6. Putra Pandawa Group

"Allahuakbar.. Allahuakbar... "

Adzan sudah berkumandang, ayam jantan pun ramai berkokok menyambut fajar.

Juna terduduk di kasurnya. Dia merasa sedikit pusing karena begadang bermain VR. Hal ini diperparah juga dengan alur game yang terlalu random hingga membuatnya bingung.

"Semuanya terasa nyata... " gumam lelaki itu sambil memandang telapak tangannya.

Jujur, perasaan mendebarkan masih menyelimuti dirinya. Rasa sedih pun menerpanya ketika mengingat sosok Gesang.

"Kau terlalu mirip adikku" lirihnya dengan sendu sambil beralih memandang figura berisi potret Juna dengan adiknya.

Brak!

Juna langsung menoleh ke arah pintu dan mendapati Ibunya disana.

"Langsung ke masjid, Jun" kata wanita itu dengan ketus, dan lantas berlalu sebelum Juna sempat menjawabnya.

Juna tersenyum tipis, "Iya bu" jawabnya meski tidak terdengar oleh sang Ibu.

***

Di sebuah ruangan yang penuh dengan monitor, seorang lelaki terlihat kebingungan.

"Apa yang Putra lakukan?" ucapnya sambil mengotak-atik keyboard. Beberapa rekan yang ada disana pun melakukan hal serupa.

"Terdeteksi kejanggalan dalam sistem. Apa Putra melakukan sesuatu?" seorang wanita dengan kacamata berbalik dengan wajah pucat.

"Freya, kurasa Putra sudah lepas dari kontrol".

"Kau bercanda kan, Ryan?" tanya Freya, si Wanita berkacamata tak percaya.

Semua orang yang ada disana pun menahan nafas.

Putra adalah AI yang sengaja dibuat untuk membantu game VR ini. Dia adalah vital dari sistem NeosanTower. Developer menamainya Putra karena dia bagaikan anak emas yang diciptakan dengan susah payah serta keringat dan darah. Butuh waktu serta perjuangan yang harus Pandawa Group korbankan untuk "Putra" mereka.

"Dasar tidak berguna! Bisa-bisanya Putra-ku menghilang!"

Deg!

Sebuah suara terdengar menggema dengan kencang. Ryan, Freya dan kawan-kawannya langsung terdiam begitu lampu ruangan turut padam.

Bous adalah atasan mereka, dia merupakan pemilik Pandawa Group yang sangat berambisi membangun dunia virtual. Dan langkah awalnya adalah dengan meluncurkan game VR NeosanTower.

Meski tak nampak wujudnya, suara Bous yang tersalur dengan speaker cukup membuat mereka mati kutu karena aura intimidasi yang kuat.

"Mayara Division..."

"Kuharap kalian tau apa yang harus dilakukan".

"Jika gagal... Nyawa kalian pun tak akan cukup untuk membayarnya."

Glek. Membayar Putra dengan setimpal adalah hal yang mustahil bahkan dengan nyawa sekali pun.

"Ryan?..." panggil anak buahnya dengan ketakutan. Lelaki itu pun menoleh dengan tatapan kosong, turut merasakan ketakutan yang sama.

"Kita akan membagi tugas. Harus ada yang yang mencari Putra lewat sistem dan mencarinya secara langsung di Neosantara" tutur Ryan dan disetujui para rekannya.

***

Ping!

Ping!

Suara handphone Juna terus terdengar hingga mengusik sang Pemilik yang mencoba memejamkan mata. Maklum, semalam dia begadang karena bermain VR.

"Notif apa sih!?" ketus Juna sambil bangkit meraih handphonenya yang terletak di atas meja.

[ Membereskan kamar +100 poin. ]

[ Mengantar Ibu ke pasar +100 poin. ]

[5 Notifications ... ]

"Lah ini kan yang tadi gua kerjain" tanyanya bingung. Layar handphone pun berkedip lalu muncul glitch di dalamnya.

[ "Selamat pagi tuan! Mulai sekarang semua aktifitas produktif anda akan mendapatkan poin yang bisa diubah menjadi saldo" ]

Juna terkejut bukan main, karena tiba-tiba ada suara seperti Google Assist yang keluar dari handphonenya.

