Kencan

"Hoammm, aku harus segera bersiap-siap" ucap Allena sembari membuka matanya perlahan dan berusaha bangkit dari tidurnya.

"Tok...Tok...Tok..." Bunyi pintu yang di ketuk dan tak berselang lama masuklah Ara juga Asa sembari membawa air untuk mencuci muka dan juga membawa sarapan untuk Allena.

"Adik, mari cuci muka lebih dahulu, setelah itu makanlah makanan ini, jika telah selesai kami akan membantu adik untuk bersiap-siap" ucap Asa sembari membawa baskom yang berisi air untuk mencuci muka ke arah Allena, melihat hal itu Allena pun dengan segera membasuh mukanya dan setelah selesai Asa pun kembali memberikan kain yang khusus digunakan untuk mengeringkan wajahnya.

Ara pun dengan segera membawa makanan yang akan dimakan oleh Allena, Allena pun dengan segera menikmati makanan itu, sembari Allena makan, Ara juga Asa pun menyiapkan perlengkapan mandi untuk Allena, mereka juga menyiapkan berbagai alat yang dapat digunakan sebagai riasan.

"Kak aku sudah selesai makan" ucap Allena yang kemudian langsung menuju ke ruangan yang khusus digunakan untuk mandi, sedangkan Ara pun membereskan alat makan yang digunakan Allena, Asa sendiri membantu Allena untuk membersihkan diri, tak berselang lama Allena pun telah selesai membersihkan diri dan kini tengah memakai pakaian yang dipilihnya kemarin.

Ara serta Asa pun membantu Allena dengan begitu sangat teliti hingga tak perlu waktu yang lama kini Allena pun telah selesai bersiap "Wah, aku benar-benar bagus dalam memilih pakaian, lihatlah pakaian ini seperti pakaian yang memang khusus disiapkan untukku" ucap Allena sembari memuji penampilannya saat itu.

"Wah, ratu terlihat sangat anggun dan cantik" ucap Ara dan juga Asa di dalam hati mereka masing-masing dan masih tetap menatap fokus ke arah Allena karena begitu terpesona oleh penampilan Allena.

Melihat Ara juga Asa yang bersikap demikian, Allena pun semakin bertambah puas dengan penampilannya saat itu "Kalau seperti ini, aku sangat yakin jika kencan ku haru ini akan berjalan sangat sukses" ucap Allena di dalam hatinya sembari tersenyum senang.

"Kak, kalau begitu aku pergi dulu ya" ucap Allena yang dengan segera membuka pintu kamarnya dan berjalan menuju kereta kuda yang telah di siapkan untuknya, sepanjang jalan para pekerja dan pelayan yang ada di mansion itu tak henti-hentinya menatap ke arah Allena karena mereka belum pernah melihat orang yang sangat cantik juga elegan seperti Allena.

Sedangkan di tempat lain yaitu tempat dimana Allena akan makan bersama seorang laki-laki, kini sedang terlihat seorang laki-laki yang sangat tampan tengah duduk di depan sebuah restoran hingga membuat semua mata pun tertuju ke arah laki-laki tersebut "Kenapa aku ada di tempat seperti ini, sepertinya ada yang salah dengan ku hari ini, bukankah aku sama sekali tak ingin makan bersama wanita itu" ucap laki-laki tersebut di dalam hatinya namun tubuhnya dengan sabar menunggu ke datangan Allena tanpa mau bergerak sedikit pun, bahkan untuk kedatangannya hari ini laki-laki itu pun telah mempersiapkan semuanya dengan hati-hati.

"Ah, akhirnya sampai juga" ucap Allena yang baru saja turun dari kereta kudanya lalu dengan segera berjalan ke tempat dimana dia akan makan bersama laki-laki pujaan hatinya, sesampainya di sana dia pun terpaku beberapa saat "Tampan sekali" ucap Allena di dalam hatinya yang kemudiam dengan segera berjalan lebih cepat ke arah laki-laki tersebut.

