Bab 13 - Percayakan pada Lilac.

Alterio hanya menghela nafasnya lagi-lagi orang tuanya menyalahkan nya, jika sudah seperti ini percuma juga Al terlihat baik di depan orang tuanya.

Lilac menatap Al yang terpojok kan, dia takut jika pria ini akan memperlakukan dia buruk saat tidak ada kedua orang tuanya karena diirnya yang menyebab kan Kedua orang tuanya marah.

“Mom, bukan seperti itu. Aku hanya mengambil beberapa pakaian ku dan keperluan belajarku yang ada di kosan. Aku juga harus ke kampus dan bekerja setelahnya.” Ucap Lilac dia sekalian meminta ijin.

“Mengambil pakaian? Kamu juga mau bekerja? Untuk apa? Kamu punya suami, dan kamu tinggal meminta uang padanya dan meminta baju baru pada suami mu itu.” Ucap Mom Aily dia pikir jika itu memang tanggung jawab anaknya sebagai seorang suami.

“Al, kamu gimana sih! Kamu tidak memberi istrimu nafkah?” Tanya Mom Aily. Al pun menatap tajam istri kecil nya itu karena lagi-lagi dia yang terkena imbasnya.

“Ck.. bukan tidak memberi Mom, aku belum sempat membicarakan hal itu padanya.” Jawab Al pada Mom nya lalu dia menatap istri yang ada di samping nya. “Selesai makan ikut aku keruang kerjaku.” Ucap Al dengan ketus, ucapan Al membuat Mom Aily tidak hawatir lagi karena ternyata anak nya sangat bertanggung jawab. Aily hanya menganggukan kepalanya.

“Baiklah kalau begitu kita sarapan.” Ucap Mom Aily dia menyiapkan makanan untuk Dad Rion dan untuknya sendiri. Sementara Lilac menyuapkan makanan nya untuk dieinya sendiri, Alterio hanya melihat geark gerik Lilac yang akan menyantap makanan nya.

“Al kamu tidak makan?” Tanya Dad Rion.

“Bukan tidak makan, hanya saja istri ku ini sama sekali tidak peka.” Ujar Al dengan lengan yang sudah menyilang di dadanya sambil menatap tajam istrinya.

“Maksudmu aku tidak peka?” Tanya Lilac dengan bingung karena Al menatap dirinya.

“Lalu siapa jika bukan kamu! Apa kamu tidak melihat Mom Aily memperlakukan suaminya seperti apa? Dia menyiapkan makanan suaminya! Apa kamu akan makan lebih dulu sebelum mengambilkan makanan untuk ku?” Tanya Al dengan wajah datarnya.

Hal itu membuat Mom dan Dad diam, mereka tidak berani berkomentar karena hal itu memnag wajar di lakukan oleh seorang istri. Namun yang membuat keduanya bingung karena Al tidak pernah meminta hal itu dari Julia, justru Al lah yang senang tiasa memanjakan Julia sampai Al yang mengambilkan makanan untuk Julia.

“Oh kalau begitu akan aku ambilkan.” Jawab Lilac dengan ramah dan senyum manis nya dia ingin terlihat manis di kedua orang tua Al yang sangat baik itu, tapi sejujurnya andai saja tidak ada kedua orang tuanya itu sudah pasti Lilac akan menolak dan balik melawan pada suaminya itu.

“Sialan!” Pekik Lilac dalam hatinya sambil tersenyum mengambilkan nasi kedalam piring milik Al, Al hanya memperhatikan satu persatu yang Lilac masukan kedalam piringnya.

“Hei! Jangan pakai kacang! Apa kamu tidak tau jika aku alergi kacang!” Kerus Al dia dengan sengaja membalas kekesalan nya pada wanita di hadapanya.

“Ah maaf aku tidak tau.” Lilac kembali mebgeluarkan kacang itu.

