"Bunda, aku ingin memutuskan ikatan pertunanganku dengan pangeran Jansen" ucap putri Erika yang kini tengah berada di ruang santai sembari menikmati teh bersama ibunda juga adik kandungnya putri Dyra Thomso.
Mendengar apa yang dikatakan putrinya, ratu kerajaan Rose pun mengernyitkan keningnya "Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba kau ingin membatalkan pertunanganmu? Bukankah kau tau betapa banyak hal yang harus ibunda lakukan untuk dapat membuatmu bertunangan dengan pangeran Jansen menggantikan anak sialan itu" ucap ratu kerajaan Rose itu sembari mengingat kembali hal-hal yang dia lakukan untuk membuat pertunangan antara Allena dan pangeran Jansen dibatalkan, selain itu dia pun melakukan beberapa trik untuk membuat pangeran Jansen memilih anaknya itu sebagi calon tunangannya.
"Aku tau betul apa saja yang telah ibunda lakukan untukku, namun ibunda, pangeran Jansen diam-diam telah meniduri seorang wanita bahkan kini wanita itu tengah mengandung darah dagingnya" ucap putri Erika sembari mengingat hal yang sempat dia alami tadi.
Mendengar apa yang baru saja dikatakan anak pertamanya itu ratu kerajaan Rose pun mengelus lembut tangan putri pertamanya "Anakku, asal kau tau istri ayahandamu bukan hanya ibunda seorang, lantas apakah ibunda memutuskan untuk bercerai? Tentu saja tidak, asal kamu tau nak, selama kamu menjadi istri sah dari pangeran Jansen, kamu dapat melakukan banyak trik untuk menyingkirkan hal-hal yang dapat menjadi penghalang untukmu maupun untuk anakmu kelak, sama seperti yang ibunda lakukan" ucap ratu kerajaan Rose dengan menatap lembut putrinya.
"Nak, kau sendiri tau, saat ini sangat sulit untuk menemukan laki-laki yang hanya memiliki satu wanita saja disisinya, selama kamu menjadi istri sahnya, mau seberapa banyak pun wanita yang akan ada disisinya tidak akan mampu menggeser kedudukanmu selama kau pandai menggunakan kekuatanmu" ucap kembali ratu kerajaan Rose tersebut.
Putri Erika pun dengan seksama memikirkan apa yang dikatakan ibundanya itu, secara garis besar memang para laki-laki yang memiliki kedudukan akan selalu memiliki istri lebih dari satu, bahkan ayah kandungnya pun memiliki tujuh selir lain selain ibunya, namun ketujuh selir tersebut tidak dapat mengusik keberadaannya maupun keberadaan ibundanya, karena ketujuh selir tersebut sama sekali tidak memiliki anak yang bisa membantu mereka meningkatkan status mereka, hal itu terjadi karena adanya trik yang dilakukan oleh ibundanya demi menguatkan posisinya dan anak-anaknya.
"Apa yang ibunda katakan benar, maaf ibunda karena telah bertindak gegabah, aku terlalu terpacu pada kata cinta selama ini, namun mulai sekarang aku hanya perlu meraih ambisiku saja melalui pangeran Jansen, setelah itu aku akan melakukan hal yang sama seperti yang ibunda lakukan kepada wanita-wanita lain yang nantinya akan menjadi selir dikediaman ku kelak" ucap putri Erika yang kini mulai menyusun beberapa trik jahat di dalam kepalanya.
Mendengar apa yang dikatakan putri kandungnya itu ratu kerajaan Rose pun merasa sedikit lega, sebab dia sangat tau bagaimana rasanya jika seorang wanita menyerahkan seluruh cintanya pada seorang laki-laki, dia juga sangat tau bagaimana menderitanya mencintai laki-laki yang memiliki banyak wanita disampingnya, karena pengalamannya itu, dia tidak ingin putri-putrinya mengalami dan juga merasakan apa yang pernah dia rasakan.
"Baguslah jika kamu berpikir begitu nak, apapun yang terjadi ibu akan selalu berada di pihak mu" ucap ratu kerajaan Rose sembari memeluk erat tubuh putri Erika, putri Erika pun membalas pelukan ibundanya itu dengan perasaan haru karena dia tak pernah menyangka jika ibundanya telah melewati banyal hal sulit hanyan untuk memberikannya kehidupan menyenangkan seperti hari ini.
Sedangkan di tempat lain tepatnya kerajaan Lion, pangeran Jansen pun tak henti-hentinya berjalan mengelilingi kamarnya "Bagaimana jika Erika benar-benar mengirimkan surat pembatalan pertunanagan, jika itu terjadi aku akan mengalami banyak kesulitan saat nanti akan diadakan pemilihan pangeran mahkota sebab beberapa petinggi kerajaan mau berada di pihakku setelah mengetahui siapa yang akan menjadi istriku" ucap pangeran Jansen dengan penuh kekhawatiran.
