Juna mengalah, dia pergi ke kamar dan mengurung diri disana untuk menghindari ibunya yang masih marah.
Dengan wajah ditekuk, lelaki itu meraih kotak yang berisi VR Gear untuk bermain game.
"NeosanTower.. " gumam Juna membaca judul pada kotak tersebut.
NeosanTower adalah game keluaran baru dari Pandawa, sebuah developer game ternama di Indonesia yang dapat bersaing dengan developer luar seperti Jepang, China dsb.
Game ini mengusung tema Nusantara dengan balutan modern, berbasic open world dan multiplayer. Banyak keseruan yang dijanjikan oleh game ini, hingga orang berbondong-bondong membelinya sejak pre-order.
Sebenarnya Juna tidak begitu tertarik membeli game ini, mengingat harganya yang mahal sedangkan ia hanya punya uang tabungan sebasar 5 juta, itu pun untuk modal usaha. Hingga seorang teman berhasil membujuknya untuk membeli game tersebut.
**Flashback On**
"Bokap gua sakit, jadi pengen jual game ini buat berobat. Tolong dong.. ".
Alasan klasik sih, tapi Juna tetap kasihan dengan kawannya itu.
"Tapi sorry, duit gua gak cukup nih, cuma ada--"
"Elu bayar setengahnya juga gapapa karena gua butuh banget. kalo lu beli di orang lain belum tentu dapet harga segini" potong Hadi, seorang teman yang menawarkan gamenya pada Juna.
**Flashback Off**
Juna menghela nafas. Akhirnya dia menghabiskan lebih dari setengah tabungannya untuk game ini.
"Yaudah lah gua pake, mubazir udah dibeli tapi dianggurin" ucapnya lalu beranjak dari kasur menuju meja yang tak jauh dari sana.
Lelaki itu membuka kotak dan mengamati perangkat yang ada di dalamnya.
Seketika Juna merasa takjub saat memandangnya, ada seperangkat VR Gear berwarna hitam-silver dan video game yang nanti disambungkan kepada PC. Ia pun mengambil buku panduan lalu membacanya dengan seksama.
Paham dengan penggunaannya, lantas Juna menyiapkan game tersebut.
"Oke, saatnya kita coba.. Sebagus apa sih game mahal ini?" ucapnya sebelum memasang VR Gear ke kepalanya. Ia pun duduk bersandar di kursinya dengan nyaman lalu menyalakan tombol mode.
Untuk beberapa saat pandangan Juna menghitam, dirinya seperti disedot ke sebuah lubang yang dalam.
Lalu seperkian detik kemudian waktu seolah terhenti, dan muncul cahaya putih yang perlahan menerangi tempat ini.
"Ini sudah di dalam game?" tanya Juna dalam hati, lalu ia terdiam, menatap sekelilingnya dan baru menyadari jika tubuhnya melayang.
"Eh! Kaki gue!?" pekik lelaki itu saat kakinya tak mendapat pijakan. Ia pun meraba-raba tubuhnya sendiri.
"Lah.. Gua ganti baju nih?" tanyanya lagi dengan penuh keheranan ketika mendapati baju serba putih yang ia kenakan, sangat berbeda dengan sebelumnya, dimana Juna menggunakan kaos Partai dengan sarung kotak-kotak andalannya.
Sibuk mencerna hal yang sedang terjadi, tiba-tiba sebuah suara menginterupsi Juna.
"Selamat datang di Neosantara, sebuah negeri yang penuh dengan hal-hal menakjubkan" kata suara misterius itu.
"Mari siapkan dirimu sebelum kita berpetualang mencari legenda NeosanTower, tempat paling makmur yang telah lama hilang dari Neosantara!"
Hampir saja Juna melompat ketika sebuah layar muncul di depannya.
"Anda dapat mengubah penampilan sesuai keinginan"
Dengan ragu Juna mengulurkan tangan, berusaha menyentuh bar di depannya untuk memilih opsi kelamin.
[Gender : Pria]
Nah sip, lalu muncul berbagai opsi untuk tinggi tubuh.
[Heigh : Normal]
Yah, Juna rasa tinggi aslinya sudah ideal, kurang lebih 178 cm lah. Jadi tidak perlu direkayasa lagi.
[Skin : Sawo Matang]
Masih tetap dengan warna aslinya. Juna pun menggeser layar tersebut untuk menu lain.
