Tak terasa Diana sudah dua minggu berada dalam novel ini. Dan yang ia lakukan di sini adalah bersenang-senang menghabiskan harta Alvaro. Pria itu tidak berkata apapun atau marah dengan sikapnya yang sibuk berfoya-foya.
Seperti biasa Diana terbangun dari tidurnya di atas jam 8 pagi. Tapi kali ini ia merasa tubuhnya terasa remuk dan pegal-pegal padahal ia tidur di kasur yang sangat empuk atau ia salah posisi tidur? Tapi yang jelas dua malam ini badannya terasa remuk seperti baru saja di timpa beban berat.
Saat bangkit dari kasur wanita itu memekik kaget kala menatap dirinya di pantulan cermin. Bagaimana tidak, bibirnya membengkak dan di sudut bibirnya terdapat luka yang sudah mengering.
"Bibirku kenapa? Apa di kamar ini ada serangga?"
Diana menatap sekitar kamarnya bergidik ngeri, bagaimana bisa kamar semewah itu ada serangga atau hewan sejenisnya.
"Selamat pagi Nona Ayara," ucap Selly kala memasuki kamar nona mudanya.
Diana menoleh ke arah Selly yang tampak kaget menatap bibir Diana.
"Bibir Anda kenapa, Nona, sampai bengkak seperti itu?" Selly meringis melihatnya.
Diana berdecak."Aku juga tidak tahu. Tapi yang jelas pasti karna digigit serangga atau nyamuk di kamar ini."
"Nyamuk?" beo Selly."Maaf sebelumnya Nona, di kamar ini tidak mungkin ada nyamuk apalagi di ruangan yang ada pendingin seperti ini," ucap Selly menyanggah praduga Diana.
"Lalu, bibirku ini kenapa? Mana sakit pula." Diana meringis kala memegang bagian sudut bibirnya."Nanti kamu semprot kamar ini dengan pembasmi serangga," perintah Diana yang langsung diangguki oleh Selly.
Diana bangkit dari kasur lalu melangkah menuju kamar mandi. Selly segera menyiapkan pakaian untuk nona mudanya. Setidaknya saat keluar dari kamar mandi nona muda tinggal mengenakan pakaiannya tanpa susah-susah membuka lemari.
Setelah selesai dengan ritual mandinya wanita itu segera ke lantai bawah untuk sarapan pagi. Alis Diana sebelah terangkat kala mendapati Alvaro tengah duduk santai di sofa ruang keluarga yang berhadapan langsung dengan meja makan.
"Tidak kerja?" tanya Diana sekedar basa-basi.
Alvaro hanya melirik sekilas lalu kembali fokus dengan gadget yang ada di tangannya. Melihat sikap acuh Alvaro membuat Diana berdecak. Seharusnya tidak usah ia sapa saja tadi.
"Ini hari minggu."
Baru saja Diana hendak mendudukkan dirinya di kursi Alvaro baru menjawab pertanyaannya yang sudah lewat satu menit itu. Menyebalkan memang.
"Em...sepertinya di kamarku ada serangga atau hewan semacamnya. Lihatlah, bibirku jadi seperti ini."
Diana memperlihatkan kondisi bibirnya pada Alvaro yang tidak jauh dari wanita itu duduk. Lagi, pria itu hanya diam dan kali ini tidak merespon.
"Kalau seperti ini terus aku ingin pindah kamar saja, bibirku bisa-bisa jadi semakin bengkak," gerutu Diana.
"Terserah." Hanya kata itu yang terlontar dari bibir Alvaro. Pria itu bangkit dari tempat duduknya dan berlalu pergi menuju ruang kerja pribadinya.
"Dia itu kenapa sih?" Diana menatap sebal pemilik punggung lebar itu yang sudah menghilang dari balik tembok yang menjadi sekat.
"Ini Nona, susu untuk anda." Selly meletakkan susu coklat yang selalu di minta Diana setiap pagi.
"Selly,"
"Iya, Nona. Apa ada sesuatu yang anda butuhkan?"
Diana menggeleng."Tidak, aku hanya ingin bertanya. Alvaro memang seperti itu orangnya?"
"Bukankah Nona lebih mengenal tuan muda?"
Diana memutar bola matanya malas. Ternyata tidak ada gunanya bertanya dengan Selly. Setiap pertanyaan yang ia lontarkan pasti jawabannya 'Nona lebih mengenal tuan muda'. Ingin rasanya mengatakan kalau ia bukan Ayara tapi Diana!
•
•
Tak terasa matahari sudah akan kembali ke peraduannya dan saat itu Alvaro baru keluar dari ruang kerja pribadinya setelah seharian menyelesaikan semua pekerjaannya. Mau tanggal merah sekali pun pria itu tetap akan sibuk dengan lembaran kertas dan gadget. Seolah pekerjaannya lebih penting daripada berleha-leha atau liburan untuk menikmati hari liburnya.
"Di mana Ayara?" Alvaro yang menanyakan keberadaan Ayara membuat dua pelayan yang tengah sibuk dengan pekerjaannya itu saling pandang satu sama lain . Seolah heran dengan Alvaro yang tiba-tiba menanyakan keberadaan nona muda. Biasanya pria itu akan acuh untuk masalah ini.
"Nona muda tadi siang keluar dari mansion dan sampai sekarang belum pulang," jawab salah satu dari dua pelayan itu tanpa berani menatap Alvaro.
"Ke mana dia?"
"Kami tidak tahu, Tuan. Nona muda tidak mengatakan apapun ingin pergi ke mana."
Sedangkan orang yang dicari tengah menikmati alunan musik dengan ditemani sebotol wine. Entah sejak kapan Diana yang dikehidupan pertamanya terkenal anak baik-baik dan polos itu mulai berani terjun ke dunia clubbing.
"Bagaimana apa kamu menyukainya, hmm?" tanya seorang pria bertubuh tambun dengan tato bergambar burung elang di lengan kanannya.
Diana hanya tersenyum kikuk dan menjauhkan tangan pria itu yang tidak sopannya langsung merangkul pinggangnya.
______
Hai semuanya! Terima kasih sudah mampir
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komennya ya!
See you di part selanjutnya:)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Zara Ra
kpn up y kak
2023-06-02
0
Zara Ra
lal lanjut kak
2023-05-30
0
Hasan
🤣🤣🤣serangga yg sangat besar🤣🤣🤣
2023-05-30
2