"Sepertinya besok aku harus mengunjungi istana kerajaan Rose untuk membicarakan tentang pernikahan ku dengan Erika agar di percepat sebelum perlombaan antar benua di adakan, setidaknya dengan begitu dapat membuat orang-orang yang berada di pihakku merasa tenang, selain itu Erika juga pasti tidak akan menolak perintah ayahnya" ucap kembali pangeran Jansen sembari membaringkan tubuhnya karena telah merasa lelah dengan banyaknya kejadian yang telah dilaluinya hari ini.
Keesokkan paginya, pangeran Jansen pun segera pergi ke istana kerajaan Rose sembari membawa tiga buah kereta kuda yang berisi banyak hadiah untuk putri Erika, selain itu dia pun dengan segera memerintahkan para bawahannya untuk menyiapkan segala hal tentang pernikahannya dengan putri Erika yang akan diadakan sebulan lagi jika permintaannya kali ini disetujui oleh ayah dari putri Erika yang merupakan raja kerajaan Rose.
"Aku menghadap raja dari kerajaan Rose semoga kemuliaan selalui menyertai" ucap pangeran Jansen yang kini telah berada di depan raja kerajaan Rose yang sedang duduk dengan begitu gagah di atas singgasana miliknya.
"Tidak perlu terlalu sungkan pangeran, bukankah sebentar lagi kita akan menjadi satu keluarga" ucap raja kerajaan Rose tersebut dengan ramah.
Mendengar sapaan hangat dari calon ayah mertuanya seketika hatinya pun merasa lega karena sudah dapat dipastikan jika putri Erika yang merupakan tunangannya belum mengatakan apapun pada calon mertunya itu.
"Raja, aku berencana datang untuk mengunjungi putri Erika selain itu aku juga telah menyiapkan banyak hadiah untuknya" ucap pangeran Jansen dengan penuh percaya diri, raja kerajaan Rose pun tersenyum puas ke arah pangeran Jansen ketika melihat betapa banyaknya hadiah yang telah disiapkan pangeran Jansen untuk putri pertamanya itu.
"Raja selain bertemu dengan putri Erika, aku juga ingin membicarakan hal penting tentang pernikahan kami kepada raja, apakah raja setuju jika pernikahan kami di adakan sebulan lagi" ucap pangeran Jansen sembari terus menerus memperhatikan perubahan rawut wajah raja kerajaan Rose itu.
Raja kerajaan Rose pun sedikit kaget ketika mendengar perkataan pangeran Jansen yang merupakan tunangan dari putrinya itu namun dia sama sekali tak menampakkan ke kagetannya bahkan dia terlihat sangat tenang sama seperti sebelumnya "Pangeran Jansen dapatkah kau memberitahukan kepadaku alasan apakah yang membuatmu ingin memajukan pernikahan kalian menjadi sebulan lagi, bukankah sebelumnya kedua kerajaan telah sepakat untuk menikahkan kalian berdua setelah perlombaan antar benua diadakan" ucap raja kerajaan Rose dengan terus terang.
"Benar apa yang dikatakan raja, namun aku merasa jika pernikahan kami diadakan lebih cepat maka akan sangat menguntungkan bagi kami berdua, sebab dengan lebih cepatnya putri Erika menikah dengan ku bukankah akan lebih membantunya untuk semakin mendalami kekuatan sihirnya, selan itu bukankah semua orang tau jika penyihir dikerajaan Lion jauh lebih baik dari kerajaan Rose, selain itu peluang kemenangan kami berdua pun dalam pertandingan itu akan semakin tinggi" ucap pangeran Jansen dengan penuh keyakinan.
Mendengar apa yang dikatakan pangeran Jansen, raja dari kerajaan Rose pun terdiam sesaat untuk memikirkan apa yang baru saja pangeran Jansen katakan "Baiklah kalau begitu, aku setuju untuk mempercepat pelaksanaan pernikahan kalian sebulan lagi" ucap raja kerajaan Rose tersebut setelah melalui banyak pertimbangan.
"Terima kasih raja, selain itu mengenai segala hal pernikahan yang akan diadakan, raja tidak perlu khawatir karena aku yang akan menyiapkan semuanya, itu semua aku lakukan sebagai bentuk ucapan terima kasih karena raja telah menyetujui permintaanku yang sangat kelewatan ini" ucap pangeran Jansen dengan nada suara bersalah namun tanpa sepengetahuan siapapun bibirnya tersenyum tipis karena apa yang diinginkannya telah berhasil dia dapatkan.
Raja kerajaan Rose pun merasa sangat senang setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan pangeran Jansen "Baiklah kalau begitu, aku tidak akan menahan pangeran lebih lama lagi karena aku tau jika pangeran pasti sudah tidak sabar untuk bertemu dengan putriku" ucap raja kerajaan rose dengan ramah setelah itu pangeran Jansen pun memberikan hormat terlebih dahulu sebelum berjalan ke arah istana milik putri Erika, namun tanpa sepengetahuan pangeran Jansen putri Erika pun telah mengetahui apa yang baru saja dilakukannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Frando Kanan
btw next Thor 😃
2023-09-17
0
Frando Kanan
hmph 🙄.....bch itu gk layak sebut raja suatu saat nanti...
2023-09-17
0
Maria Lina
makasih thor ud up tiap hari semangat😊
2023-09-17
0