D & Z: Tak Sesuai Alur

Diana mengernyitkan keningnya kala menginjakkan kakinya di ruang makan. Bagaimana tidak, ia melihat wanita paruh baya tengah duduk manis sambil menikmati sarapan paginya, berbeda dengan Alvaro yang menikmati sarapan pagi dengan raut wajah yang datar.

"Eh, Ayara. Sudah bangun, Nak?" ucap wanita paruh baya itu ketika menyadari kehadiran Ayara di tengah-tengah mereka berdua.

Alvaro menatap sekilas pada Diana dan kembali fokus dengan sarapannya.

"Ayo sini duduk." Wanita paruh baya itu menepuk-nepuk kursi di sampingnya menyuruh Diana duduk.

Dengan ragu-ragu serta raut wajah yang kebingungan Diana duduk di samping wanita itu.

"Ya ampun sekarang kamu makin berisi, ya. Beda sama yang kemarin, kurus banget. Dan lihat, kamu juga semakin cantik tanpa make up tebalmu itu." Wanita paruh baya itu menatap menelisik penampilan Diana.

"Maaf sebelumnya, Tante siapa?" tanya Diana. Ia benar-benar tak kenal dengan wanita di sampingnya.

Sinta, wanita itu menutup mulutnya dengan raut wajah yang terkejut."Ya ampun Ayara, kamu lupa. Ini Mami mertua kamu."

Sekarang Diana yang terkejut. Ia menatap lekat wanita di hadapannya sekarang. Jadi, Alvaro memiliki orang tua? Ia baru tahu, pasalnya dalam cerita novel ini penulis tidak menyinggung atau menceritakan tentang orang tua Alvaro. Karna menulis hanya fokus dengan alur kedekatan Alvaro dan Arin

Diana menatap ke arah Alvaro sejenak dan kembali fokus dengan Sinta.

"Kamu kenapa sampai lupa dengan mertua sendiri? Padahal baru dua bulan Mami nggak berkunjung ke sini," ucap Sinta dengan ekpresi wajah yang dibuat-buat sedih.

Diana yang melihat itu semakin bingung harus bereaksi apa. Nyatanya ia bukan Ayara asli jadi tidak akan tahu siapa saja orang terdekat tokoh antagonis yang ia tempati sekarang raganya.

"A-ku hanya bercanda, Mi, hanya bercanda," balas Diana sambil tertawa jenaka seolah apa yang ia ucapkan memangnya benar.

Sinta yang mendengar itu tersenyum lebar."Ternyata kamu bisa bercanda juga, Mami pikir kamu hanya bisa dandan dan menghabiskan uang Alvaro saja."

Damn!

Sepertinya wanita paruh baya itu sedang menyindirnya ralat menyindir Ayara.

Diana hanya tersenyum kikuk menanggapinya. Sementara Alvaro tersenyum tipis melihat interaksi keduanya, dua wanita yang memiliki porsi yang berbeda dalam hidup pria itu.

"Oh iya, kalian berdua kapan kasih Mami cucu, pernikahan kalian sudah lima bulan, lho."

Mendadak tubuh Diana langsung menegang dengan raut wajah yang terlihat rumit. Ia mengambil segelas air putih untuk menenangkan dirinya, matanya melirik Alvaro yang kini meletakkan garpu dan pisau di piring dan mata pria itu fokus menatap Sinta.

"Kapan pun aku siap memberikan Mami cucu, tapi balik lagi ke Ayara, apa dia siap hamil dalam waktu dekat ini?"

Diana langsung tersedak mendengar hal tersebut. Ia terbatuk-batuk sambil menepuk-nepuk dadanya yang terasa sakit dan itu karna ucapan Alvaro. Sinta yang melihat menantunya tersedak dengan sigap mengusap-ngusap punggung Diana lembut.

Pria itu tersenyum miring.

"Ya ampun, hati-hati kalau minum Ayara," peringat Sinta yang masih setia mengusap punggung menantunya.

"Aku baik-baik, Tante." Diana menjauhkan tangan Sinta dari tubuhnya.

"Kok tante lagi, panggil Mami bukan tante, Ayara. Kamu sekarang kenapa jadi pelupa begini." Sinta menatap heran apalagi cara bicara Ayara juga sangat berbeda. Lebih kalem dan banyak diam. Ayara yang ia kenal wanita yang sangat periang dan tak kehabisan topik ketika bicara dengannya.

Suara kursi yang berdecit dengan lantai membuat Sinta menatap ke arah Alvaro yang kini bangkit dari kursinya.

"Aku harus segera berangkat."

"Yaa, hati-hati di jalan ya, Nak."

Alvaro mengangguk. Sebelum meninggalkan meja makan pria itu kembali meminum air putihnya beberapa teguk.

"Eh, ini istrinya nggak di kasih kiss dulu," ucap Sinta ketika Alvaro sudah beberapa langkah menjauh dari meja makan.

Pria itu berbalik badan lalu mendekat ke kursi di mana Diana duduk sekarang. Terlihat wanita muda itu menggelengkan kepalanya pelan, seolah mengatakan jangan menuruti ucapan Sinta.

Tapi...

Cup

Kecupan basah Alvaro sematkan di sudut bibir Diana. Jantung wanita itu berhenti berdetak persekian detik dan kedua mata Diana tidak berkedip sama sekali. Sinta yang melihat itu tampak kegirangan.

Diana terus menyusuri rak-rak yang tersusun jenis-jenis snack dan ciki-ciki. Setelah kepulangan Sinta ia memutuskan untuk pergi ke mini market yang tidak jauh dari mansion. Stok cemilannya sudah habis dan ia harus kembali menstok lagi. Yaa, padahal di mansion masih banyak cemilan tapi ia tidak suka, menurutnya rasanya tidak enak.

Keranjang belanjaan Diana sudah hampir penuh tapi ia masih ingin menambah lagi. Kapan lagi bisa belanja sebanyak ini, di dunianya ia harus berpikir dua kali untuk membeli makanan ringan ini.

Tubuh Diana menegang ketika seseorang memeluknya dari belakang. Dan dengan cepat ia berbalik badan.

"Siapa kamu?" Diana mundur menjauh dari pria yang mengenakan kemeja kotak-kotak.

Raut wajah pria itu tampak terkejut dengan respon Diana.

"Ayara, apa kamu lupa, ini aku Evan kekasih kamu," balas pria itu.

Kedua mata Diana membulat sempurna. Sejak kapan Ayara memiliki kekasih. Dan ini tidak sesuai alur cerita. Belum sempat Diana kembali membuka suara, Evan kembali memeluknya begitu erat.

"Aku sangat merindukanmu, Ayara. Hampir dua bulan kita tidak bertemu dan kamu tidak pernah menghubungiku."

_____

Hai semuanya! Terima kasih sudah mampir

Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komennya ya!

See you di part selanjutnya:)

Terpopuler

Comments

Hasan

Hasan

hayo lo diana pusingkan sama alur nya🤭🤭🤭

2023-06-14

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 52 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!