Setelah kejadian sebulan yang lalu yang mana hari terburuk bagi Daren, disaat sang pujaan hati pergi membawa separuh jiwa nya. Daren frustasi menahan rindu yang membelenggu.
"Hari ini kita harus bicara Zia,kamu harus kembali padaku lagi.Kau hanya milik Daren Sanjaya, " gumam nya sambil terus memantau pergerakan Zia dari dalam mobil.
Setelah menguntit Zia seharian,jam pulang kantor pun tiba.Di perjalanan pulang Zia berhenti disebuah supermarket dekat rumah nya untuk membeli camilan.Saat Zia mau menutup pintu mobil tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan nya dan memeluk Zia erat.
"Sayang, Kakak merindukan mu, " suara serak seseorang menyapa indra pendengar Zia.Zia terkejut dia jelas tau siapa orang yang memeluk nya itu, laki-laki yang paling tidak ingin dia temui. Zia berusaha melepas kan diri dari Daren tapi Daren semakin kuat memeluk nya.
"Kak lepas ih,gue sesak susah nafas!" ucap Zia ketus.Mendengar suara Zia yang ketus perlahan Daren melepaskan pelukan nya dan menangkup wajah Zia, mengusap pipi Zia lembut tapi segera ditepis oleh Zia.
"Zia, tolong maaf kan kesalahan Kakak.Kakak khilaf Zia, tolong berikan Kakak satu kesempatan lagi, kakak janji tidak akan mengkhianati mu lagi Sayang, " ucap Daren mengiba.Dulu wajah ini yang selalu membuat nya bahagia, Zia yang manja tapi juga selalu bisa berfikir dewasa. Zia bisa menempatkan diri bagaimana pun keadaan nya.
"Aku sudah memaafkan Kakak tapi tidak untuk kembali.Jangan selalu menatap ke belakang Kak, pertahan kan semua yang sudah Kakak miliki saat ini.Jangan selalu tertumpu pada masa lalu pada akhir nya yang ada untuk Kakak sekarang pergi.Dan saat itu tiba,sakit yang Kakak rasakan lebih parah daripada ini, aku sudah bahagia dengan kehidupan ku, dan kuharap Kakak juga bisa bahagia," ucap Zia menatap iba pada Daren. Meskipun laki laki didepan nya ini pernah menyakiti nya tapi melihat keadaan Daren Zia terenyuh.Badan kurus tak seperti saat mereka bersama, meskipun badan nya terbalut pakaian rapi tapi tetap saja dari sorot mata nya orang bisa menilai kalau dia tidak baik baik saja.
"Tapi Kakak hanya mencintaimu Zia.Kakak ngak bisa hidup tanpa kamu." Ucap Daren memohon, tak peduli lagi harga diri asal Zia kembali lagi padanya.
"Cinta Kakak akan hilang seiring berjalan nya waktu digantikan oleh cinta yang lain," sahut Zia datar.
"Tidak akan. "Ucap nya menyangkal apa yang dikatakan Zia, " Kakak hanya mencintaimu, selamanya akan tetap seperti itu, "tambah nya lagi.
"Tuhan maha membolak balik kan hati manusia Kak,sekarang mungkin Kakak mencintaiku, tapi kita tidak tau ke depan nya bagaimana.Bukti nya Kakak sering mengucap kan cinta tapi hati Kakak mendua,aku akan segera menikah Kak. "ucap Zia akhir nya, Zia tidak dendam pada Daren, Zia tetap berharap Daren bisa menemukan kebahagiaan nya sendiri.
Deg.
Ucapan terakhir Zia menghantam ulu hati Daren,ditatapnya mata Zia dalam menelisik mencari kebohongan tapi nihil. Daren menggeleng tidak setuju dengan apa yang dikatakan Zia.
"Bagaimana mungkin kamu menikah dengan orang lain sementara kamu masih mencintaiku, "ucap Daren percaya diri menyanggah fakta yang ada.Tidak mungkin Zia melupakan nya dalam waktu yang singkat sedangkan dirinya masih terpaku pada Zia seorang.
