Ayo Pergi Bersama

"Ratu saya izin undur diri terlebih dahulu, karena sepertinya ratu akan segera menikmati cemilan anda" ucap Allena yang sudah tidak dapat menahan amarahnya lagi.

Ratu kerajaan Rose yang mendengar hal itu pun dengan segera menyetujui apa yang baru saja dikatakan Allena "Baiklah nona, aku harap kita dapat bertemu kembali dan mengobrol kembali jujur saja mengobrol dengan nona membuat aku merasa jauh lebih baik" ucap ratu kerajaan Rose tersebut.

Allena pun dengan segera bangkit dari duduknya dan setelah sampai di pintu Allena pun membalikkan badannya "Ratu aku harap ratu dan kerajaan ini akan kuat kita badai yang telah kalian buat datang menghantam" ucap Allena dengan ekspresi yang sulit di tebak.

Setelah mengucapkan hal itu Allena pun dengan segera meninggalkan ruangan istirahat itu, sedangkan ratu yang mendengar perkataan tersebut pun hanya bersikap datar seolah-olah tak pernah mendengar perkataan apa pun "Badai apa yang dapat menghantam kerajaan ini, sepertinya nona muda ini hanya asal bicara saja" ucap ratu dari kerajaan Rose tersebut di dalam hatinya.

Di tempat lain tepatnya di ruang penjamuan pesta lamaran, Allena pun kini tengah termenung dengan pikirinnya dimana saat ini dia semakin yakin terhadap rencananya untuk menggulingkan kerajaan Rose, awalnya dia ingin membebaskan ratu kerajaan Rose karena dia mengira jika ratu kerajaan Rose masih peduli terhadapnya tetapi ternyata semua pemikirannya salah.

"Nona apakah anda dapat menemani saya berbicara" tanya seorang laki-laki yang berhasil membuat Allena tersadar dari lamunannya.

Melihat yang berbicara padanya saat ini adalah pangeran kedua kerajaan Lion yaitu Jansen Addams yang juga merupakan mantan tunangan pertamanya Allena pun merasa sangat kesal dan dengan segera menghindar "Mohon maaf pangeran saya tidak dapat menemani pangeran berbicara sebab saya ingin menyapa kenalan saya" ucap Allena yang kebetulan saat itu melihat seorang laki-laki yang tidak asing baginya dan dia pun dengan segera melangkahkan kakinya ke tempat laki-laki itu tanpa memberikan kesempatan untuk pangeran Jansen berbicara lagi.

Tidak jauh dari tempat itu putri Erika yang merupakan calon istri pangeran Jansen pun terlihat sangat kesal melihat bagaimana calon suaminya dihari lamarannya dan di depan begitu banyaknya orang dengan terang-terangan mendekati wanita lain "Dasar ******, berani-beraninya dia menggoda suamiku" batin putri Erika sembari menatap lekat ke arah Allena yang pergi menjauh dari pangeran Jansen.

"Hai kakak tampan" ucap Allena dengan wajah senangnya sembari menatap seoarang laki-laki yang tengah duduk di kursi yang terletak di ujung ruangan itu dan tanpa menunggu jawaban dari laki-laki tersebut Allena pun langsung duduk di kursi yang letaknya berada di depan laki-laki tersebut.

Laki-laki itu pun hanya memandang sekilas ke arah Allena bahkan dia sama sekali tak menanggapi sapaan yang baru saja Allena lontarkan untuknya.

"Aduh, tampannya calon suamiku, tapi sayang cuek banget, untung aja aku udah suka kalau gak udah aku cuekin tu kayak si tunangannya kak Erika" batin Allena yang masih tetap menatap laki-laki tersebut dengan senyuman manisnya.

Sedangkan yang di tatap pun hanya menatap ke arah lain sembari menyembunyikan debaran di dalam dada, dari awal kedatangan Allena laki-laki ini sama sekali tak pernah melepaskan tatapannya dari Allena, karena dia tak pernah menyangka jika akan dapat bertemu lagi dengan wanita yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.

