Ke Bandung

Hari yang ditunggu pun tiba, pagi-pagi sekali Zain sudah rapi dengan kemeja hitam dan jas abu-abu serta celana berwarna senada, melekat gagah di tubuh atletisnya. 

"Pagi, Mi. " Mencium pipi wanita yang sudah melahirkannya itu, kemudian duduk di kursi meja makan. 

Kening mami berkerut menatap wajah berbinar anaknya dengan tatapan bingung. Zain yang memang dekat dengan maminya tentu membuat wanita paruh baya itu menyadari perubahan pada putra sulung keluarga Adhitama itu. 

"Tidak panas, " gumam mami meletakkan telapak tangannya pada kening Zain. 

"Mami apa apaan sih? " tanya Zain sedikit kesal, menyingkirkan tangan sang mami dengan lembut. 

"Kamu aneh! " seru mami membuat Zain malah terkekeh. Tanpa ada niat ingin menjelaskan apa yang membuatnya bahagia. 

"Kamu menang tender besar? " tanya mami lagi. 

"Lebih dari itu, " jawabnya ambigu, semakin membuat rasa penasaran mami kian bertambah. 

"Zain berangkat dulu, " pamitnya meletakkan tisu bekasnya di atas meja. Mencium tangan mami kemudian melangkah keluar tanpa menghiraukan panggilan ibu kandungnya itu. 

Zain sengaja bergegas pergi karena ia tahu mami masih penasaran. 

*

*

"Ma, Pa, Zia berangkat dulu!" pamitnya setelah melihat pesan singkat dari Zain yang mengatakan kalau ia sudah didepan rumah Zia. 

Oh ayolah, dunia Zain sudah terbalik. Dimana-mana bawahan yang menjemput atasan dan ini malah sebaliknya. 

"Hati-hati ya, Sayang. Kalau sudah sampai kabari mama, " dengan berat hati mama melepaskan kepergian putri tunggalnya itu. 

Bagaimana tidak khawatir, Zia yang selama ini selalu berpergian jauh ditemani mama atau papanya, hari ini malah pergi bersama orang lain tak lain tak bukan atasannya sendiri. 

"Jangan terlalu dipikirkan! Zia aman bersama putra Adhitama itu. " Papa mengusap lembut punggung istrinya menenangkan. 

"Udah lama, Tuan? " sapa Zia saat masuk ke dalam mobil mewah Zain. 

"Tidak apa-apa. Sampai lumutan pun menunggu kamu aku rela, " sambungnya dalam hati. 

Setelah memastikan posisi Zia aman, Zain mulai melajukan mobilnya menuju bandara. 

"Ini kunci kamar kamu, " Zain menyerahkan kunci kamar hotel milik Zia, kemudian mengambil kunci miliknya. 

Keduanya melangkah menuju lantai 10 dimana kamar mereka berada.

"Kalau kamu butuh sesuatu, hubungi saya aja! " pintanya sebelum masuk kedalam kamar masing-masing. 

"Terima kasih. " Balas Zia tersenyum sopan. 

"Ah! jantung tolong jangan seperti ini, " gumam Zain bersandar di balik pintu, dengan tangan menyentuh dadanya yang berdebar kencang melihat senyuman Zia. Meskipun bagi Zia itu hanya sebuah senyum formalitas, entah kenapa bagi Zain senyum itu mampu mengacaukan hatinya. 

"Beginikah rasanya jatuh cinta? " tanya Zain entah pada siapa karena yang ada di kamar itu hanyalah dirinya sendiri. 

Malam harinya. 

Berulang kali Zia mengetuk pintu kamar Zain namun tidak mendapatkan jawaban, Zia membuka pintu kamar yang tidak terkunci. 

Matanya tertuju pada sosok pria tampan dengan wajah damai yang masih betah di alam mimpi. 

"Ternyata tidur, " gumamnya, berbalik hendak pergi namun tertahan oleh cekalan di tangannya. 

"Aku mohon Zia, beri aku kesempatan! " racau Zain membuat Zia tersentak. 

Bagaimana tidak terkejut, mata Zain yang masih terpejam menyebut namanya, apa Zain memimpikan diriku, pikirnya. 

Zia menggeleng kuat menepis pikirannya, perlahan Zia berbalik berdiri di samping Zain.

"Tuan, " panggilan pertama Zain masih terdiam tidak merespon, malahan pegangannya semakin kencang. 

"Tuan, " kali ini Zia memukul punggung Zain sedikit keras, dan benar saja Zain mulai bereaksi. 

