Sebelah alis Alvaro terangkat ketika Diana berlari ke arahnya. Pria itu baru saja kembali ke mansion setelah selesai dengan urusannya.
"Bagaimana dengan tiga preman itu? Apa mereka sudah mengatakan siapa yang menyuruh mereka?" tanya Diana yang langsung melemparkan pertanyaan kala sudah berhadapan dengan Alvaro.
"Sudah," jawabnya singkat.
"Lalu, mereka mengatakan apa?" Diana semakin penasaran.
Alvaro tidak menjawab melainkan melangkahkan kakinya masuk ke dalam mansion dan Diana segera menyusul pria itu. Ia menyesuaikan langkah kakinya dengan langkah lebar Alvaro.
"Berhenti mengikuti saya!" sentak Alvaro merasa terganggu dengan Diana yang terus mengikutinya. Saat ini pria itu benar-benar ingin menyendiri.
Diana yang melihat itu mengernyitkan keningnya."Kenapa marah? Aku hanya ingin bertanya saja, apa salah?!"
Alvaro memejamkan matanya sejenak."Saat ini saya tidak ingin di ganggu," balasnya dengan nada rendah.
Diana terdiam, namun mata wanita itu menyipit kala mendapati memar di wajah Alvaro.
"Ini kenapa?" Tanpa sadar tangan Diana terulur menyentuh wajah Alvaro, namun pria itu dengan cepat menepisnya.
"Tidak usah pedulikan! Sebaiknya kamu pergi dari sini!" sergah Alvaro, membuat Diana terkejut dengan respon pria itu yang tampak marah.
Baru kali ini ia melihat Alvaro marah padanya. Setelah mengatakan itu Alvaro berlalu pergi dari harapannya. Pria itu melepaskan jas hitam yang melekat di tubuh kekarnya.
"Dia itu kenapa?" gumam Diana menatap aneh pada Alvaro. Padahal ia hanya ingin bertanya.
"Nona Ayara..."
Suara Selly membuat Diana berbalik badan, pelayan berusia 20 tahunan itu melangkah menghampiri nona mudanya. Sebenarnya ia tidak sengaja melihat interaksi keduanya terlebih dengan Alvaro yang tampak emosi.
"Sebaiknya Nona jangan dekat-dekat dengan tuan Alvaro bila dia sedang marah," ucap Selly.
"Memang kenapa?" Diana balik bertanya.
"Apa Nona lupa, saat perasaan tuan Alvaro tidak baik-baik saja tuan mudah emosi. Dan karna itu kami tidak berani mendekati tuan Alvaro bila suasana hatinya memburuk karna bisa saja kami akan mendapatkan kemarahan bahkan kesalahan kecil pun akan berakhir fatal," papar Selly panjang lebar.
Diana yang mendengar itu manggut-manggut. Ia jadi ingat dengan salah satu bab dari cerita ini di bagian Ayara menampar Arin namun setelah melakukan itu Ayara mendapat tamparan balik dari Alvaro. Karna bagaimana pun tokoh pemeran utama akan selalu menang dan Arin pemeran utama.
"Wah, kalungnya sangat indah, Nona. Anda membeli di mana kalung itu?" ucap Selly kala perhatiannya teralihkan pada kalung dengan liontin batu zamrud.
Diana mengikuti arah tatapan pelayannya, sontak menutupi kalungnya seolah menyembunyikan.
"Ini sudah lama aku membelinya. Sudahlah aku ingin ke kamar."
Yaa, Diana sengaja memakai kalung ini karna berjaga-jaga. Bisa saja akan terjadi gerhana matahari dadakan apalagi Selly mengatakan gerhana matahari pernah terjadi di abad 20 dan bisa saja tahun ini merupakan 100 tahun gerhana matahari itu akan muncul kembali.
