Alex menerobos hujan deras dan berlari secepat kilat di jalanan wilayah timur Kota Perdamaian yang sangat lengang malam ini.
Kota Perdamaian dibelah menjadi dua bagian oleh Sungai Elbrus. Sisi Barat dihuni oleh Orang-orang Kaya dan sisi Timur dihuni oleh Orang-orang miskin serta disebut juga penampungan pengungsi berbagai Ras dari seluruh Dunia, karena para perantau yang tidak memiliki uang hanya boleh tinggal di sana dan mereka pun beranak-pinak yang kemudian menciptakan pemukiman mutli-etnik terbesar di Benua Grandland.
Jembatan gantung yang cukup besar menghubungkan kedua wilayah Kota Perdamaian. Jembatan itu dinamakan Jembatan Elbrus yang diambil dari nama sungai Elbrus yang melintas di bawahnya.
Langkah Alex terhenti di depan rumah tua yang cukup besar. Rumah tua itu merupakan markas dari Dua bandit yang ia bunuh tadi siang.
Ada Dua Orc yang berjaga di pintu masuk rumah tua itu.
“Hei, mau ke mana kau Manusia lusuh?” bentak Orc bertubuh paling besar sembari mengayunkan tinjunya ke arah wajah Alex. Namun, ekspresi beringas di wajahnya langsung berubah menjadi wajah pucat karena Alex mencengkram kepalan tangan Orc tersebut.
“Mau ke mana aku?” sahut Alex dengan jawaban dingin. “Dua Anjing kalian menakut-nakuti Putriku dan Aku ke sini meminta kompensasi!”
“Aaaaaaaaaaaaaaaaa!”
Kepalan tangan Orc itu hancur karena cengkraman tangan Alex semakin kuat.
Alex merebut Kapak dari tangan Orc yang satu lagi, kemudian dalam sekejap Kepala Kedua Orc itu menggelinding di lantai.
“Siapa yang berbuat onar diluar itu, Josh?” tanya Luis, Pendekar tingkat Lima—Petugas Keamanan Kota Perdamaian yang sedang menenggak arak ditemani Dua wanita muda.
“Palingan orang bodoh yang mengaku-ngaku suami atau saudara dari gadis-gadis kita,” sahut Josh tersenyum lebar.
“Kalian membuang mayat mereka ke Sungai Elbrus, kan?” selidik Luis dengan alis terangkat. Dia tidak ingin merekayasa kasus lagi untuk menutupi tindakan gegabah Josh yang membunuh suami atau kelurga dari wanita muda yang mereka ambil paksa dari daerah kumuh, wilayah timur Kota Perdamaian.
Komandannya juga sudah mulai curiga padanya karena terlalu sering mengabaikan laporan warga tentang kejahatan Josh dan anak buahnya. Luis ingin dalam sebulan ke depan dia akan menangani beberapa kasus kecil untuk meningkatkan citranya sebagai Petugas Keamanan yang mengayomi masyarakat.
“Tenang saja tuan Luis... beberapa hari terakhir kami melakukan bisnis dengan lancar tanpa ada masalah dan ....” Josh menyodorkan 100 Koin Emas ke depan Luis. “Bonus untuk tuan Luis bulan ini ha-ha-ha.” Josh tertawa karena Luis pasti senang ia menambahkan upeti bulan ini jauh lebih besar dari bulan sebelumnya.
Sudut bibir Luis memancarkan senyuman tipis. Dia memasukkan Kepingan Emas itu ke dalam kantong dan berjalan keluar dari rumah tua itu. Namun, tiba-tiba Kapak melayang ke arahnya dan menancap di keningnya.
“Apaaaaaa?“ Josh terkejut melihatnya dan tidak menyangka Pendekar tingkat Lima akan terbunuh dengan mudah tanpa dapat menghindari Kapak yang melesat ke arahnya. “Siapa kau? Apa yang kau inginkan?” selidik Josh sembari meraih gagang Pedangnya.
Josh menduga bawahannya telah dihabisi oleh Pria lusuh ini karena suara mereka tidak terdengar lagi.
“Kenapa dia dapat membunuh Luis padahal dia hanya Manusia biasa saja?” pikir Josh mengerutkan keningnya karena Pria asing di hadapannya ini tidak memiliki Aura Pendekar.
“Serahkan Pedang itu dan semua uang yang kalian punya!” Alex berkata pelan, sudut bibirnya memancarkan seringai jahat.
