Baru saja istirahat sudah disuruh oleh Alissa, apa dia tidak memikirkan perasaan orang lain?
Aku masuk ke ruang kerjanya dan melihat Alissa sedang duduk di kursi.
“Duduk sini....” pintanya sambil menepuk pangkuannya atau paha.
Aku duduk di depan meja kerjanya dan bertanya kenapa dia memanggilku, “Ada apa?”
“Kamu jangan datar gitu dong, aku tidak akan melakukan apapun padamu kok,” ucap Alissa sambil menaruh telapak tangan kanannya di atas dadanya....
Alissa mulai memuji performaku dan Chiva saat pertandingan tadi. Lalu topik pembicaraan berubah menjadi membahas tentang misi utamaku ke Kekaisaran Veratha....
Alissa memberikanku peta benua Yhokava yang mencakup berbagai kerajaan dan kekaisaran. Tapi.... Kenapa tidak diberi saja dari awal kontrak?! Mereka ini kenapa sih?!
Alissa juga memaparkan bahwa Sang raja sempat ingin menghentikan kontrak karena serangan yang dijanjikan oleh Veratha ke Letonia tidak terjadi selama 3 bulan lebih sampai-sampai akademi sihir telah memulai ujian.
Namun, Sang raja tidak melakukan itu karena ia merasa akan terjadi sesuatu yang buruk di Letonia jadi ia meneruskan kontrak dan memberiku misi utama setelah selesai ujian, yaitu misi mengintai pasukan garis depan Veratha.
Alissa juga menambahkan bahwa pasukan pengintai Setavia yang berada di kota Rossa melihat sebuah siluet prajurit berzirah hitam yang diyakini sebagai pasukan Veratha, karena hanya Kekaisaran Veratha yang menggunakan baju zirah hitam.
Diakhir pembicaraan aku bertanya pada Alissa tentang dirinya....
“Nyonya Alissa.... Kamu seorang ahli manipulasi psikologi kan?” Tanyaku sambil mengapit kedua tanganku.
Alissa sedikit memiringkan kepala, “Oh kamu sudah tahu? Selamat....”
“Aku tahu dari mengamati perilaku dominasi mu selama 3 bulan. kamu seolah bangga saat aku mematuhimu...,” ujarku serius
Alissa sedikit terkikik dan membalas, “Hahaha ternyata kamu telah menyadarinya, sebenarnya kamu bukanlah orang pertama yang ku anggap sebagai peliharaan....”
“Chiva. Apakah aku benar?” Tanyaku balik dengan serius
Alissa terkikik saat mendengar nama Chiva ku sebutkan, “Hahahaha, Iya dia adalah orang pertama yang ku anggap sebagai peliharaan. Bahkan, dia dengan sukarela menerimanya.... Tidak kusangka dia akan menjadi teman dan rekanmu....”
Alissa berdiri dan berjalan ke belakangku. Dia berdiri tepat di belakangku kemudian berbisik..., “Jangan buat aku kecewa dipertandingan akhir nanti, berjuanglah sampai ke final antar elemen....”
Aku mengangguk dan membalasnya, “Baiklah....”
Alissa kembali ke kursinya lalu duduk sambil menatapku. Tatapan dengan senyumnya itu lebih terlihat seperti orang yang memiliki maksud tersendiri dan akan melakukan sesuatu yang tidak terduga.... Sudahlah, sebaiknya aku mengurangi kebiasaan berpikir negatif seperti itu....
Seusai pembicaraan bersama Alissa aku keluar dari ruang kerjanya dan berjalan ke kantin.... Di kantin banyak murid yang sedang membahas pertarungan ku bersama Chiva tadi....
Aku mengambil makanan yang diberikan oleh penjaga kantin lalu berjalan ke tempat duduk dan meja makan. Aku mendengar beberapa murid perempuan yang membicarakan diriku....
“Eh, sejak awal aku benar-benar tidak menyangka kalau Kivasta si anak sihir es itu akan satu tim bersama Chiva,” ujar murid perempuan sambil memegang garpu.
