5. Bug Aneh

Buram.

Cahaya itu lagi-lagi datang, seolah satu-satunya sumber penerangan disana. Semakin ingin Juna menggapainya, semakin jauh pula jarak mereka.

Dingin dan sunyi, bahkan ia pun tidak bisa bernafas.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" batinnya berusaha membaca situasi, lalu mengingat kejadian terakhir yang dia alami. Rasanya Juna benar-benar berhadapan dengan kematian.

Juna melihat bulir-bulir yang terus naik ke atas, ia tidak menyadari jika dirinya tengah tenggelam di air yang dalam hingga sekerumunan ikan berenang mengitarinya.

"Akh! Khaaak!" lelaki itu tersendak karena terkejut. Ia tidak bisa mengeluarkan suara. Tekanan air meredam suaranya.

"Ya Tuhan, jika ini manifestasi dari kematian... Maka ku titipkan Ibu hamba kepada-Mu".

Sebelum hilang kesadaran, samar-samar Juna melihat seekor ikan yang bercahaya menyentuh ujung hidungnya.

"Lembut... ".

***

"Tha! Taa ta!"

"Taaaa!"

Suara imut itu sukses membuat mata Juna terbuka.

"Dimana ini?" tanya Juna dengan suara parau. Matanya setengah terbuka dengan posisi tidur terlentang. Ia mengerjap beberapa kali dan kini terlihat jelas hamparan langit berwarna biru dihiasi gumpalan awan putih selembut kapas.

Puk!

"Tha ta!".

Sesuatu tiba-tiba melompat ke wajah Juna yang sontak berontak karena tidak bisa bernafas.

Juna pun meraih benda asing tersebut.

"Bulu? Apa ini!?" pekiknya begitu merasakan bulu lembut yang berbentuk bulat.

Ia mengangkat makhluk itu tinggi-tinggi lalu terdiam dengan mulut terbuka. "I-imut... " takjubnya ketika mendapati makhluk berbulu biru dengan mata hitam yang bulat.

Beralih dari itu, kini Juna sadar dia tengah berada di tepi rawa dengan pakaian basah kuyup. Ah, dirinya sedang dalam wujud Partha.

[ "Selamat datang kembali Tuan. Anda telah terlahir lagi dengan kekuatan dan takdir yang baru". ]

Sebuah suara tanpa wujud menyambut Partha.

"Hah, baru? Maksudmu takdirku di revisi?" ucap lelaki itu dengan bingung.

[ "Betul, sebelumnya anda hanyalah petualang biasa, dan kini saya akan membimbing anda agar dapat menggunakan kekuatan tersembunyi untuk menemukan takdir anda, NeosanTower" . ]

"Ah... Ada-ada saja, tapi plot twistnya lumayan bagus" kata Partha yang tidak begitu memikirkan perkataan sistem. Dia beranggapan jika itu salah satu dari skrip dalam game.

Kini pandangan Partha beralih pada makhluk imut di depannya.

"Oh iya, ciapa kamuuu... Utututu, lutu banget sih" tanya lelaki itu gemas sambil memainkan cara bicaranya.

"Utaaaa! Uthataaa" seolah mengerti, makhluk itu mengenalkan dirinya.

"Oh Uta? Baiklah, kan ku jadikan kau peliharaan ku!" kata Partha dan seketika sistem mengabulkan ucapannya. Kini Partha resmi memiliki partner di dalam game.

Di tengah asiknya mengelus bulu Uta, tiba-tiba ia melompat dari pangkuan dan berlari ke dalam hutan.

"Mau kemana kau, Uta!?" seru Partha yang bergegas mengejarnya. Tak lama mereka kejar-kejaran, sampai lah Partha di sebuah tempat yang baru ia datangi. Tempat yang merenggut kawan NPC-nya.

"Candi ini... " gumamnya tak percaya. Secara tidak sadar dia sudah masuk ke area candi yang penuh reruntuhan.

Uta berhenti, tubuh mungilnya berhadapan dengan makhluk setinggi tiga meter. Oh tidak, makhluk misterius itu lagi!

"Tata!"

Uta yang ketakutan langsung melompat ke pangkuan Partha kembali. Makhluk itu pun melempar gadanya ke arah mereka.

Hap!

Reflek Partha melompat ke belakang. Namun lompatannya terasa lebih tinggi, tubuhnya jadi seringan kapas.

"Weapon!" seru Partha dan perlengkapan memanahnya muncul.

Set! Set!

Lelaki itu melesatkan dua anak panahnya.

Duar!!

"Hah, api biru!?" kejutnya saat serangan yang ia berikan berbeda dari sebelumnya. Kali ini anak panah yang dilepaskan diselimuti api biru, padahal dirinya belum upgrade skill baru.

Mata Partha pun berfokus pada MOB tadi, ia kembali terkejut saat melihat sosok raksasa tambun dengan kulit merah dan wajah menyeramkan. Ia memegang gada yang terbuat dari emas. Sosok itu sangat jelas padahal terhalang debu tebal. Kenapa?

Raksasa itu mengeluarkan bola sihir dari mulutnya yang bertaring seperti babi hutan. Partha pun salto ke belakang lalu melesatkan kembali anak panahnya.

"HOAAAA!" teriak raksasa itu saat anak panah mengenai kakinya hingga terjatuh.

