Hai readers! Jangan lupa like dan komennya ya. Supaya aku semakin semangat updatenya.
Happy Reading
Pelukan Evan kembali terlepas, dan kali ini punggung pria itu menghantam rak-rak makanan yang ada di tempat itu cukup keras. Evan mengerang kesakitan dibagian punggungnya. Sedangkan Diana terkejut, bukan ia yang mendorong Evan. Perlahan Diana berbalik badan dan mendapati Alvaro dengan raut wajah datarnya namun tersirat kemarahan di sana.
Kapan pria itu datang? Apa Alvaro tidak bekerja? Lalu, tahu darimana ia pergi ke mini market.
Alvaro hendak melangkah maju mendekati Evan namun dengan cepat Diana menahan lengan kekar pria itu. Ia tahu apa yang akan Alvaro lakukan pada pria asing yang tiba-tiba memeluknya itu.
"Dia sudah kurang ajar..." desis Alvaro menatap tajam Evan.
"Jangan, dia tidak salah," balas Diana. Ia yakin pria yang mengaku bernama Evan itu memiliki hubungan khusus dengan Ayara. Hanya saja penulis menyembunyikannya tapi saat ia baca novel ini tidak ada tokoh Evan di tampilkan di beberapa bab atau bab terakhir. Yang Diana tahu ending ceritanya Ayara bercerai dengan Alvaro yang lebih memilih cinta pertamanya, Arin.
"Dia siapa, Ayara?" Evan menatap asing pria yang berdiri di samping Diana.
Diana diam. Ia bingung harus merespon bagaimana. Karna ia benar-benar tidak mengenal Evan. Apa yang harus ia lakukan. Diana mengigit bibir bawahnya, ia benar-benar di landa kebingungan.
"A-aku...
"Aku suaminya, puas!" Alvaro dengan cepat menjawab pertanyaan Evan yang tampak terkejut dengan jawaban Alvaro.
Sorot kekecewaan terlihat jelas dari kedua mata Evan, dan Diana bisa melihat itu. Pria itu mundur beberapa langkah hingga tubuhnya tidak bisa mundur lagi karna terhalang rak. Diana yakin, Evan pria yang sangat baik dan tulus dengan Ayara, tidak seperti pria di sampingnya, Diana melirik sinis Alvaro di sampingnya.
"Kenapa kamu melakukan ini, Ayara? Aku sangat mencintaimu." Tubuh Evan bergetar bersamaan dengan rasa sakit yang begitu menusuk ke ulu hati.
Diana yang melihat itu merasa sangat bersalah. Alvaro tersenyum miring melihat kekecewaan dan patah hati Evan.
"Eh..."
Diana tersentak kala Alvaro merengkuh pinggangnya begitu posesif. Dan sikap yang pria itu lakukan seolah mengatakan Diana hanya miliknya. Alvaro semakin menikmati wajah menyedihkan Evan yang terkabar cemburu namun tidak bisa berbuat apa-apa.
"Ayo kita pergi, Sayang," titah Alvaro menarik Diana pergi meninggalkan Evan. Seperti anak penurut, Diana melangkah menjauh meninggalkan Evan.
Alvaro mengusap lembut puncak kepala Diana lalu mengecup kening wanita itu tanpa memberontak atas apa yang ia lakukan.
Evan menatap pedih penuh kesakitan melihat itu.
"akh, lepas!" Diana menepis kasar tangan Alvaro di pinggangnya kala mereka berdua sudah berada di luar mini market.
Wanita itu menatap sangar pada Alvaro."Kenapa kamu ada di sini?! Pasti sedang membuntutiku, kan? Ngaku!" Diana memukul-mukul Alvaro. Entahlah, saat ini ia benar-benar emosi.
Alvaro menangkap kedua tangan Diana yang terus memukul dadanya. Napas wanita itu menggebu-gebu sama seperti dengan emosinya.
"Tenangkan dirimu, Diana. Saya tahu kamu marah karna Evan, kan?"
Diana membuang wajahnya lalu memejamkan matanya sejenak. Ada gejolak dalam dadanya yang membuat perasaannya benar-benar tak karuan. Walaupun ia menempati raga Ayara, tapi perasaan wanita itu selalu mengambil alih pikiran dan memberikan rasa sakit dalam hatinya, seolah ia harus merasakan apa yang Ayara rasakan. Ia benar-benar tersiksa dengan perasaan ini.
Alvaro menangkup wajah Diana agar sepenuhnya menatap dirinya."Saya akan membantu kamu."
Diana menepis kedua tangan Alvaro di wajahnya."Percuma kamu membantu bila menyembunyikan semua informasi tentang Ayara dariku! Kemarin saja kamu tidak mengatakan siapa yang menjadi dalang penculikan, Ayara!"
Diana menatap bergulir pada Alvaro.
"Ayara di jual ibunya. Dan itu kenapa tiga preman itu menculikmu. Dia mengira saya sudah menceraikan Ayara."
Mata Diana membola sempurna mendengar pernyataan Alvaro. Kenapa orang tuanya sejahat itu? Ia mengira Ayara tokoh antagonis yang sangat menyebalkan dan jahat tapi nyatanya di balik itu semua ada sisi gelap tentang Ayara yang sangat menyedihkan.
"Ayara dijual pada Akash, pemilik clubbing di kota ini dan Akash juga menjual para gadis perawan dengan harga yang sangat tinggi," sambung Alvaro.
Diana tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ternyata Ayara selama ini kehidupannya tidak seindah dan tidak sejahat yang penulis ceritakan.
_____
Hai semuanya! Terima kasih sudah mampir
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komennya ya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
@puje_devi
apakah tujuan diana masuk kedlm raga ayara thor ???
penisirin bgt🤔,apakah untuk menguak kematiannya dan qw merasa ayara itu sangat menyedihkan,tidak dicintai suaminya dan selalu berada dibalik topeng make up yg tebal untuk menutupi kesedihannya yg selalu terabaikan oleh suaminya,dan qw benci alvaro yg tidak respect pd ayara palah dia lebih respect pd diana meski diana menempati raga ayara...sungguh qw ga rela jika harus melihat semua tokoh yg membuat ayara bersedih sampai akhir kematiannya bahagia...dan qw jg ga rela diana bersama alvaro karena diana menempati raga ayara,jika memang diana berjodoh dg alvaro buat diana kembali ke tubuhnya thor,agat ayara bisa hidup tenang dialamnya
2023-06-14
3
Hasan
wohooo sepertinya si ayara sebenarnya menikah dengan alvaro buat mencari perlindungan saja ya🤔🤔
2023-06-14
2