"Hai kakak tampan, maaf sudah membuat mu menunggu" ucap Allena dengan ramah sembari tersenyum senang.

Laki-laki itu pun menoleh ke arah sumber suara yang tidak asing baginya seketika laki-laki tampan itu pun terpesona melihat Allena "Kecantikan yang sangat luar biasa" ucap laki-laki tersebut di dalam hatinya, bahkan matanya pun masih terus tertuju pada Allena.

Allena yang mendapatkan tatapan seperti itu dari laki-laki yang di sukainya tentu saja membuatnya merasa sangat senang namun dia tak menunjukkannya secara langsung "Kakak tampan ayo kita segera memesan makanan, aku sudah mulai lapar" ucap Allena yang memang telah merasa lapar sebab memang sudah saatnya untuk makan siang.

"Daniel, panggil saja aku daniel" ucap laki-laki tampan tersebut sembari berjalan masuk ke dalam rumah makan tersebut, namun karena dia tidak melihat adanya pergerakan dari Allena, laki-laki tersebut pun kembali ke tempat dimana Allena berada lalu menggenggam tangannya dan membawa Allena masuk ke dalam restoran tersebut dan menuju ke ruangan khusus yang telah di pesan oleh laki-laki tersebut.

"Nama yang bagus" ucap Allena di dalam hatinya, karena dia tak menyangka akan dapat mengetahui nama laki-laki pujaan hatinya tersebut, belum juga Allena sadar dari perihal nama kini Allena pun di kejutkan lagi dengan tangannya yang di genggam oleh laki-laki pujaan hatinya itu "Sial, ini benar-benar kencan yang mendebarkan" ucap Allena kembali di dalam hatinya karena dia sama sekali belum pernah merasakan kencan seperti yang dialaminya saat ini.

"Kak Daniel" ucap Allena ketika mereka berdua telah sampai diruangan yang telah di pesan oleh Daniel "Kakak ingin pesan makanan apa?" ucap Allena kembali.

Daniel yang mendengar pertanyaan dari Allena pun dengan segera menjawab "Aku telah memesan semua makanan terenak di tempat ini, apakah nona Allena ingin memakan sesuatu yang khusus" ucap Daniel sembari menatap ke arah Allena.

"Tidak kak, tidak, aku kira kakak belum memesan makanan apapun makanya aku bertanya demikian, o iya kak jangan panggil aku nona, cukup panggil aku Allena atau kalau kakak mau kakak dapat memanggil aku adik" ucap Allena dengan senyum manisnya sembari menatap ke arah Daniel.

Daniel yang melihat Allena tersenyum semanis itu pun dengan segera merasakan debaran di dadanya "Deg...Deg...Deg...", "Sial dia manis sekali" ucap Daniel di dalam hatinya sembari menatap ke arah Allena "Baiklah kalau begitu, aku akan memanggil nama mu saja Allena" ucap Daniel yang membuat Allena pun merasa puas.

"Nah kalau begitu, mari kak kita habiskan kencan kita hari ini dengan sangat menyenangkan" ucap Allena sembari mulai memakan makanan yang baru saja siap di hidangkan.

Sedangkan Daniel sendiri merasa bingung karena tak pernah mendengar kata yang baru saja di ucapkan Allena "Kencan? Apa itu kencan?" ucap Daniel di dalam hatinya, meskipun dia sangat penasaran dengan arti kata kencan namun dia sama sekali tak ingin menanyakannya pada Allena karena dia tak ingin di anggap aneh oleh Allena karena tak mengetahui arti kata kencan.

"Kak ayo makan, coba yang ini benar-benar enak sekali" ucap Allena sembari meletakkan ikan itu di atas nasi Daniel dan Daniel pun dengan segera memakannya.

Terpopuler

Comments

Frando Kanan

Frando Kanan

next Thor 😃

2023-09-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!