A & D: Mereka siapa?!

Hampir dua puluh menit Diana berada di restoran itu, membuat ia bosan. Apalagi ucapan yang Arin lontarkan benar-benar membuat ia emosi. Bagaimana bisa tokoh protagonis jadi jahat seperti itu. Lebih baik ia pergi saja dari sini, toh Alvaro juga menyukai wanita itu.

Diana bangkit dari tempat duduknya. Namun, saat akan berbalik badan ia tak sengaja menabrak pelayan restoran yang entah sejak kapan sudah berada di belakangnya dan tengah membawa nampan berisi beberapa gelas minuman dan kini nampan yang pelayan itu pegang jatuh ke lantai dan gelas minuman itu juga pecah. Suara barang jatuh membuat atensi dan perhatian semua pengunjung restoran menatap ke arah dua orang itu.

"Maafkan aku, aku tidak sengaja," ucap Diana merasa bersalah. Ia segera membantu pelayan itu memunguti pecahan beling gelas yang berserakan di lantai.

"Lain kali hati-hati Nona. Kalau begini saya yang akan dimarahi bos," balas pelayan pria itu. Tampak sekali pria itu kesal dengan perbuatan Diana yang membuat posisinya bisa saja terancam di sini.

Diana yang mendengar itu semakin merasa bersalah. Ia meraba-raba bagian kantong celananya, mencari lembaran uang yang terselip di sana. Setidaknya mengganti barang yang ia rusak tadi.

"Berapa uang ganti ruginya?" Suara serak dan berat seseorang refleks membuat Diana menoleh.

Mata wanita itu melebar mendapati sosok Alvaro sudah berada di belakangnya. Jantungnya berdetak tak karuan dan juga berkeringat dingin. Apa yang harus ia lakukan jika Alvaro tahu ia sedang membuntutinya.

Alvaro memberikan sejumlah uang pada pelayan restoran itu, tentu jumlah uang yang pria itu berikan tidak sedikit.

"Ikut saya..."

Diana tersentak kaget kala Alvaro menarik pergelangan tangannya dan menggiring ia keluar dari restoran. Setelah keluar dari restoran Alvaro melepaskan genggamannya.

"Sudah puas mengikuti saya?"

Diana yang mendengar itu semakin terkejut."Jadi, kamu tahu aku sedang mengikutimu?" Ia menunjuk dirinya sendiri.

"Caramu kurang cerdas dan saya begitu mudah mengetahuinya. Apa yang ingin kamu cari tahu tentang saya?"

Diana terdiam tak bisa berkata-kata lagi. Dan ia juga tidak bisa mengelak lagi dan kenyataannya ia memang tengah mengikuti Alvaro. Wanita itu melangkah mundur kala Alvaro melangkah mendekat padanya. Dan tidak jauh dari mereka berdua berdiri sekarang Arin menatap tak suka pada Ayara. Ada rasa tak terima dalam benaknya apalagi perubahan Ayara yang membuat Alvaro mengurungkan niatnya untuk mengakhiri pernikahan balas budi itu. Ia ingin Ayara seperti dulu, yang mudah terpancing emosinya dan melakukan kekerasan fisik padanya. Karna dengan cara itu ia bisa mendapatkan perhatian lebih dari Alvaro dengan memanfaatkan Ayara.

Arin menghentakkan kakinya penuh kekesalan.

"Apa yang ingin kamu cari tahu tentang saya, hmm? Hubungan saya dengan Arin, begitu?" Alvaro semakin memangkas jarak diantara mereka berdua. Melihat wajah panik Diana menjadi hiburan tersendiri untuk Alvaro.

Ternyata jiwa dalam raga Ayara lebih menarik.

"A-aku hanya penasaran itu saja? Minggir aku ingin pulang!" Diana mendorong dada kokoh Alvaro tapi yang ia dapatkan tarikan Alvaro di pergelangan tangannya yang membuat tubuhnya menempel sempurna dengan pria itu.

Ia bisa merasakan dada bidang pria itu yang terasa keras.

"Biar saya antar," bisik Alvaro seraya mengendus aroma manis dari leher Diana.

"Jangan kurang ajar ya!" Diana menendang sel*ngkangan Alvaro yang dengan kurang ajarnya mengecup lehernya.

Pria itu tampak meringis kesakitan memegangi area aset berharganya yang mendapatkan tendangan dari Diana. Setelah melakukan berbuatan itu Diana lari kocar-kacir menjauh dari Alvaro. Takut-takut pria itu mengejarnya.

Setelah kejadian di restoran tadi, Diana tidak langsung pulang. Melainkan mencari alamat rumah yang pernah ditempati Ayara. Ia baru mendapatkan alamat rumah orang tua Ayara dari ponsel yang wanita itu miliki. Saat sudah sampai ke tujuan terlihat rumah yang ia sambangi kosong dan terlihat tumbuh-tumbuhan liar menjalar di tembok-tembok rumah yang berlumut itu.

Di tempat itu juga terlihat sangat sepi karna rumah milik orang tua Ayara berada di sebuah gang paling ujung. Meskipun begitu tidak mengurungkan niat Diana untuk masuk ke dalam sana. Mungkin di sana ada beberapa petunjuk tentang kehidupan Ayara sebelumnya. Bukan tanpa alasan ia melakukan ini, ia benar-benar dihantui rasa penasaran dengan kehidupan Ayara. Karna dalam cerita novel Ayara dikenal sebagai wanita angkuh dan pemarah tanpa dijelaskan masa lalu wanita itu.

Baru melangkah sebuah tangan mencekal pergelangan tangannya. Diana menoleh dan mendapati tiga orang berpenampilan preman menatap menyeringai pada dirinya.

"Akhirnya kami menemukanmu, kelinci kecil." ucap salah satu dari tiga preman tersebut. Senyuman penuh maksud terukir di sana

"Apa maksud kalian?" Diana benar-benar bingung dengan ucapan yang pria itu ucapkan.

"Lihatlah, manis sekali wajah perempuan ini. Setelah bos mencicipi tubuhnya sampai puas setelah itu baru bagian kita bertiga mencoba tubuhnya."

Tiga preman itu menatap penuh minat pada Diana. Sedangkan yang ditatap menampilkan raut ketakutan. Ia tidak bisa lari lagi, kedua tangannya sudah di cekal dua preman itu.

_______

Hai semuanya! Terima kasih sudah mampir

Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komennya ya!

Terpopuler

Comments

Wanda Wanda i

Wanda Wanda i

dasar MC yg bodoh

2023-06-20

1

Hasan

Hasan

lanjottt.... 🤤🤤

2023-06-07

0

azzalea

azzalea

aku suka banget sama cerita ini..... beda dari yang lainnya

2023-06-06

2

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 52 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!