"Nona Allena ini jalannya" ucap pak tua itu sembari menunjukkan jalan setapak yang mengarah ke dalam hutan.
Allena pun dengan segera berjalan di depan pak tua itu "Kakek tetaplah di belakang ku, jangan sampai terpisah dari ku ya" ucap Allena dengan begitu lembut.
"Benar-benar anak yang berhati baik" ucap pak tua tersebut di dalam hatinya, sepanjang perjalanan pak tua itu pun memperhatikan semua gerakan Allena yang terlihat begitu tenang, bahkan pak tua itu pun ingin melihat kemampuan Allena namun pak tua itu sama sekali tak dapat melihatnya "Ini benar-benar langka, sepertinya aku harus merekrutnya" ucap pak tua tersebut di dalam hatinya.
"Berhenti, serahkan semua harta kalian, jika tidak nyawa kalian yang akan jadi taruhannya" ucap salah seorang bandit dengan wajah yang menyeramkan karena ada luka besar di wajahnya selain itu dia juga memegang golok di tangannya.
Allena pun mengernyitkan dahinya ketika mendengar perkataan bandit itu "Sayang sekali aku tidak bisa memberikan kalian harta sebab untuk makan siang tadi saja aku mendapatkan bantuan dari orang yang dermawan, kalau tidak sudah pasti aku akan mati kelaparan saat ini" ucap Allena dengan suara yang sangat sedih bahkan tanpa dia sadari satu tetes air matanya pun jatuh.
"Nona tenanglah, jangan menangis" ucap salah satu bandit lainnya dengan begitu paniknya, perasaan panik itu juga di rasakan oleh bandit yang lain sebab mereka belum pernah bertemu dengan orang yang begitu menyedihkannya.
"Nona, bagaimana jika kami menemani nona keluar dari hutan ini, selain itu kami juga akan memberikan nona sekantong emas, jadi jangan menangis lagi ya nona" ucap bandit yang berwajah seram sembari mengeluarkan satu kantong emas dan memberikannya kepada Allena.
Pak tua yang melihat hal itu pun sangat kaget "Apakah hal seperti ini mungkin terjadi? Bukankah biasanya bandit tidak akan berbelas kasihan kepada orang yang diincarnya" ucap pak tua tersebut di dalam hatinya dan tanpa sadar pak tua itu pun membuka mulutnya lebar karena sangat terkejut.
"Lihatlah, kakek itu merasa sangat senang mendengar apa yang kau katakan barusan hingga dia tak sadar jika mulutnya terus terbuka seperti itu" bisik seorang bandit yang lainnya kepada bandit yang bermuka seram itu.
Mendengar hal itu bandit bermuka seram itu pun menganggukkan kepalanya "Kau benar, sepertinya tidak percuma kita membantu mereka" ucap bandit berwajah seram itu sembari tersenyum lebar namun mereka yang melihat senyuman itu pun menjadi takut karena terlihat semakin menyeramkan.
"Hai, jangan memasang wajah seperti itu, kau dapat membuat nona muda itu beserta kakeknya pingsan di tempat tau" ucap bandit yang lainnya lagi.
"Hahaha, maaf, maaf, aku sama sekali tak bermaksud demikian" ucap bandit yang berwajah seram itu.
"Baiklah nona, kalau begitu ayo ikuti kami, kami akan bertanggung jawab penuh atas nona juga kakek nona, karena dengan adanya kami Black Wolf tidak akan ada bandit lain yang berani mendekati nona dan kakek nona" jelas bandit yang berwajah seram sembari berjalan bersama dengan Allena dan pak tua yang juga diikuti oleh bandit yang lainnya.
Allena pun sangat penasaran "Paman, sekuat apakah Black Wolf sampai bandit lain tidak berani mengusik kelompok paman" ucap Allena dengan polosnya.
Mendengar perkataan itu pak tua pun terbatuk-batuk "Dasar anak bodoh, bagaimana mungkin kau bertanya seperti itu, Black Wolf itu bukan hanya bandit biasa namun mereka juga merupakan salah satu organisasi terkuat yang ada di benua ini, sial sepertinya aku harus segera menyiapkan diri untuk hal tak terduga nantinya" batin pak tua tersebut.
