Bab 14 - Suami Kaya.

Di dalam ruang kerja Alterio, Lilac terus mondar mandir menatap seluruh lukisan yang menempel di dinding. Dengan mata berbinar dan senyum di bibirnya, sementara Al menatap Lilac dengan malas.

“Heii!! Dasar kampungan cepat lah kemari dan duduk!” Celetuk Al karena dia sudah bosan melihat Lilac yang berlari kekanan dan kekiri hanya untuk melihat lukisan-lukisan yang ia beli di setiap negara yang ia kunjungi.

“Tunggu sebentar Tuan, bukan kah ini karya Oscar dari Prancis? Bagaimana kamu bisa mendapatkan nya? Ini sangat mahal, harganya 1 juta dollar kira-kira berapa rupiah…” ujar Lilac dia berpikir dan mengira-ngira harga lukisan itu.

Al tersenyum miring ia bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekati Lilac. “Sekirat 14 M.” Jawab Al yang ikut berdiri di samping Lilac sambil menatap lukisan itu.

“A-apa? Kenapa kau sangat mahal.” Ucap Lilac sambil mengelus lukisan itu, Al menyipitkan matanya tidak terima dia menarik lengan Lilac agar tidak menyentuh lukisan yang dulu ia beli untuk di berikan kepada Julia itu.

“Jangan menyentuhnya, tangan mu sangat kotor!” Ketus Al masih menatap wajah Lilac yang terlihat tidak terima dengan ucapan suaminya itu.

“Kalau kotor kenapa kamu tidak melepaskan tangan ku Tuan Alterio!” Ketus Lilac kesal dia segera menepis lengan Al dan mendelik pada pria itu. “Lukisan ini begitu indah, kita seakan-akan terhipnotis masuk kedalam gambar ini. Suasana desa yang membuat hati tenang, tapi sayang pemilik nya adalah pria mejebalkan sepertimu.” Ketus Lilac lagi menatap tajam Al.

Al yang tersenyum mendengar pujian Lilac yang memuji lukisan nya kini wajah nya berubah menatap tajam kearah istri yang paling menyebalkan nya itu.

“Duduklah,” perintah Al dia juga duduk di depan Lilac dan membuka laci lalu mengeluarkan sesuatu dari sana.

Sejujurnya Al sempat senang karena ada orang yang juga mengerti tentang lukisan itu, berbeda dengan julia yang hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih tanpa mencari tau makna atau berpendapat tentang lukisan itu. Karena Julia lebih suka menggambar pakaian dari pada hal lainya.

“Orang kampung sepertimu Kenapa bisa tau hoby orang kaya seperti ku?” Tanya Al karena tidak semua orang yang mengerti tentang lukisan.

“Hei! Kau meremehkan penglihatanku yah.” Pekik Lilac dengan kesal.

“Sudah cukup berbasa-basi, ini ambilah gunakan dengan baik dan jangan menggunakan dengan hal yang dapat mempermalukan ku.” Ujar Al sambil melempar pelan di atas meja, Lilac menatap benda tipis berwarna hitam itu.

“Apa ini? Memang nya aku bisa mempermalukan mu dengan benda setipis ini.” Ujar Lilac membolak-balik kan kartu itu.

“Kau masih nanya, itu Nafkah dari ku selama kau menjadi istriku. Dan kamu tidak perlu memakai pakaian kumuh itu lagi, karena sekertaris Lee sudah menyiapkan semua pakaian untuk kau kenakan di kamar mu.” Ucap Al lagi.

Lilac menatap pakaian yang ia kenakan lalu kembali menatap Al dengan wajah tidak suka, “orang ini sangat menyebalkan.” Pekik Lilac dalam hatinya.

“Baiklah terimakasih, saya harus pergi.” Ucap Lilac bergegas berdiri dari dusuknya.

“Hei aku belum selesai berbicara,” ujar Al.

“Apa lagi Tuan?.”