"Kamu disini? " tanya Zain menatap bingung pada Zia yang ada di kamarnya. 

"Iya, saya mau bangunin Tuan buat pertemuan nanti malam! " terang Zia menjelaskan alasannya kenapa ia berada di kamar Zain. 

"Baiklah, terima kasih. " Zia mengangguk sekali kemudian melangkah keluar dari kamar Zain. 

"Gue kira melihat Zia disini masih dalam mimpi, taunya nyata. Tapi tunggu dulu, apa Zia tau aku mimpiin dia ya? Oh, No. Jangan sampai, " jeritnya langsung terduduk kaget. 

Pikiran Zain melayang pada mimpinya, dimana dia melamar Zia dan sialnya malah di tolak mentah-mentah. Sungguh kisah percintaan Zain tidak semulus karirnya.

"Untung hanya mimpi, " gumamnya mengelus dada. 

Sesaat kemudian Zain beranjak masuk ke kamar mandi. 

Sedangkan di Jakarta, Daren terlihat begitu emosi karena di larang masuk kedalam rumah Zia. 

Ya, Daren sengaja datang ke kediaman Nugraha ingin bertemu Zia, karena beberapa hari ini Daren selalu berusaha menemui Zia tapi selalu saja gagal. Daren ingin meminta maaf pada Zia berharap hubungan mereka bisa diperbaiki lagi. 

"Saya mohon, Pak! " pinta Daren mengiba. 

"Maaf Tuan Daren! kami hanya menjalankan perintah Tuan Nugraha. " Tolak satpam tersebut tegas namun tetap sopan. 

Setelah bukti perselingkuhan Daren sampai di tangan Nugraha, saat itu pula Nugraha selalu menjaga putrinya dari pria yang bernama Daren Sanjaya mantan kekasih yang sudah menyakiti putrinya. 

"Saya hanya ingin bertemu kekasih saya! apa kalian lupa siapa saya? saya Daren Sanjaya kekasih Ziandra majikan kalian. " Bentaknya kuat, menarik krah baju satpam tersebut. 

"Itu dulu, " Tuan Nugraha berjalan dengan mata menyorot tajam menghampiri Daren yang hampir saja melukai pekerjanya. 

Daren yang melihat hal itu, segera melepaskan cengkramannya demi menjaga image di hadapan calon mertua. 

"Lebih baik kamu pergi dari sini! Zia tidak ada, " bentaknya dengan amarah tertahan, mengibaskan tangan menyuruh Daren pergi. 

"Tapi, Om? "

Daren tertunduk tidak berani membalas tatapan mata Nugraha yang selalu menatapnya dengan tatapan tajam sejak saat pertama kali datang. 

"Pergi sendiri atau di seret? " 

Tanpa bersuara lagi Daren pergi meninggalkan kediaman Nugraha, dalam hati ia bertekad akan menemui Zia kembali di lain waktu. 

Zia merasa takjub dengan pemandangan indah yang ada di salah satu restoran khas eropa. Dekorasi yang begitu mewah, lampu besar yang menggantung di setiap sudut ruangan, kaca yang begitu besar membuat restoran ini bak sebuah aula perjamuan kerajaan khas eropa. 

"Ayo! " Zain yang menyadari Zia tidak mengikutinya perlahan berbalik menatap Zia yang masih terdiam di pintu masuk. 

Zia tersenyum malu karena Zain pasti berpikir dia gadis yang kolot, yang tidak bisa membendung rasa kagumnya. 

Zain hanya menatap Zia datar kemudian melanjutkan langkahnya menuju ruangan dimana klien sudah menunggu. 

"Maaf Tuan membuat kalian menunggu, " ucap Zain merasa tak enak hati karena terlambat datang.

"Tidak masalah Tuan Zain, " mereka pun saling bersalaman. 

Setelah menghabiskan beberapa jam, akhirnya meeting pun selesai dengan hasil yang memuaskan. Zia dan Zain pun segera kembali ke hotel tempat mereka menginap selama di Bandung. 

Baru saja kaki Zia menapaki lantai lobby hotel, matanya menangkap sosok sepasang kekasih yang sedang berdiri di hadapan resepsionis, jangan lupakan posisi wanita itu yang bergelayut di lengan sang pria. 

****

Terpopuler

Comments

ling-ling

ling-ling

sampai bab 9 ke 10 dan selanjutnya emang kurang nyambung kak, soalnya cerita awalnya bukan kek gitu, itu direvisi ulang tapi masih nyampe babb 9..lain kali aku lanjut lagi dari bab 10...maaf ya.