“Al, jangan membentaknya seperti itu, Lilac tidak tau itu.” Jawab Mom Aily yang terlihat hawatir.

“Iya, Al memberi tahunya agar dia tau Mom.” Jawab Al dengan senyum muring nya manatap Lilac yang sedang menahan emosinya.

Mereka akhirnya mulai makan, Lilac makan dengan sangat lahap. Apalagi melihat banyak makanan enak yang di hidangkan di atas meja.

“Kau ini rakus atau kelaparan? Makan dengan perlahan jangan makan seperti seorang kuli bangunan.” Gerutu Al dia lagi-lagi membuat masalah pada Lilac, Lilac tersenyum sambil mengepalkan tanganya dengan kesal.

“Maaf Kak, dari semalam saya tidak makan dan saya butuh asupan yang banyak karena tubuh aku sakit akibat jatuh dari ranjang karena seseorang sudah menendang saya.” Gerutu Lilac sambil tersenyum pada Al dengan mata belototnya. Lilac membalikan pakta karena kesal sejak tadi dirinya terus di marahin oleh suaminya itu.

“Kauu!” Pekik Al mata melotot dan dengan suara rendah namun dapat terdengar di telinga Lilac.

“Al kamu menendang nya?” Tanya Mom Aily.

“Tidak Mom, itu karena kita sedang tidur dan dia tidur dengan tubuh yang berputar dan ga sengaja ketendang kaki Al.” Elak Al dengan cepat lalu menatap tajam Lilac agar wanita itu diam.

“Mom apa mereka akan baik-baik saja?” Tanya Dad Rion sambil berbisik.

“Tenang saja Dad, sepertinya Al akan luluh pada Lilac suatu saat nanti.” Jawab Mom Aily dengan begitu pelan karena keduanya saling berbisik.

“Mom yakin? Kenapa begitu yakin?” Tanya Dad Rion tidak percaya.

“Apa kamu lupa anak siapa Al? Dia anak pria yang dulu ku dapatkan dengan susah payah karena sangat kaku setiap kali aku mengajaknya bercinta.” Ujar Mom Aily mengingatkan masa muda mereka. “Kamu dulu sangat susah ku taklukan, dan sangat membenciku berada di dekatmu sampai terus membuatku menjauh, tapi apa hasilnya? Kamu malah mengejarku dan luluh padaku bukan?” Tanya Mom Aily dengan bangganya.

Dad Rion hanya tersenyum mengingat awal mula pertemuan dirinya dengan istrinya itu.

.

.

To be continued…

Terpopuler

Comments

Enung Samsiah

Enung Samsiah

waah ego al turunan ded toh,,,,

2023-11-12

2

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus Ceria

2023-11-08

0

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Waahh!! Ternyata kisah Mom Aily seperti itu,mngknkah nnt Mom memberikan trik dan tips buat Lilac supaya bisa menaklukan Al??? 😃😃😃

