"Sungguh laki-laki yang sangat naif, bagaimana bisa dulu aku sangat menginginkan laki-laki bodoh seperti ini" ucap putri Erika dengan dingin setelah mendapatkan laporan dari orang kepercayaannya mengenai apa saja yang telah dilakukan pangeran Jansen diruangan raja Rose tadi.
"Baiklah, karena yang dihadapi harus tetap dihadapi maka aku akan menyiapkan semuanya sebaik mungkin" ucap putri Erika sembari tersenyum licik lalu dia pun memerintahkan orang kepercayaannya untuk mencari penyihir istana kerajaan Rose, selain itu dia juga mengatakan kepada bawahannya untuk meminta penyihir tersebut membawa gulungan sihir sumpah, orang kepercayaan putri Erika tersebut pun pergi setelah lebih dahulu memberi salam kepadanya.
Tak berselang lama dari kepergian orang kepercayaannya tiba-tiba saja terdengar suara banyak langkah kaki yang mengarah ke tempat dimana dia sedang duduk menikmati teh dan juga cemilan.
"Erika aku datang sembari membawakan banyak hadiah untuk mu, aku harap kau akan menyukainya, selain itu bolehkah aku minta waktu mu sebentar karena aku rasa ada hal yang perlu kita bicarakan" ucap pangeran Jansen yang baru saja tiba dengan beberapa orang yang membawa semua hadiah yang akan diberikannya pada putri Erika.
Mendengar apa yang baru saja dikatakan pangeran Jansen, putri Erika pun hanya menatap ke arah pangeran Jansen sekilas "Terima kasih atas hadiahnya pangeran, kau dapat memerintahkan para bawahan mu untuk mengikuti dayangku, agar semua hadiah itu ditempatkan ditempat yang aku inginkan" ucap putri Erika yang membuat pangeran Jansen sangat heran karena biasanya putri Erika akan langsung membuka hadiah yang dia bawa sembari terus menerus memuji hadiah-hadiah pemberian darinya itu sembari diiringi dengan ucapan terima kasih untuk dirinya.
"Memang ada hal yang harus kita bicarakan pangeran, duduklah" ucap putri Erika kembali semberi memerintahkan dayangnya yang lain untuk mengambil alat minum lainnya untuk pangeran Jansen.
Pangeran Jansen pun duduk di kursi yang terletak dihadapan putri Erika "Erika aku ingin menjelaskan padamu tentang kejadian kemarin, kemarin..." belum sempat pangeran jansen melanjutkan perkataannya tiba-tiba saja putri Erika pun berkata "Pangeran aku rasa apa yang telah terjadi tidak usah dibicarakan lagi, sebab jika dibicarakan hanya akan membuatku merasa jika pangeran hanya ingin terlihat baik saja" kata-kata putri Erika tersebut berhasil membuat pangeran Jansen tidak dapat mengatakan apapun.
Melihat pangeran Jansen yang hanya terdiam, putri Erika pun tersenyum sinis "Lebih baik pangeran mengatakan hal yang benar-benar ingin pangeran katakan saja" ucap kembali putri Erika dengan ekspresi datarnya.
Pangeran Jansen pun berpikir jika putri Erika masihlah marah kepadanya maka dari itu putri Erika bersikap dingin padanya "Baiklah Erika, aku akan mengatakan hal yang sangat membahagiakan untuk kita berdua, pernikahan kita akan dilangsungkan lebih cepat yaitu dalam waktu sebulan lagi" ucap pangeran Jansen dengan ekspresi bahagianya.
"Kenapa harus dipercepat" ucap putri Erika dengan dingin sembari menatap ke arah pangeran Jansen, melihat reaksi dari putri Erika pangeran Jansen pun merasa bertemu dengan orang yang berbeda, sebab yang ada dibayangan pangeran Jansen ketika dia mengatakan kabar ini putri Erika akan sangat bahagia bahkan hingga berlari kearahnya dan memeluk dirinya, namun kenyataannya tak sesuai dengan apa yang dibayangkannya.
"Bukankah ini adalah hal yang kau inginkan Erika? Apakah kau tak mau melangsungkan pernikahan denganku lagi karena kejadian kemarin?" ucap pangeran Jansen dengan tatapan yang rumit ke arah putri Erika.
Putri Erika pun sama sekali tak mengubah ekspresi datarnya "Iya pangeran benar dulu aku memang sangat berharap jika pernikahan kita dipercepat namun untuk saat ini aku rasa lebih baik kita menikah sesuai dengan tanggal yang sudah ditetapkan saja" ucap putri Erika sembari meminum tehnya dengan anggun.