2023-11-12

0

Cucu Siti Hodijah

Cucu Siti Hodijah

kok antar episodenya ga nyambung ya

2023-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 Kecewa
2 Penolakan Zia
3 Pertemuan pertama
4 Maling teriak maling
5 Suami takut istri
6 Ulang tahun Zia
7 Putus
8 Ke Bandung
9 Kencan Sebelum Jadian
10 Ketahuan
11 Semakin Bucin
12 Nge Date Kelompok
13 Truth or Dare
14 Menguntit
15 Ujian LDRan
16 Kejutan
17 Melepas Rindu
18 Pisah Kantor
19 Wanita Penganggu
20 Ameera Putri Adhitama
21 Salah Paham
22 Acara Lamaran
23 Acara Lamaran 2
24 Ulang Tahun Mami
25 Masih Ulang Tahun
26 Rencana Licik
27 Bodyguard Zia
28 Pewaris Nugraha
29 Obsesi Daren
30 Obsesi Daren 2
31 Trauma Zia
32 Hukuman Daren
33 Persiapan Pernikahan
34 Pingitan Sebelum Pernikahan
35 Kerikil Kecil Sebelum Pernikahan
36 Hari H
37 Resepsi Pernikahan
38 Malam Pertama
39 Honeymoon Tertunda
40 Hari Pertama Di Rumah Mertua
41 Kembali Bekerja
42 Honeymoon
43 Malam pertama yang sesungguhnya
44 Jalan-jalan
45 Pulang
46 Kecelakaan
47 Hikmah di balik musibah
48 Siapa Dalang nya?
49 Pelaku
50 Cemburu
51 USG
52 Ada apa dengan Zain?
53 Kehamilan simpatik
54 Keluar Negri
55 Di jebak
56 Hampir Keguguran
57 Pulang
58 Angela seorang OCD
59 Saling merindu
60 Ancaman
61 Akhir Dari Demian dan Angela
62 Baby boy
63 Keinginan Ibu Hamil
64 Penikahan Joshua dan Clara
65 Apakah Zia selingkuh?
66 Surprise buat Pipi
67 Kontraksi
68 Zain kontraksi?
69 Mau melahirkan
70 Penerus Adhitama
71 Promosi novel baru
72 Zachery Putra Adhitama
73 Gagal
74 Makan malam bersama
75 Nikah dadakan
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Kecewa
2
Penolakan Zia
3
Pertemuan pertama
4
Maling teriak maling
5
Suami takut istri
6
Ulang tahun Zia
7
Putus
8
Ke Bandung
9
Kencan Sebelum Jadian
10
Ketahuan
11
Semakin Bucin
12
Nge Date Kelompok
13
Truth or Dare
14
Menguntit
15
Ujian LDRan
16
Kejutan
17
Melepas Rindu
18
Pisah Kantor
19
Wanita Penganggu
20
Ameera Putri Adhitama
21
Salah Paham
22
Acara Lamaran
23
Acara Lamaran 2
24
Ulang Tahun Mami
25
Masih Ulang Tahun
26
Rencana Licik
27
Bodyguard Zia
28
Pewaris Nugraha
29
Obsesi Daren
30
Obsesi Daren 2
31
Trauma Zia
32
Hukuman Daren
33
Persiapan Pernikahan
34
Pingitan Sebelum Pernikahan
35
Kerikil Kecil Sebelum Pernikahan
36
Hari H
37
Resepsi Pernikahan
38
Malam Pertama
39
Honeymoon Tertunda
40
Hari Pertama Di Rumah Mertua
41
Kembali Bekerja
42
Honeymoon
43
Malam pertama yang sesungguhnya
44
Jalan-jalan
45
Pulang
46
Kecelakaan
47
Hikmah di balik musibah
48
Siapa Dalang nya?
49
Pelaku
50
Cemburu
51
USG
52
Ada apa dengan Zain?
53
Kehamilan simpatik
54
Keluar Negri
55
Di jebak
56
Hampir Keguguran
57
Pulang
58
Angela seorang OCD
59
Saling merindu
60
Ancaman
61
Akhir Dari Demian dan Angela
62
Baby boy
63
Keinginan Ibu Hamil
64
Penikahan Joshua dan Clara
65
Apakah Zia selingkuh?
66
Surprise buat Pipi
67
Kontraksi
68
Zain kontraksi?
69
Mau melahirkan
70
Penerus Adhitama
71
Promosi novel baru
72
Zachery Putra Adhitama
73
Gagal
74
Makan malam bersama
75
Nikah dadakan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!