2023-11-04

6

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 - Kecewa.
2 Bab 02 - Kesucianku hilang.
3 Bab 03 - Benih di dalam perut.
4 Bab 04 - Harus bertanggung jawab.
5 Bab 05 - Julia.
6 Bab 06 - Hanya aku yang cinta.
7 Bab 07 - Harus bahagia?
8 Bab 08 - Ajak ke kamar.
9 Bab 09 - Tolong buka gaunku.
10 Bab 10 - Tidur bareng.
11 Bab 11 - Saling tendang.
12 Bab 12 - Bibir pucat.
13 Bab 13 - Percayakan pada Lilac.
14 Bab 14 - Suami Kaya.
15 Bab 15 - Istri Udik.
16 Bab 16 - Daniel Felix
17 Bab 17 - Ingin Bertemu.
18 Bab 18 - Sayang Lilac.
19 Bab 19 - Sebuah Permata
20 Bab 20 - Tidak tahan Lagi.
21 Bab 21 - Sandaran.
22 Bab 22 - Batasan.
23 Bab 23 - Kamu boleh lakukan apapun padaku.
24 Bab 24 - Wajah Polos Lilac.
25 Bab 25 - Ciuman.
26 Bab 26 - Akal Sehat.
27 Bab 27 - Keluarga Harmonis.
28 Bab 28 - Panggil aku suami.
29 Bab 29 - Ingin bercinta.
30 Bab 30 - Ditolak lagi.
31 Bab 31 - Musibah bagi Lilac.
32 Bab 32 - Tertantang.
33 Bab 33 - Punya Dua Istri.
34 Bab 34 - Tidak bisa mengelak.
35 Bab 35 - Permintaan.
36 Bab 36 - Sikap Al yang Aneh.
37 Bab 37 - Merah merona.
38 Bab 38 - Keras dan Membesar.
39 Bab 39 - Isi hati Lilac.
40 Bab 40 - Tidak pakai Br4
41 Bab 41 - Rasa sesak di bawah sana.
42 Bab 42 - Semakin bergairah.
43 Bab 43 - Menghawatirkan Lilac.
44 Bab 44 - Penelope.
45 Bna 45 - Malu
46 Bab 46 - Kesedihan Mami Eria.
47 Bab 47 - Lemah karena ketampanan.
48 Bab 48 - Pria Hebat.
49 Bab 49 - Penuh curiga.
50 Bab 50 - Katakan jika kamu mencintaiku.
51 Bab 51 - Terjebak dengan ucapanya.
52 Bab 52 - Memalukan.
53 Bab 53 - Daniel.
54 Bab 54 - Permintaan Daniel.
55 Bab 55 - Marah karena Daniel.
56 Bab 56 - Aku Mencintaimu.
57 Bab 57 - Ketar-ketir.
58 Bab 58 - Dosen Theo
59 Bab 59 - Wanita kedua.
60 Bab 60 - Aku Suamimu.
61 Bab 61 - Merah merona.
62 Bab 62 - Sindiran maut
63 Bab 63 - Memeluk Daniel
64 Bab 64 - Ruang Periksa.
65 Bab 65 - Kabar bahagia.
66 Bab 66 - Kabar gembira untuk keluarga.
67 Bab 67 - Berpaling.
68 Bab 68 - Ingin Bercinta.
69 Bab 69 - Pelukan Dad Rion.
70 Bab 70 - Lebih Egois.
71 Bab 71 - Teman hidupku.
72 Bab 72 - Tidak setuju.
73 Bab 73 - Bertengkar hebat.
74 Bab 74 - Enyahlah!
75 Bab 75 - Cinta pada orang yg salah
76 Bab 76 - Bermain Cepat!
77 Bab 77 - Suasana Semakin Panas
78 Bab 78 - Dapat kepuasan.
79 Bab 79 - Kau atau Bayi itu!
80 Bab 80 - Anak kita.
81 Bab 81 - Permintaan kecil.
82 Bab 82 - Mengenang.
83 Bab 83 - Minta jatah
84 Bab 84 - Ketakutan Penelope
85 Bab 85 - Ngidamnya ibu hamil.
86 Bab 86 - Berpesta.
87 Bab 87 - Berkumpul di Club.
88 Bab 88 - Kegaduhan
89 Bab 89 - Lahiran.
90 Bab 90 - Bayi mungil.
91 Bab 91 - Oma Oppa
92 Bab 92 - Liburan bersama.
