2. New Game

Partha membuka mata ketika merasakan cahaya menerpa dirinya. Beberapa kali ia mengerjap untuk menyesuaikan pandangannya dengan sekitar.

"INI APAAN BUSET!?" pekik lelaki itu ketika melihat sebuah danau yang hijau dan berkilau berkat pantulan cahaya matahari. Semilir angin pun mengajak para daun untuk menari, diiringi oleh nyanyian burung yang merdu. Belalang melompat dari daun ke daun untuk menghindari kejaran katak. Sedangkan kupu-kupu asik menebar serbuk sari kepada bunga.

Partha geleng-geleng saking takjubnya, mulutnya tak henti menganga dengan mata yang terbuka lebar.

"Woah.. Bener-bener negeri dongeng. Berasa di isekai" gumamnya yang masih sibuk mengagumi pemandangan tanpa beranjak sedikit pun.

"Selamat datang di Neosantara, sebuah negeri indah yang kaya dengan keanekaragaman."

"Sebagai pemula ada banyak hal baru yang harus kita ketahui. Dan sekarang, mari kita coba untuk bertarung dengan menyerang babi hutan disana"

Suara sistem terdengar lagi, dan muncul lah babi hutan berukuran sedang yang tengah minum di pinggir danau.

"Ko bentuk babinya mirip di dunia nyata sih?" tanya Partha kepada sistem. Aneh aja gitu giliran yang lain dibuat semenakjubkan mungkin sedangkan babinya biasa saja.

"Mohon maaf, mungkin penampilannya akan diperbaiki saat upgrade nanti" jawab sistem yang sukses membuat Parhta mendengus.

Tanpa buang waktu, Partha pun mengangkat busur panahnya dan membidik tepat di leher babi itu.

Namun sayang si Babi tidak mati dalam satu serangan, malah makhluk itu mengamuk dan mulai mengejarnya secara membabi buta.

"Eh, kok ga mati!?" lelaki itu terkejut bukan main sebelum reflek membalik badan untuk lari.

Suatu hal bodoh yang Partha lalukan adalah menyerang dalam jarak dekat, padahal dirinya dianugerahi Eagle Class yang dapat menyerang dalam jarak jauh. Harusnya lelaki itu bisa membidik dari balik semak untuk mengantisipasi amukan babi.

"Bodohnya guaaa!" teriak Partha seraya main babi-babian di padang rumput lalu berakhir dengan adegan lompat indah ke dalam danau.

Babi pun berhenti di tepian ketika Partha menghilang tiba-tiba. Namanya juga babi, dia tidak secerdas manusia, jadi mana tau kalau Partha masuk ke dalam air dan diam-diam mengarahkan anak panah kepadanya.

Yap, Partha mencoba menyerang kembali. Dirinya bersembunyi dibalik tanaman air yang mengambang.

Dengan tangan yang sedikit bergetar lelaki itu mulai membidik saat sistem mengukur 95% keakuratan anak panah. Dan tak lupa pula dia menggunakan skillnya yang memberikan efek beku atau stun pada musuh, hingga si Babi tidak bisa bergerak dalam 5 detik.

Dengan segera Partha melesatkan anak panah lagi, ia pun memberi sedikit energi pada ujung panahnya sehingga serangan lebih kuat.

"Nah.. Mati lu sekarang!" bisik Partha disertai seringai iblisnya.

Bruk!

si Babi akhirnya tumbang, dan menjatukan beberapa item seperti kulit, daging dan taring.

Partha menjongkok, berniat mengambil item tersebut. "Tapi daging babi haram, gak usah aja deh" katanya sambil melempar benda itu sembarangan.

"Selamat! Anda sudah mengalahkan babi hutan!".

"Cuih! Hampir jantungan gua gara-gara lawan babi!" ketusnya karena masih dongkol perkara babi hutan.

***

Selesai dari sana, Partha pun diarahkan unruk pergi ke dalam hutan. Mulanya semua berjalan biasa walau beberapa decak kagum tetap keluar dari bibirnya. Hingga di pertengahan jalan, ia melihat sebuah perkemahan.

"Apakah kisanak seorang petualang?"

Partha melompat kecil karena kaget. Tiba-tiba ada seorang anak yang mucul di hadapannya.

"Eh, bocil ngapa disini?" bukannya menjawab, Partha malah bertanya balik.

"Peringatan, Player dianjurkan menggunakan kosa kata baku selama dalam permainan terlebih saat berkomunikasi dengan NPC. Jika tidak terbiasa silahkan aktifkan kamus pada stelan"

Lelaki itu mengerenyit, peraturan macam apa ini? Baru kali ini dia menemukan game yang sampai mengatur penggunaan bahasa, biasanya kan terserah player. Apakah karena temanya Nusantara jadi agar lebih mendalami?