"Heh!? Apa-apaan ini? Google lagi error ya? Kok suaranya cowo sih" tanyanya tak mengerti. Ia pikir suara itu berasal dari Google Assist.

[ "Saya adalah sistem yang menemani anda dalam game NeosanTower." ]

[ "Mulai saat ini, saya akan mendampingi anda dalam game mau pun dunia nyata untuk mendapatkan apa yang anda mau" ]

Juna meneguk salivanya dengan susah payah. Matanya masih menatap tak percaya pada gawai di genggamannya.

"Hih!"

Juna melempar handphonenya tiba-tiba.

[ "Tuan?" ]

"Tuan palamu! Berhenti atau gua panggil pak Ustad buat ngeruqiah lu!" seru Juna ketakutan sambil melompat ke belakang, berusaha menjauhi handphonenya yang ia pikir sudah di hack.

[ "Anda adalah orang terpilih yang-" ]

"DIEM!!!"

seru Juna yang makin ketakutan. Tubuhnya sampai menempel ke tembok.

[ "Kalau tidak percaya, anda bisa login ke Neosantara. Akan saya jelaskan semua disana" ]

Ragu tapi penasaran. Tanpa berkata apa-apa, Juna meraih VR gear sambil menjaga jarak dengan handphonenya.

"Kalo boong gua laporin ke Cyber Police ya" kata Juna sedikit mengancam saat memakai gearnya.

***

NeosanTower adalah nama sebuah game VR yang dirilis oleh Pandawa Group. Game tersebut berlatarkan sebuah negeri indah bernama Neosantara yang kini tengah dilanda bencana raya, dan di negeri itulah para player menjelajah mencari sebuah tempat yang telah lama hilang, sebuah tempat yang konon katanya mempu mengembalikan kesejahteraan bagi Neosantara. Tempat itulah yang menjadi tujuan akhir semua orang, NeosanTower.

Dalam game NeosanTower, ada sebuah sistem yang mengatur segalanya di Neosantara, yaitu "Putra".

"Putra benar-benar tidak ada disini ... "

Suara lirih yang terdengar putus asa keluar dari mulut seorang pria dengan topeng merak berwarna merah.

Dia dan dua orang lainnya tengah termenung di dalam sebuah candi yang bagian luarnya telah hancur lebur dan penjaga yang sudah tiada.

"Putra menghilang, tapi dia masih menjalankan tugasnya dengan baik. Kurasa dia sudah berevolusi, tapi tidak mungkin dia mendapat kontrol penuh dalam waktu secepat ini" tutur seseorang bertopeng merak berwarna ungu. Ia memaparkan analisisnya sambil memeriksa jendela sistem.

"AI terasa sangat mengerikan jika sudah seperti ini. But, wait a minute ... dia pasti mengincar inang untuk terus bertumbuh. Dan inangnya sudah datang, dia yang menghabisi Dwarapala" kata pria lain bertopeng Putih, panggil saja White.

Kedua rekannya pun sontak menoleh.

Purple alias si Topeng Ungu mendekat. "Inang? Kau pikir parasit".

"Ya, maksudku inang seperti player lain. Bagaimana pun AI belum bisa melakukannya sendiri, dia juga butuh programer dan data base yang berasal dari manusia".

"Dia memprogram programernya sendiri" timpal Red sambil memandang keluar candi.

***

Juna lupa jika dirinya tengah ditahan oleh prajurit Kota. Ia pun login dengan posisi tangan terikat sulur di depan pos penjagaan.

"Apa yang kau lakukan!?" seru Juna yang kini telah menjadi Partha saat tasnya digeledah seorang prajurit. Barang-barang miliknya berjatuhan ke tanah, begitu juga Uta yang membuat si Prajurit terkejut sejenak.

Tep.

Prajurit itu memungut sebuah ikat kepala dengan corak batik berwarna cokelat, alias Udeng. Lalu meneliti setiap detail benda tersebut. Sedangkan Uta yang terjatuh langsung melompat ke pundak Partha.