Saat masih muda dulu, Alex telah menjelajahi seluruh Dunia sebelum memutuskan menjadi Pemimpin Legiun Barat. Saat berpetualang itu, ia membunuh banyak penjahat dan menantang Pendekar tingkat 10 terkuat di berbagai negara—hingga ia dijuluki sebagai Pangeran terkuat Kerajaan Hazel.
Josh mengerutkan keningnya dan tidak menyangka Pria lusuh di hadapannya bersikap sangat tenang, seolah-olah dia tidak takut pada dirinya yang merupakan Pendekar tingkat Lima Puncak yang sebentar lagi akan mencapai tingkat Enam.
“Baik aku akan menyerahkan semua uangku... tetapi kamu harus melakukan Sumpah Sihir tidak akan membunuhku,” sahut Josh. Hanya dengan cara ini sajalah satu-satunya cara yang menjamin kepalanya tidak dipenggal seperti bawahannya.
“Cih!” Alex mendengus dan tiba-tiba menghilang dari pintu masuk kamar Josh.
Josh panik. Dia segera mundur mendekati dinding dan tangannya menggenggam erat gagang pedangnya sembari mencari keberadaan Pria lusuh tadi.
“Aku masih akan melakukan perjalanan panjang,” kata Alex tiba-tiba muncul di depan Josh. Leher Josh di cengkram erat dan sesaat kemudian terdengar suara retakan pada leher Josh. “Padahal aku hanya menginginkan uang dan Pedangmu saja, kenapa harus bertele-tele begini!” cibirnya sembari melempar tubuh Josh ke samping.
Alex kemudian mengemas semua uang milik Josh dan Luis. Dia tidak menyangka jumlahnya sangat banyak sehingga ia harus menggunakan Tas besar membawanya.
“Kalian ambil uang dan barang-barang yang ada di rumah ini kemudian simpan dan jangan beritahu orang lain termasuk para Petugas Keamanan,” kata Alex pada para wanita yang ketakutan dengan pembantaian yang dilakukan olehnya itu. “Bila Petugas Keamanan menginterogasi kalian, katakan saja aku adalah suami dari wanita yang dibunuh oleh bandit sialan ini!”
Para wanita korban penculikan Josh dan anak buahnya itu langsung menganggukkan kepala, mereka masih takut Alex akan memperbudak mereka. Namun, Alex langsung menghilang saat mereka mengedipkan mata.
Para wanita itu saling memandang, suasana menjadi hening—hanya suara hujan deras yang terdengar nyaring. Mereka tidak berani melakukan apa yang disuruh oleh Alex, mereka justru berdiam diri di sudut ruangan hingga Petugas Keamanan datang.
Jean, Komandan Pasukan Keamanan yang bertanggung jawab atas wilayah timur Kota Perdamaian terkejut menyaksikan pemandangan mengerikan di rumah tua itu. Dia juga tidak menyangka salah satu korban itu adalah bawahannya.
Kepalanya terasa sakit, Luis berasal dari Keluarga Kaya dan Pimpinan Keluarganya merupakan anggota Dewan Kota yang tentunya memiliki pengaruh kuat—yang pasti akan mendesak Pemimpin Kota Perdamaian mengusut siapa pelaku yang membunuh anggota Keluarganya itu.
“Mereka hanya mengatakan Pria lusuh datang ke sini dan langsung melakukan pembantaian pada Kelompok Josh dan Luis serta membawa kabur hampir semua uang mereka,” lapor salah satu Petugas Keamanan setelah selesai menginterogasi para wanita.
“Berarti ini murni tindakan pencurian,” sahut Jean menyimpulkan. “Namun, Josh dan Luis adalah Pendekar tingkat Lima yang berarti pelakunya mungkin Pendekar tingkat Enam atau Tujuh, tetapi kenapa Dia mengincar bandit yang tidak terkenal ini? Kenapa dia tidak mencuri di tempat orang Kaya?” Dia masih ragu kasus ini adalah Pencurian biasa, kejadian ini seperti telah direncanakan.
Jean menarik napas dalam-dalam, walaupun ia akan dipusingkan atas kematian Luis. Dia masih bersyukur para wanita yang diculik oleh Kelompok Josh berhasil diselamatkan dan tidak akan menderita lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 217 Episodes
Comments
Marwoto Woto
pol
2025-01-23
1
Angel Woso
tidak ada kahh cincin ruang saya itu bang?
2024-11-24
0
Nur Tini
enak juga membacanya
2024-10-07
1