Untuk para readers. Jangan berharap cerita ini akan penuh air mata karna konflik cerita ini ringan. Karna bagiku membaca novel adalah cara menghibur diri dari kesedihan dan kepenatan dunia nyata.
Jangan lupa like dan komennya ya!
_____
Alvaro sangat-sangat menikmati wajah Diana dengan jarak yang begitu dekat. Di lihat dari sisi manapun wanita itu sangat berbeda meski Diana berada di tubuh istrinya. Aura yang Diana pancarkan sangat berbeda dengan Ayara. Mereka seperti raga dua orang yang berbeda walaupun sama.
Diana mengkerutkan keningnya ketika tidak merasakan apapun di wajahnya. Bukannya pria itu ingin menciumnya? Diana membuka sebelah matanya dan yang ia dapati Alvaro hanya memandanginya. Kali ini aura pria itu tidak menyeramkan seperti tadi siang dan sekarang terlihat lebih tenang.
"Kenapa__"
"Kenapa apa, hmm?" Alvaro menunggu lanjutan ucapan Diana yang terjeda. Wanita itu memalingkan wajahnya dengan raut wajah yang bersungut-sungut."Ingin di cium?"
Diana yang mendengar itu melototkan matanya."Nggak ya! Sana pergi!"
Wanita itu mendorong-dorong dada kokoh Alvaro menjauh darinya. Sedangkan pria itu tampak terkekeh geli mendapati wajah Diana yang memerah.
"Saya ingin tidur di sini. Ini kamar istri saya," kekehnya.
Diana menggeram kesal."Ini kamarku! Bukan kamar Ayara!" gertak Diana. Apapun yang dimiliki Ayara semuanya menjadi miliknya kecuali Alvaro. Ia tidak mau mempunyai suami seperti pria hadapannya sekarang, walaupun memiliki rupa yang sangat tampan tidak menjamin ia akan jatuh cinta dan bahagia dengan Alvaro. Yang ada sakit hati.
"Baiklah. Kalau begitu kamu yang harus menggantikan posisi Ayara menjadi istri saya. Ayara berhutang budi dengan saya, kita berdua sudah menandatangani surat perjanjian. Yang mana bila Ayara melanggarnya maka denda 2 miliar atau terpenjara tiga tahun."
Diana terperangah mendengarnya. Mana bisa begitu. Seingatnya dalam cerita novel ini tidak ada perjanjian semacam itu.
"Tidak, tidak. Kenapa harus aku yang bertanggungjawab. Yang menandatangani surat perjanjian itu Ayara bukan aku!" bantah Diana, menatap sengit Alvaro.
Alvaro menatap Diana dalam diam sambil memainkan lidahnya dalam mulut.
"Selama raganya masih ada, perjanjian itu akan tetap berjalan sampai batas waktu yang di tentukan."
Setelah mengatakan itu Alvaro keluar dari ruangan itu. Perlahan tubuh Diana merosot ke bawah hingga terduduk ke lantai.
"Sebenarnya kamu melakukan perjanjian apa dengan Alvaro, Ayara..." gumam Diana dengan raut wajah frustasi. Bahkan pria itu tidak memperlihatkan surat perjanjian yang sudah di sepakati keduanya.
Alvaro terkejut ketika keluar dari kamar Diana, Hendrik sudah berdiri di depan pintu kamar tersebut.
"Kenapa kamu ke sini malam-malam?" tanya Alvaro seraya menutup rapat pintu kamar.
"Aku mengantarkan berkas yang kamu minta tadi, Al. Tapi, ada urusan apa kamu dengan Ayara?" Hendrik tampak penasaran ketika Alvaro baru saja keluar dari kamar wanita yang ia anggap bermuka dua itu.
Alvaro tak menjawab pertanyaan Hendrik, ia memilih membuka berkas yang diberikan pria itu.
"Hati-hati dengan Ayara, dia itu wanita licik, Al. Apalagi tingkahnya akhir-akhir ini sangat aneh. Aku yakin ini pasti bagian dari rencananya."
Pergerakan tangan Alvaro terhenti, ia menatap Hendrik."Tidak usah ikut campur dengan urusan rumah tangga ku. Ayara itu urusanku."
Hendrik menatap tak percaya dengan respon Alvaro yang bertolak belaka. Biasanya pria itu akan membenarkan segala ucapannya tentang sifat buruk Ayara tapi sekarang...
"Terima kasih sudah mengantarkan berkas ini."
Hendrik diam tak membalas, namun pandangannya menatap punggung lebar Alvaro menjauh dari jangkauan matanya. Kedua tangan Hendrik terkepal kuat, menahan amarah menggerogoti rongga dadanya. Bukan ini yang ia inginkan, ia ingin Alvaro membenci dan membuang Ayara dari tempat ini!
_______
Hai semuanya! Terima kasih sudah mampir
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komennya ya!
See you di part selanjutnya:)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Toto Suharto
wah alvaro ada musuh dalam selimut tuh... kamu harus hati hati...
2023-06-14
2
azzalea
Lho ada apa dengan Hendrik?
2023-06-13
1
Yadi Madi
Bagus
2023-06-12
0