“Iya loh aku kira juga Chiva itu cuma laki-laki yang kekanak-kanakan dan berperilaku seperti perempuan, tapi ternyata dia sangat kuat hingga bisa membuat Petra si penyihir yang hebat berlari ketakutan hanya karena dikejar gelembung air. Hahahaha,” balas satu murid perempuan lagi sambil terkikik.
Aku tidak terlalu peduli apa yang mereka bicarakan karena apa yang kulakukan sekarang hanya bagian dari kontrak dan bukanlah niat dari hatiku. Tujuanku adalah menyelesaikan kontrak dan jangan mati sampai kontrak berakhir....
Singkatnya. 2 Hari kemudian pertandingan semifinal kami dimulai. Aku dan Chiva akan melawan murid dari kelas sihir air alpha, bisa dibilang mereka adalah kelas sihir terkuat saat ini karena kebanyakan murid dari kelas Alpha adalah bangsawan yang sudah menguasai sihir air. Sementara aku dan Chiva dari kelas delta yang standar atau biasa saja....
Sebelum pertandingan dimulai aku dan Chiva sempat berpapasan dengan Winfrey dan Nicolas yang merupakan lawan kami di semifinal....
Winfrey dan Nicolas sempat mengejek kami saat berpapasan....
Winfrey berhenti berjalan lalu berbicara, “Lebih baik kalian berhati-hati dengan kami, kami bisa membuat kalian bertekuk lutut dalam kekalahan...,” ejek Winfrey dengan kesombongan.
Aku berhenti dan membalas ejekannya, “Kita lihat saja. Apakah bangsawan yang kaya akan menang atau Si pengembara dari gurun pasir akan menang....”
Chiva menarikku, membawaku pergi menjauh dari Winfrey. Sepertinya Chiva tidak ingin ada keributan sebelum pertarungan dimulai....
Waktu yang ditunggu telah tiba. Winfrey dan Nicolas pertama kali masuk ke dalam arena dengan sorakan dari para murid yang menonton.... Anak populer memang beda....
Setelah itu aku dan Chiva masuk ke dalam arena, masih dengan sorakan dan tepuk tangan. Namun, tidak seramai saat Winfrey dan Nicolas masuk....
Aku melihat Alissa sedang duduk bersama guru lain menonton pertarungan kami yang akan dimulai dengan gaya elegan dan seringainya yang khas itu.
Kami berhenti di garis putih masing-masing yang membatasi jarak kami....
Bel berdenting keras, pertandingan dimulai dengan Winfrey yang berlari maju tanpa ragu. Aneh, padahal dia menggunakan busur tapi kenapa dia maju? Bukankah pemanah harus berada di belakang?
Sebuah anak panah air dilontarkan dari busur Winfrey, panah air itu semakin membesar setelah dilontarkan. Aku dan Chiva langsung melompat ke samping menghindari panah tersebut. Panah air itu melesat dan meledak di dinding arena, ledakannya cukup besar. Namun, seperti sihir elemen pada umumnya. Efek air yang sempat mengenai dinding arena tidak akan bertahan lama dan menghilang. Kurasa inilah kenapa dia begitu berani maju walau hanya seorang pemanah....
Chiva dicegat oleh Nicolas yang sudah menunggunya di belakang. Chiva menangkis setiap serangan sihir tanah yang terlempar ke arahnya oleh Nicolas. Nicolas membangun sebuah gundukan besar di bawah Winfrey. Sebagai seorang pemanah jelas posisi yang jauh dari target adalah posisi yang paling aman.
Sekarang Chiva akan berurusan dengan Nicolas, sementara aku akan mengurus Winfrey....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Neonnorey
bagus thor ceritanya.... tp klo menurutku aku baca tuu... pakek tokohnya "aku" jadi gimana gituu... klo tokohnya di tulis nama mungkin lebih asik thorr... tp itu cuma perasaanku aja ya thorr... baguus kok ceritanya menarikk 👍
2023-05-28
1