Restoran yang diberikan oleh Reus cukup besar dan dekat dari Pelabuhan serta beberapa Restoran terkenal juga berdiri di sana. Namun, Restoran ini sepertinya sudah lama tutup karena halamannya ditumbuhi rumput liar dan Papan nama restorannya sudah jatuh.
Alex tidak mempermasalahkannya, karena mendapatkan bangunan Restoran saja sudah membuatnya senang—mengingat tidak mudah bagi orang-orang yang tidak memiliki latar belakang kelurga terkenal dapat membeli bangunan di wilayah barat
Alex menyerahkan Enam Koin Perak ongkos mereka pada Kusir Kereta Kuda.
“Terimakasih tuan... semoga usaha restoranmu lancar!” sapa Kusir Kereta Kuda itu tersenyum lebar. Namun, sebenarnya ia berpikir Alex sangat bodoh karena memulai usaha Restoran didekat Restoran terkenal, pasti tidak akan ada Pelanggan Kaya yang mau mampir. Seharusnya ia mendirikan restoran di wilayah timur saja karena orang-orang di sana tidak terlalu pemilih; yang penting bagi mereka adalah harganya sangat murah.
Hannah sangat bersemangat, remaja Enam Belas tahun itu segera mengangkat Sapu ijuk yang ia bawa dari rumahnya. “Bos Alex, Ayo bersih-bersih!”
“Yo, ayo bersih-bersih!” Sarah ikut-ikutan berteriak dan ia telah menutup mulutnya dengan kain sembari mengangkat Gayung.
Alex tertawa dan segera memindahkan barang bawaan mereka ke halaman restoran. Kemudian ia membuka pintu Restoran dan lampu bohlam bertenaga Inti Monster langsung menerangi ruangan restoran itu.
Alex langsung kagum walaupun pemandangan seperti ini sebenarnya sudah biasa ia lihat saat di Istana Kekaisaran.
Seperti Bumi saat Alex belum bereinkarnasi, Benua Grandland sebenarnya memiliki beberapa teknologi yang cukup canggih. Namun, semua teknologi canggih itu menggunakan energi Inti Monster.
“Sayang sekali, kehidupan sebelumnya aku hanya seorang Koki, kalau aku ahli teknologi atau permesinan maka aku bisa bekerjasama dengan ahli di sini untuk meniru teknologi di Bumi. Pasti sangat keren bila ada Mobil atau Kereta Api bertenaga Inti Monster,” gumamnya karena manfaat Inti Monster baru digunakan untuk penerangan, Kompor, dan mesin-mesin sederhana.
Alex menuju dapur, bentuknya sangat modern. Peralatan dapur persis sama dengan di Bumi, ada Kompor, Kulkas, gelas yang terbuat dari kaca dan sebagainya. Namun, semuanya terlihat kusam dan berdebu karena sudah lama tidak digunakan.
Alex tersenyum lebar. “Aku hanya perlu membeli Inti Monster maka semua peralatan dapur ini akan aktif kembali,” gumamnya setelah memeriksa semua peralatan itu dan tidak ada peralatan dapur yang rusak.
Butuh Tiga Jam bagi mereka membersihkan seluruh Restoran, termasuk Lantai Dua yang memiliki Lima Kamar Kosong dan Dua kamar mandi.
Sepertinya pemilik sebelumnya mendesain lantai dua untuk kamar asrama karyawan.
Alex meninggalkan Sarah dan Hannah di Restoran, sedangkan dirinya pergi ke toko milik Dwarf yang hanya berjalan Lima Puluh meter dari Restorannya.
Dwarf memiliki tubuh yang jauh lebih pendek dari Manusia. Namun, mereka adalah Pandai Besi, Montir Permesinan dan Tukang yang sangat hebat dan sulit disaingi oleh Ras lain.
“Ada yang bisa saya bantu, tuan?” Dwarf wanita tersenyum ramah menyapa Alex.
“Aku ingin memesan Meja dan kursi untuk Restoran,” sahut Alex.
“Hei, apakah kau memiliki uang?” Pertanyaan sinis tiba-tiba menggema di telinga Alex. Pria dari kalangan Manusia berpakaian mewah turun dari kereta kuda, Dwarf wanita langsung tersenyum cerah dan bergegas mendekati Pria itu.
“Tuan muda Jack... ada yang bisa kubantu?” tanya Dwarf wanita itu.
Alex mengerutkan keningnya, seharusnya dirinya yang duluan dilayani karena dia yang pertama kali datang. Namun, ia segera memakluminya karena pendatang baru ini lebih Kaya dan tentunya pesanannya pasti lebih mewah makanya lebih diistimewakan.