Zia melongo mendengar ucapan Daren."Cinta? "Zia tertawa masam. "Cintaku sudah hilang saat Kakak memasuk kan orang ketiga dalam hubungan kita. "
Disaat perdebatan mereka ponsel Zia berdering.Zia tersenyum melihat ID sang penelepon. Daren yang melihat Zia begitu bahagia hanya karena sebuah panggilan jadi heran siapa gerangan yang menelpon nya.
"Halo Sayang, " ucap Zia mesra menyapa seseorang di seberang sana.Sengaja Zia berbicara kuat agar Daren sadar akan posisi nya saat ini.
Jederrrr.
Benarkah Zia sudah melupakan nya?begitu besar kah luka yang dia berikan pada Zia hingga menghapus rasa cinta itu tanpa tersisa,apa kah selama ini hubungan mereka tidak berarti bagi Zia.Daren menjambak rambut frustasi.
Sedangkan diseberang sana Zain tersenyum girang, baru kali ini Zia memanggilnya sayang.Zain jadi tidak sabar ingin segera pulang menemui pujaan hati nya itu.
"Panggil apa tadi Sayang coba sekali lagi," pinta Zain lagi.
"Sayang, " jawab Zia kesal.Mungkin kalau tidak ada Daren di sana tidak mungkin dia mau menuruti permintaan konyol Zain itu.
"Lagi dimana Sayang? " tanya Zain pura-pura tidak tau,menguji apakah Zia jujur pada nya atau tidak.
"Lagi di supermarket pulang dari kantor, kapan pulang Sayang?" tanya Zia lembut. Begitu adem didengar oleh Zain tapi berbeda dengan Daren yang cemburu.Muka nya merah padam menahan emosi, tanpa aba aba Daren langsung pergi meninggal kan Zia.Zia menghela nafas berat melihat Daren pergi, Zain pun menyadari itu.
huuuufft.
"Kenapa Sayang? capek? " tanya Zain perhatian.
"Barusan ketemu Daren diparkiran,"ucap Zia jujur.Zain tersenyum senang mendengar kejujuran Zia, meskipun Zia tidak bercerita tapi Zain tau.Seperti hal nya sekarang Zain sengaja menelpon Zia disela sela kesibukan nya setelah mendapat kan kabar dari orang suruhan nya yang mengawasi Zia. Semenjak Zain keluar negri tanpa sepengetahuan Zia, Zin menempat kan seorang bodyguard disekitar Zia dalam jarak aman supaya tidak ketahuan, karna Zain berfikir jika dirinya tidak bisa selalu menjaga Zia.
"Apa dia menyakitimu? " tanya Zain cemas.
"Tidak, sekarang udah pergi.Zia mau pulang dulu Kak takut nya kemalaman dijalan, " beritahu Zia.
"Baik lah hati-hati Sayang, kalau udah nyampe kabari Kakak ya! " seru Zain lagi.
Setelah memutus kan panggilan nya pada Zia, Zain segera menghubungi seseorang.
"Awasi Zia lebih ketat lagi, jangan sampai bajingan itu menyakiti gadis ku, " titah nya tegas tanpa menunggu sahutan dari seberang sana Zain langsung memutus kan panggilan sepihak.
Zain kembali duduk di depan Jo melanjut kan pekerjaan nya. "Jo, kapan kita bisa pulang?"ucap Zain menatap Jo yang sibuk dengan laptop nya.
Jo jengah selalu kata itu yang setiap hari ditanya Zain." Dua hari lagi Zain, setelah urusan kerja sama dengan Tuan Demian selesai kita bisa pulang."Sahut Jo ketus.
Zain kesal mendengar nama Demian disebut, pasti pertemuan kali ini mengajak putri nya ikut serta, dan seperti biasa Angela selalu menggoda nya secara terang-terangan.Tidak peduli Zain yang selalu menolak nya,dia akan terus mendekati Zain bila perlu dia pindah ke Indonesia ikut Zain pikirnya.
****Like, komen, dan vote nya sayang aku.
...Kasih kopi...
...atau bunga...
...juga boleh sayang sayang....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Ruk Mini
resiko org ganteng bank
2024-01-15
0