Partha ingin mengambil kesempatan untuk kabur, tapi kalung yang raksasa itu gunakan berubah menjadi ular yang menjegat langkahnya.

"Apa ini!?" kejutnya saat menghadapi kobra sepanjang dua meter lalu membesar sampai seukuran betis Partha.

Gila, dua makhluk ini ingin menyerangnya!

"Uthaa!" peliharaan Partha tiba-tiba melompat seolah ingin membentengi tuannya.

Dug! Dug! Dug!

Raksasa di belakang mereka pun mulai bangkit dan berlari.

"ARGHHH SIAL!" seru partha ketika menghindari gada yang raksasa itu lesatkan. Jarak mereka terlalu dekat hingga dirinya kesulitan menyerang dengan panah.

"Aku tidak akan membiarkanmu melawan lagi! Dasar laknat!" teriaknya dengan tekad yang bulat. Partha pun mengambil anak panahnya yang ia gunakan sebagai pengganti pisau.

Set!

Partha berputar 360 derajat hingga mata panahnya menyayat kedua mata sang Ular. Lalu ia melompat kesamping untuk menghindari gada si Raksasa.

Bumm!

Suara debuman terdengar jelas hingga tanah pun bergetar. Dengan segera Partha berlari ke belakang si Raksasa dan melompat ke punggungnya.

"Makhluk laknat! Temanku mati karenamu!" kata Partha dengan penuh emosi seraya kenancapkan dua anak panahnya ke punggung raksasa.

si Ular merayap ingin melahap Partha, namun malah menggigit punggung majikannya karena Partha melompat ke depan dan kembali menancapkan dua panahnya di mata raksasa itu.

"ROARHHHHH!"

Raungan itu sangat memekakan telinga. Tapi dengan gesit Partha menjauh lalu menyiapkan serangan penutupnya.

"Akan ku akhiri ini!" sebuah panah dengan api biru yang berkobar pun melesat secepat cahaya. Gumpalan energi pun meledak melenyapkan raksasa dan ularnya yang meraung penuh asa.

"ROARGH!"

BUM!

Paru-paru Partha berebut oksigen, dadanya naik turun dengan tempo cepat. Angin yang berhembus karena ledakan pun tidak membuatnya goyah.

[ "Selamat! Anda berhasil mengalahkan Dwarapala, raksasa penjaga candi" ]

Sistem muncul dan memberinya berupa exp, kepingan emas dan sebuah baju baru dengan lengan panjang serta udeng*.

(*Ikat kepala khas Sunda).

[ Bab 1 Mengenal Neosantara ]

[ Quest 1 : Pergi ke kota ]

Jendela misi pun terbuka, Partha pun mengangguk mengerti. Lalu ia menoleh ke samping, melihat beberapa item yang di drop oleh raksasa tersebut seperti gada emas, kalung ular dan taring Dwarapala atau raksasa penjaga candi. Ia pun mengambilnya karena siapa tau bisa dimanfaatkan.

"Utataaa!"

Uta pun melompat ke pangkuan Partha. Ia mengeluarkan aura biru yang memiliki efek dingin, namun hal itu membuat tubuh Partha terasa lebih segar.

"Wah! Kau punya skill healing Uta?" tanya Partha dan diiyakan oleh peliharannya.

"Hahaha! Aku jadi makin menyukaimu!" ucapnya sambil mengelus Uta.

"Terima kasih ya, tubuhku langsung bugar. Kalau begini kita bisa langsung ke kota untuk menjalankan quest. Ayo Uta! Kita lanjut perjalanannya!"

"Uthaa!".

***

Sesampainya di kota, mata Partha hampir tak berkedip saking takjubnya.

Hiruk pikuk perkotaan kuno terasa sangat nyata. Ada banyak orang yang berdagang disana, begitu pula player yang sedang istirahat ataupun berkelana.

[Quest 2 : Berbicara dengan orang-orang di Kota]

Setelah menyelesaikan misi pertama, lalu datang lagi misi selanjutnya. Partha pun berjalan tak tentu arah karena belum punya tujuan.

"Harus bicara dengan siapa ya?" bisiknya bingung seraya menghindari orang-orang yang hampir menabraknya.

Hingga sebuah tangan menarik bajunya.

"Apa kau pendatang? Tunjukan pengenalmu!"

Begitu berbalik, Partha mendapati seorang prajurit yang berdiri tegap menghadapnya.

"Iya, aku pendatang" jawab Partha dengan santai. "Eh! Apa? Pengenal katamu?" tanyanya dengan nada bingung dan panik.

"Jangan bilang kau belum punya?"

Partha terdiam, dia tidak tau soal pengenal yang dimaksud. Lalu lelaki itu malah melempar cengiran absrud.

"Pendatang ilegal, ayo ikut aku!"

"Eh! Kenapa begitu? Tunggu dulu!"

Partha berusaha mengelak ketika Prajurit itu ingin menyeretnya. Namun tiba-tiba tangannya terlilit akar rotan yang sangat kuat.

"Eh apa ini? Tunggu, jangan bawa aku! Aku bisa jelaskan!"

"Lepaskaaaannnnn!"

Ternyata usahanya sia-sia, dia tetap diseret paksa menuju pos penjagaan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!