9. Mega Mendung

Mungkin kini sudah masuk waktu subuh, dimana fajar mulai naik menampakkan dirinya.

Sedangkan Partha dan para pemuda tengah berjalan membuntuti para iblis. Semuanya mengendap-endap, mencari tau dimana iblis itu berdiam diri.

Sambil mengamati, Partha juga membuka sistem dan membagi pointnya untuk memperkuat diri. Ia pun menambah point skill agar serangannya menjadi lebih kuat.

Sebelum perjalanan juga Partha mengganti bajunya yang lusuh dengan pakaian yang lebih baik. Yaitu jubah hitam polos dengan baju abu-abu, yang merupakan hadiah dari quest. Meski sebenarnya masih terlihat seperti gelandangan.

"Ah.. Sepertinya aku sudah terlalu lama login. Ibu marah tidak ya?" gumam Partha ketika melihat jam di dunia nyata yang sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Pasalnya dia mulai bermain game sejak jam delapan pagi.

"Kang Partha, mari bergerak lagi sebelum kehilangan jejak" ajak pemuda yang namanya Galuh.

"Baiklah" balas Partha sambil mengangguk. Mungkin ia akan bermain sebentar lagi.

Setelah jauh berjalan hingga matahari sudah nampak sepenuhnya, akhinya mereka menemukan markas para iblis itu.

Semua menganga ketika menyaksikan sebuah gua yang dipenuhi iblis, disana banyak tulang belulang serta terdengar teriakan orang yang ditawan.

"Iblis itu bersekutu dengan monster lainnya... " jata seorang pemuda ketika mendapati banyak sekali monster alas dan iblis.

Galuh menoleh, "Sifat iblis adalah penghasut, mereka pasti mengubah monster menjadi pengikutnya" tutur lelaki itu pada kawannya.

Partha meneguk ludahnya dengan susah payah. Iblis disini rata-rata level 10 sedangkan Mob's atau monster disini level 5-7. Apakah bisa dia melawannya?

"Utaa?" panggil Uta ketika melihat Partha yang kalut.

Partha pun menoleh padanya, ia tersenyum menyembunyikan kekhawatirannya.

[ Gantilah senjata anda dengan panah Mega yang ada di inventory, Tuan! ]

Partha diam menyimak sistem, lalu ia membuka inventory kembali untuk mencari panah yang dimaksud.

"Mega"

Panggil Partha dengan setengah berbisik, dan muncul lah sebuah busur berwarna perak yang berpadu dengan hitam disertai ukiran mega atau awan.

Partha mengagumi senjata barunya yang diberikan sistem. Senjata ini memiliki skill spesial yaitu "Mega mendung" yang bisa diaktifkan dengan mana.

Untung saja disini ada Uta yang mampu memberinya tambahan mana. Partha pun menoleh kepada Uta yang bertengger di bahu kanannya.

"Utaa!" seru makhluk itu seolah mengerti apa yang majikannya maksud.

Partha dan pemuda lainnya pun lantas menyusun strategi untuk menggerebek markas para makhluk jahanam itu.

***

"SERANG!"

Sebuah seruan menggema di tengah hutan, dan sejurus kemudian mencul lah serangan anak panah dan sihir dengan skill stun. Para musuh pun menjadi patung.

"Maju!" Partha memberi arahan kembali kepada pemuda pengguna senjata jarak dekat.

Mereka yang membawa golok pun menebaskan senjatanya dengan dibantu oleh tiga pengguna panah dan seorang pengguna sihir.

Beberapa monster batu penjaga pun berhasil ditumbangkan. Lalu semuanya menyusup masuk ke dalam gua.

"ROARGHH!"

Tiga Iblis setinggi dua meter dengan level 10 nampak murka dengan kedatangan mereka. Sedangkan antek-anteknya dengan level yang lebih rendah langsung menyerang.

Pemuda lain pun maju tanpa takut, sedangkan Partha dan sisanya berusaha memberika perlindungan.

Set. Set.

Partha terus melepaskan serangannya dengan critical attack yang tinggi. Sungguh senjata barunya ini sangat kuat dibanding dengan panah kayu yang pertama dia dapat.

Kini tersisa tiga iblis besar yang sedari tadi lebih mempertahankan tawanannya dan menyuruh monster kelelawar melawan kami.

Ketika Galuh maju dengan goloknya, dia ditebas oleh pecut yang dibawa sang Iblis hingga terpental.

Skill stun pun tidak dapat bertahan lama untuk menahan lawan.

"Ayo! Hp mereka tinggal setengah lagi!" seru yang lain memberi semangat. Namun nahas, butuh usaha lebih hingga tenaga dan mana mereka terkuras sedangkan para Iblis itu masih menyerang.