"Oh, kau punya ini. Baiklah kau bebas" kata si Prajurit sambil menunjukkan logo NeosanTower di pinggir ikat kepala tersebut.

"Hanya itu? Ku pikir pengenal seperti apa. Setidaknya jelaskan dulu agar aku mengerti!" Partha menghentak kedua tangannya agar terbebas dari sulur.

Lelaki itu merebut udengnya dengan wajah kesal, lalu memungut barang yang berceceran. Tapi ketika Partha ingin mengambil taring Dwarapala yang sebelumnya dia bunuh, kaki si Prajurit menginjak taring tersebut.

"Itu punyaku." katanya dingin, berusaha mengambil barangnya. Namun sebuah pedang tiba-tiba menempel di samping lehernya. Partha langsung menatap tajam.

"Barang ini kami sita-"

Brukh!

Tanpa diduga Partha mengorbankan busurnya untuk menjauhkan pedang dari leher.

Kedua prajurit disana langsung siaga. Sedangkan Partha mengambil taring itu dengan segera.

"Jangan kabur kau!" seru mereka sambil berlari. Partha pun melakukan hal yang sama sambil terus menghindari lemparan bola energi. Beberapa dari bola itu sampai mengenai kios pedagang di pinggir jalan. Uta pun kembali bersembunyi ke dalam tas.

"Weapon!" seru Partha memanggil senjatanya.

"Stun!" serunya lagi sambil melepaskan anak panah. Satu prajurit berhasil ia jadikan patung, sedangkan yang lainnya masih berusaha mengejar.

Begitu ada sebuah gerobak yang lewat, Partha langsung melompat dan melesatkan dua anak panah. Namun sesuatu menghalau serangannya. Lelaki itu terkejut sampai hampir jatuh ketika seorang bertopeng putih membalikkan anak panahnya dengan sihir.

Bum! Bum!

Hampir saja Partha terkena serangan balik.

"Kenapa kalian mengejarnya?" tanya White kepada salah satu prajurit.

"Pria itu membawa taring Dwarapala yang tidak dikenali, tuan" tutur si Prajurit sambil membungkuk.

"Dwarapala?" beo White dengan wajah menelisik. Lantas ia pun berlari mengejar Partha dengan skill sihirnya yang berupa es. Ia pun meluncur dengan kecepatan penuh di atas es yang licin.

"Red, Purple, I think Putra in here" ucapnya pada pin merak yang ada di kerah bajunya. Lelaki itu pun menyeringai ketika wujud Partha mulai terlihat di depannya.

"Frozen finger's!" seru White lalu mengarahkan sihir yang keluar dari ujung jarinya. Semua yang terkena sihir itu menjadi beku. Partha yang memyadari hal tersebut menjadi panik.

"Siapa dia!?" pekiknya tak habis pikir. Ia kesulitan untuk membidik karena targetnya sangat lincah dan cepat. Ditambah dia juga harus berlari.

[ "Terus berlari tuan! Apapun yang terjadi jangan berhenti. Orang itu terlalu berbahaya, jangan biarkan dia melihat wajah anda!" ]

"Apa yang sebenarnya dia incar hah?" tanya Partha dengan terengah-engah.

[ "Dia mengincar sesuatu dari anda." ]

Partha ingin membalas, namun sebuah serangan mengenai kaki kanannya hingga beku sampai lutut. Ia pun jatuh tergelincir hingga menabrak jemuran seorang warga. Tubuhnya pun tertutup tumpukan baju.

"Bisa-bisanya!" Partha menggeram sambil mengeluarkan anak panahnya. Ia menggunakan mata panah tersebut untuk memantulkan sihir.

Ajaib! Ide Partha ternyata tidak sia-sia, dia berhasil memantulkan sihirnya hingga wajah White tertutup esnya sendiri.

"Mamam senjata makan tuan!"

***

Terpopuler

Comments

Firenia

Firenia

apa systemnya ini putra?

2023-06-08

1

Firenia

Firenia

kalau kehack mah bkn cari ustad kali

2023-06-08

0

Firenia

Firenia

namanya jg vr

2023-06-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!