Partha menghela nafas, "Ah iya, aku petualang baru. Kau siapa?" dia memilih mengikuti peraturan disini, meski agak geli dan kaku.

si Anak tersenyum memamerkan lesung pipinya yang manis. "Gesang, namaku Gesang!" ucapnya sambil menjulurkan tangan untuk berkenalan.

Partha menyambut lengannya sambil tersenyum juga. "Kau boleh panggil aku Partha". Keduanya saling meneliti tanpa bergeming sedikit pun hingga akhirnya Gesang angkat suara lagi.

"Sebagai sesama petualang, itu tandanya kita saudara. Mari kesana, mereka akan menyambutmu" ajak Gesang sambil menggaet lengan Partha agar mengikutinya.

Kalau dilihat-lihat, mungkin Gesang sudah masuk usia remaja, sekitar 14 atau 15 tahun. Bisa didengar dari suaranya sudah agak berat dengan tinggi badan yang berkisar 160 cm.

"Hei! Lihat siapa yang datang!" Gesang menyapa kawan-kawannya dengan riang. Semua orang yang sedang melakukan aktivitas sontak menoleh kepadanya.

Seorang wanita mendekatinya, "Darimana saja kau? Bukannya membantuku mencari kayu bakar untuk malam'' omel wanita yang sepertinya lebih tua dari Partha. Ia pun menjitak kepala Gesang.

"Ah kau pasti petualang baru ya?" seorang pria bertubuh kekar ikut mendatangku. Ku lihat di wajahnya ada jambang dengan alis tebal dan garis wajahnya terlihat tegas. Sehingga memberi kesan sangar.

Aku mencoba tersenyum ramah kepadanya. "Iya, namaku Partha".

"Nama yang bagus! Perkenalkan namaku Malin dan dia Hijau".

Malin pun melirik ke belakang dimana Hijau tengah memarahi Gesang perkara kayu bakar.

"Sudah Hijau, bukan begitu caranya menyambut orang" tegur Malin dengan suara beratnya.

Hijau, si Wanita yang sepertinya berumur 25 tahun itu terdiam dan langsung melemparkan senyum malu. "Ah iya maaf.. " katanya sambil menyampirkan helai rambut yang jatuh ke belakang rambutnya.

"Santai saja.. Apakah kalian hanya ber--"

Brak!

ucapan Partha terpotong ketika sesuatu menyambar tenda yang berada tepat di belakang para petualang.

Semua terdiam.

"Apa itu tadi?" tanya Hijau sambil menengok ke belakang dengan gerakan patah-patah, mereka pun mengikuti arah pandangnya.

Semua terdiam ketika mendapati tenda yang lenyap dalam sekejap dan meninggalkan sepetak tanah kosong.

Ternyata kerusakannya membentuk vertikal sepanjang 100 m. Dan sepanjang itu pula semua objek seperti tersapu bersih.

"Apa itu cacing pemakan segalanya... " gumam Gesang tak percaya.

Semua yang mendengar pun langsung melotot, terutama Partha.

Ah tapi masa sih ada cacing pemakan segalanya? Emang film Spongebob?

Dash! Dash! Dash!

Begitu cepat! Ini terlalu cepat hingga Partha pun tak mampu berkutik ketika bola-bola enargi melewatinya. Untung saja tidak ada yang kena karena mungkin musuh menyerang secara asal-asalan.

Gesang kembali untuk menarik tangan Partha agar menghindari serangan tersebut. Mereka bersembunyi di belakang pohon besar.

"Roh hutan memang usil!" gerutu Malin sambil mengintip ke belakang.

"Roh hutan? Bukan Cacing Besar Alaska?" beo Partha dengan polos.

Hijau menggeleng sebagai reaksinya. "Cacing besar? Apa maksudmu? Tenda kami lenyap pun pasti karena Roh Hutan! Meski sulit dipercaya jika kekuatanya sebesar itu" tutur si Wanita beriris emerald dengan wajah Sebam.

Bushh!

Serangan yang sama kembali mereka lihat, pepohonan di samping mereka lenyap seketika. Mungkin kalau dilihat oleh drone dari atas, akan ada dua garis vertikal di tengah hutan ini berkat serangan Roh.

Sulit dipercaya tapi memang begitu adanya.

"Masa iya sih baru mulai udah ketemu dedemit!?" ucap Partha yang ikut panik.

"Tenang, Gesang cepat rapalkan mantra!" titah Malin sambil menampol Gesang yang malah kelabakan.

"Sebentar-sebentar!"

Anak itu pun terlihat komat-kamit sambil duduk bersila. Lalu muncul lah cahaya merah yang perlahan membentuk macan.

"MAUNGG!!!"

Terpopuler

Comments

Firenia

Firenia

kenapa bukan Malin dan Kundang aja Thor🤣

2023-05-18

0

Firenia

Firenia

kasian bener nasib lu bang

2023-05-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!