Sangat Serasi

"Aduh kakak-kakak, kenapa kalian malah berlutut aku kan hanya meminta kalian membawakan makanan untukku saja" ucap Allena yang heran dengan sikap kedua orang yang kini tengah berlutut kepadanya dengan wajah takut itu.

Mendengar perkataan Allena, mereka berdua pun malah semakin menjadi panik "Maafkan kesalahan kami ratu, kami siap menerima hukuman dari ratu" ucap mereka berdua secara bersamaan bahkan mata mereka pun kini mulai memerah.

"Apa yang mereka berdua katakan? Bukankah aku hanya meminta mereka mengambilkan makanan saja lalu kenapa sekarang mereka malah meminta hukuman, ini benar-benar sangat konyol" ucap Allena di dalam hatinya sembari memijit pelan kepalanya karena pusing melihat tingkah laku dua orang yang ada di hadapannya itu.

"Kak bangunlah, aku sama sekali tidak berniat untuk memberikan hukuman pada kalian berdua, aku hanya minta kalian untuk segera menyiapkan makananku saja, jika kalian tidak bersedia maka biar aku siapkan sendiri saja" ucap Allena dengan berterus rerang karena dia sudah sangat kelaparan dan tak ingin lagi melihat drama-drama lainnya.

Mendengar apa yang baru saja dikatakan ratu mereka, mereka berdua pun dengan segera bangkit "Baik ratu kami akan segera menyiapkan apa yang ratu inginkan" ucap keduanya secara bersamaan dan kemudian mereka berdua pun segera menuju ke dapur.

Di tempat lain tepatnya di kerajaan Rose, Erika Thomson yang merupakan putri pertama kerajaan Rose pun tengah mendapatkan pelatihan dari gurunya yang merupakan salah satu tetua dari akademi Red, dimana tetua tersebut di percayakan untuk membantu putri Erika meningkatkan kekuatannya, karena pertandingan antar benua sudah semakin dekat.

"Ah, akhirnya latihan hari ini selesai juga" ucap putri Erika setelah sampai di kamarnya dan berbaring di tempat tidurnya, setelah beberapa saat dia pun kembali teringat jika besok dia akan bertemu dengan tunangannya di salah satu rumah makan dan mereka berdua berencana untuk menghabiskan waktu bersama agar dapat lebih mengenal antara satu sama lain.

"Ting...Ting...ting..."

Bunyi Lonceng yang digunakan putri Erika untuk memanggil para dayangnya, tak berselang lama para dayangnya pun datang dan memberi hormat kepada putri Erika "Kami memberi hormat kepada putri" ucap mereka secara bersama-sama.

"Siapkan pakaian terbaik untukku besok, aku akan pergi bersama dengan tunanganku, jangan sampai ada kesalahan jika sampai itu terjadi maka kalian harus siap dengan semua resikonya" ucap putri Erika dengan tatapan yang sangat tajam dan mereka yang melihat pun merasa sangat ketakutan.

"Ba-Baik putri kami akan segera menyiapkan segala yang putri perlukan untuk pergi bersama tunangan putri besok" ucap salah seorang dayang tersebut yang merupakan kepala dayang milik putri Erika.

"Kalau begitu kalian keluarlah aku ingin istirahat, selain itu jangan bangunkan aku jika tidak ada hal yang penting, oh ya satu lagi kalian sudah harus mendandani ku pagi-pagi sekali karena tunangan ku akan datang lebih cepat untuk menjemputku" ucap Allena sembari kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya.

"Baik putri kami akan mengingatnya" ucap para dayang tersebut yang kemudian langsung meninggalkan kamar putri Erika itu, setelah para dayangnya pergi putri Erika pun dengan segera memejamkan matanya.

Keesokkan harinya, pagi-pagi sekali kamar putri Erika sudah di penuhi banyak dayang yang mulai menyiapkan semua keperluan putri Erika.

"Kakak, kenapa pagi-pagi begini sudah bersiap-siap" ucap putri Dyra Thomson yang merupakan putri ketiga kerajaan Rose dan sekaligus adik kandung putri Erika.