“Setiap hari kamu harus melakukan tugasmu sebagai seorang istri, kamu harus menyiapkan makanan untuk ku, menyiapkan pakaian kerjaku dan menyiapkan kebutuhan ku.” Ujar Al.

“Tapi Tuan, bukan kah istrimu bukan cuma saya? Harusnya kamu membagi tugas itu dengan nya juga, kenapa semuanya aku yang lakukan?” Tanya Lilac dengan wajah cemberutnya dia merasa tidak adil.

“Lakukan apa yang ku minta, atau kau tidak dapat jatah uang jajan sama sekali.” Ujar Al dengan serius.

“Wah kau akan memberiku uang jajan?” Tanya Lilac dengan wajah antusias.

“Kau pikir apa yang sedang kau pegang itu? Di dalam nya banyak nominal lebih dari harga lukisan yang kau pegang tadi.” Ujar Al dengan kesal karena Lilac sejak tadi tidak memahami ucapan nya.

“Apa?” Pekik Lilac dengan terkejut. Dia hampir menjatuhkan benda tipis itu tapi dengan segera ia menangkap benda tipis namun sangat tebal isinya itu.

“Ternyata suamiku sangat kaya raya, sampai memberiku banyak uang.” Gumam Lilac membuat Al mendengus sambil menahan tawanya.

“Iya tapi uang jajan mu sebulan kau hanya boleh mengambil 500 ribu, dan setiap hari jika kau melakukan tugas mu, setiap tugas nya di bayar 500 ribu. Jadi semakin kau banyak berbuat kebaikan kepadaku uang jajan mu akan bertambah.” Ucap Al.

Lilac semakin menganga menatap kartu kecil yang ada di kedua telapak tangan nya itu, menurut Lilac itu sudah lebih dari cukup dia sangat berayukur karena tidak harus banting tulang untuk mencari uang pikirnya.

Lilac berjalan meninggalkan Al dengan kepala kosong nya dan berjalan pelan hanya melihat benda yang ada di tangan nya itu sampai dia sendiri lupa jika suami nya belum selesai berbicara.

“Hei kata sandinya tanggal pernikahan.” Ujar Al sedikit bertriak karena Lilac sudah berada di ambang pintu.

“Dasar Norak, di kasih uang segitu saja sampai segembira itu. Dasar mata duitan.” Gumam Alterio sambil menyunggingkan sebelah bibirnya merasa bangga karena mendapatkan ekpresi yang tidak ia duga dari Lilac. Sementara dari Julia istrinya itu hanya biasa saja saat membicarakan uang, karena Julia sudah terbiasa dengan kehidupan mewah karena Julia dari keluarga setara dengan nya.

.

.

