Lanjut lagi ya sayang aku,semoga banyak yang suka sama karya author.Kasih masukan dong readers biar bisa lebih menarik lagi cerita nya.
***
Brakkkk.
Zain yang sedang berbaring dipangkuan Zia langsung terduduk,kedua nya sama sama menoleh ke arah pintu masuk.Mata Zain melotot melihat siapa yang datang.
'Mati gue'.
"Apa yang kalian lakukan?"tanya Mami Zain dengar suara nya menggelegar.Berkacak pinggang berjalan ke arah Zain langsung menarik salah satu telinga nya.
Flashback on.
Setelah menyuruh Zia keruangan Zain, Jo masuk keruangan nya.Jo langsung menghubungi Mami Zain mengadukan Zain sibuk pacaran di jam kerja.Keberuntungan berpihak pada Jo, kebetulan Mami Zain sudah dijalan menuju Kantor untuk menemui Zain.Mami Zain sebenar nya sudah mengetahui kedekatan Zia dan Zain,tapi dia memilih diam.Selama ini sang Mami selalu mengawasi Zain dari jauh, dia juga penasaran siapa pacar Zain ternyata adalah sekretaris nya sendiri.Meskipun sempat tidak setuju, tapi setelah melihat Zain sangat bahagia bersama Zia akhirnya Mami merestui.
" Zain lagi pacaran Tante di ruangan nya, pekerjaan nya jadi terbengkalai semua.Terpaksa aku yang jadi korban. " ucap Jo mengadu seakan-akan dia yang paling tersakiti di sini.
"Tante ke Kantor sekarang Jo."Suara dari seberang sana.
"Mampus lo Zain, emang enak gue kerjain makan tu cinta. Sebentar lagi singa akan datang mengamuk. "Ucap Jo riang berjingkrak dengan memperagakan adegan singa mengamuk .
Flashback off.
" Kapan kalian akan menikah?" Pertanyaan Mami mengejut kan mereka berdua.
"Hah,Anu Tante, " ucap Zia ngak jelas, menoleh ke arah Zain secepat kilat Zain membuang muka.
"Kenapa gugup gitu sayang? Mami cuman mau nanya kapan kalian akan menikah, " Ucap Mami Zain santai. "Jangan panggil Tante, panggil Mami saja sama seperti Zain. "
"Secepat nya Mi,kapan Mami bisa lamar Zia untuk ku? " Zain yang menjawab.Membuat Zia frustasi mendengar apa yang diucapkan Zain. Zia menghela nafas berat.
"Sayang, kapan Mami bisa datang ke rumah kamu?"menoleh ke Zia mengusap pundak gadis itu.
"Hah! " lagi Zia tambah bingung mau menjawab apa. Ingin rasa nya Zia bicara kalau dia dan Zain tidak punya hubungan apa-apa.
"Saya tanya orang tua saya dulu Tante, kapan mereka bisa nya." jawab nya gugup lalu melotot ke arah Zain dan Zain balas senyum sumringah mengedipkan sebelah mata nya.
"Baik lah Sayang, Mami tunggu kabar baik nya, Mami udah kepengen gendong cucu. " ucap Mami Zain lagi, Zain menepuk kening nya mendengar permintaan konyol sang Mami.
"Ngomong-ngomong Sekretaris kamu kemana Zain kok meja nya kosong? " tanya Mami tiba-tiba, membuat Zia pucat pasi.
"Ya iya lah kosong Mi,tuh orang nya disini. "jawab Zain menunjuk Zia yang menunduk kan kepala meremas kedua tangan nya.
"Jang___."
Tawa Mami Zain pecah,belum sempat sang Mami bicara Zain sudah lebih dulu memotong suara nya.
" Jangan takut Sayang, Mami tidak akan berani memarahi kamu, kamu menantu kesayangan nya.Kalau pun nanti dia marah ada aku yang belain kamu, meskipun setelah ini kita ngak di restui, kita kawin lari saja." Zain langsung memeluk Zia, mengusap pelan punggung Zia yang dalam dekapan nya. Mendengar perkataan konyol Zain,Zia kesal langsung mencubit perut Zain.
"Aduh Sayang kok dicubit sih? " Zain mengusap perut nya yang terasa kebas dicubit Zia.
"Sakit tau, aku tu belain kamu Sayang.Kasih ciuman kek imbalan nya, " sambung nya lagi.
