“Ayah... Ayah... cepat bangun!” Sarah menggoyangkan tubuh Alex.
Alex membuka matanya dan tersenyum hangat menatap Putri cantiknya itu, kalau bukan demi Sarah mungkin ia sudah menyerah menjalani hidup karena menjalani kehidupan yang sangat menyedihkan selama Empat tahun terakhir ini.
“Ayah tidak lupa dengan janji Ayah yang kemarin, kan?” kata Sarah mendesak Alex segera beranjak dari tempat tidur.
“Baiklah, Ayah cuci muka dulu dan akan memasakkan banyak Ayam Crispy dengan Suas Pedas,” sahut Alex yang kemarin menjanjikan untuk mengantar Sarah ke rumah Jessica serta membiarkan Putrinya itu membeli Ayam Crispy yang akan dibagikan kepada teman-temannya.
Sarah menggantikan Alex menyapu halaman restoran sedangkan Hannah telah pulang ke rumah orangtuanya tadi malam karena hari ini adalah akhir pekan yang berarti Restoran sedang libur.
“Na-na-nanna ... ye-ye-yeay ....” Sarah menyapu halaman sembari bernyanyi.
“Ha-ha-ha... suaramu bagus sekali, Nak.” Sosok berjubah hitam yang duduk di balkon rumah sebelah Restoran tertawa mendengar nyanyian Sarah.
Sarah menoleh ke arah sumber suara itu sambil tersenyum cerah. “He-he-he... betulkah? Padahal Jessica dan yang lainnya akan menutup telinga saat Aku bernyanyi. Nek, karena Kamu memujiku maka aku akan menghadiahkanmu Paha Ayam Crispy,” sahut Sarah sembari meletakkan Sapu lidi dan berlari ke dalam Restoran.
Wanita tua bertudung hitam penjual Ramuan herbal tersebut hendak menghentikan Sarah agar tidak perlu memberikannya hadiah, akan tetapi lari gadis kecil setengah Elf itu terlalu cepat sehingga ia hanya menggelengkan kepala dan tersenyum tipis. “Pendekar kecil yang sangat jenius,” gumamnya.
“Ayah... tolong berikan Aku satu Paha Ayam Crispy,” desak Sarah terlihat tergesa-gesa sembari mengambil piring kecil.
Alex tidak tahu mengapa Sarah terlihat tergesa-gesa. Dia langsung mengambil Paha Ayam Crispy yang sudah selesai dimasak dan menaruhnya ke dalam piring kecil ditangan Sarah.
“Hati-hati... awas jatuh!” seru Alex, karena Sarah langsung berlari ke luar Restoran.
Setelah berada di halaman Restoran, Sarah bingung cara memberikan Paha Ayam Crispy itu pada Wanita tua yang sedang duduk santai di balkon rumahnya.
Wanita tua itu tersentuh dengan kebaikan gadis kecil setengah Elf itu dan tidak tega menolak pemberiannya walaupun sebenarnya ia baru saja selesai sarapan pagi di Restoran Saradan.
Wanita tua itu melompat dari balkon dan mendarat di depan Sarah.
“Wow! Nenek keren sekali!” Mata Sarah langsung berbinar-binar. Sesaat kemudian ia teringat dengan Paha Ayam Crispy di piring kecil di tangannya. “Nek, ambillah ini dan... lain kali aku akan menyanyikan lagu lain untukmu.”
Wanita tua itu menerima pemberian Sarah, akan tetapi dalam hatinya dia sebenarnya tidak ingin lagi mendengar nyanyian aneh Sarah. “Panggil Aku Nenek Eli saja,” sahut wanita tua bernama Elizabeth tersebut. “Dan... terimakasih, Sarah!“
Elizabeth melompat ke balkon rumahnya dan kembali duduk di kursi.
Mata Sarah kembali berbinar-binar saat melihat adegan Elizabeth melompat ke lantai dua toko penjual Ramuan herbal tersebut.
“Sarah! Ayo mandi agar kita segera ke rumah Jessica.”
Suara Alex terdengar dari dalam Restoran dan Sarah langsung berlari ke dalam Restoran karena ia sudah tidak sabar ingin bertemu teman-temannya.
Elizabeth menatap Ayam Crispy di piring kecil yang ia letakkan diatas meja. Dia belum pernah melihat olahan Ayam goreng seperti itu. Walaupun ia perutnya sudah kenyang, ia tetap mencobanya karena gadis kecil setengah Elf tadi sangat tulus memberikan Ayam goreng tersebut untuknya.
