A & D: Kembali Pada Raga

Sepanjang perjalanan pulang keduanya diam dalam kebisuan hanya terdengar suara mesin mobil. Suasana yang hening membuat Diana semakin canggung apalagi Alvaro tampak diam dan fokus menyetir mobil. Tidak ada obrolan basa-basi yang keluar dari mulut pria itu. Setidaknya Diana tidak mati kutu seperti ini.

"Ekhm..." Diana berdehem membuat Alvaro menatap sekilas padanya.

"Em...tiga preman itu bagaimana? Tadi kita meninggalkannya begitu saja padahal aku ingin tahu motif mereka ingin menculik Ayara," ucap Diana menatap ke arah Alvaro.

Hening. Tidak ada jawaban, membuat Diana kesal.

"Mereka sudah di urus anak buah saya," balas Alvaro setelah satu menit berlalu.

Diana yang awalnya menatap ke arah luar jendela mobil kini menatap Alvaro di sampingnya. Senyuman terukir di bibir Diana.

"Ooh, aku kira kamu akan melepaskannya. Tapi, besok boleh aku menemui mereka?" Diana menampilkan pupple eyes nya berharap Alvaro memperbolehkannya.

"Tidak!"

Satu kata yang meluncur dari bibir Alvaro membuat senyuman Diana langsung lenyap dan tergantikan dengan wajah yang merengut.

"Biar saya yang mengurusnya."

Diana memutar bola matanya malas. Padahal ia ingin bertanya banyak pada tiga preman itu. Ia yakin tiga pria itu tahu banyak tentang Ayara sampai mengincar Ayara untuk mereka berikan pada pria yang di sebut bos itu.

Tak terasa mobil yang Alvaro kendarai sudah sampai di area pekarangan mansion. Diana langsung turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam mansion tanpa berkata apapun dengan Alvaro.

"Selly! Tolong buatkan minuman sirup dingin untukku!" teriak Diana yang setelah itu berlari menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.

Saat sudah masuk ke dalam kamar Diana melepaskan satu persatu pakaian yang melekat di tubuhnya untuk segera membersihkan badannya. Ia ingin menghilangkan jejak-jejak tiga preman itu dari area tubuhnya. Ia benar-benar jijik ketika mengingat bagaimana mereka menggerayangi tubuhnya.

Sekitar lima belas menit berendam di bath up dan membersihkan badannya, Diana keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya mampu menutupi area dada dan bagian bawahnya. Toh, di kamar ini hanya ada ia seorang diri.

"Sudah selesai?"

Diana yang baru menutup pintu kamar mandi terperanjat kaget kala mendapati Alvaro sudah duduk manis di kasur miliknya.

"Ke-kenapa kamu ada di kamarku?" Diana menutupi area dada dan bagian bawahnya

Alvaro diam. Namun, matanya bergerak liar memandangi tubuh Diana yang hanya tertutup handuk tipis yang pendek. Sementara yang di pandangi gemetar serta gugup. Tatapan yang pria itu berikan seolah tengah menelanjanginya.

"Saya hanya ingin mengembalikan ini," ucap Alvaro, bangkit dari kasur lalu melangkah mendekat pada Diana yang menjaga jarak.

Alvaro mengeluarkan ikat rambut pink milik Diana yang tak sengaja tertinggal di mobilnya.

Diana yang melihat benda itu mendengus. Padahal bisa dititipkan pada Selly tanpa harus masuk kamarnya. Ini sungguh tidak sopan!

"Sini, kembalilah padaku." Diana menengadahkan tangannya pada Alvaro."Tidak usah dekat-dekat!"

Diana memekik ketika Alvaro melangkah mendekat padanya dan tidak mendengarkan ucapannya. Apa pria ini tuli atau bagaimana?

"Ini..." Alvaro menarik tangan Diana lalu meletakkan ikat rambut di telapak tangan wanita itu yang sudah gemetar karna tubuhnya sudah hampir menyatu dengan Alvaro.

"Saya suka aroma tubuhmu."

Alvaro berbisik tepat di telinga Diana seraya menghirup dalam aroma sabun yang Diana gunakan. Jangan tanyakan lagi Diana, rasanya ia ingin pingsan. Tubuhnya seketika meremang dan aliran darah seakan berhenti mengalir di wajahnya mendengar suara Alvaro yang berat dan serak itu.

Seorang wanita perlahan membuka matanya kala cahaya matahari memaksa masuk ke retina mata indahnya. Diana, wanita itu bangkit dari hamparan rerumputan. Ia menatap kanan kiri, merasa asing pada tempat ini. Namun, Diana merasa tenang dan nyaman di sini.

Mata Diana tak sengaja menangkap sosok wanita yang tengah menatap ke arah danau. Ia merasa tidak asing dengan tubuh wanita itu. Diana melangkah menghampiri wanita yang mengenakan gaun putih itu.

"Ha-hai..."

Sapaan Diana membuat wanita itu berbalik badan bersamaan dengan raut wajah Diana yang terlihat terkejut bukan main.

"A-ayara."

Wanita yang dipanggil Ayara itu tersenyum manis. Lain lagi dengan Diana yang langsung menatap ke arah tubuhnya. Saat ini jiwanya kembali pada raga aslinya di dunia nyata.

"Kenapa tiba-tiba aku sudah kembali pada tubuhku?"

"Kenapa? Kamu tidak senang?"

Diana menggeleng cepat. Justru ia banyak-banyak bersyukur bila memang jiwanya sudah kembali pada raga aslinya. Setidaknya ia bisa lepas dari Alvaro.

"Tapi sayangnya kamu akan tetap terjebak di sana," ucap Ayara disertai tawa meledaknya.

Senyuman Diana langsung luntur seketika."Aku tidak ingin terjebak di dunia aneh itu! Dan kamu, kenapa tidak kembali ke ragamu?"

Ayara yang awalnya tertawa seketika langsung diam. Diana yang melihat itu mengkerutkan keningnya.

"Aku sudah mati, Diana. Dan tidak akan kembali ke raga itu. Lagi pula Alvaro tidak pernah menginginkan ku ada. Daripada aku hidup dalam pernikahan palsu itu lebih baik aku di sini. Tempat ini sangat nyaman tanpa ada kesedihan yang aku rasakan."

Wajah Ayara terlihat begitu menyedihkan di mata Diana. Tapi, bila Alvaro tidak pernah menginginkan Ayara ada dalam kehidupannya kenapa pria itu tidak menunjukkan kebencian nya pada dirinya?

"Ini..."

Diana tersentak ketika Ayara menarik tangannya lalu meletakkan sesuatu di telapak tangannya.

"Kamu bisa keluar dari dunia itu asalkan saat gerhana matahari muncul lalu arahkan kalung ini ke atas langit dan sebutkan permintaanmu. Kalung ini hanya bisa mengabulkan satu permintaan saja dan gunakan sebaik mungkin, Diana."

Diana menatap kalung dengan liontin batu zamrud yang sangat indah.

"Tapi kapan_"

Ucapan Diana langsung terjeda ketika sosok Ayara hilang dari pandangan matanya. Dan...

"Ayara!"

Diana terbangun dari tidurnya dengan keringat yang membasahi sekujur badannya.

______

Hai semuanya! Terima kasih sudah mampir

Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komennya ya!

See you di part selanjutnya:)

Terpopuler

Comments

Desi Forever

Desi Forever

kita tunggu selanjutnya

2023-06-09

2

Hasan

Hasan

ah pasti dah terakhir digunakan buat nolongin alvaro🤭🤭

2023-06-08

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 52 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!