Sepuluh Hari

"Kabar lainnya, putri Erika yang merupakan kakak kandung ratu akan melangsungkan pernikahan sebulan setelah acara perlombaan itu diadakan, bahkan pangeran Jansen yang merupakan pangeran kedua kerajaan Lion yang juga merupakan mantan tunangan pertama ratu telah sibuk menyiapkan semuanya saat ini, namun kami mendapatkan kabar dari orang kepercayaan kita yang kini berada di kerajaan Lion, pangeran Jansen sengaja melakukan hal tersebut karena dia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk menikahi orang berbakat agar posisinya semakin kuat dan dapat menyingkirkan kakak pertamanya yang merupakan seorang putra mahkota, selain itu pangeran Jansen juga telah menyiapkan rencana lain, jika dia tidak dapat menyingkirkan kakaknya maka dia akan memanfaatkan putri Erika untuk membantunya menjadi raja di kerajaan Rose" ucap Asa sembari memperhatikan raut wajah ratunya itu, karena bagaimana pun pangeran Jansen adalah laki-laki yang pernah menjadi tunangan ratunya, bahkan dia juga tau jika laki-laki itu tak segan-segan memaki dan bersikap kasar kepada ratunya.

Allena yang sadar jika Asa berbicara sambil memerhatikan dirinya pun dengan segera tersenyum "Kalian berdua tidak usah khawatir walaupun dulu dia pernah menjadi tunangan ku namun aku sama sekali tak memiliki perasaan apa pun terhadapnya, bahkan bisa dikatakan mantan tunangan kedua ku jauh lebih baik memperlakukan aku dari pada dia, iya walaupun mereka berdua sama saja, sama-sama digilakan oleh wanita" ucap Allena sembari mengingat-ingat perlakuan kedua mantan tunangannya itu dan membandingkannya.

"Syukurlah jika ratu baik-baik saja" ucap Ara dan Asa di dalam hati mereka, karena mereka berdua sama sekali tak ingin melihat ratu mereka bersedih.

"Oh iya aku hampir lupa, mulai sekarang kita bertiga harus terlihat sangat akrab sebagai saudara" ucap Allena yang kembali mengingatkan kedua dayangnya agar tak membuat kesalahan nantinya.

"Baik adik" ucap Ara dan Asa secara bersamaan, setelah itu mereka berdua pun membahas tentang anggota keluarga baru itu, namun kemudian adu mulut pun sedikit terjadi sebab baik Ara maupun Asa sama-sama ingin menjadi kakak pertama, melihat hal itu Allena pun menawarkan jalan keluar yaitu dengan cara menanyakan tanggal kelahiran mereka berdua, setelah mereka berdua mengatakan tanggal lahir mereka akhirnya Asa lah yang menjadi kakak pertama karena dia lahir sepuluh hari lebih cepat dari pada Ara.

"Ah, aku tidak mau bagaimana mungkin hanya karena sepuluh hari saja aku harus memanggil mu kakak" ucap Ara dengan wajah kesalnya.

Melihat wajah Ara yang sangat kesal, Asa pun tersenyum senang "Mau tak mau kau harus melakukannya, bukankah itu jalan keluar yang diberikan ratu, atau kau tak ingin mengikuti perintah ratu" ucap Asa dengan wajah puasnya karena telah berhasil mengalahkan Ara dan menjadi kakak pertama.

Mendengar kata-kata Asa, ara pun tak lagi berkata apa-apa dia hanya memasang wajah masam saja "Nona kita telah sampai dikediaman" ucap seseorang yang mengendarai kereta kuda itu.

Mereka bertiga pun turun dari kereta kuda itu "Selamat datang nona-nona" ucap puluhan pelayan sembari membungkukkan badan menyambut kedatangan majikan mereka.

"Nona, kami adalah pelayan yang telah di pilih oleh tuan Joe untuk membantu nona-nona selama berada di kerajaan Rose ini" ucap kepala pelayan di mansion itu.

"Baiklah, tolong tunjukkan jalannya karena kami ingin istirahat lebih dulu" ucap Allena dengan sopan.

Kepala pelayan itu pun menganggukkan kepalanya "Baik nona, saya akan membawa nona-nona ke kamar yang telah disiapkan" ucap kepala pelayan tersebut sembari berjalan di depan Allena, Ara dan juga Asa sembari menjelaskan tempat-tempat yang ada di mansion itu.

