Silahkan mampir ya sayang sayang ku, jangan pernah bosan untuk membaca karya author. Meskipun kurang menarik jangan di bully ya.
Semua orang memandang Zia dengan tatapan horor.
"Zia sialan, orang lagi mewek terharu dengan adegan kalian malah lo hancurkan, " Jesika mendorong kepala Zia.
Zia nyengir kuda, "Ngak usah lebay deh sekarang kita main permainan aja, gimana? "sahut Ayu memberi ide untuk menghilang kan suasana mengharu biru yang gagal total.
"Oke kita setuju,"jawab mereka kompak.
"Oke,sebagai tuan rumah yang baik budiman biar gue yang mulai memutar botol nya duluan, " Juna mengambil botol alat yang dijadikan untuk permainan mereka.'Disini main nya menggunakan botol minuman terbuat dari kaca , jika tutup botol mengarah si A maka harus pilih truth or dare'.
Juna mulai memutar botol,berputar mengelilingi seluruh peserta game dan berhenti didepan salah satu dari mereka.
Hap,botol berhenti didepan Zia.
"Oke Zia silahkan di pilih, truth or dare? " tanya Juna pada Zia.
"Truth deh ," jawab Zia yakin.
"Oke,siapa yang ngambil ciuman pertama lo?" tanya Juna pada Zia.Zia membulat kan mata mendengar pertanyaan Juna, tapi sejurus kemudian dia hanya tersenyum miring, Zain yang sedari tadi menanti jawaban Zia jadi tidak sabaran, meskipun menyakitkan dia harus terima toh hanya masa lalu pikir Zain. Zia menggeleng membuat kaum laki laki heran, entah apa maksud Zia.
"Maksud nya? " tanya Juna mewakili isi otak ke 4 pria yang di sana termasuk dirinya yg juga tidak mengerti.
" Ngak ada Kak Junaaaa, "jawab Zia malu.
Zain memicing kan mata nya menatap Zia, 'ngak ada' apa arti nya Zia belum pernah ciuman, masa iya secara Zia udah 22 tahun. Pernah pacaran, masa ngak ada adegan ciuman nya atau apalah namanya yg menyangkut bibir pikir Zain.
"Masa sih? tapi ngak heran juga gue ,soal nya Jesika sama ngak pernah mau dicium, bilang nya nunggu sah dulu, " ucap Juna manggut-manggut setuju apa yang dikatakan Zia.
Plakkkk.
Jesika memukul paha Juna agak keras,Jesika memang memilih pacaran sehat,kalau mau pacaran boleh saja tapi tidak ada kontak fisik berlebihan, karena sejatinya dia akan menyerah kan diri seutuh nya pada suaminya kelak. Berbeda dengan Ayu yang sering gonta ganti pacar meskipun virgin tapi bibir sering diobral.
"Ngak usah bahas itu,lanjut!" seru Zia.
Zain tersenyum, " Beneran sayang ngak pernah dicium sama Daren banci itu? "tanya Zain menangkup wajah Zia.
"Iih,Kakak apaan sih, Daren itu laki-laki tulen loh. "Ucap Zia mengoreksi apa yang dikatakan ain.
"Ah,jenis kelamin laki-laki tapi asli nya banci, bukti nya dia berani nya nyakitin perempuan aja."jawab Zain dongkol, mendengar Zia membela mantan terindah nya.
"Sayang kamu ingat gak?"tanya zain menangkup wajah Zia berniat mencium gadis itu dengan cepat Zia menepis kuat tangan Zain.
"Apa?" tanya Zia,
Zain mendekatkan tubuh nya. "Ciuman kita waktu itu jawab sama Juna, "bisik Zain.Zia memukul bahu Zain.
"Diam, jangan dibahas lagi Zia malu, " balas Zia pun berbisik.
Oke lanjut lagi, Sekarang giliran Zia yang memutar botol dan berhenti didepan Jo.
" Truth or dare? "tanya Zia.
"Dare."