To be continued…

Terpopuler

Comments

Lily Miu

Lily Miu

sombongnya om

2023-12-21

1

Lily Miu

Lily Miu

wkwk mantap🤣

2023-12-21

0

Denzo_sian_alfoenzo

Denzo_sian_alfoenzo

andai aq tau tanggal pernikahan mreka pasti aq jga bisa mengambil uangnya 😌

2023-11-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 - Kecewa.
2 Bab 02 - Kesucianku hilang.
3 Bab 03 - Benih di dalam perut.
4 Bab 04 - Harus bertanggung jawab.
5 Bab 05 - Julia.
6 Bab 06 - Hanya aku yang cinta.
7 Bab 07 - Harus bahagia?
8 Bab 08 - Ajak ke kamar.
9 Bab 09 - Tolong buka gaunku.
10 Bab 10 - Tidur bareng.
11 Bab 11 - Saling tendang.
12 Bab 12 - Bibir pucat.
13 Bab 13 - Percayakan pada Lilac.
14 Bab 14 - Suami Kaya.
15 Bab 15 - Istri Udik.
16 Bab 16 - Daniel Felix
17 Bab 17 - Ingin Bertemu.
18 Bab 18 - Sayang Lilac.
19 Bab 19 - Sebuah Permata
20 Bab 20 - Tidak tahan Lagi.
21 Bab 21 - Sandaran.
22 Bab 22 - Batasan.
23 Bab 23 - Kamu boleh lakukan apapun padaku.
24 Bab 24 - Wajah Polos Lilac.
25 Bab 25 - Ciuman.
26 Bab 26 - Akal Sehat.
27 Bab 27 - Keluarga Harmonis.
28 Bab 28 - Panggil aku suami.
29 Bab 29 - Ingin bercinta.
30 Bab 30 - Ditolak lagi.
31 Bab 31 - Musibah bagi Lilac.
32 Bab 32 - Tertantang.
33 Bab 33 - Punya Dua Istri.
34 Bab 34 - Tidak bisa mengelak.
35 Bab 35 - Permintaan.
36 Bab 36 - Sikap Al yang Aneh.
37 Bab 37 - Merah merona.
38 Bab 38 - Keras dan Membesar.
39 Bab 39 - Isi hati Lilac.
40 Bab 40 - Tidak pakai Br4
41 Bab 41 - Rasa sesak di bawah sana.
42 Bab 42 - Semakin bergairah.
43 Bab 43 - Menghawatirkan Lilac.
44 Bab 44 - Penelope.
45 Bna 45 - Malu
46 Bab 46 - Kesedihan Mami Eria.
47 Bab 47 - Lemah karena ketampanan.
48 Bab 48 - Pria Hebat.
49 Bab 49 - Penuh curiga.
50 Bab 50 - Katakan jika kamu mencintaiku.
51 Bab 51 - Terjebak dengan ucapanya.
52 Bab 52 - Memalukan.
53 Bab 53 - Daniel.
54 Bab 54 - Permintaan Daniel.
55 Bab 55 - Marah karena Daniel.
56 Bab 56 - Aku Mencintaimu.
57 Bab 57 - Ketar-ketir.
58 Bab 58 - Dosen Theo
59 Bab 59 - Wanita kedua.
60 Bab 60 - Aku Suamimu.
61 Bab 61 - Merah merona.
62 Bab 62 - Sindiran maut
63 Bab 63 - Memeluk Daniel
64 Bab 64 - Ruang Periksa.
65 Bab 65 - Kabar bahagia.
66 Bab 66 - Kabar gembira untuk keluarga.
67 Bab 67 - Berpaling.
68 Bab 68 - Ingin Bercinta.
69 Bab 69 - Pelukan Dad Rion.
70 Bab 70 - Lebih Egois.
71 Bab 71 - Teman hidupku.
72 Bab 72 - Tidak setuju.
73 Bab 73 - Bertengkar hebat.
74 Bab 74 - Enyahlah!
75 Bab 75 - Cinta pada orang yg salah
76 Bab 76 - Bermain Cepat!
77 Bab 77 - Suasana Semakin Panas
78 Bab 78 - Dapat kepuasan.
79 Bab 79 - Kau atau Bayi itu!
80 Bab 80 - Anak kita.
81 Bab 81 - Permintaan kecil.
82 Bab 82 - Mengenang.
83 Bab 83 - Minta jatah
84 Bab 84 - Ketakutan Penelope
85 Bab 85 - Ngidamnya ibu hamil.
86 Bab 86 - Berpesta.
87 Bab 87 - Berkumpul di Club.
88 Bab 88 - Kegaduhan