Ketiga iblis itu mendekati kandang tahanan, lalu ia mengambil seorang gadis yang tengah menangis.

"Tolong aku! Tidak! Jangan makan aku!" teriaknya dengan histeris.

"Sriya!" seru Galuh namun terlambat, iblis itu sudah melahapnya. Lutut pria itu pun langsung lemas. Matanya menatap nanar kepada sang Iblis.

Pasalnya Sriya adalah calon istri Galuh yang seminggu lagi akan menikah.

"Makhluk itu bersatu!"

Partha langsung melotot saat melihat ketiga iblis itu melebur dan berubah menjadi wujud baru yang lebih menyeramkan. Seperti raksasa bertubuh tambun dengan kepala babi bermata merah.

Sontak mereka mundur selangkah karena takut. Tidak ada seorang pun yang berani menyerang dan Galuh hanya menatap kosong.

"Hp nya kembali pulih dengan level 35!" kata Partha yang tidak percaya. Ini jauh dari levelnya

"GROAAAGHH!" Iblis itu berlari dengan membabi buta, formasi pun menjadi berantakan karena mereka berlarian menyelamatkan diri.

Partha melompat ke samping ketika hampir diinjak.

Hanya dirinya yang tetap menyerang melesatkan anak panah.

"Amankan tahanan!" teriak Partha ditengah kerusuhan yang terjadi.

Beberapa orang berlari keluar hingga musuh terpancing dan mengejarnya. Sedangkan yang lain berusaha melepas kandang yang mengurung para gadis desa.

Partha rasa tak ada yang bisa diandalkan untuk menyerang dalam jarak dekat. Akhirnya dia mengeluarkan golok pemberian Ki Sadam untuk menebas kaki si Iblis.

Trang!

Golok itu malah terpental karena dicambuk oleh si Iblis, Partha yang tak jauh dari sana langsung dihempaskan menyusul goloknya.

"Akh!" ringis lelaki itu saat merasakan tulangnya remuk menabrak batang pohon.

"Utha!" pekik Uta yang terlempar jauh namun berhasil mendarat dengan aman.

Iblis babi itu menghampiri Partha.

"Berhentilah melawan. Lebih baik ikutlah bersamaku agar mendapat kekuatan yang tak terkalahkan... " kata iblis itu dengan suara berat yang menyeramkan. Matanya menyala merah seolah membuat Partha terhipnotis.

"Hentikan!"

"Argh!"

Sesuatu datang melesat dengan sangat cepat. Ia menebas si Iblis.

Sebuah siluet berdiri membelakangi Partha. Orang itu menenteng dua pedang yang mengkilap, rambutnya pun terurai indah.

"Beraninya kau! Grrr!" geram iblis itu sambil memegangi sebelah wajahnya yang tersayat.

Siluet itu pun melompat dan berputar di udara untuk menebas musuh.

"Tunggu!" seru Partha yang segera menyiapkan busurnya kembali dan berusaha membidik ke arah babi itu.

Sedangkan orang tadi terus menebas pedangnya dengan gerakan lihai. Tak peduli dengan bajunya yang berlumuran darah si Iblis.

Partha menarik nafas, begitu pula Uta yang kembali bertengger di kepalanya sambil mengalirkan mana.

Atmosfer pun berubah menjadi dingin, kabut pun mulai muncul serta langit menjadi mendung.

"Mega Mendung!"

Seru Partha sambil melesatkan bidikannya hingga awan serta kabut pun membentuk pusaran di sekitar si Iblis.

Orang berbaju putih itu melompat agar tak terkena serangan Partha.

"ARGHHHHH!!!"

Raungan iblis babi itu terdengar kencang ketika menerima dorongan energi dari jurus ultimatum milik Partha.

"ROARGHH!!!"

Teriakan itu turut menghilang ketika wujud si Iblis berubah menjadi partikel hitam yang terbang di udara.

"Selamat kembali ke alam baka... " ucap Partha lirih. Ia kehabisan banyak tenaga, begitu pula dengan Uta yang telah mengerahkan seluruh mana-nya.

"Kau tak apa?"

Partha menoleh, ia mendapati seorang player wanita menghampirinya dengan wajah khawatir.

Lelaki itu melirik kesana-kemari, ternyata para pemuda dan gadis desa sudah pergi meninggalkannya. Ah tak apa, lagipula Partha sendiri yang meminta mereka pergi.

"Kau mendengarku?" tanya wanita itu lagi yang kini sudah tepat di sebelah Partha.

"Aku.. " tak sanggup berkata-kata, Partha pun kembali pingsan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!