“Cuci tangan dan gosok gigimu sebelum kita tidur!” kata Alex pada Sarah yang hendak berlari ke lantai Dua. Sepertinya ia sudah tidak sabar ingin tidur di Kasur empuk yang dibawa oleh Dwarf tadi.
“Ah, Aku hampir lupa!” sahut Sarah langsung menuju kamar mandi yang sebelah kanan bertuliskan khusus Pria, sedangkan sebelah kiri bertuliskan khusus Karyawan.
Alex keheranan melihat Sarah memperhatikan tulisan di pintu kamar mandi itu. Umur Sarah sudah empat tahun dan sudah waktunya ia masuk ke taman kanak-kanak yang ada di sekolah Harapan. Namun, Sekolah itu hanya dihuni oleh anak-anak orang Kaya, Alex sedikit khawatir Sarah akan dikucilkan saat belajar di sana nantinya.
Sarah menoleh ke belakang dengan ekspresi wajah mengkerut. “Di mana kamar mandi khusus anak kecil? Kamar mandi ini hanya khusus Ayah dan Kak Hannah saja!” keluhnya.
“Eh, Sarah bisa membaca tulisan itu?” Alex terkejut karena ia tidak pernah mengajari Sarah membaca dan menulis.
Sarah menganggukkan kepala dan berkata, “Guru Isabella kadang-kadang mengajari kami menulis dan membaca. Namun, hanya Aku yang dapat memahami ucapan Guru Isabella dengan cepat, sedangkan teman-temanku tidak mengerti sama sekali karena mereka hanya mengharapkan Permen atau Roti selai kejunya saja.”
“Guru Isabella?” gumam Alex mencoba mengingat-ingat siapa wanita itu dan ia akhirnya teringat saat dirinya menyapu jalan di dekat Sekolah Harapan, ada seseorang guru wanita yang cantik membagikan Es Krim pada anak-anak yang berdiri di dekat Pagar Sekolah Harapan. Namun, saat itu Sarah dan teman-temannya tidak ada di sana makanya Alex tidak mengetahui kalau ada Guru Sekolah Harapan yang suka memberikan makanan pada anak-anak miskin dari wilayah timur Kota Perdamaian.
“Bibi Irina juga mengajari aku cara berhitung saat Aku tidur di rumahnya,” kata Sarah dengan bangga. “Eh, di mana kamar mandi khusus anak kecil?” desaknya lagi setelah Hannah masuk ke dalam kamar mandi khusus Karyawan.
Alex tersenyum dan membuka pintu kamar mandi khusus Pria. “Kamar mandi ini khusus untuk Sarah dan Ayah,” sahutnya sembari masuk ke dalam dan mulai menyikat gigi.
Sarah memasang wajah cemberut dan berjalan ke dalam kamar mandi. “Seharusnya disamping nama Pria, ditulis juga namaku,” gerutunya.
Alex tidak menjawab gerutuan Sarah, dia hanya tersenyum saja sembari terus menggosok giginya. Setelah selesai, mereka segera ke kamar yang paling depan dan memiliki jendela menghadap ke halaman Restoran.
Sarah tercengang melihat kamar yang didekorasi indah oleh para Dwarf. Sarah segera melompat ke tempat tidur yang empuk tersebut, sudut bibirnya memancarkan senyuman lebar. “Apakah kamar ini benar-benar milik kita?” Sarah merasa seperti sedang bermimpi saja, tetapi mengapa mimpi itu begitu nyata. Apakah Ayahnya adalah Penyihir seperti dalam cerita Dongeng.
“Seperti janji Ayah, Sarah akan menjalani kehidupan bahagia mulai sekarang.” Alex tersenyum hangat, tetapi matanya telah memerah dan berair.
Sarah sangat senang mendengar jawaban dari Alex. Dia berguling-guling dan melompat-lompat di kasur yang empuk tersebut.
Alex berjalan ke tepi Jendela dan memandang langit. Lukisan wajah Helena muncul diantara Bintang-Bintang yang berkilauan itu. “Bagaimana keadaannya sekarang? Kuharap ia tidak sedih berkelanjutan setelah diriku dikabarkan tewas saat malam mencekam itu,” gumamnya menghela napas dalam-dalam.
Alex mendapatkan informasi Empat tahun yang lalu Putri Mahkota itu dijebloskan ke dalam penjara setelah ketahuan melahirkan anak setengah Elf. Dia dianggap mengumbar aib bagi Kerajaan Hutan Abadi, tetapi Helena menentang tuduhan itu dan bertarung melawan Tetua Agung yang merampas Sarah yang baru dilahirkan darinya.
Namun, karena kondisi tubuhnya sangat lemah setelah melahirkan, Helena akhirnya kalah dan dijebloskan ke penjara. Mendengar Helena dijebloskan ke penjara, Alex berencana untuk datang ke Kerajaan Hutan Abadi menolongnya.