Mendengar jawaban Erika membuat pangeran Jansen pun menjadi frustasi sebab pangeran Jansen tak pernah mengira jika putri Erika dapat berubah drastis seperti ini, pangeran pun meminum dua gelas teh dengan seketika untuk sedikit meredakan rasa frustasinya melihat apa yang baru saja dilakukan pangeran Jansen putri Erika pun menggelengkan kepalanya kecil sembari tersenyum remeh "Benar-benar tidak mencerminkam seorang pangeran" ucap putri Erika di dalam hatinya.
"Pangeran jika ingin pernikahan kita dipercepat boleh saja tapi aku ingin membuat beberapa perjanjian yang nantinya akan kita tulis di dalam gulungan sihir sumpah dan juga di dalam sebuah dokumen resmi, bagaimana apakah pangeran bersedia" ucap putri Erika dengan terus terang sembari tersenyum seadanya pada pangeran Jansen.
Mendengar apa yang dikatakan oleh putri Erika pangeran Jansen pun merasa senang karena putri Erika telah setuju untuk mempercepat pernikahan mereka dan hal itu merupakan hal yang sangat menguntungkan baginya, ada pun mengenai syarat yang nantinya akan di tulis di dalam gulungan sihir sumpah dan juga di dalam dokumen resmi selama tidak merugikan dirinya sendiri pangeran Jansen pun akan menyetujuinya.
"Baiklah kalau begitu, aku akan menyetujui apapun persyaratan darimu nantinya" ucap pangeran Jansen sembari tersenyum senang ke arah putri Erika.
Mendengar pangeran Jansen yang menyetujui permintaannya putri Erika pun merasa senang "Kalau begitu mohon pangeran untuk bersabar sebentar karena bawahanku akan memanggil penyihir yang akan menjadi saksi atas perjanjian yang akan kita lakukan nantinya" ucap putri Erika sembari tersenyum palsu kearah pangeran Jansen.
Melihat Erika yang mulai tersenyum kepadanya membuat pangeran Jansen pun besar kepala "Ternyata dia memang masih mencintaiku, buktinya saja ketika aku menyetujui apa yang diinginkannya dia pun langsung bersikap seperti semula, benar-benar sangat mudah di bujuk" ucap pangeran Jansen di dalam hatinya sembari menikmati teh juga cemilan yang ada di atas mejanya.
Tak berselang lama bawahan putri Erika pun datang dengan seorang penyihir dari kerajaan Rose, mereka berdua pun memberi hormat kepada putri Erika dan pangeran Jansen "Tuan, tolong siapkan segala sesuatu yang akan kami perlukan untuk melakukam sumpah dengan gulungan sihir" ucap putri Erika dengan segera.
Mendengar apa yang dikatakan putri Erika penyihir itu pun dengan segera menyiapkan semuanya lalu dia pun meminta putri Erika untuk mengatakan apa saja isi sumpah yang akan di tulis di dalamnya "Pertama posisiku sebagai istri sah tidak dapat digantikan meskipun aku telah mati, kedua yang berhak menjadi pewaris di keluarga kita kelak hanyalah anak yang berasal langsung dariku baik itu perempuan sekalipun, ketiga semua urusan di dalam kediaman hanya akan di atur olehku seorang meskipun akan ada banyak selir dikediaman kita kelak, selain menulis di dalam gulungan sihir sumpah pangeran juga jangan lupa jika harus membuat semuanya dalam dokumen resmi nantinya" ucap putri Erika dengan begitu tegas.
Mendengar persyaratan dari putri Erika pangeran Jansen pun dengan cepat segera menyetujuinya, sebab tak ada sama sekali hal yang merugikan untuknya bahkan dia pun dibolehkam untuk memiliki banyak selir disampingnya dan hal itu merupakan hal yang sangat bagus untuknya "Aku akan menyetujui semua persyaratanmu itu" ucap pangeran Jansen tanpa perlu berfikir terlalu lama, lalu keduanya pun meneteskan darah di atas gulungan sihir sumpah itu, lalu dengan segera gulungan sihir itu pun terbakar dan menghilang hal itu terjadi karena sumpah yang telah mereka lakukan akan mengikat dengan kuat di dalam tubuh melalui kekuatan sihir dan bagi siapapun yang melanggarnya hanya akan berakhir dengan kematian yang mengenaskan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Maria Lina
yh cerita erika allana donk thor malas cerita erikanya hmm
2023-09-18
0
Frando Kanan
next Thor 😏😈
2023-09-18
0