“Bro, Kau ambil makanan itu dan lempar Pria itu ke Sungai Elbrus!” seru Pria Pertama sembari menyeringai lebar dan berusaha meraih tangan Sarah.
“Baik... eh, apa yang terjadi?” Pria Kedua hendak berjalan ke arah Alex dan langkahnya terhenti karena mendengar suara sambaran Petir yang memekakkan telinga.
Pria Pertama langsung tergeletak di permukaan tanah, tubuhnya menghitam dan tak dapat dikenali lagi serta percikan-percikan listrik masih memenuhi tubuhnya.
“Kau membunuh Dia!” teriak Pria Kedua sembari mundur beberapa langkah. “Ka-kami adalah anggota Serigala Hitam! B-bos kami adalah Pendekar tingkat 5!” ancamnya agar Alex menjauhkan gadis kecil setengah Elf itu darinya.
Namun, Alex hanya tersenyum saja, seolah-olah ia tidak peduli dengan Kelompok Serigala Hitam itu.
Sudut bibir Sarah menyeringai tipis meniru senyuman ayahnya untuk menakut-nakuti Preman yang telah kencing di celana itu. “Jangan takut Paman, kepalan tangan Sarah kecil, kok.”
“Ayo kita lawan bersama!” seru Pria Ketiga langsung memasang kuda-kuda beladiri.
“Tidak buruk, sepertinya Bos kalian mengajari kalian seni beladiri,” kata Alex. Hanya saja mereka tidak membangkitkan kekuatan sehingga tidak menjadi Pendekar tingkat 1.
Pria Kedua dan Pria Ketiga berdiri di depan dan belakang Sarah, kemudian Kedua melesat bersama menendang Sarah.
Namun, Sarah melompat setinggi Lima Meter dari permukaan tanah, kedua tangannya diselimuti percikan-percikan listrik.
“Pukulan Penghancur Preman Pencuri Ayam Crispy!” teriak Sarah.
“Astaga, penamaan Jurus yang sangat bagus,” gumam Alex tertawa. Kalau Guru beladiri Sekolah Harapan mendengar nama tehnik beladirinya dipelesetkan oleh Sarah, mungkin Guru itu akan marah atau menangis histeris.
Suara Sambaran Petir yang memekakkan telinga kembali terdengar dari wilayah timur Kota Perdamaian. Patroli Petugas keamanan yang tidak jauh dari mereka segera menuju ke arah sumber suara itu, karena mereka curiga ada pertarungan antar Pendekar di sana.
Alex dengan santai menendang tubuh Ketiga Preman itu ke arah Sungai Elbrus, kemudian ia dan Sarah melanjutkan perjalanan menuju rumah Jessica.
...***...
Jean, Komandan Petugas Keamanan untuk wilayah timur Kota Perdamaian bersama Lima bawahannya tiba di sumber suara sambaran Petir yang memekakkan telinga tersebut.
“Sepertinya ada korban jiwa yang dilumpuhkan dengan Elemen Petir,” kata Jean mengerutkan keningnya.
Para penduduk disekitar tempat kejadian itu menutup pintu rumah masing-masing, karena tidak ingin dijadikan sebagai saksi mata yang berujung akan terjerumus dengan permasalahan tersebut.
“Komandan Jean... gubuk yang satu itu pintunya masih terbuka, tetapi sepertinya ia baru saja mengalami pemerkosaan,” kata salah satu Petugas Keamanan.
Jean akhirnya dapat menyimpulkan apa yang terjadi di sana. Pasti ada Pendekar yang kebetulan lewat di sini dan membunuh orang-orang yang memperkosa wanita itu.
“Tutup pintu rumahnya dan kalian akan berpatroli disekitar sini!” sahut Jean menghela napas panjang. Dia sudah berulang kali mengajukan permohonan pada atasannya agar personil Petugas Keamanan di wilayah timur diperbanyak agar dapat menciptakan keamanan di sini. Namun, atasannya selalu berkilah bahwa anggaran keuangan tidak mencukupi untuk menambah personil Petugas Keamanan.
...***...
“Sarahhhhhhhhhhhh!” Jesicca langsung berlari ke arah Sarah saat melihatnya muncul dari ujung gang kecil ke rumahnya.
“Aku mengira kalau kamu tidak akan pernah ke sini lagi,” kata Anni, teman Sarah lainnya.
“Iya dan kau sangat cantik sekarang, seandainya ayahku juga jago memasak!” kata Jack tampak sedih.
Sarah melirik Alex dan dia tampak bangga memiliki Ayah sepertinya. Dia kemudian mengambil Tas plastik di tangan Alex dan membagikan Ayam Crispy pada teman-temannya.
“Silahkan masuk tuan Alex!” seru Irina keluar dari dalam rumah setelah mendengar suara anak-anak yang berbicara dengan Sarah.
“Nanti saja Nona Irina, sekarang aku ke pasar dulu untuk membeli keperluan Restoran,” sahut Alex berkilah agar tidak masuk ke dalam rumah Irina.