Akan tetapi, tepat pada malam yang kelam itu, sepucuk surat misterius dikirim ke Alex. Dia diminta datang ke Desa yang tidak jauh dari markas Legiun Barat untuk mengambil anak yang dilahirkan oleh Helena.
Surat misterius itu mengatakan kalau dirinya adalah Teman dekat Helena. Sebelum Helena diserang oleh Tetua Agung, Dia menyuruh pengirim surat misterius itu membawa Sarah pada Alex.
Tanpa berpikir panjang, Alex langsung pergi menemui pengirim surat misterius itu tanpa pengawalan karena ia pergi dengan tergesa-gesa.
Elf Pria Pendekar tingkat 10 paruh baya telah menunggunya di tempat yang dijanjikan. Dia menyerahkan Sarah pada Alex yang langsung menggendongnya dengan hati-hati. Namun, tiba-tiba Elf itu menusuk jantung Alex dengan belati dan Ribuan orang yang mengenakan penutup wajah keluar dari semak-semak.
Alex tahu mereka berasal dari berbagai Ras, bahkan banyak diantara mereka juga berasal dari Ras Manusia yang seharusnya warga negara Kekaisaran Hazel. Dia tidak mengerti kenapa dirinya diincar. Dia melawan dengan sekuat tenaga walaupun dirinya telah terluka—karena ia harus membawa kabur Bayi di pangkuannya.
Alex membunuh banyak Pendekar tingkat 10, tetapi musuh datang seperti air bah yang tak ada habisnya. Legiun Barat datang membantu setelah mengetahui Pemimpin mereka diserang oleh Pasukan tak dikenal, akan tetapi mereka hanya menjadi gundukan mayat.
Hingga kini, Alex masih tidak mengetahui siapa Pasukan misterius itu dan apa motif mereka ingin membunuh dirinya.
“Ayah, kenapa Ayah melamun di sana?” Sarah membuyarkan lamunan Alex yang langsung menutup jendela dan berjalan ke tempat tidur.
Alex membelai rambut Sarah dan mulai bercerita Dongeng pengantar tidur.
...***...
“Tidak ada informasi tentang pemilik baru restoran itu?” bentak Jack melempar gelas berisi Arak anggur ke wajah Pengawalnya. “Dasar tak becus, mana mungkin Guild Pandora tidak dapat menyelidiki identitas pemilik restoran itu!”
“Tenang dulu tuan muda,” sahut Pengawal itu. “Guild Pandora hanya mengetahui namanya adalah Alex. Dia muncul di wilayah timur Empat tahun yang lalu dan memiliki seorang Putri setengah Elf. Dia mungkin melarikan diri ke sini karena hubungannya dengan wanita Elf diketahui oleh Kerajaan Hutan Abadi.”
Pengawal itu menjelaskan lagi kehidupan sehari-hari Alex selama empat tahun terakhir hingga akhirnya ia menangkap Toman Emas dan mendapatkan hadiah Restoran dari Dewan Kota Reus.
“Menurut Guild Pandora, Alex hanyalah Manusia biasa. Kemungkinan Toman Emas itu ditangkap oleh istri Elf-nya yang mungkin diam-diam mengunjungi Kota Perdamaian untuk melihat anak setengah Elf mereka. yang mengejutkan adalah Alex ternyata Pria yang kita temui di Toko furnitur Dewan Kota Reus dan Dia menghabiskan Puluhan Koin Emas berbelanja di sana,” kata Pengawal itu.
Sudut bibir Jack memancarkan seringai jahat. “Berarti Istri Elf-nya telah memberikan uang yang banyak untuknya dan itu akan menjadi milik kita he-he-he.”
Pengawal pribadi Jack mengerutkan keningnya. Dia langsung menduga Jack akan menggunakan kekerasan mengambil alih Restoran itu.
“Aku tahu apa yang kau pikirkan,” cibir Jack berhenti tertawa. “Aku tidak akan menggunakan kekerasan. Kau pikir Keluarga Reus akan diam saja bila mengetahui kalau ‘Sang Penyelamat’ mereka diusik.”
Pengawal pribadi Jack bernapas lega, kalau Jack sampai bertikai dengan Keluarga Reus maka yang diuntungkan adalah Pewaris lainnya. Mereka mungkin akan dengan senang hati membantu Keluarga Reus agar Jack tersingkir dari kompetisi perebutan tahta Pemimpin Keluarga Donovan tersebut.
“Namun, menggunakan Anjing liar sudah cukup menjinakkan banjingann busuk itu,” kata Jack ingin menggunakan tangan-tangan bandit berurusan dengan Alex.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 217 Episodes
Comments
🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ
hahhh.. selalu ada orang bodoh
2024-05-22
4
Siti Solekah
mantap thor alurmya
2024-05-10
1
Shania Evolet Aurora
like like like
koment koment koment senajan isih berbatas ya
2024-01-31
0