Sesampainya di kamar, Allena pun merebahkan tubuhnya "Aku tidak pernah menyangka jika ada tempat seperti ini di kerajaan Rose, bahkan bisa di bilang tempat ini dapat menyayingi istana kerajaan Rose, tak ku sangka pekerjaan Joe sebagus ini" ucap Allena dengan wajah puasnya.

***

"Tok...Tok...Tok..." Bunyi pintu kamar yang di ketuk "Adik, bangunlah" ucap Asa yang tengah membangunkan Allena dengan begitu lembut.

"Huammm" suara yang keluar dari mulut Allena sembari merenggangkan badannya "Pagi kakak-kakak cantik" ucap Allena dengan senyum yang indah.

Melihat senyuman itu Ara, Asa juga beberapa pelayan yang ada di rungan itu terpana beberapa saat hingga mereka pun berfikir tidak akan membiarkan siapapun menyakiti nona mereka itu.

"Nona bolehkah kami membantu nona membersihkan diri" ucap salah satu pelayan di mansion itu dengan penuh senyum.

"Tentu saja boleh, selain itu kakak-kakak ku yang cantik kalian berdua bisa menunggu diriku di ruang makan saja ya" ucap Allena yang kemudian masuk ke dalam kamar mandi yang diikuti oleh dua orang pelayan, sedangkan pelayan yang lainnya membersihkan kamar itu dan menyiapkan pakaian, sedangkan Asa dan Ara kini telah berjalan ke arah ruang makan sembari di twmani oleh dayang lainnya.

Sebenarnya mereka sangat tak rela melihat ada orang lain yang membantu ratu mereka untuk membersihkan diri dan juga menyiapkan hal lainnya, namun mereka harus sanggup menahan semua rasa kekesalan dan ke tidak relaan itu karena itu semua juga demi ratu mereka.

Tak berselang lama Allena pun telah selesai membersihkan diri bahkan kini dia pun telah memakai gaun yang begitu cantik dan berjalan menuju meja makan untuk ikut sarapan pagi bersama kedua kakaknya.

Di sepanjang perjalan para pelayan pun membungkukkan badannya ketika bertemu dengannya, Allena pun membalasnya dengan tersenyum lebar hingga membuat orang-orang itu semakin mengaguminya, bahkan kini para pelayan sudah membuat semacam club perkumpulan orang-orang yang menyukai Allena.

"Kakak, kenapa tidak langsung makan saja" ucap Allena sembari menduduki kursi yang telah disiapkan oleh salah satu pelayan, setelah menyiapkan kursi pelayan itu pun keluar dari ruang makan itu.

"Mana mungkin kakak akan makan tanpa adik kakak yang cantik ini" ucap Asa dengan senyum lebarnya sembari menaruh beberapa makanan ke piring Allena.

"Benar apa yang dikatakan kakak pertama, bukankah kita keluarga maka kita harus makan bersama-sama" ucap Ara sembari meletakkan sebuah gelas yang berisi air minum di depan Allena.

Melihat kedua kakaknya itu bersikap semanis itu Allena pun tersenyum "Selamat makan kakak-kakakku" ucap Allena yang langsung memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya.

Makan pagi pun berjalan dengan indah, kini Allena, Ara juga Asa tengah duduk di taman sembari menikmati teh "Kak, sepertinya aku akan pergi ke pasar nanti" ucap Allena sembari meminun teh juga sesekali di selingin dengan memakan beberapa kueh yang telah disiapkan

"Baiklah, kami juga harus ikut" ucap Asa dengan serta merta sedangkan Ara hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda dia setuju dengan apa yang baru saja dikatan Ara.

Allena yang tak ingin berdebat dengan segera menyetujui apa yang baru saja di katakan kakak-kakaknya itu, setelah selesai mereka bertiga pun kembali ke kamar Allena untuk mengganti pakaian mereka terlebih dahulu sebelum mereka pergi keluar mansion itu.

Terpopuler

Comments

Maria Lina

Maria Lina

nh gtu donk thor kn makin cinta thor.1 hari 1 bab sudah cukup thor gk minta bnyk thor.makasihbya thor ud kabulkn permintaan ku😍🙏

2023-06-07

1

Frando Kanan

Frando Kanan

next Thor 😃

2023-06-06

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!