"Kalau begitu aku akan menerimanya kek, terima kasih" ucap Allena sembari menundukkan kepalanya dan mengambil pin hitam yang diberikan kepadanya tadi.
Pak tua yang melihat hal itu pun merasa sangat senang sebab dia berhasil mengajak Allena untuk masuk ke perguruannya "Syukurlah dia menerimanya, padahal aku sempat khawatir karena mengira dia akan menolaknya, aku benar-benar beruntung" batin pak tua tersebut sembari menatap lembut ke arah Allena.
"Wah pin ini bagus juga, selain itu aku tak pernah menyangka jika akan dapat menjadi murid utama dari akademi Black, bukankah akademi itu berada di urutan pertama selain itu aku juga tak akan pernah menyaka jika akan berhasil menemukan cara untuk dapat berpartisipasi dalam perlombaan seluruh benua itu, ini benar-benar luar biasa" batin Allena dengan ekspresi bahagianya.
"Nona Allena, saya juga berharap semoga nona dapat ikut serta dalam perlombaan antar benua yang akan di adakan kurang lebih enam bulan lagi, akademi Black akan menyiapkan satu tempat untuk nona yang merupakan salah satu murid utama kami, selain itu jika nona ingin mengujungi akademi Black nona hanya perlu menunjukkan pin itu kepada para penjaga pintu saja, maka mereka akan membawa nona ke tempat tinggal nona di akademi Black yang nantinya akan disiapkan khusus untuk nona sebagai salah satu murid utama" jelas pak tua itu.
"Terima kasih atas kesempatan yang sangat luar biasa ini kek, aku pasti akan ikut serta dalam perlombaan tersebut" ucap Allena dengan penuh binar.
Setelah beberapa saat berbicara, Allena pun meminta izin kepada pak tua itu untuk segera pergi, sebab dia tidak ingin membuat Ara dan Asa samakin khawatir.
Beberapa jam pun telah berlalu, saat ini Allena sudah berada di pasar kembali, kini Allena pun sedang berusaha mencari keberadaan Ara juga Asa "Aduh, bagaimana cara menemukan mereka di tempat seramai ini" ucap Allena sembari menarik napasnya dengan berat dan menelusuri pasar tersebut dengan seksama.
Cukup lama Allena berkeliling hingga dia pun melihat kereta kuda yang tadi membawa dirinya juga yang lainnya ke pasar "Ah, untung saja akhirnya aku menemukan kereta kuda ini, jujur saja aku sudah benar-benar lelah" ucap Allena yang dengan segera masuk ke dalam kereta kuda tersebut dan tak lama setelah itu Allena pun tertidur dengan pulas di dalam kereta itu.
Sedangkan di tempat lain, Ara, Asa dan juga pak kusir mencari Allena dengan perasaan yang tak dapat di gambarkan, sebab jika terjadi sesuatu pada Allena maka mereka bertigalah yang harus bertanggung jawab, selain itu mereka juga pasti akan menerima hukuman yang sangat mengerikan, memikirkan hal itu saja membuat mereka bertiga menghela napas dengan begitu kuat.
"Sepertinya nona Allena sudah tak berada di pasar ini lagi, bagaimana jika kita segera kembali ke mansion dan melaporkan hal ini kepada kepala pelayan mansion" ucap pak kusir tersebut dengan sangat putus asa, sebab dengan melaporkan hal tersebut sama saja dengan membuat dirinya berada dalam masalah yang besar namun setidaknya Allena dapat di temukan dan hal itu lebih baik menurutnya dari pada mereka tak menemukan Allena sama sekali.
Mendengar yang dikatakn pak kusir itu Asa dan Ara pun saling menatap satu sama lain dan akhirnya mereka berdua pun menganggukkan kepala mereka sebagai tanda setuju dengan apa yang dikatakan pak kusir tersebut "Apa yang bapak katakan benar, lebih baik kita segera kembali ke mansion dan membawa lebih banyak orang untuk mencari adikku dengan begitu mungkin saja adikku akan lebih cepat ditemukan" ucap Asa sembari berjalan ke arah kereta kuda mereka yang juga diikuti oleh Ara dan pak kusir.