Melihat Alex diam saja, Jack hanya mendengus jijik. Sudut bibirnya kemudian tersenyum tipis saat menatap Dwarf wanita di hadapannya. “Aku tadi pergi ke Kastil Dewan Kota Milles, tetapi katanya Dia berada di Pabrik. Apakah Dia masih di sana? Aku berencana membeli Restorannya,” kata tuan muda Keluarga Donovan itu dengan bangga.
Jack adalah salah satu calon penerus pengganti Donovan menjadi Dewan Kota. Namun, ia harus bersaing dengan Tiga Saudara Laki-lakinya dan Keponakannya yang juga satu-satunya wanita yang ikut dalam persaingan memperebutkan tahta Dewan Kota yang tentunya menjadi Pemimpin Keluarga Donovan berikutnya.
Syarat untuk menang sangat sederhana sekali, pemenangnya ditentukan berdasarkan siapa yang mengelola bisnis dengan aset terbanyak. Dan saat ini Jack berada di urutan Ketiga, makanya ia mencoba berinvestasi pada bisnis Restoran agar nilai aset yang ia kelola bertambah—kebetulan sekali ia mendapatkan kabar kalau bangunan restoran kosong di dekat toko ini adalah milik Dewan Kota Milles dan sudah lama ingin menjualnya akan tetapi belum ada yang membelinya.
“Tuan Milles memang berada di Pabrik,” sahut Dwarf wanita itu. “Namun, Restoran itu telah dibeli oleh Kepala Pelayan Keluarga Reus. Katanya sih, untuk dihadiahkan pada penyelamat cucunya,” kata Dwarf wanita itu.
Jack terkejut mendengarnya, ekspresi wajahnya berubah menjadi masam. Dia mendorong Dwarf wanita itu ke samping dan mendorong pintu gerbang di sebelah toko, kemudian masuk ke dalam Pabrik.
Pabrik Dewan Kota Milles itu berdiri di belakang Toko tersebut.
Dwarf wanita itu tampak kesal dengan ulah Jack dan langsung mengutuknya dalam hati, kemudian ia menatap Alex dan tersenyum lagi.
“Maaf tuan... silahkan pilih Meja dan Kursi seperti apa yang Anda inginkan?” Dwarf wanita itu menyerahkan Brosur bergambar Meja dan Kursi.
Alex membolak-balikan Brosur itu dan pilihannya akhirnya jatuh pada meja yang berbahan baku Kaca yang dapat menahan kekuatan Pendekar tingkat 5 dan Kursi berbahaya Kayu yang cukup mahal.
Dwarf wanita itu terkejut melihat pilihan Alex. Padahal ia mengira Alex hanya akan membeli Meja daur ulang yang berharga Lima Koin Perak. “Semuanya 30 Koin Emas, apakah tuan ingin segera dikirim atau dikirim beberapa hari lagi?”
“Kalau bisa langsung dikirim sekarang, aku adalah pemilik baru Restoran milik Dewan Kota Milles itu,” sahut Alex tersenyum dan Dwarf wanita itu langsung terkejut, untung saja Jack tidak ada di sini. Kalau ia tahu Pria lusuh ini yang telah menggagalkan rencananya membeli Restoran itu maka ia mungkin akan memukul Alex, karena ia terkenal sangat arogan dan sering berurusan dengan Hukum. Namun, setiap kali ia bermasalah dengan Hukum maka kasus itu akan selesai keesokan harinya tanpa menjerat dirinya.
“Hmm, baiklah... tuan bisa pulang sekarang, karyawan kami akan mengirim semua pesanan Anda segera!” kata Dwarf wanita itu segera mengusir Alex agar tidak bertemu dengan Jack.
Alex segera pergi walaupun ia heran kenapa Dwarf wanita itu terlihat panik, padahal ia seharusnya bahagia karena berhasil melakukan transaksi bernilai Puluhan Emas.
Selanjutnya Alex memutuskan menuju Toko yang menjual bumbu dapur berkualitas tinggi karena pelanggan di wilayah barat adalah orang-orang Kaya yang sudah terbiasa memakan makanan enak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 217 Episodes
Comments
キャットマスター
keren sih alur cerita nya, beda sama novel novel yang pernah saya baca
"Terima kasih untuk authornya dan tetap semangat"
2024-10-19
3
🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ
duh komen apa ya... 😅
2024-05-22
5
Rhembezz
cepet banget cuman 3 jam udah bersih. yg pendekar kan cuman 1 orh
2024-02-28
1