A & D: Alvaro

Diana menatap penampilannya yang kini mengenakan baju kaos putih serta boxer hitam selutut yang entah milik siapa. Ia merasa puas dengan pakaian yang ia kenakan sekarang. Dan sekarang tugas yang harus ia lakukan adalah mencari informasi tentang Ayara. Pasalnya yang ia tahu penulis hanya menceritakan kisah rumah tangga Ayara yang tak harmonis dengan Alvaro tanpa menceritakan keluarga Ayara, penulis lebih menceritakan tentang kedekatan Alvaro dengan tokoh utama wanita. Bukan tanpa alasan Diana melakukan ini untuk mencari tahu jati diri Ayara, tentu agar semakin mudah terlepas dari Alvaro.

Diana memutuskan keluar dari kamar, perutnya sudah keroncongan dan sangat kelaparan. Wanita itu tampak tak memperdulikan tatapan para pelayan yang menatap heran dan aneh dengan nona mudanya. Mengenakan kaos longgar, celana boxer, dan wajah tanpa make up, sungguh ini bukan nona muda Ayara yang mereka kenal, yang selalu berpenampilan anggun dan tak lepas menggunakan make up. Tapi mereka tak memungkiri bila nona muda lebih cantik tanpa membalut wajahnya dengan make up yang membuat ia terlihat lebih dewasa padahal usianya masih 19 tahunan.

"Wah, banyak sekali makanannya!" seru Diana hampir meneteskan air liurnya menatap makanan lezat yang tersaji di atas meja. Tanpa menunggu lama Ia langsung mendudukkan dirinya di kursi kayu. Katakan lah ia tak tahu malu, tapi saat ini ia menempati tubuh Ayara dan ia bebas melakukan apa saja.

Selly terperangah menatap penampilan nona mudanya. Lain lagi dengan asisten Hendrik yang hampir tersedak ludahnya sendiri menatap penampilan baru Ayara.

Suapan demi suapan terus masuk ke dalam mulut mungil Diana. Sungguh, di dunia aslinya ia hanya gadis yatim piatu yang serba kekurangan termasuk untuk menyantap makanan lezat di depannya sekarang sangat jarang bahkan tidak pernah. Tangan Diana mengambil semua lauk yang tersedia di atas meja. Tatapan Diana tak sengaja bertemu dengan Alvaro yang menatap tajam ke arahnya. Pria itu langsung mengurungkan niatnya menyantap makanannya setelah ke datangan sang istri.

Diana meneguk ludahnya kasar, tatapan yang Alvaro berikan berhasil menyerap energinya. Ia menatap semua orang yang ada di ruangan megah itu kini merotasikan tatapan penuh ke arahnya.

"Kenapa kalian melihat ku seperti itu?" cicit Diana. Rasa takut perlahan merambat dalam benaknya. Apalagi sekarang ia berada dalam di dunia novel bukan dunia aslinya.

Alvaro bangkit dari tempat duduknya. Ia beranjak dari tempat itu tanpa mengatakan sepatah katapun.

"Ingin membuat drama seperti apa lagi Nona? Kamu kira Alvaro akan menyukai perubahan mu yang seperti ini?" ucap Hendrik menatap penuh penghinaan pada Diana.

Entah ada masalah apa dengan Hendrik yang sangat membenci Ayara, semenjak Alvaro menikahinya karna terpaksa. Sementara Diana menatap sengit pada pria di hadapannya sekarang. Ia baru sadar Hendrik memiliki mulut yang lemes dari balik wajahnya yang datar seperti jalan tol.

"Ingat dengan jabatanmu. Kamu hanya bawahan suamiku. Bersikaplah yang sopan dengan ku!" sahut Diana dengan tatapan mengejeknya. Hendrik mengeratkan rahangnya mendengar itu.

Diana tersenyum melihat perubahan raut wajah Hendrik.

Alvaro yang menuruni anak tangga langsung berhenti sejenak. Matanya menatap bungkusan snack berhamburan di lantai. Suara televisi yang sangat berisik membuat indra pendengarannya sangat terganggu. Kaki panjangnya melangkah ke arah seseorang yang duduk membelakanginya.

Diana terus memasukkan makanan dalam mulutnya tanpa mengalihkan pandangan matanya dari film yang tengah ia tonton tanpa menyadari seseorang sudah memberikan tatapan yang siap menembakkan leser. Kapan lagi ia bisa hidup santai dengan bergelimang harta.

"Khm..."

Deheman yang cukup keras membuat Diana menoleh ke samping. Mata gadis itu langsung melebar menatap sosok Alvaro sudah berada di hadapannya. Meskipun begitu, ia berusaha menormalkan raut wajahnya agar terlihat tenang.

"Kenapa melihat ku seperti itu!" ketus Diana yang benar-benar tak nyaman dengan tatapan Alvaro.

Pria itu merendahkan tubuhnya membuat ia semakin dekat dengan Diana yang meneguk ludahnya kasar.

"Siapa kamu sebenarnya?"

Tiga kata yang terlontar dari bibir Alvaro berhasil membuat jantung Diana berdetak tak karuan.

"Apa maksud mu?! Aku Ayara!" Diana berteriak lantang lalu mendorong Alvaro, hingga pria itu mundur beberapa langkah. Senyuman smirk muncul di bibir Alvaro.

Napas Diana memberat. Tidak mungkin Alvaro mengetahui bila ia menempati raga Ayara.

_____

Hai semuanya! Terima kasih sudah mampir

Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komennya ya!.

See you di part selanjutnya:)

Terpopuler

Comments

Natalia Luis Naik0fi

Natalia Luis Naik0fi

Si Diana bru lihat mknan jdi gk tau dri sya orng kmpung ju tau dri wlau pun bru lihat it mkanan

2023-12-11

0

Zara Ra

Zara Ra

kpn updet y kak

2023-05-21

2

Hasan

Hasan

🤣🤣🤣jelas curiga dodol wong kelakuan lu beda 180°

2023-05-21

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 52 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!