“Hmm?” Matanya terbelalak dan terkejut dengan rasa Ayam Crispy tersebut.
...***...
Alex membalut Pedang Josh dengan kain, kemudian mengikatnya di punggungnya, sedangkan tangan kanannya menjinjing tas plastik yang cukup besar berisi Ayam Crispy dan Saus Pedas yang sebenarnya tidak pedas karena lebih dominan tomatnya dari pada cabainya.
Alex dan Sarah berjalan kaki menuju wilayah Barat. Saat melihat para Penyapu jalan sedang sibuk bekerja, Alex langsung teringat beberapa hari yang lalu ia juga berada di posisi yang sama dengan mereka.
Saat itu punggungnya agak bungkuk serta berjalan pincang karena cedera yang ia alami setelah disergap kelompok tak dikenal empat tahun yang lalu.
Para Penyapu jalan itu tidak mengenali Alex yang sedang melintas didekat mereka karena dulu ia jarang berinteraksi dengan mereka serta selalu mengenakan jubah lusuh. Efek dari ramuan penyembuh yang ia minum juga mengakibatkan terjadi sedikit perubahan pada tubuhnya, termasuk wajahnya walaupun masih mirip dengan Pangeran Alex Acherron yang dulu dijuluki sebagai Pendekar terkuat di Benua Grandland tersebut.
Setelah melewati Jembatan Elbrus, pemandangan di depan mereka langsung berubah dratis; gubuk-gubuk kecil bertebaran dimana-mana, jalanannya juga langsung mengecil serta sebagian besar penduduk di sana mengenakan pakaian lusuh.
Tiga Pria kurus keluar dari sebuah gubuk hanya mengenakan celana dan baju ditaruh di bahu. Mereka tersenyum lebar dan langsung meninggalkan gubuk itu dengan kondisi pintu masih terbuka.
Alex menutup mata Sarah agar tidak melihat ke arah gubuk itu, karena ada wanita yang tidak mengenakan pakaian tergeletak di sana, air mata mengalir deras dari sudut matanya. Dia pasti telah diperkosa oleh Ketiga Preman itu karena hal seperti ini sudah biasa terjadi di wilayah timur Kota Perdamaian.
“Aku mencium aroma Ayam Goreng dari tas plastik Pria itu!” kata salah satu Pria Preman berbadan kurus itu.
“Perutku juga sangat lapar setelah olahraga sepanjang malam,” sahut Pria yang lain.
“Hmm, pakaiannya sangat bagus, sebaiknya kita tidak bertindak gegabah atau kita akan bernasib sama dengan Kelompok Josh yang langsung dihancurkan dalam semalam,” sahut Pria Ketiga.
Pria pertama tersenyum licik dan berkata, “Josh pasti telah menyinggung Kelompok besar, sedangkan Pria dihadapan kita ini mungkin baru pindah ke sini. Lihat lah Putrinya itu.”
Pria Kedua tersenyum lebar. “Setengah Elf, kalau dijual ke pasar gelap makanya harganya pasti sangat mahal,” sahutnya.
Alex mengerutkan keningnya mendengar percakapan mereka. Kalau otak mereka sedikit berisi seharusnya mereka berpikir hanya kelas menengah atas yang mampu membeli pakaian bagus, sedangkan orang-orang miskin pasti lebih mengutamakan membeli makanan saat memiliki uang.
“Ayah... Sarah kesal dengan sikap mereka!” seru Sarah menatap tajam Tiga Preman berbadan kurus itu. “Mereka ingin merebut Ayam Crispyku, apakah mereka orang jahat?” Karena kata Alex hanya orang jahat yang boleh mencicipi elemen Petirnya.
Alex menyeringai tipis, kebetulan jalan yang mereka lewati berada ditepi Sungai Elbrus. “Ya, berikan mereka sarapan Petir 100 Juta Volt,” sahutnya.
“Asiapppp!” Sarah berjalan dengan santai ke arah Preman itu sembari mengepalkan kedua tangannya yang kecil sehingga membuat siapapun yang melihatnya akan tertawa karena ia terlihat menggemaskan.
Ketiga Preman berbadan kurus itu tertawa terkekeh-kekeh dan tidak menyangka seorang Ayah akan berlindung di punggung anaknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 217 Episodes
Comments
Kastini
jangankan 100 juta volt 10 juta volt juga gosong bang
2024-06-27
4
🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ
wew... auto gosong 😅
2024-05-22
1
🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ
bukannya. tinggal di wilayah barat? dan tempat kumuh itu wilayah timur?
2024-05-22
1