Plakkkk.
Mami pun ikut memukul Zain yang bicara sembarangan, belum apa apa udah minta dicium aja.Gesrek memang anak nya yang satu ini.
"Mami ngak marah Zia, tadi cuma becanda. Kabari Mami kapan bisa ke rumah kamu ya Sayang, kalau bisa secepat nya kalau kelamaan nanti pedang Zain karatan." Kalimat Mami Zain ambigu,Zia pun tidak mengerti dan masa bodoh pikir nya. Zain pun malu-malu meong tersenyum penuh arti.
"Mami pulang ya!" Zia dan Zain langsung menyalami tangan Mami sebelum meninggalkan mereka berdua.
Sedangkan di kediaman Sanjaya sepasang suami istri terlibat pertengkaran hebat, kedua nya sama sama mengedepankan ego masing-masing tanpa ada yang mau mengalah.
"Kamu egois Daren, ingat kita sudah menikah dan sebentar lagi kita akan memiliki anak tapi kamu masih aja memikir kan Zia. " Ucap Celine kesal melihat sikap dingin Daren padanya, bahkan semenjak kejadian di Kafe itu Daren selalu ketus saat bicara pada nya. Daren sudah seperti orang gila, bahkan sempat seminggu dia tidak keluar kamar, sekarang dia lebih banyak melamun,mabuk-mabukan.Selama ini yang tidak pernah disentuh, kini merupakan sahabat nya setiap malam.Hasrat yang selama ini selalu menginginkan sentuhan Celine kini hilang entah kemana.Bahkan usia pernikahan mereka hampir 2 bulan Daren belum pernah menyetubuhi istrinya.Celine kecewa tentu saja, tapi dia tetap bersabar demi bisa hidup bersama orang yang dicintainya. Punya suami tampan, mapan, itu lah idaman Celine dan kini dia dapat kan,tapi hanya status.Memiliki raga Daren tapi tidak hatinya.Andai dulu Daren tidak tergoda oleh Celine, andai dulu Daren bisa menahan diri, Zia tidak akan meninggal kan nya.Daren hanya bisa berandai-andai saat ini.Orang tua nya pun melihat Daren sebenarnya terbesit rasa iba, biar bagaimana pun sebejat bejat nya anak rasa sayang orang tua tidak akan hilang untuk anaknya.Hanya saja mereka kecewa.Mereka hanya jadi penonton rumah tangga Daren, biarkan Daren belajar menyelesai kan masalah yang diperbuat nya sendiri.
"Semua ini salah kamu Celine,kalau saja kamu tidak menggoda ku Zia tidak akan pergi dariku. "Ucap Daren melimpah kan semua kesalahan pada Celine.
"Kamu selalu menyalah kan ku,salah sendiri kau mudah tergoda,kalau kau benar mencintai Zia tidak mungkin tergoda oleh wanita lain biar secantik dan seseksi apa pun."Sahut nya tak mau kalah.
" Brengsek." Daren mengumpat, mencengkram kuat dagu Celine membuat nya meringis."Sekarang kau puas?Zia pergi meninggalkan aku,aku mencintai dia lebih dari diriku sendiri,sampai kapan pun aku hanya mencintainya ,aku tidak bisa hidup tanpa Zia. " Daren berteriak seperti orang gila, tubuh nya merosot ke lantai Daren menangis.
Daren memang mencintai Zia, karena itu pula dia tidak berani menyentuh Zia.Daren selalu menahan diri didekat Zia tapi malah tidak bisa menahan diri didekat perempuan lain.
Agak agak mengandung bawang guys,tapi dikit.
Like dan komen ya thor.
Kasih kopi ☕️ dan bunga 🌺🌹juga ya. jangan lupa rate bintang lima 🙏.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Flo aja
tau tau udh nikah 2 bln aja
2023-11-11
0
ling-ling
Belum selesai di revisi kak, Awalnya kan gak langsung konflik. Nah, editor nyuruh revisi , bab awal langsung konflik. jadinya aku revisi besar-besaran.. belum selesai.. hehehne
2023-10-04
1
SemestaBernyanyi
agak bingung, alurnya spt terpotong-potong. ada bbrp hal yg tdk dijelaskan. misal knp zia tiba² manggil 'kak' ke zain, pdhl tdnya manggil 'tuan.
2023-10-04
0