Saat Elemen Petir sarah muncul, kekuatannya juga muncul disaat bersamaan dan itu langsung ke tingkat 4, satu tingkat diatas tingkat kekuatan Tiga Pria perusuh itu.
Fer mengerutkan keningnya dan Sarah telah berdiri di depannya dengan tatapan yang sangat tajam.
“Hei, bocah! Menjauh dariku atau kau akan menderita!” Fer mencibir Sarah dengan tatapan tajam.
Walaupun Sarah sudah membangkitkan Elemen Sihirnya, dia tetaplah anak-anak yang tidak memiliki seni beladiri.
Sarah ketakutan dengan tatapan mata Fer, tetapi ia tidak ingin orang-orang asing ini mengusik Restoran ayahnya.
“Hiyak!” Sarah memasang kuda-kuda beladiri seperti yang dilakukan oleh murid-murid Sekolah Harapan.
“Putriku sangat jenius sekali, pantas saja ia sering mengintip murid-murid Sekolah Harapan yang sedang belajar seni beladiri,” gumam Alex tersenyum bahagia. Kuda-kuda beladiri yang digunakan Sarah sangat sempurna.
Elanna menoleh ke arah dapur. “Apakah Bos Restoran ini ahli beladiri? Namun, tak ada pancaran Aura yang keluar dari tubuhnya,” gumamnya.
Okas tiba-tiba berdiri dan menarik Kursi yang ia duduki kemudian membantingnya ke arah Sarah. Dia sangat jengkel mendengar ocehan bocah kecil itu, ditambah dia juga iri karena tidak memiliki Elemen Sihir sementara bocah di hadapannya malah membangkitkan Elemen Petir yang sangat langka.
“Okas jangan! Dia hanya anak kecil!” Sergan hendak menghentikan Okas membanting Kursi pada Sarah, tetapi gerakannya terlalu lambat karena Kursi itu telah melesat diatas kepala gadis kecil itu.
“Oh, tidak!” Elanna panik dan menyesal karena mengalihkan pandangannya ke Alex sehingga ia tidak menyadari kalau Sarah dalam keadaan bahaya.
Tangan Sarah yang mungil tersebut bergerak dengan cepat dan meninju Kursi yang dapat menahan Kekuatan Pendekar tingkat 5 tersebut.
Cengkraman tangan Okas pada kursi itu terlepas dan membuatnya mundur selangkah, matanya terbelalak. Dia merasakan kekuatan Pendekar tingkat 4 dari pukulan Sarah itu.
“Bocah ini—”
Sebelum Okas menyelesaikan ucapannya, Sarah sudah berada di belakangnya sehingga Fer dan Sergan terkejut, tidak menyangka gadis kecil yang imut itu ternyata Pendekar yang sangat kuat.
“Tinju penghancur penjahat!” teriak Sarah. Kepalan tangannya yang kecil tersebut mendarat di bokong Okas; dentuman Petir yang memekakkan telinga pun menggema di Restoran itu.
Okas menjerit histeris, sesaat kemudian tubuhnya ambruk menghantam lantai dan tidak sadarkan diri.
“Berani sekali kau melanggar aturan Kota Perdamaian dan melukai orang!” Fer membentak Sarah sembari menghunus Pedang.
Justru kalian yang melanggar aturan tuan-tuan!” sahut Alex berjalan ke arah Fer. Dia terlihat tenang, sudut bibirnya memancarkan senyuman tipis dan setelah sampai di sana, dia mengelus kepala Sarah; sengatan-sengatan listrik yang memancar dari tubuhnya pun menghilang. “Di Bagian daftar menu pada pojok bawah sudah tertera aturan, dilarang menggoda karyawan Restoran Sarah atau mengeluarkan kata-kata c.a.b.u.l serta berbicara dengan suara yang membuat pelanggan lain merasa tidak nyaman, dan... aturan lain yang tidak perlu kubacakan karena tuan-tuan pasti dapat membaca.” Nada bicara Alex terdengar lembut, akan tetapi terkesan mengintimidasi bagi Fer dan Sergan.
Fer mendengus dan segera memangku Okas yang sedang tak sadarkan diri.
“Tolong katakan pada teman-temanmu bila mengunjungi Restoran Sarah untuk menaati aturan dan kalian sudah masuk daftar hitam sehingga tidak bisa datang ke sini lagi,” kata Alex saat Fer mencapai pintu sehingga Fer mengerutkan keningnya.
“Jangan khawatirkan kami, justru siapkan lah alasan agar kau tidak dihukum karena kami akan melaporkan kalian ke Petugas Keamanan!” ancam Fer sembari melangkah keluar dari Restoran.