"Allena" ucap Asa yang baru saja tiba di depan kereta kuda sembari membuka pintu kereta kudanya.
Ara dan pak kusir pun dengan segera menatap ke arah dimana tatapan Asa tertuju, mereka bertiga pun tersenyum lega ketika melihat Allena telah berada di dalam kursi kuda tersebut sembari tertidur lelap, setelah itu mereka pun memutuskan untuk segera kembali ke mansion.
"Huahhhh" ucap Allena yang baru saja bangun dari tidur nyenyaknya, dia pun dengan segera menatap sekelilingnya dengan wajah heran sembari mengingat-ngingat apa yang terjadi sebelumnya "Kenapa aķu bisa ada di kamar ini, bukankah terakhir kali aku duduk di dalam kereta kuda" ucap Allena.
"Selamat pagi adik" ucap Ara dan Asa secara bersamaan yang baru saja masuk ke kamar Allena, melihat kedatangan kedua kakaknya itu Allena pun dengan segera tersenyum "Selamat pagi juga kakak-kakakku" ucapnya dengan begitu bahagia.
Melihat Allena yang tersenyum dengan begitu bahagia mereka berdua pun ikut tersenyum dengan begitu hangat "Adik ayo kita segera bersiap-siap" ucap Ara yang kemudian membawa Allena untuk membersihkan diri sedangkan Asa segera merapikan tempat tidur Allena sembari menyiapkan baju beserta keperluan-keperluan lainnya.
Setelah beberapa saat, Allena pun telah selesai bersiap-siap dan kini dia pun tengah berada di dalam perjalanan menuju ke istana tempat di mana keluarga Thomson yang merupakan mantan keluarga Allena sebelumnya tinggal, Allena datang memenuhi undangan sebagai perwakilan kerajaan Light dalam acara lamaran Erika Thomsom putri pertama kerajaan Rose yang merupakan mantan kakak pertama Allena dengan Jansen Addams yang merupakan pangeran kedua kerajaan Lion sekaligus mantan tunangan pertama Allena sendiri, sedangkan pernikahan keduanya akan di adakan sebulan setelah perlombaan antar benua diadakan.
"Akhirnya aku kembali juga ke tempat ini, tempat dimana aku merasakan dan menerima begitu banyak luka, aku yang sekarang akan membalas semua luka itu sedikit demi sedikit hingga membuat kalian semua merasakan bagaimana sakitnya menjalani kehidapan ini" batin Allena sembari turun dari kereta kudanya karena telah sampai di istana kerajaan Rose.
Allena pun memasuki ruangan dimana pesta tersebut diadakan dengan ekspresi yang begitu dingin, namun karena parasnya yang begitu cantik dan juga penampilannya yang sangat memukau membuat siapa saja yang melihatnya terpesona hingga tak dapat mengalihkan pandangannya.
"Saya Allena Robert mewakili kerajaan Light memberi salam kepada raja dan juga ratu kerajaan Rose, semoga raja dan juga ratu selalu diberkati" ucap Allena dengan begitu lembut hingga membuat siapa saja yang mendengar suaranya merasakan ketenangan.
Setelah memberi salam Allena pun memberikan hadiah yang telah disiapkan oleh Joe yaitu sebuah alat sihir pengekang mana yang hanya ada lima buah saja di seluruh benua, raja dan ratu pun merasa sangat senang menerima hadiah tersebut.
Sedangkan tamu undangan yang lainnya merasa sangat iri kepada raja dan ratu kerajaan Light karena telah mendapatkan hadiah yang sangat begitu langka, selain itu kegunaan alat tersebut pun sangatlah luar biasa karena alat tersebut dapat mengekang mana para penyihir penyerang yang berada pada tingkatan penyihir kelas atas awal, sehingga hal ini sangat menguntungkan jika alat tersebut digunakan dalam sebuah pertempuran, selain itu alat sihir pengekang ini pun dapat digunakan selama tiga kali pemakaian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Maria Lina
nongol jga ya thor kira gk mau up lgi sbb lh brp bln lo gk up
2023-09-08
0
Frando Kanan
akhirny up jg lo Thor....kmna aja lo Thor???
2023-09-07
0