A & D: Sebuah Perjanjian

"Benarkah?"

Diana mengangguk cepat, membenarkan. Mata Alvaro menatap menelisik penampilan wanita di hadapannya sekarang dari atas sampai bawah dan kini berfokus menatap wajah Diana dengan saksama.

"Tapi kamu tenang saja, aku akan pergi dari sini." Tentu dengan membawa semua harta yang Ayara miliki. Diana tersenyum menyeringai dengan ide briliannya itu.

"Kamu boleh pergi, tapi tidak dengan harta yang Ayara miliki."

Senyuman Diana langsung hilang seketika mendengar ucapan Alvaro yang seakan bisa membaca pikirannya.

"Me-memang kenapa?"

Alvaro mengikis jarak diantara mereka berdua hingga hidung keduanya hampir bersentuhan. Aroma manis tercium jelas dari hembusan napas pria itu."Harta yang dimiliki Ayara berasal dari saya. Dan kamu juga tidak bisa pergi dari sini," desisnya.

Diana langsung mundur menjauh dari Alvaro."Ke-kenapa aku tidak boleh pergi? Lagipula aku bukan Ayara tapi Diana!"

Alvaro tersenyum samar dan memasukkan satu tangannya ke saku celana."Saya dan Ayara sudah membuat perjanjian di mana pernikahan ini akan usai jika kontrak sudah selesai. Jika kamu tetap ingin pergi, jangan membawa raga ini."

Alvaro menunjuk Diana.

"Dasar gila! Kamu kira aku hantu bisa keluar dari raga ini?! Kalau tahu akan masuk raga ini lebih baik aku mati daripada harus hidup berdampingan dengan laki-laki gila seperti kamu!" teriak Diana penuh emosi. Ia benar-benar tidak terima dengan ucapan pria itu.

Padahal bukan ia yang menandatangani perjanjian itu kenapa ia harus terseret juga. Dasar aneh!

"Terserah kamu ingin bicara apa karna itu memang faktanya." Setelah mengucapkan itu Alvaro melangkah keluar dari kamar itu meninggalkan Diana yang menatap emosi pada tokoh protagonis yang nyatanya adalah antagonis.

Diana memegang kepalanya yang mendadak pusing."Setahu ku novel ini menceritakan kegagalan rumah tangga Alvaro dan Ayara tanpa menyinggung perjanjian kontrak. Apa aku yang melewatkan bagian bab novel itu?" monolog Diana.

"Selly!"

Suara teriakan Diana memenuhi ruang tamu saat ini. Wanita itu berjalan cepat menuruni anak tangga.

"Nona hati-hati, nanti anda jatuh," peringat Selly menatap was-was takut nona muda jatuh menggelinding dari tangga.

"Selly aku ingin bicara sesuatu denganmu," ucap Diana ketika sudah menghampiri pelayan nya.

Napas Diana sudah tak beraturan lagi dan terasa sesak.

"Atur dulu pernapasan Nona baru bicara."

Diana menurut dan menormalkan pernapasannya terlebih dahulu setelah itu baru membicarakan sesuatu yang sangat penting ini.

"Selly,"

"Iya, Nona."

"Apa benar Alvaro akan menghukum orang-orang yang berbohong padanya termasuk berkhianat."

Selly mengangguk membenarkan."Tentu, bukankah Nona sudah tahu tentang hal itu?" Selly balik bertanya.

Diana terdiam sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal."Aku hanya ingin memastikannya lagi,"alibi Diana.

"Tuan Alvaro tidak segan-segan mengurung bahkan melakukan penyiksaan pada orang-orang yang berani padanya. Dan itu sudah jadi rahasia penghuni mansion ini," ucap Selly menerawang ke masa lalu saat ia mendapati Alvaro denga kejam nya melenyapkan salah satu pelayan yang merupakan seorang penyusup dan sedang mencari informasi tentang Alvaro. Mengingatnya saja membuat sekujur tubuh Selly merinding.

Lain lagi dengan Diana yang meneguk ludahnya susah payah. Mendadak ia mengusap lehernya. Ia tidak ingin mati kedua kalinya.

Tanpa mereka berdua sadari seseorang mengamati interaksi keduanya di lantai atas. Senyuman penuh seringai terpatri.

"Menarik."

Dua orang menurunkan pakaian begitu banyak di depan mansion dan lain lagi dengan lemari kaca yang baru saja diantar ke mansion. Dan masih banyak lagi barang-barang belanjaan yang diantar dan mungkin ada lagi barang-barang kiriman yang akan datang.

Para pelayan tampak kewalahan membawa masuk semua barang-barang itu ke dalam mansion. Alvaro yang baru sampai datang menatap bingung dengan barang-barang yang memenuhi depan mansionnya saat ini.

"Apa kamu yang belanja sebanyak ini?" Alvaro langsung melempar pertanyaan pada Diana yang duduk di sebuah kursi pijat sambil mengawasi para pelayan.

Wanita itu mengangguk dengan senyuman lebarnya."Iya, kamu mengatakan aku tidak boleh pergi dari sini sampai kontrak perjanjian itu selesai. Jadi, aku akan menikmati semua fasilitas yang kamu berikan," ucap Diana setelahnya mengedipkan sebelah matanya dan kembali menatap ke arah pelayan.

"Hati-hati membawa barang yang itu!" pekik Diana pada para pelayan yang tengah membawa guci antik.

Alvaro memijit pelipisnya melihat ini semua. Ia memilih pergi dari hadapan Diana yang tersenyum melihat kepergian Alvaro.

Setelah semuanya diangkut di kamar, Diana memekik kegirangan menatap semua barang belanjaannya di kamar yang ia tempati sekarang. Sepertinya ia bersyukur bisa masuk ke dalam novel ini. Bagaimana tidak ia bisa menikmati semua fasilitas yang Alvaro berikan walaupun ia bukan Ayara asli.

Ia tinggal menunggu kontrak perjanjian itu berakhir dan pergi dari sini. Tapi tunggu, ia tidak mungkin pergi dari mansion ini dengan tangan kosong. Ia harus membawa sebagian harta Alvaro untuk ia bisa bertahan hidup dan membuka usaha. Walaupun ia tidak tahu perjanjian apa yang dimaksud Alvaro, tapi yang terpenting hari ini ia sangat bahagia.

______

Hai semuanya! Terima kasih sudah mampir

Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komennya ya!

See you di part selanjutnya:)

Terpopuler

Comments

Tuan Muda

Tuan Muda

Cerita klasik sumpah, Ceweknya lemah banget, Jadi nggak banget dengan ceritanya, Author juga kalau orang komen, Dia sama sekali nggak sopan kalau nanggapin, Padahal itu adalah masukan lho

2023-12-07

0

Hasan

Hasan

wah akhirnya kata keramat keluar "MENARIK" habis ini tinggal bucin sama posesif dah🤣🤣🤣

2023-05-29

5

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 52 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!