Sarah langsung ketakutan setelah mendengar ancaman dari Fer. Dia menyesal telah membuat ayahnya berurusan dengan Petugas Keamanan.
Sarah menggenggam tangan Alex, air mata mengalir deras membasmi pipinya. “A-ayah... apakah kita akan masuk penjara? Ini salah Sarah! Sarah akan mengatakan pada Petugas Keamanan agar menangkap diriku saja.”
Alex menggendong Sarah dan menyeka air matanya. “Sarah tidak salah, kok... orang-orang jahat memang pantas dipukuli, tapi jangan sampai mati.” Alex pun tertawa. “Selama Ayah masih ada, jangan pernah takut pada penjahat dan tentunya jangan memukul orang yang tidak bersalah juga,” katanya lagi menasehati Sarah.
Senyum cerah akhirnya terpancar dari wajah Sarah dan Dia segera turun dari pangkuan Alex, kemudian berlari ke Meja Kasir.
Hannah menundukkan wajahnya dan berkata, “Maafkan Aku Bos Alex, Aku... aku gagal melayani pelanggan dengan baik sehingga mengakibatkan kekacauan ini.”
Alex menggelengkan kepala. “Dari awal mereka sudah berniat jahat, itu terlihat jelas dari kedatangan mereka yang arogan,” sahutnya sembari berjalan ke dapur. “Sudah... santai saja, nanti aku yang akan berbicara pada Petugas Keamanan bila memang mereka melaporkan kejadian ini.”
Hannah lega Alex tidak memarahinya padahal ia sudah menduga-duga akan dipecat pada hari pertama kerja ini. Dalam benaknya ia kemudian berjanji akan bekerja lebih baik lagi agar tidak menyusahkan Alex dan Sarah.
Elanna meletakkan sendok di atas piring dan tidak menyangka ia sudah menghabiskan seluruh nasi dan Gulai Daun Ubi tumbuk plus sambal Tuk-Tuk. Dia sangat puas dengan menu Vegetarian Restoran Sarah ini dan berjanji akan kembali ke sini lagi setelah mendapatkan pekerjaan serta gajian nanti.
Sarah segera mendekati Sarah dengan mata berbinar-binar karena Sarah mengeluarkan Koin Perak dari sakunya.
“Kamu sangat kuat sekali gadis cantik,” kata Elanna mencubit pipi Sarah dan menyerahkan 100 Koin Perak.
“He-he-he... terimakasih Kak Elf cantik, kalau ada yang mengganggumu katakan saja pada Sarah,” sahut Sarah tertawa bahagia menggenggam Koin Perak. “Sarah sangat kuat,” katanya lagi sembari memperlihatkan kepalan tangannya yang kecil.
Elanna menganggukkan kepala, kemudian ia keluar dari Restoran. Setelah itu tidak ada lagi pelanggan yang masuk ke Restoran.
...***...
“Kalian gagal mengusik Restoran itu dan Putrinya adalah Pendekar tingkat 4?” Jack membentak Fer dan Sergan yang melaporkan kejadian yang menimpa mereka. “Mana mungkin anak berusia empat tahun sudah membangkitkan elemen sihir dan mencapai kekuatan tingkat 4? Omong kosong apa ini, kalau kalian takut katakan saja! Aku akan mencari orang lain menggantikan kalian!” Jack semakin jengkel setelah mendengar penjelasan dari Fer.
“Aku tidak berbohong tuan muda Jack, Okas saat ini masih tidak sadarkan diri dan bokongnya menghitam setelah terkenal sambaran Petir gadis kecil itu!” sahut Fer.
Jack mengerutkan keningnya menatap Fer. Dia masih tidak percaya gadis kecil berusia Empat tahun telah membangkitkan elemen sihir dan menjadi Pendekar tingkat 4. “Pergilah ke Restoran itu selidiki gadis kecil itu dan jangan buat onar di sana!” seru Jack pada pengawal pribadinya.
Pendekar tingkat 5 yang berdiri di belakang tempat duduk Jack segera meninggalkan ruangan itu, sedangkan Fer berdiskusi dengan Jack apakah melaporkan kejadian itu pada Petugas Keamanan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 217 Episodes
Comments
Black Sword
penyesuaian kekuatan karakter agar bisa di buat stabil
2024-08-04
3
Black Sword
masih banyak typo
2024-08-04
0
Loly 💃
oiya salah nama kayak nya 🤭🤭🤭🤭
2024-06-13
1