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Bab 01 - Kecewa.
2
Bab 02 - Kesucianku hilang.
3
Bab 03 - Benih di dalam perut.
4
Bab 04 - Harus bertanggung jawab.
5
Bab 05 - Julia.
6
Bab 06 - Hanya aku yang cinta.
7
Bab 07 - Harus bahagia?
8
Bab 08 - Ajak ke kamar.
9
Bab 09 - Tolong buka gaunku.
10
Bab 10 - Tidur bareng.
11
Bab 11 - Saling tendang.
12
Bab 12 - Bibir pucat.
13
Bab 13 - Percayakan pada Lilac.
14
Bab 14 - Suami Kaya.
15
Bab 15 - Istri Udik.
16
Bab 16 - Daniel Felix
17
Bab 17 - Ingin Bertemu.
18
Bab 18 - Sayang Lilac.
19
Bab 19 - Sebuah Permata
20
Bab 20 - Tidak tahan Lagi.
21
Bab 21 - Sandaran.
22
Bab 22 - Batasan.
23
Bab 23 - Kamu boleh lakukan apapun padaku.
24
Bab 24 - Wajah Polos Lilac.
25
Bab 25 - Ciuman.
26
Bab 26 - Akal Sehat.
27
Bab 27 - Keluarga Harmonis.
28
Bab 28 - Panggil aku suami.
29
Bab 29 - Ingin bercinta.
30
Bab 30 - Ditolak lagi.
31
Bab 31 - Musibah bagi Lilac.
32
Bab 32 - Tertantang.
33
Bab 33 - Punya Dua Istri.
34
Bab 34 - Tidak bisa mengelak.
35
Bab 35 - Permintaan.
36
Bab 36 - Sikap Al yang Aneh.
37
Bab 37 - Merah merona.
38
Bab 38 - Keras dan Membesar.
39
Bab 39 - Isi hati Lilac.
40
Bab 40 - Tidak pakai Br4
41
Bab 41 - Rasa sesak di bawah sana.
42
Bab 42 - Semakin bergairah.
43
Bab 43 - Menghawatirkan Lilac.
44
Bab 44 - Penelope.
45
Bna 45 - Malu
46
Bab 46 - Kesedihan Mami Eria.
47
Bab 47 - Lemah karena ketampanan.
48
Bab 48 - Pria Hebat.
49
Bab 49 - Penuh curiga.
50
Bab 50 - Katakan jika kamu mencintaiku.
51
Bab 51 - Terjebak dengan ucapanya.
52
Bab 52 - Memalukan.
53
Bab 53 - Daniel.
54
Bab 54 - Permintaan Daniel.
55
Bab 55 - Marah karena Daniel.
56
Bab 56 - Aku Mencintaimu.
57
Bab 57 - Ketar-ketir.
58
Bab 58 - Dosen Theo
59
Bab 59 - Wanita kedua.
60
Bab 60 - Aku Suamimu.
61
Bab 61 - Merah merona.
62
Bab 62 - Sindiran maut
63
Bab 63 - Memeluk Daniel
64
Bab 64 - Ruang Periksa.
65
Bab 65 - Kabar bahagia.
66
Bab 66 - Kabar gembira untuk keluarga.
67
Bab 67 - Berpaling.
68
Bab 68 - Ingin Bercinta.
69
Bab 69 - Pelukan Dad Rion.
70
Bab 70 - Lebih Egois.
71
Bab 71 - Teman hidupku.
72
Bab 72 - Tidak setuju.
73
Bab 73 - Bertengkar hebat.
74
Bab 74 - Enyahlah!
75
Bab 75 - Cinta pada orang yg salah
76
Bab 76 - Bermain Cepat!
77
Bab 77 - Suasana Semakin Panas
78
Bab 78 - Dapat kepuasan.
79
Bab 79 - Kau atau Bayi itu!
80
Bab 80 - Anak kita.
81
Bab 81 - Permintaan kecil.
82
Bab 82 - Mengenang.
83
Bab 83 - Minta jatah
84
Bab 84 - Ketakutan Penelope
85
Bab 85 - Ngidamnya ibu hamil.
86
Bab 86 - Berpesta.
87
Bab 87 - Berkumpul di Club.
88
Bab 88 - Kegaduhan
89
Bab 89 - Lahiran.
90
Bab 90 - Bayi mungil.
91
Bab 91 - Oma Oppa
92
Bab 92 - Liburan bersama.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!