"Hahahaha, itu benar-benar pertanyaan yang sangat menarik" ucap bandit dengan wajah menyeramkam itu karena selama ini belum ada orang yang berani menanyakan pertanyaan seperti yang baru saja Allena katakan kepadanya secara langsung, sedangkan disisi lain pak tua semakin frustasi melihat hal itu.
"Karena aku menyukai anak seperti mu maka akan aku jawab pertanyaan mu, sangking kuatnya Black Wolf jika kami mau kami bisa menjatuhkan kerajaan Rose ini" ucap bandit berwajah menyeramkan itu dengan sangat santai.
Mata Allena pun berbinar ketika mendengar hal itu "Wah kalau begitu paman-paman semua adalah orang-orang yang sangat hebat ya, aku benar-benar beruntung dapat bertemu dengan orang sekuat dan sebaik paman-paman semua" ucap Allena dengan senyuman yang begitu tulus.
Para bandit itu pun merasa senang mendapat pujian yang begitu tulus, mereka pun terus menerus berbincang tentang banyak hal hingga tanpa terasa kini mereka telah berada di kawasan luar hutan
"Paman-paman semua, terima kasih banyak telah menolong kami, aku berjanji akan membalas kebaikan kalian suatu saat nanti" ucap Allena sembari melambaikan tangan dan berjalan menuju tempat yang dituju.
Para bandit pun membalas lambaian tangan Allena "Baiklah, kami akan senang tiasa menantikan kedatangan mu kemari untuk membalas semua kebaikan yang kami lakukan hari ini" ucap bandit yang berwajah seram dengan lantang.
Allena yang mendengar hal itu pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda jika ia akan memenuhi apa yang baru saja dikatakannya.
Disisi lain "Hai bodoh, kenapa kamu berkata seperti itu, seolah-olah kita tidak tulus membantunya" ucap seorang bandit yang berada di samping kiri bandit yang berwajah seram, mendengar perkataan itu bandit lainnya pun mengangguk setuju.
"Itu hanya basa basi saja" ucap bandit yang berwajah seram itu "Aku harap aku dapat bertemu lagi dengannya, dia benar-benar anak yang sangat baik, andai saja aku masih memiliki putri pasti dia akan seumuran dengan gadis itu, selain itu, pasti kehidupan ku akan terasa sangat sempurna" sambung bandit yang berwajah seram dengan ekspresi pilu karena dia mengingat beberapa kenangan indah di antara dirinya dengan istri juga putrinya yang kini keduanya telah tiada.
Mendengar perkataan seperti itu para bandit lain pun ikut merasakan kepiluan yang sedang dialami oleh teman mereka itu "Aku yakin anak dan istri mu sudah bahagia disana jadi kau juga harus hidup bahagia, selain itu kau juga tak sendiri karena ada kami yang akan selalu bersama mu" ucap salah seorang bandit lainnya yang berhasil membuat temannya itu tersenyum kembali.
"Kek, apakah benar ini rumah kakek" tanya Allena kepada pak tua itu yang kemudian di balas dengan anggukan "Benar ini adalah rumah ku, aku berterima kasih kepada mu karena telah mengantar ku sampai ke rumah ini dengam selamat, sebagai balasannya terimalah pin hitam ini" ucap pak tua itu sembari menyodorkan pin hitam itu kearah Allena.
Allena pun mematung untuk beberapa saat "Aku tidak akan memaksa mu untuk menerimanya, sebab jika kau menerima pin hitam ini maka kau akan di anggap sebagai salah satu murid dari akademi Black, selain itu kau juga akan menjadi murid utama disana" ucap pak tua itu kembali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Ririn Santi
bandit yg baik . satu dari seribu
2023-09-21
1
Evi Yana
kpn up thor ?
2023-06-19
1
Evi Yana
kok lum up kk ???
2023-06-12
0