Disini dia dihadapkan untuk mengatur tampilan karakter. Namun tak perlu waktu lama, Juna berhasil membuat tampilannya sendiri.
Untuk rambut, lelaki itu mengubahnya menjadi sedikit lebih panjang, katanya sih biar mirip style Suga BTS yang sekarang.
Surainya ia warnai hitam dengan gradasi biru di bawah rambutnya. Iris matanya pun diubah menjadi shapire. Juna pun iseng-iseng mencerahkan bibirnya agar terlihat lebih segar, karena aslinya bibir Juna sedikit gelap berkat kebiasaan merokok.
"Cakep deh gue, berasa oppa korea" katanya dengan bangga sambil melihat kloningnya yang muncul selama mengatur penampilan.
Dan kini saatnya memilih class, disana muncul pilihan sebagai berikut.
Eagle Class : Peran utamanya sebagai Marskman atau penyerang jarak jauh. Namun ia juga bisa menjadi Fighter meski tidak begitu kuat. Biasanya mereka memakai panah sebagai senjata.
Tiger Class : Berperan sebagai penyerang utama atau Fighter dalam jarak dekat karena memiliki daya serang yang besar dan ketahanan yang tangguh. Senjata mereka biasanya pisau, pedang, tombak atau cakar.
Viper Class : Seperti namanya, ular adalah hewan yang lincah dan berbisa, serta dipercaya sebagai jelemaan makhluk gaib. Di kelas ini player memiliki kemampuan supernatural yang istimewa, mahir dalam merapal mantra dan dapat menyerang tanpa menyentuh, inilah yang disebut peran Mage. Senjata mereka adalah sihir serta ramuan.
Rhino Class : Sebuah kelas yang dikategorikan sulit untuk dikuasai, namun berperan penting dalam pertarungan karena memiliki kekuatan yang besar, ketahanan yang tinggi serta serangan yang mengerikan. Yap, perannya sebagai Tank atau Fighter.
Senjata yang dia gunakan rata-rata senjata berat.
Juna sedikit berpikir, mungkin lebih baik dia memilih Eagle sebagai classnya. Menjadi petarung tipe jarak jauh sedikit mengurangi resiko diserang musuh, jadi Juna ingin main aman. Role ini juga sering Juna ambil dalam game lain.
Dengan segera ia pun memilih Eagle Class dan muncul lah sebuah panah kayu di depannya.
"Heh! Yang bener aja kayu! Pake material yang elit dikit kek" sungutnya sambil mengambil panah tersebut dengan enggan. Bibirnya pun mencibir sebal.
Cih, kalo gini mah bisa patah dalam sekali pakai.
"Silahkan masukkan nama untuk karakter anda" suara tadi terdengar lagi disertai dengan munculnya keyboard hologram.
Juna terkesiap, namun tak lama kemudian ia mulai mengetik di atas sambil berpikir kira-kira nama apa yang akan dia gunakan.
Juna? Ah kurang keren. Itu mah nama di rumah.
Sukinem? Dih ndeso.
Alexander? Terlalu keren. Walaupun sangat ingin menggunakan nama itu, tapi Juna tetap sadar diri.
Di tengah kebingungannya, Juna pun teringat dengan nama lain dari Arjuna yang merupakan dirinya sendiri, yaitu Partha.
Sip, akhirnya Juna menggunakan nama Partha sebagai nicknamenya dalam NeosanTower. Cukup sesuai dengan tema game yang mengusung nuansa Nusantara.
"Selamat Partha, karaktermu sudah selesai dibuat! Tunggu beberapa saat untuk mensinkronkan tubuh anda dengan game"
Juna yang kini menjadi Partha pun tersenyum, lalu kembali terkejut begitu muncul cahaya biru dari kakinya yang menjalar naik hingga ujung kepala. Dan kini ia dapat melihat bar yang menunjukkan sejauh mana proses sinkronisasi berjalan.
[15%]
[50%]
[80%]
[99%]
[100%]
[ L O A D I N G • • • • • ]
****
...
Juna
Parhta...
by picrew
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 17 Episodes
Comments
Z E R O
semangat terus masbro, sebagai sesama pemula monggo mampir lah wkwkwk
2023-06-13
2
Kartika Sani
semngat terus bakal terus dukung ini
2023-05-29
1
Firenia
semangat trs thor
2023-05-14
1