"Sial, kenapa aku bersikap sedingin ini, bagaimana jika dia menjauhi ku" batin laki-laki tersebut karena hati dan tindakannya yang tak sesuai sama sekali, selain itu dia juga tidak tau harus bersikap seperti apa karena ini baru pertama kalinya dia merasakan perasaan seperti itu.

Untuk Allena sendiri, laki-laki tersebut juga merupakan orang pertama yang dapat membuat dirinya langsung jatuh hati pada pandangan pertama meskipun ini bukan ke hidupan pertamanya, selain itu Allena juga banyak belajar dari kehidupan sebelumnya, dia tidak mau hanya menunggu laki-laki secara pasif sebab dikehidupan sebelumnya Allena beberapa kali telah di tikung oleh teman-temannya sendiri bahkan yang terakhir kali oleh sahabatnya yang merupakan orang kepercayaannya.

Karena hal itu lah Allena pun memutuskan untuk dikehidupannya kali ini, saat dia menyukai seseorang dia akan bersikap lebih aktif namun pada saat yang sama Allena juga akan memberikan batasan yang kuat, dimana dia tidak akan merebut pasangan orang lain dan dia juga tidak akan lagi bersikap aktif ketika laki-laki yang disukainya terlihat berduaan dengan wanita lain dan bersifat hangat pada wanita yang sedang bersamanya itu.

Untuk Allena sendiri menyukai seseorang itu merupakan hal yang wajar namun jangan sampai membuat dirinya sendiri terbodohi, untuk apa membuang-buang waktu menyukai orang yang tidak menyukai mu? Untuk apa membuang-buang waktu untuk orang yang hatinya bukan untuk mu? Bukankah itu konyol.

"Kakak tampan terima kasih karena sebelumnya kakak telah membelikan aku makanan yang sangat enak" ucap Allena dengan begitu tulus.

"Itu bukan masalah" jawab laki-laki tersebut dengan nada dinginnya sedangkan di dalam hati dia terus menerus mengutuk kebodohan dirinya sendiri.

Mendengar jawaban dingin dari laki-laki tersebut Allena pun tersenyum jahil "Kalau begitu, ayo kita pergi bersama ke rumah makan itu kak, kali ini aku yang akan membayar makanannya, aku tunggu lusa ya kak" ucap Allena tersenyum cerah yang kemudian dengan segera berlalu meninggalkan laki-laki tersebut tanpa memberikan kesempatan pada laki-laki tersebut mengucapkan satu patah kata pun.

Laki-laki tersebut pun terlihat kaget dengan apa yang baru saja dikatakan Allena namun belum sempat ia mengatakan sesuatu, dia malah telah di tinggal pergi oleh Allena "Siapa juga yang mau pegi makan dengan mu" ucap laki-laki tersebut yang kesal lalu kemudian pergi meninggalkan tempat itu.

Sepanjang perjalan kembali ke mansion Ara juga Asa saling bertukar pandang karena heran melihat Allena yang dari awal naik kereta kuda terus menerus termenung seperti memikirkan sesuatu "Apakah terjadi sesuatu pada ratu" ucap mereka di dalam hati masing-masing.

Sedangkan orang yang di pandang pun masih terus hanyut dengan pikirannya sendiri hingga dia tak sadar jika kereta kuda yang di naikinya telah sampai di mansion.

"Adik ayo turun, kita sudah sampai" ucap Ara sembari menyentuh lembut pundak Allena karena tak ingin membuat ratunya itu terkejut.

Mendengar kata-kata tersebut Allena pun dengan segera turun dari kereta kuda itu "Kakak-kakak ku sayang, aku akan segera pergi tidur, jadi kalian tidak perlu mengantar ku kembali ke kamar lagi" ucap Allena yang kemudian langsung berjalan meninggalkan Ara dan Asa yang masih mematung karena heran dengan perubahan sikap Allena sehingga membuat mereka berdua pun berpikir jika Allena telah mengalami hal yang berat sehingga mereka berdua pun semakin mencemaskannya.

Terpopuler

Comments

Frando Kanan

Frando Kanan

next Thor 😃

2023-09-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!