Bab 9
Keesokan harinya Lewis dan Aron kembali ke laboratorium Geofisika untuk melanjutkan pemeriksaan Dungeon itu. Kali ini teman-temannya juga membawa perlengkapan senjata lebih banyak. Bisa saja kejadian kemarin terjadi lagi. Mereka tidak tahu apa masih ada zombie di sana atau tidak.
"Bolehkah aku ikut ke dalam Dungeon itu?" tanya Hilda.
Ternyata Armando dan Gaby juga ingin ikut ke sana dan melihat ada apa di dunia itu. Mereka penasaran dengan apa yang diceritakan oleh Lewis kemarin.
"Tidak boleh semua ikut. Bagaimana jika ada zombie menyerang ke sini?" Aron tidak setuju dengan keinginan mereka.
Maka diputuskan kalau Lewis dan Hilda saja yang masuk ke Dungeon saat ini. Aron juga menyerahkan seekor tikus di dalam kandang untuk dibawa serta ke dalam sana. Serta sebuah kamera video untuk merekam keadaan di sana.
Sambil bergandengan tangan, Lewis dan Hilda bersama melangkah masuk ke bayangan fatamorgana itu dan seperti kemarin, kedua remaja itu terasa di tarik oleh kekuatan besar.
Hilda merasakan apa yang dirasakan oleh Lewis kemarin. Namun, dia masih bisa mengikuti pemuda itu ke mana pun kakinya melangkah. Keduanya memperhatikan keadaan sekitar sambil mengarahkan kamera ke berbagai sudut.
Terlihat sebuah bunga besar yang kemarin sempat dilihat oleh Lewis. Bunga yang menyemburkan sesuatu dari putiknya.
'Ini bunga apa, ya? Bentuk dan warnanya cantik,' batik Hilda.
'Bunga ini dari tumbuhan merambat, ya?' Lewis memperhatikan pohon bunga itu yang terlihat membelit beberapa pohon.
Lewis merasa tikus di dalam kandang bergerak dengan liar seperti mengamuk. Dia dan Hilda memperhatikan hewan itu dan berubah seperti zombie.
"Hei, jangan bilang kalau orang itu sempat datang ke sini lalu berubah menjadi zombie ketika kembali ke dunia kita," ucap Lewis antusias.
"Ya, sepertinya orang itu tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap virus seperti kita, kayak tikus ini. Makanya berubah menjadi zombie," balas Hilda.
Mereka pun segera memutuskan untuk kembali lagi ke laboratorium dan memberi tahu apa yang terjadi di sini. Mereka harus bergerak cepat, agar sesuatu yang buruk tidak terjadi di dunia mereka.
Aron melihat tali yang terhubung pada Lewis dan Hilda bergerak sampai menjuntai. Maka dia buru-buru memutar alatnya agar tali mereka ketarik. Tidak lama kemudian mereka pun kembali. Hilda mengigil seperti Lewis kemarin. Namun, kali ini pemuda itu pulang dalam keadaan baik-baik saja. Tentu saja ini menjadi perhatian Aron kembali. Kenapa hal ini bisa terjadi.
"Dad, lihat tikusnya berubah menjadi zombie!" Lewis mengangkat kotak yang menjadi kandang hewan kecil itu.
"Kayaknya di sana ada sesuatu yang bisa menyebabkan berubah jadi zombie. Entah apa itu, karena hari ini aku tidak melihat ada hewan. Tapi, kemarin hewan-hewan di sana biasa saja bukan zombie, meski ukurannya raksasa," lanjut Lewis sambil memperhatikan sang ayah yang sedang menatap lekat tikus zombie.
Armando dan Gaby masuk ke ruangan itu. Mereka tidak menemui satu pun zombie di lantai bawah tanah ini.
Mereka berdua terkejut saat melihat tikus yang berubah menjadi zombie. Lalu, Armando memusnahkan makhluk itu sebelum berulah dan mengacau.
"Sebaiknya kamu kembali ke sana dan ambil beberapa sampel air, tanah, udara, berbagai jenis tumbuhan. Mau itu bagian daun, bunga, batang, atau akar. Kita akan melakukan penelitian apa saja yang terkandung di dalamnya," ucap Aron.
Kali ini yang masuk ke Dungeon adalah Lewis bersama Armando. Kedua pemuda itu membawa beberapa wadah untuk mengambil sampel yang diminta oleh Aron.
Armando awalnya merasakan sesak dan sakit di dadanya begitu sampai di sana. Namun, semua itu hilang ketika dia berlari saat menghindari seekor tupai raksasa.
"Kita sudah terlalu jauh," kata Lewis saat dia tidak bisa jalan lebih jauh lagi, karena talinya sudah habis.
"Ya. Kenapa sekarang aku merasa tubuhku ringan, ya? Tadi saat masuk begitu terasa sakit dan berat. Apa tadi masa penyesuaian adaptasi lingkungan?" tanya Armando.
"Mungkin saja. Aku juga merasa seperti itu," jawab Lewis.
Mereka berdua pun berjalan berbalik arah untuk pulang. Keduanya memberikan kode kepada Aron untuk membantu menggulung tali dari dunia mereka. Armando berjalan duluan dan Lewis berjalan dibelakangnya.
Ketika saat akan masuk ke pintu gerbang penghubung tiba-tiba ada seorang macan berbentuk raksasa menyerang Lewis dan memutuskan tali yang ada di perutnya.
"Gawat!" Wajah Lewis terlihat ketakutan.
Armando yang sudah masuk ke lubang gate, kini tinggal Lewis seorang diri di sana. Dia terus berlari untuk menghindari serangan hewan buas ini. Macan itu menyerang Lewis dengan menggunakan kuku-kukunya yang tajam. Namun, dengan sekuat tenaga pemuda itu berlari. Untung saja sekarang tubuh dia sudah semakin kuat. Kecepatan larinya juga jauh bisa lebih cepat dibandingkan dahulu.
"Kalau aku menggunakan senjata di sini tidak apa-apa, 'kan?" gumam Lewis.
Dalam hati pemuda itu takut akan terjadi sesuatu jika dia gegabah dalam bertindak. Lewis belum tahu kandungan zat yang ada pada udara di sini.
***
Bagaimana cara Lewis agar bisa kembali ke dunianya? Ikuti terus kisah mereka, ya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Muhamad Bardi
waduh gawat lewis masih didalam semoga lewis bisa keluar dari dungeon itu...
2023-06-17
4