Irina tersenyum, tetapi ia curiga Alex tidak akan pergi ke pasar karena kain yang dibalut di punggungnya mirip dengan Pedang. Dia curiga Alex mungkin akan pergi berburu seperti yang dilakukan oleh tetangganya, Pemburu Dimitrov.
Setelah berpisah dengan Sarah, Alex langsung menuju Pelabuhan kecil di wilayah timur Kota Perdamaian. Dia naik ke Kapal kecil yang menuju pinggiran Hutan Monster yang berjarak 30 Kilometer dari Kota Perdamaian.
Semua penumpang Kapal adalah Pemburu dan kebanyakan adalah Pendekar tingkat 2 dan tingkat 3.
Bila mereka berkelompok maka mereka dapat menangkap Monster tingkat 4 yang biasanya disajikan di Restoran mewah. Namun, tidak mudah menemukan Monster seperti itu karena Hutan Monster sangat luas dan medannya yang sulit dijelajahi, makanya kadang-kadang para Pemburu tak mendapatkan hasil saat pergi berburu.
Pemburu wanita berambut merah mendekati Alex yang berdiri disudut Kapal sambil memandang pinggiran Sungai Elbrus. Sudut bibirnya memancarkan senyuman tipis, “Apakah Kamu akan berburu ke hutan Monster?”
Alex menoleh ke arah wanita yang terlihat cantik dan Pedang Besar menggantung di punggungnya. Tiga Pria tak jauh dari wanita itu menatap tajam kearahnya, mereka mungkin cemburu wanita itu berbicara dengannya.
“Ya, aku berencana berburu dipinggiran hutan, Putriku sangat menyukai daging Monster,” sahut Alex sengaja memberitahu wanita itu bahwa dia sudah memiliki anak sehingga rekan satu Kelompoknya tidak akan cemburu lagi.
“Benarkah?” Wanita itu tampak terkejut, sesaat kemudian tersenyum kembali. “Dia pasti sangat cantik, monster seperti apa yang akan kamu tangkap?” tanyanya lagi.
Alex tidak langsung menjawab, Dia sebenarnya ingin menangkap Monster Banteng tingkat 4 atau lebih tinggi. Namun, ia tidak mungkin mengatakan itu karena wanita ini mengira dirinya hanyalah Pria biasa yang tidak memiliki Kekuatan.
“Apa saja yang penting bisa dimakan,” sahut Alex.
“Apakah kamu akan membantu orang lain lagi, Shireen?” sela salah satu dari Tiga Pria yang menatap tajam ke arah Alex. Dia kemudian berjalan dan berhenti disebelah Shireen. “Ingat Kita akan berburu Monster tingkat 4 dan jangan buang-buang waktu membantu orang lain lagi, apakah kamu tidak membutuhkan uang? Kita sudah seminggu hanya menghasilkan beberapa Koin Perak saja karena selalu gagal menemukan Monster tingkat 4.”
“Apa salahnya membantunya? Kan, kita juga melewati pinggiran hutan Monster untuk masuk lebih dalam lagi. Kemarin aku mendengar dari Kelompok Gul, kawanan burung Bangau Emas muncul di kawah Bella,” kata Shireen menatap Alex. “Bagaimana kalau Aku akan menangkap Satu Bangau Emas untuk Putrimu, tuan?”
Alex menggelengkan kepala. “Aku senang Nona Shireen ingin membantuku, tetapi biarkan saja aku sendiri yang menangkap Burung Bangau Emas itu. Walaupun Aku bukan Pemburu, sebenarnya aku memiliki sedikit pengetahuan cara menjebak hewan.”
“Baguslah!” sahut Pria disebelah Shireen tersebut menatap sinis Alex.
Alex hanya tersenyum tipis dan tidak menanggapi ucapan Pria itu karena tidak ingin bertikai dengannya hanya gara-gara hal sepele saja.
Tak lama berselang, Kapal bersandar di Pelabuhan kecil di pinggiran hutan Monster. Ada beberapa Pemburu yang sedang menunggu Kapal di sana dan mereka membawa hasil buruan yang akan dijual ke Guild Pandora. Namun, ada juga Pemburu yang berwajah masam karena gagal mendapatkan buruan sementara bekal mereka sudah habis sehingga terpaksa kembali ke Kota Perdamaian.
“Kami pergi dulu tuan Alex, jangan terlalu jauh berburu ke dalam hutan Monster. Kadang-kadang Monster buas berburu ke pinggiran hutan,” kata Shireen melambaikan tangan saat berjalan bersama Kelompoknya masuk ke hutan Monster.
“Aku akan mengingat nasehat Nona Shireen,” sahut Alex tidak buru-buru masuk ke hutan Monster. Dia menunggu semua Pemburu pergi lebih dulu barulah ia memasuki Hutan Monster.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 217 Episodes
Comments
Anonymous
Lo!!!!!parasaan belum kenalan..kok alex tau namanya..
2024-07-15
4
🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ
Nona Shireen yang baik
2024-05-22
0
🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ
wah jurus sarah keren.. onty juga punya jurus loh.. namanya jurus tendangan tanpa aba2.. jg kalo ada member gc yg ngeselin langsung onty tendang tanpa aba2 🤣🤣🤣🤣
2024-05-22
2