89 Bab 89 - Lahiran.
90 Bab 90 - Bayi mungil.
91 Bab 91 - Oma Oppa
92 Bab 92 - Liburan bersama.
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Bab 01 - Kecewa.
2
Bab 02 - Kesucianku hilang.
3
Bab 03 - Benih di dalam perut.
4
Bab 04 - Harus bertanggung jawab.
5
Bab 05 - Julia.
6
Bab 06 - Hanya aku yang cinta.
7
Bab 07 - Harus bahagia?
8
Bab 08 - Ajak ke kamar.
9
Bab 09 - Tolong buka gaunku.
10
Bab 10 - Tidur bareng.
11
Bab 11 - Saling tendang.
12
Bab 12 - Bibir pucat.
13
Bab 13 - Percayakan pada Lilac.
14
Bab 14 - Suami Kaya.
15
Bab 15 - Istri Udik.
16
Bab 16 - Daniel Felix
17
Bab 17 - Ingin Bertemu.
18
Bab 18 - Sayang Lilac.
19
Bab 19 - Sebuah Permata
20
Bab 20 - Tidak tahan Lagi.
21
Bab 21 - Sandaran.
22
Bab 22 - Batasan.
23
Bab 23 - Kamu boleh lakukan apapun padaku.
24
Bab 24 - Wajah Polos Lilac.
25
Bab 25 - Ciuman.
26
Bab 26 - Akal Sehat.
27
Bab 27 - Keluarga Harmonis.
28
Bab 28 - Panggil aku suami.
29
Bab 29 - Ingin bercinta.
30
Bab 30 - Ditolak lagi.
31
Bab 31 - Musibah bagi Lilac.
32
Bab 32 - Tertantang.
33
Bab 33 - Punya Dua Istri.
34
Bab 34 - Tidak bisa mengelak.
35
Bab 35 - Permintaan.
36
Bab 36 - Sikap Al yang Aneh.
37
Bab 37 - Merah merona.
38
Bab 38 - Keras dan Membesar.
39
Bab 39 - Isi hati Lilac.
40
Bab 40 - Tidak pakai Br4
41
Bab 41 - Rasa sesak di bawah sana.
42
Bab 42 - Semakin bergairah.
43
Bab 43 - Menghawatirkan Lilac.
44
Bab 44 - Penelope.
45
Bna 45 - Malu
46
Bab 46 - Kesedihan Mami Eria.
47
Bab 47 - Lemah karena ketampanan.
48
Bab 48 - Pria Hebat.
49
Bab 49 - Penuh curiga.
50
Bab 50 - Katakan jika kamu mencintaiku.
51
Bab 51 - Terjebak dengan ucapanya.
52
Bab 52 - Memalukan.
53
Bab 53 - Daniel.
54
Bab 54 - Permintaan Daniel.
55
Bab 55 - Marah karena Daniel.
56
Bab 56 - Aku Mencintaimu.
57
Bab 57 - Ketar-ketir.
58
Bab 58 - Dosen Theo
59
Bab 59 - Wanita kedua.
60
Bab 60 - Aku Suamimu.
61
Bab 61 - Merah merona.
62
Bab 62 - Sindiran maut
63
Bab 63 - Memeluk Daniel
64
Bab 64 - Ruang Periksa.
65
Bab 65 - Kabar bahagia.
66
Bab 66 - Kabar gembira untuk keluarga.
67
Bab 67 - Berpaling.
68
Bab 68 - Ingin Bercinta.
69
Bab 69 - Pelukan Dad Rion.
70
Bab 70 - Lebih Egois.
71
Bab 71 - Teman hidupku.
72
Bab 72 - Tidak setuju.
73
Bab 73 - Bertengkar hebat.
74
Bab 74 - Enyahlah!
75
Bab 75 - Cinta pada orang yg salah
76
Bab 76 - Bermain Cepat!
77
Bab 77 - Suasana Semakin Panas
78
Bab 78 - Dapat kepuasan.
79
Bab 79 - Kau atau Bayi itu!
80
Bab 80 - Anak kita.
81
Bab 81 - Permintaan kecil.
82
Bab 82 - Mengenang.
83
Bab 83 - Minta jatah
84
Bab 84 - Ketakutan Penelope
85
Bab 85 - Ngidamnya ibu hamil.
86
Bab 86 - Berpesta.
87
Bab 87 - Berkumpul di Club.
88
Bab 88 - Kegaduhan
89
Bab 89 - Lahiran.
90
Bab 90 - Bayi mungil.
91
Bab 91 - Oma Oppa
92
Bab 92 - Liburan bersama.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!