diberikan oleh Lewis hanya berupa goresan kecil di kaki hewan itu. Kini otak dia terus berpikir bagaimana caranya agar bisa mengalahkan lawannya.
'Ayo, pikirkan! Pasti ada cara untuk mengalahkan hewan ini,' batin Lewis saat terus berusaha menghindar dari serangan musuh.
Lewis menarik batang yang tersulit dari tanaman merambat. Dia tarik sekuat tenaga dan menjerat kaki si macan sampai jatuh tersungkur. Dengan sekuat tenaga laki-laki itu menancapkan pisau ke bagian jantung lawannya.
Macan itu kejang-kejang sambil memekik keras mengeluarkan suaranya. Tidak lama kemudian hewan itu pun mati. Darah yang keluar dari tubuh hewan itu berwarna merah bercampur hitam.
Lewis yang kelelahan hanya bisa duduk terdiam beberapa saat untuk memulihkan tenaganya. Dia merasa ada yang aneh dengan hewan yang kini sudah mati di depannya ini. Saat pertama kali dia datang ke sini, perilaku hewan masih biasa saja meski ukurannya sangat besar. Namun, kali ini hewan itu berubah menjadi buas dan tidak terkendali.
'Apa ada sesuatu yang bisa menyebabkan perilaku hewan berubah menjadi buas, ya? Seperti mengubah manusia menjadi zombie,' batin Lewis dengan tatapan masih mengarah kepada macam yang sudah mati.
Setelah tenaga pulih, Lewis pun berusaha mencari jalan pulang ke dunianya. Tadi dia berlari mengikuti nalurinya, jadi tidak ingat arah mana yang harus dia ambil untuk bisa kembali.
Armando yang tidak menyadari kalau Lewis tertinggal di dunia lain itu, sangat terkejut saat Aron menanyakan keberadaan putranya. Dia pun hendak kembali ke dalam Dungeon untuk mencari temannya itu, tetapi ditahan oleh Aron.
"Sekarang biarkan giliran Hilda dan Gaby yang masuk ke sana. Tubuh kamu terlihat sangat lelah. Jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepadamu," ucap Aron sambil menepuk pundak Armando.
Hilda dan Gaby masuk ke dalam Dungeon sambil bergandengan tangan. Kedua gadis itu sebenarnya takut, tetapi mereka harus menyelamatkan Lewis.
"Lewis!" teriak Hilda dan Gaby begitu berhasil masuk ke dunia itu.
"Lewis, kamu di mana?" Hilda berteriak sambil melihat ke sekelilingnya, begitu juga dengan Gaby.
"Talinya sampai sini. Tapi, orangnya tidak ada. Semoga saja dia baik-baik saja," ucap Gaby yang berjongkok sambil memegang tali yang mengikat Lewis tadi.
"Lewis!" Suara kedua gadis itu begitu keras dan mengakibatkan beberapa burung di atas dahan pohon itu terbang.
Angin yang dihasilkan oleh kepakan sayap para burung itu hampir menerbangkan tubuh keduanya. Badan Hilda dan Gaby terhempas dan menabrak akar pohon yang menjulang ke atas tanah.
"Hilda!" Terdengar suara sayup-sayup seseorang memanggil salah satu gadis itu.
"Lewis, aku di sini!" teriak Hilda dengan perasaan senang.
Akhirnya kedua gadis itu berhasil menemukan Lewis. Mereka pun bisa kembali dengan selamat sampai ke laboratorium.
***
Warga kota El Dorado kini kelaparan karena sejak kemarin sudah tidak ada makanan di sekitar mereka. Saat mereka berputus asa, terdengar suara baling-baling helikopter. Terlihat dari atas sana menurunkan beberapa kotak berisi kebutuhan bahan pangan. Teman Maria kembali mengirim makanan kepada mereka, setelah meminta dengan sangat memohon kepadanya.
Adanya pengiriman bahan pangan membuat mereka merasa bahagia. Setidaknya mereka akan bisa bertahan satu minggu kedepannya. Para nelayan yang biasa mencari ikan ke laut sudah banyak yang berubah menjadi zombie, sehingga mereka tidak bisa pergi melaut.
"Sampai kapan kita hidup seperti ini?" Seorang warga kota El Dorado mengeluh. Bukan hanya satu atau dua orang yang mengeluh dengan keadaan mereka saat ini. Penduduk pulau Artac 70% sudah berubah menjadi zombie dalam satu setengah bulan ini. Kini hanya tinggal sekitar 30% yang masih bertahan hidup dalam keadaan ketakutan.
Semua orang sudah mendapatkan vaksin SS13. Mereka diberi vaksin itu sebanyak tiga kali dalam waktu satu minggu. Hal ini membuat beberapa orang yang pernah terkena serangan zombie tidak berubah.
"Bisakah kalian membasmi para zombie itu dalam waktu satu minggu?" tanya Pak Walikota Adams Smith kepada Lewis dan teman-temannya.
"Sepertinya itu akan sulit. Kecuali para militer juga ikut melakukan pembasmian," jawab Maria.
Wanita setengah paruh baya itu kesal karena putranya selalu dijadikan umpan. Padahal masih ada orang-orang militer yang masih selamat. Apalagi tugas menjaga keamanan wilayah dan warga sipil adalah tugas pihak militer.
"Tentu saja. Mereka ditugaskan di bagian barat sampai timur pulau. Aku hanya meminta putramu dan teman-temannya untuk menjaga keamanan warga yang ada di sekitar kompleks sini," ujar Walikota Adams Smith.
Lewis dan teman-temannya saling melirik. Mereka juga setiap malam selalu berkeliling menjaga kompleks tempat tinggal mereka agar jangan sampai mendatangi mereka.
"Nyonya Walker, gawat!" teriak salah seorang karyawan di tempat laboratorium Biokimia.
"Ada apa?" tanya Maria.
"Ada serangan zombie di laboratorium Biokimia. Mereka semua pun berubah menjadi zombie," jawab orang itu dengan napas terputus-putus.
"Apa? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Mereka semua sudah diberi vaksin SS13!"
Semua orang yang ada di ruang tamu di rumah Lewis terperanjat. Mereka semua sangat terkejut.
***
Apa yang menyebabkan orang yang sudah diberi vaksin SS13, tetapi bisa berubah menjadi zombie? Ikuti terus kisah mereka, ya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Muhamad Bardi
wah ada virus baru lagi nih kayanya🤔🤔
2023-06-17
4