"Apakah yang kau katakan benar? Jika begini apa yang harus aku katakan pada pejabat tinggi kerajaan tersebut" ucap raja kerajaan Lion tersebut dengan suara yang semakin meninggi sembari memijat keningnya.
Semua yang ada di ruangan itu pun hanya diam tanpa berani berkata, sebab mereka juga tau hal besar apa yang akan terjadi nantinya, ketika semua orang masih disibukkan dengan pemikirannya masing-masing tiba-tiba masuklah sekelompok orang dengan dipenuhi begitu banyak senjata baik itu pedang maupun tongkat sihir sebagai tanda mereka siap untuk berperang.
"Raja, bagaimana bisa anak perempuanku mati seperti itu di dalam istana milikmu ini? Apakah selama ini jasaku juga jasa leluhurku tak cukup banyak pada kerajaan ini, hingga begitu teganya kalian membunuh dengan begitu keji salah satu garis keturunan keluarga kami" ucap seorang laki-laki tersebut sembari membawa pedang di tangannya, laki-laki tersebut merupakan salah satu komandan terkuat di kerjaan Lion yang berada di tingkat master.
Melihat begitu banyak orang yang datang, pangeran Jansen pun mulai ketakutan karena jika terbukti dia terlibat dengan kematian wanita muda yang merupakan anak bungsu dari komandan kerajaan tersebut sudah dapat dipastikan nyawanya pun akan ikut melayang, bahkan bisa dipastikan jika mayatnya akan dimakamkan bersama dengan wanita muda tersebut.
"Komandan Zack, aku tidak pernah mengira hal ini akan terjadi, jujur saja putrimu telah lebih dahulu mengalami pendarahan ketika sampai di kerajaan ini, bahkan aku telah memerintahkan penyihir terbaik di kerajaan ini untuk mengobati putrimu, namun mereka tak mampu melakukan apa-apa untuk menolongnya, selain itu mereka pun tak menemukan adanya kejanggalan terhadap peristiwa yang menimpa putrimu itu, jika kau tak percaya kau bisa memerintahkan salah satu bawahanmu untuk ikut memeriksa keadaan putrimu itu" ucap raja kerajaan Lion menjelaskan.
Komandan Zack pun dengan segera memerintahkam salah satu bawahannya yang merupakan penyihir penyembuh untuk memeriksa keadaan putrinya itu, dengan segera bawahannya itu pun di tuntun oleh penyihir istana ke tempat dimana jasad putri komandan Zack berada.
Setelah beberapa saat bawahan komandan Zack pun kembali, dia pun dengan segera melaporkan keadaan putri dari atasannya itu dengan cara berbisik di telinga komandan Zack, mendengar apa yang dibisikkan bawahannya itu, aura komandan Zack pun berubah sangat cepat hingga membuat raja kerajaan Lion beserta yang lain pun menerka-nerka apa yang telah ditemukan bawahan komandan Zack tersebut.
"Bawa kembali jasad putriku" ucapnya kepada beberapa bawahannya, "Raja kali ini aku akan menunda sementara waktu mengenai kasus putriku ini, karena ada beberapa hal yang harus aku pastikan dan nantinya itu akan menjadi bukti yang kuat untuk menjatuhkan pelaku dibalik kejadian ini, jika nanti bukti itu telah kuat mohon raja untuk tidak melindungi siapapun pelakunya bahkan jika itu putra raja sendiri yang merupakan pangeran dari kerajaan ini" ucap komandan Zack kembali dengan penuh penekanan sembari melirik ke arah pangeran Jansen yang kebetulan saat itu mata mereka pun sempat bertemu beberapa saat.
Pangeran Jansen pun menelan ludahnya dengan begitu susah, karena dia tak pernah menyangka akan mendapatkan tatapan mematikan seperti itu dari seorang komandan yang selama ini bersikap netral dalam pemilihan putra mahkota yang akan diadakan beberapa bulan setelah turnamen antar benua selesai diadakan.
"Baiklah aku berjanji kepadamu komandan Zack, jika bukti yang kau kumpulkan telah lengkap aku akan memberikan kebebasan untuk mu melakukan apapun yang kau mau sebagai bentuk pembalasan atas kematian putrimu yang malang itu, meskipun jika pelakunya adalah putra kandungku sendiri yang merupakan pangeran dikerajaan ini" ucap raja kerajaan Lion tersebut dengan penuh keyakinan.
Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh raja dikerajaannya, komandan Zack pun merasa sangat puas lalu dengan segera dia membawa para bawahannya juga jasad putrinya pergi meninggalkan ruangan itu, sedangkan disisi lain pangeran Jansen pun mulai merasa sangat khawatir apakah komandan Zack dapat mengetahui apa yang telah dilakukannya pada putrinya itu atau tidak.
"Anakku, untuk saat ini aku tidak akan memberikan hukuman apapun padamu, namun jika nantinya kau terbukti bersalah atas kasus ini maka aku pun tak akan dapat melindungi dirimu" ucap raja kerajaan Lion tersebut kepada pangeran Jansen dengan penuh ketegasan.
Pangeran Jansen pun dengan seketika memberi hormat sebagai bentuk ungkapan terima kasih "Ayahanda, terima kasih atas kemurahan hati ayahanda" ucap pengeran Jansen yang kemudian di perintahkan oleh ayahandanya yaitu raja kerajaan Lion untuk kembali ke kamarnya, pangeran Jansen pun dengan segera menuruti apa yang dikatakan ayahandanya itu sembari terlebih dahulu memberikan hormat pada ayahandanya itu, bahkan kepergiannya ke kamar pun di antar oleh dua orang pengawal kepercayaan ayahandanya.
"Aku menghadap pangeran pertama" ucap komandan Zack yang saat ini sedang bertemu dengan pangeran pertama kerajaan Lion setelah lebih dahulu meminta izin kepada orang kepercayaan pangeran pertama.
"Tidak usah terlalu formal komandan, ngomong-ngomong apa yang menyebabkan komandan yang sangat sulit ditemui ini tiba-tiba meminta untuk bertemu denganku?" ucap pangeran pertama kerajaan Lion tersebut sembari menatap ke arah komandan Zack.
"Pangeran, maafkan aku karena telah mengganggu waktu berharga pangeran, aku menemui pangeran kali ini untuk meminta tolong satu hal, selain itu jika pangeran dapat menolongku, aku berjanji akan membantu pangeran untuk naik menjadi putra mahkota dengan segala kekuatan yang aku punya" ucap komandan Zack dengan penuh kesungguhan disetiap ucapan maupun kata-katanya.
Mendengar apa yang dikatakan komandan Zack pangeran pertama pun mengernyitkan keningnya "Tolong katakan lebih dahulu mengenai hal yang harus aku lakukan untukmu, jika aku dapat melakukannya maka aku pasti akan membantumu" ucap pangeran pertama sembari meminum teh yang telah disediakan dihadapan mereka.
"Pangeran, aku memohon kepada pangeran untuk memeriksa lebih lanjut mengenai kasus kematian putriku, sebab berdasarkan hasil pemeriksaan penyihir yang merupakan bawahanku ada faktor lain yang menyebabkan putriku mati bukan hanya sekedar pendarahan biasa seperti yang terlihat oleh penyihir kerajaan ataupun penyihir biasa lainnya, bawahanku yakin jika ada semacam ramuan terlarang yang menjadi penyebab putriku mengalami pendarahan hebat namun sayangnya bawahanku tak dapat memeriksa lebih lanjut disebabkan pengetahuannya yang kurang, selain itu dia dapat menyimpulkan hal tersebut karena beberapa tahun yang lalu dia pernah menemukan kasus yang sama dengan apa yang dialami putriku dan saat itu yang dapat menemukan keanehan tersebut adalah salah satu penyihir bawahan dari pangeran pertama" ucap komandan Zack menjelaskan.
Mendengar penjelasan komandan Zack, pangeran pertama pun menganggukkan kepalanya sembari teringat tentang apa yang sempat diceritakan Allena kepadanya namun dia tak menyangka jika wanita muda yang disebutkan oleh Allena ternyata merupakan putri bungsu dari komandan yang merupakan salah satu pejabat tinggi di kerajaannya.
"Baiklah aku akan membantumu menyelasaikan permasalahan putrimu, adapun mengenai lama waktunya aku tidak dapat menentukannya, dan mengenai janjimu aku hanya akan menanti buktinya saja" ucap pangeran pertama sembari kembali meminum tehnya, setelah itu mereka berdua pun berbicara beberapa saat hingga akhirnya komandan Zack pun memutuskan kembali ke kediamannya dan menyerahkan jasad putrinya kepada orang kepercayaan pangeran pertama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Frando Kanan
next Thor 😃.
2023-09-17
0