•
•
Diana menghela napas berat. Ada rasa rindu yang menyesakkan dadanya. Ia sangat merindukan dunianya, entah teman-temannya ataupun orang terdekatnya. Walaupun ia hanya yatim piatu tapi ia tidak pernah kekurangan kasih sayang dari ibu angkatnya. Bagaimana keadaan mereka di sana? Lalu bagaimana dengan raganya di sana? Mengingat itu membuat dadanya sakit.
Diana mengeluarkan ponsel milik Ayara dari saku celananya. Ia menatap deretan kontak telpon yang ada hanya tiga nomor yang tertera di sana yaitu kontak telpon ibu Ayara, Gian dan juga babe. Sebenarnya ia penasaran dengan kontak yang bernama babe itu. Apalagi Ayara memberikan emot love di sana. Apa itu kekasih Ayara? Tapi tidak mungkin, Ayara saja sangat mencintai Alvaro.
Terlalu pusing memikirkan hal itu, Diana memilih untuk kembali masuk ke dalam kamar. Saat ini ia tengah berada di balkon kamarnya dan malam ini angin begitu dingin dan sangat menusuk ke pori-pori.
"Eh, kenapa kamu ada di sini?" tanya Diana ketika mendapati Alvaro sudah berbaring nyaman di kasur miliknya.
Pria itu membuka matanya kala mendengar suara Diana. Ia menoleh menatap wanita itu tanpa ingin bangkit dari kasur.
"Saya hanya ingin malam ini tidur di kamar ini," balas Alvaro datar.
Diana menatap bersungut-sungut pada pria itu." Apa kamu lupa kita tidak memiliki hubungan apapun dan aku bukan Ayara!" sentak Diana seolah mengingatkan Alvaro siapa dirinya.
Alvaro bangun dari posisi tidurannya dan kini posisi pria itu duduk di sisi kasur. Senyuman miring tercetak di bibir merah alami itu.
"Apa kamu lupa, ini kamar istri saya?"
Suara gelak tawa Diana mengisi ruangan kamar itu bersamaan dengan senyuman Alvaro yang memudar.
"Lelucon mu sangat lucu sekali. Sejak kapan kamu mengakui Ayara itu istrimu, hah? Kamu saja tidak pernah menginginkan dia ada," ledek Diana.
Namun, tak lama tawa Diana langsung hilang begitu saja ketika Alvaro mengatakan sesuatu.
"Mulai hari ini saya mengakui dia sebagai istri saya. Jadi, kemarilah layani saya."
Diana diam membisu.
Senyuman kembali terukir di bibir Alvaro kala menatap raut wajah cemas Diana.
"Kamu hanya jiwa asing, sedangkan raga Ayara masih milik saya. Jadi..."
Diana menggeleng kuat."Tidak ada hubungannya. Aku tetap aku dan Ayara tetap Ayara!"
Wanita itu melangkah mundur kala Alvaro berjalan mendekat ke arahnya. Diana memekik ketika Alvaro mengukungnya di tembok dan mengunci pergerakkannya. Ia memalingkan wajahnya kala pria itu mengikis jarak diantara mereka berdua.
Lain lagi dengan Alvaro yang menatap wajah Diana begitu lekat dan kini matanya fokus pada bibir tipis mengkilap itu. Seolah mendamba, pria itu mendekatkan wajahnya seolah ingin menyatukan benda kenyal itu dengan bibirnya. Sementara Diana memejamkan matanya rapat-rapat dan berharap Alvaro menghilang dari hadapannya. Pria itu benar-benar sangat berbahaya untuk kesehatan jantungnya.
______
Hai semuanya! Terima kasih sudah mampir
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komennya ya!
See you di part selanjutnya:)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Jue
Sungguh Diana pameran wanita apa tidak bisa tegas sedikit , Jangan kasi Alvaro itu menindas kamu seenaknya Diana Kerana kamu bukanlah Ayara
2023-06-11
3
Toto Suharto
semangat buat lanjut upnya kak...seru ceritanya...
2023-06-11
2
windanor
Jangan lupa like dan komennya ya!
2023-06-11
2