Ketiga Pakaian

"Akhirnya aku akan pergi makan bersama kakak tampan itu, besok aku harus menyiapkan semua keperluan ku sebaik mungkin, agar nanti sewaktu aku bertemu dengan kakak tampan itu aku dapat membuatnya terpesona pada penampilan ku, apalagi kalau kami sampai jadian, aduh duh memikirkannya saja sudah membuat hatiku senang dan berdebar-debar" ucap Allena dengan wajah yang terus menerus dipenuhi dengan senyuman karena dia tak pernah menyangka jika di kehidupan keduanya kali ini dia dapat bertemu dengan laki-laki yang ke tampanannya sangat luar biasa bahkan mengalahkan semua laki-laki yang pernah dia temui di kehidupan sebelumnya.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Allena pun bangun dari tidurnya dan dia pun dengan segera langsung memutuskan untuk membongkar semua pakaian yang ada di lemari baju miliknya, Allena pun dengan penuh kesungguhan memilih satu persatu pakaian yang menurutnya cocok untuk digunakan nantinya, setelah tiga jam berlalu Allena pun kini telah berhasil menemukan tiga pasang pakaian yang menurutnya cocok untuk digunakan saat nanti dia akam pergi makan bersama laki-laki pujaan hatinya itu.

"Tot...Tok...Tok..."

Bunyi pintu yang diketuk, tak berselang lama munculah Ara dan Asa yang seketika mematung melihat apa yang terjadi di kamar ratu mereka itu "Apa yang terjadi, apakah ada orang yang diam-diam berani menggeledah kamar ratu" ucap mereke secara bersamaan di dalam hati mereka masing-masing karena melihat seluruh kamar berserakan dengan begitu banyak baju.

Berbeda dengan Ara juga Asa, Allena yang kini melihat kehadiran kedua dayangnya itu yang sekarang sedang menjadi kakaknya pun tersenyum cerah "Akhirnya kakak-kakak datang juga, ayo kemari kak tolong bantu aku pilih salah satu dari ketiga pakaian ini" ucap Allena sembari menunjukkan tiga buah pakaian yang kini di letakkannya secara bersamaan di atas tempat tidurnya.

Mendengar perkataan Allena, Ara juga Asa pun tersadar dari keterkejutan mereka lalu dengan segera mereka berdua berjalan ke arah Allena sembari memperhatikan ketiga pakaian tersebut di sisi kiri berwarna hijau di tengah berwarna merah sedangkan di sisi kanan berwarna biru.

"Yang ini bagus" ucap keduanya secara bersamaan namun mereka pun menunjuk ke warna yang berbeda, Ara menunjuk pakaian yang berwarna hijau sedangkan Asa menunjuk pakaian yang berwarna biru.

Karena perbedaan pendapat di antara keduanya, mereka berdua pun masing-masing mulai menyampaikan pendapat mereka "Adik pakailah pakaian yang berwarna hijau ini sebab pakaian ini adalah pakaian yang sedang tren di kalangan nona-nona muda dari keluarga bangsawan, aku yakin jika adik memakai pakaian ini maka kemana pun adik pergi, keanggunan adik akan mengalahkan semua keanggunan nona-nona muda keluarga bangsawan lainnya" ucap Ara dengan tulus.

Mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Ara, Asa pun dengan segera mengeluarkan pendapatnya karena dia tak ingin kalah dari Ara "Tapi bukankah warna biru ini jauh lebih menunjukkan penampilan yang sangat elegan jika di pakai oleh adik, walaupun pakaian yang berwarna hijau itu sedang menjadi tren di kalangan nona-noda muda keluarga bangsawan, tapi pakaian yang berwarna biru ini adalah pakaian yang baru kemarin di keluarkan, jika adik memakai pakaian ini maka adik akan menjadi pembuka tren baru di kalangan nona-nona bangsawan bukankah dengan demikian adik akan menjadi orang terpandang dan dihormati oleh para nona-nona muda tersebut" ucap Asa dengan penuh keyakinan.