Melihat adiknya yang datang putri Erika pun hanya meliriknya sekilas "Aku akan keluar bersama pangeran Jansen, sebentar lagi dia akan datang menjemputku" ucap putri Erika sembari memperhatikan semua yang dikenakannya saat itu.

"Sempurna" ucap putri Erika yang terlihat sangat puas dengan apa yang dia gunakan saat itu, para dayang yang mendengar perkataan putri Erika pun merasa sangat bersyukur di dalam hati mereka masing-masing karena jika putri mereka itu tidak puas dengan pekerjaan yang mereka lakukan sudah pasti mereka akan dimarahi bahkan bisa jadi mereka juga akan mendapatkan hukuman.

"Tok...Tok...Tok..."

Bunyi suara pintu yang diketuk, dengan cepat salah satu dayang menuju ke arah sumber suara dan segera membuka pintu itu "Mohon maaf mengganggu tuan putri, tunangan tuan putri yaitu pangeran Jansen telah berada di bawah dan sedang menunggu kedatang tuan putri" ucap seorang laki-laki yang merupakan kepala pelayan istana Rose.

Putri Erika pun tersenyum senang mendengar apa yang baru saja di katakan kepala pelayan itu "Baiklah aku akan segera menemui pangeran" ucap putri Erika sembari mengambil tas yang akan dibawanya.

"Adik, aku akan pergi bersama pangeran, nanti aku akan membawakan mu makanan" ucap putri Erika kepada adiknya putri Dyra.

Putri Dyra pun tersenyum senang "Terima kasih kak, aku akan menunggu makanan enaknya" ucap putri Dyra yang kemudian kembali ke kamarnya.

Setelah beberapa saat putri Erika pun sampai ke sebuah ruangan yang di dalamnya ada pangeran Jansen yang tengah menikmati teh "Pangeran mohon maaf karena telah membuat pangeran menunggu terlalu lama" ucap putri Erika dengan suara lembutnya.

Mendengar perkataan tersebut pangeran Jansen pun menatap ke arah putri Erika tanpa berkedip sama sekali "Sial dia sangat cantik hari ini, selain itu dia juga terlihat sangat menggoda, aku benar-benar tak sabar untuk memakannya" ucap pangeran Jansen di dalam hatinya sembari tersenyum licik.

Putri Erika yang mendapat tatapan seperti itu dari tunangannya merasa malu sehingga dia pun denga suara yang malu-malu berkata "Pangeran apakah ada yang aneh dengan penampilan ku, sehingga kau menatap lekat ke arahku seperti itu".

"Tidak, tidak ada yang aneh malahan kamu terlihat begitu cantik" ucap pangeran Jansen yang baru saja tersadar dari lamunannya dan dengan segera memberikan sanjungan kepada tunangannya itu.

"Kenapa masih memanggil ku pangeran, panggil saja aku sayang bukankah kita berdua sudah bertunangan selain itu kita pun akan segera menikah" ucap pangeran Jansen dengan lembut sembari berjalan ke arah putri Erika dan memegang pundak putri Erika dengan pelan.

Mendapat perlakuan seperti itu putri Erika pun semakin salah tingkah dan tak tau harus berbuat apa "Kalau begitu aku akan mengikuti apa yang pangeran katakan" ucap putri Erika dengan wajah memerah sembari menatap ke arah yang lain.

Melihat sikap putri Erika yang malu-malu seperti itu membuat pangeran Jansen pun semakin berani "Panggil aku sayang oke" ucapnya sembari merangkul pinggang putri Erika dan dengan segera membawanya ke kereta kuda miliknya.

Para dayang dan juga pelayan yang melihat kepergian putri Erika dengan tunangannya pangeran Jansen pun saling berkata jika mereka berdua itu adalah pasangan yang sangat serasi.

Terpopuler

Comments

Frando Kanan

Frando Kanan

next Thor 😈

2023-09-11

0

Frando Kanan

Frando Kanan

hmph 😏..... pasangan yg cocok....lbh tptny pasangan idiot

2023-09-11

0

Maria Lina

Maria Lina

yh thor kenapa bkn cerita allana thor hadeh.dan lgi klo bisa tiap hari up ya thor plis

2023-09-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!