Apa maksud dengan membunuh." ucap Melvin yang baru saja masuk ke dalam tenda.
Keira yang melihatnya langsung dibuat terkejut. Apalagi pakaian yang digunakan pria itu yang aneh.
" Tunggu siapa kamu? Mengapa pakaian mu aneh?" tanya Keira sambil menunjuk Melvin.
Melvin mengerutkan keningnya seumur hidupnya tidak seorangpun yang berkomentar dengan cara berpakaiannya. Apalagi ini seorang perempuan asing yang datang dari langit.
" Seharusnya saya bertanya mengapa anda bisa datang dari sini. Saya tahu anda bukan dari Alberad maupun kerajaan lain?" tanya Melvin menebak.
Mengingat cara berpakaian perempuan itu mengingat nya kepada mama nya yang pernah memakainya ketika berlatih pedang bersama ayahnya.
Keira yang langsung melihat penampilan nya sebelum mengakibatkan pandangannya ke Melvin. Keira langsung saja menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut sambil menatap tajam Melvin.
" Jangan melihat dasar pria mesum." ucap Keira sinis.
Melvin mengepalkan tangannya kesal dengan perempuan yang mengatainya mesum.
" Saya bukan orang mesum, tapi pakaian anda lah yang mengundang para pria untuk mendekati anda. Jadi jawablah pertanyaan saya tadi anda bukan dari sini kan." ucap Melvin memaksa Keira untuk menjawabnya.
Keira mengigit bibirnya memandang Melvin dengan tatapan bingung.
" Jadi aku tidak berada di rumah sakit?" tanya Keira dengan ekspresi polosnya.
Melvin yang mendengarnya langsung mengacak rambutnya frustasi.
" Iya tentu saja kau tidak berada tempat yang di sebutkan tadi. Jadi mengapa kau bisa jatuh dari langit sampai berada di sini. Saya tahu kau bukan malaikat?" tanya Melvin frustasi menghadapi perempuan yang lambat.
Keira terdiam sejenak sambil berpikir sebelum kemudian matanya terbelalak seolah baru saja menyadari sesuatu.
" Aku tidak tahu seharusnya diriku sudah mati karena kecelakaan mobil semalam. Jadi sudah beberapa lama aku tidak sadarkan diri?" tanya Keira dengan tatapan sendu mengingat seharusnya dirinya tidak berada di sini.
Melvin yang melihat tatapan sedih perempuan itu merasa tidak nyaman. Dirinya seperti mengingat mama dan adik perempuannya yang berada di istana.
" Sekitar 8 jam kau tidak sadar, Jadi lebih baik sekarang kau makan." ucap Melvin yang menyuruh seseorang untuk membawakannya makanan.
Tidak menunggu jawaban dari Keira langsung saja Melvin berniat pergi sebelum kemudian ada seseorang berbicara.
" Terima kasih dan perkenalkan namaku Keira." ucap Keira memperkenalkan diri.
Melvin yang berdiri di depan pintu tenda membalikan badannya.
" Namaku Melvin istirahatlah." ucap Melvin sebelum kemudian pergi.
Meninggalkan Keira sendirian pandangannya yang tadinya polos langsung berubah menjadi datar. Tatapan nya mengarah ke sebuah piring besi berisi daging dan segelas air yang berada di atas meja.
" Hah.. pastinya besok bukan hari yang mudah." ucap Keira menghela nafasnya.
...****************...
Merasa sudah lebih baik keesokan harinya Keira keluar dari tenda melihat sekitarnya dimana banyak orang berpakaian besi sedang berjalan.
Keira berjalan sambil memperhatikan sekitar nya.
" Sudah lama sekali aku tidak merasakan udara segar di pagi hari." ucap Keira sambil tersenyum.
" Selamat pagi nona."
" Selamat pagi." ucap Keira yang menyapa salah satu prajurit.
Keira melihat Melvin sedang berbicara dengan seorang anak laki-laki yang perkirakan berusia 13 tahun. Menurutnya Melvin merupakan salah satu pria yang tampan bagaimana tidak rambutnya yang pirang dan matanya berwarna hijau.
Tanpa sadar Keira menatap terpesona sama Melvin sampai tiba-tiba saja ada seseorang yang berdiri di depannya.
" Sudah selesai menatap ku....
Countine....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Ayu
crita nya hampir sm dgn emely. penghianatan dan pembunuhan sm keira yg berakhir dgn kehidupan yg kedua ya thor
2024-12-17
0
Aze_reen"
lanjut kk
2023-05-26
1