Setelah itu Ara dan Asa pun terlibat percekcokan yang sengit karena mereka ingin Allena menggunakan baju yang mereka pilih masing-masing.

Allena sendiri tak menghiraukan perdebatan yang terjadi di antara kedua dayang sekaligus kakak-kakaknya itu, malahan dia menjadi lebih fokus dalam memperhatikan ketiga pakaian itu, beberapa saat kemudian Allena pun dengan segera berjalan ke arah pakaian yang berwarna merah lalu membawanya ke tempat dimana cermin berada "Wah, baju ini benar-benar sangat luar biasa, aku benar-benar sangat menyukainya" ucap Allena sembari tersenyum begitu swnang bahkan sesekali dia pun memutar-mutarkan badannya sembari menempelkan pakaian yang berwarna merah itu ke tubuhnya.

Mendengar apa yang baru saja di katakan Allena, Ara dan Asa pun seketika terdiam "Jika nona menganggap pakaian yang berwarna merah itu jauh lebih bagus lalu kenapa nona menanyakan pendapat kami tadi" ucap mereka di dalam hati masing-masing dengan ekspresi wajah yang begitu rumit.

Setelah memilih pakain yang berwarna merah itu, Allena pun segera memilih aksesoris-aksesoris yang sekiranya sangat cocok jika di pasangkan dengan pakaian itu, Allena pun menghabiskan waktu satu jam untuk hanya sekedar memilih aksesorisnya.

"Ah, akhirnya semuanya telah selesai juga" ucap Allena yang baru saja menempatkan semua perlengkapan yang telah di pilihnya selema berjam-jam tadi di atas sebuah meja yang di sampingnya telah tergantung pakaian yang akan di kenakannya besok.

Allena pun menatap ke arah ke dua kakaknya itu "Kak, kenapa kalian diam saja disitu, bukankah seharusnya kakak-kakak membantu ku dalam memilih semua ini" ucap Allena sembari menunjuk ke arah dimana semua perlengkapannya untuk besok di letakkan.

Mendengar perkataan Allena keduanya pun saling menatap "Hei bukankah pendapat kita sama sekali tidak diperlukan, makanya nona sama sekali tak mau mendengar masukkan kita dari tadi bahkan dia hanya memilih barang-barang yang sama sekali tidak kita rekomendasikan" ucap mereka satu sama lain di dalam hati mereka masing-masing namun seolah-olah keduanya bisa mendengarnya satu sama lain.

"Bukannya kami tidak mau membantu adik, tapi karena kami tidak tau untuk acara apa pakaian dan semua perlengkapan itu digunakan, makanya kami hanya membiarkan adik memilih barang-barang yang adik sukai sendiri, sebab kami merasa jika acara ini pasti sangat penting dan akan memiliki kesan yang mendalam bagi adik nantinya, benarkan ra?" ucap Asa sembari mencari-cari alasan dan menatap ke arah Ara dengan lekat.

Ara yang di tatap pun seketika paham "Benar apa yang dikatakan kak Asa dik" ucapnya dengan penuh keyakinan.

Mendengar apa yang baru saja di katakan Ara juga Asa, Allena pun seketika menganggukkan kepalanya "Apa yang kakak berdua katakan memang benar" ucap Allena yang sependapat dengan kedua kakaknya itu jika acara makan bersama yang akan dia lakukan besok memang akan meninggalkan kesan yang mendalam untuknya nanti.

"Kak, tolong bawakan makanan ke kamar ku ya, aku belum makan dari tadi pagi dan sekarang perutku benar-benar sangat lapar" ucap Allena dengan wajah memelas sembari memegang perutnya.

Mendengar hal itu Ara juga Asa pun tersadar jika mereka memang belum menyiapkan makanan untuk Allena "Maafkan kami ratu, kami telah lalai menjalankan kewajiban kami" ucap keduanya sembari berlutut di lantai.

Terpopuler

Comments

Frando Kanan

Frando Kanan

next Thor 😃.

2023-09-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!