"Biar Kakak yang nanya Sayang.Jo," ucap Zain dan memanggil Jo, sejenak Zain menghentikan ucapan nya. "Karena gue pengen yg terbaik buat lo, bisa buat lo bahagia, meskipun yang kita lakukan ini hanya permainan, tapi Sekarang gue mau minta lo nembak Clara, biar kita sama sama bahagia.Kita semua disini saksinya. "Tambah nya lagi dengan mode serius melirik Jo dan Clara bergantian.
"Setuju, " sahut Zia semangat.Jo tertegun mendengar ucapan Zain.Meskipun sahabat nya ini sangat menjengkelkan tapi Jo akui Zain memang baik.Tidak hanya sekarang, dulu di masa SMA saat keluarga Jo jatuh bangkrut,Zain lah orang pertama yang mengulur kan tangan membantu nya. Memberikan ayah Jo pekerjaan, membantu keuangan mereka, juga membantu mengembang kan usaha menjahit ibunya hingga kini ibu Jo memiliki sebuah butik meskipun tidak terlalu besar.
Tembak tembak tembak.Sorak semua orang.
Perlahan Jo berdiri menarik pelan tangan Clara supaya ikut berdiri.Kedua nya saling berhadapan,dengan tangan saling menggenggam.Jo menatap Clara dengan tatapan penuh damba,Clara yang ditatap Jo demikian tersenyum hangat.
"Clara, sebenar nya aku udah lama suka sama kamu,sejak awal kita bertemu di Kafe waktu itu, "ucap Jo menjeda sebentar.Kemudian melanjutkan kembali. "Tapi perlu kamu tau aku bukan lah pria kaya seperti mereka, aku hanya asisten Zain,aku tidak bisa menjanjikan apa pun untuk mu dengan segala kekurangan dan keterbatasan ku,tapi aku akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk mu. Clara,mau kah kau menjadi pacar ku?"ungkapan perasaan Jo membuat dia begitu tersentuh, Clara tidak maruk meminta yang berlebihan, memiliki pasangan yang dicintai dan mencintai selamanya jauh lebih cukup.Materi bisa dicari, kebahagiaan bisa dibentuk oleh kedua belah pihak,kebahagiaan itu sederhana.
Clara tersenyum lembut pada Jo." Aku mau Bang,"jawab Clara.Jo langsung memangku Clara dan berputar putar saking bahagia nya, mereka melupakan bahwa masih ada orang lain di sana.
Clara menyadari semua mata tertuju pada mereka berdua.Clara memukul-mukul lengan Jo minta diturun kan."Ah sorry guys terlalu bahagia, "ceplos Jo nyengir kuda.
"Yang lagi kasmaran dunia serasa milik berdua, "cibir Leo kesal.
"Alah, lo nanti lebih parah dari kita,ya kan bro? " Sahut Jo melirik Zain dan Juna.
"Betul itu, "sahut Zain mengacung kan jempol nya,membenar kan apa yang dikatakan Jo.
"Kalian rese semua mentang-mentang udah ada doi masing-masing,sombong lu pada, " ucap Leo pun tak mau kalah.
"Gini deh Kak, Ayu itu jomblo ya kan! mendingan Kakak sama dia aja, dijamin bahagia," usul Zia terbahak.
"Ngak mau gue cewek beginian, ngak ada kata setia kalau dia mah," sahut Leo menoleh ke arah Ayu.
"Siapa juga yg mau sama lo,mantan gue lebih segala-galanya dibanding lo," balas Ayu sewot.
"Mantan aja dibanggakan. Gue mendingan nungguin adek lo Zain, udah cantik, lemah lembut, penyayang, dan setia. " Leo mendeskripsikan bagaimana seorang Ameera Putri Adhitama dimatanya.
"Mana mau Ameera punya suami tua kayak lo belum apa apa lo udah encok duluan, kasihan adek kesayangan gue menderita lahir batin, " balas Zain meledek Leo membuat semua orang terbahak mendengar penuturan Zain.
Jangan lupa like,komen, dan vote banyak banyak ya.
Be continue.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Erny Kurniawati
persahabatan yg luar biasa
2024-01-14
0